Beranda blog Halaman 1156

Gara-gara Kesal Istri Ditegur, Tukang Parkir Tega Timpas Teman Sendiri

0

BONTANG – Yudi Wahyudi (42), tersangka penimpasan juru parkir di Pujasera Jalan Imam Bonjol, diringkus jajaran Opsnal Reskrim Polres Berau dibantu Satreskrim Polres Bontang.

Usai melakukan aksinya Jumat (5/11/2021) lalu, Yudi diketahui kabur ke wilayah Berau. Setelah sempat jadi buronan kepolisian, warga RT 15 Kelurahan Gunung Elai ini terlacak keberadaannya hingga akhirnya dibekuk Senin (8/11/2021).

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasi Humas AKP Suyono membeberkan, penganiayaan terhadap korban MA (39) bermula dari adanya keributan di pujasera. Korban yang merupakan juru parkir di areal tersebut, lantas menegur Yudi karena meresahkan pengunjung.
“Pelaku dan korban sempat adu mulut. Kemudian pelaku pergi meninggalkan pujasera,” ujar Suyono, Sabtu (13/11/2021).

Tak lama berselang, pelaku datang lagi sambil membawa samurai. Tanpa banyak omong, dia langsung menimpas leher belakang MA hingga robek. Usai insiden berdarah tersebut, korban yang merupakan warga RT 15 Kelurahan Tanjung Laut Indah itu langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara Yudi langsung jadi buruan polisi karena hilang tanpa jejak.

“Pelaku tersinggung karena istrinya ditegur korban ketika memarkirkan motor. Sebab dia merasa senior sebagai tukang parkir di pujasera itu,” sebutnya.

Kini, pelaku beserta barang bukti sebilah samurai disita di Mapolres Bontang. Atas perbuatannya itu, Yudi dijerat Pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan dan Undang-undang darurat nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (bms)

Auto2000 Bontang Luncurkan All New Avanza dan All New Veloz

0
Peluncuran All New Avanza dan All New Veloz di Auto2000 Bontang, Sabtu (13/11/2021). (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – All New Avanza dan All New Veloz resmi diluncurkan di Auto2000 Bontang, Sabtu (13/11/2021). Mobil generasi ketiga Avanza dan generasi kedua Veloz itu kini menjadi salah satu pilihan prioritas berkendara para Auto Family (sebutan pelanggan setia Auto2000).

18 tahun sudah Avanza menemani keluarga di Indonesia, sedangkan Veloz sudah 10 tahun. Selain tampak dinamis, modern, nyaman, dan canggih, sekarang kedua MPV andalan Toyota itu menggunakan mesin penggerak roda depan atau Front Wheel Drive (FWD).

All New Avanza menyajikan penampilan modern, lengkap, aman, nyaman, dan berkelas. MPV ini memiliki selling point yang tinggi tanpa meninggalkan DNA utamanya dalam hal kabin fungsional, tangguh di segala medan jalan, mesin irit bensin dan bertenaga, serta daya angkut maksimal.

Mobil keluarga ini menawarkan kabin ekstra lega untuk sebuah Low MPV. Ditambah dek rata dan rendah akibat pemanfaatan platform Front Engine Front Wheel Drive (FF), memberikan keleluasaan kepada All New Avanza untuk menyajikan pengaturan bangku yang fleksibel dan multiguna untuk berbagai kesempatan.

Kelebihan lainnya, juga tersedia New Pleasant Long Sofa Mode pada bangkunya yang dapat diatur dengan mudah oleh AutoFamily, serta begitu nyaman dan membuai penumpang terutama untuk perjalanan jauh atau melelahkan. Dengan sistem suspensi baru yang meningkatkan kualitas berkendara.

Kenyamanan disajikan secara pas, diperkuat oleh pengendalian mudah dan menghibur sekaligus minim goncangan di jalan rusak. Tidak kalah menarik, radius putar hanya 4,9 meter membuat MPV ini begitu lincah saat manuver di jalan perkotaan, lokasi parkir, atau berpapasan dengan kendaraan lain di jalan sempit. Ground clearance tinggi memastikannya dapat beradaptasi dan berkelit di berbagai kondisi jalan.

“Avanza menguasai market share Bontang sebesar 50 persen. Sasaran utama All New Avanza adalah keluarga muda, serta keluarga mapan sebagai mobil tambahan,” ujar Kepala Cabang Auto2000 Bontang, Wahyudi Romadhon.

“Pembeli All New Avanza ini sudah tidak usah memikirkan biaya service. Karena sudah mendapatkan service gratis sampai dengan 50 ribu kilometer,” tambahnya.

Keandalan serupa juga dimiliki All New Veloz. All New Veloz memposisikan dirinya sedikit lebih tinggi dari All New Avanza. Penampilan stylish dan advance serta kenyamanan terbaik di dalam kabin, merupakan nilai jual utama yang ingin diperlihatkan untuk menunjukkan identitas Auto Family sebagai pemiliknya. Termasuk adanya fitur keamanan (safety) canggih sebagai upaya menjaga keamanan pelanggan di berbagai kesempatan.

All new platform membuat All New Veloz sanggup menciptakan sistem suspensi baru, memberikan kenyamanan terbaik secara pas yang diperkuat oleh dimensi bodi yang lebih besar dan wheelbase lebih panjang. All New Veloz menjanjikan pergerakan mobil yang lebih smooth dan tenang, sekaligus minim goncangan di jalan rusak. Seting suspensi baru berusaha pula menyuguhkan olah kemudi yang fun to drive sekaligus nyaman untuk menemani AutoFamily di berbagai kesempatan.

Auto Family juga dapat menikmati momen indah bersama keluarga tercinta di atas New Spacious Cabin with New Long Sofa Mode. Bermodalkan dimensi yang jauh lebih besar daripada Veloz lawas, seluruh bangku All New Veloz dapat diatur konfigurasinya sesuai kebutuhan, bahkan dibentuk ala sofa rumah untuk perjalanan bebas lelah dan minim stres. Pertama di kelasnya, fitur keamanan aktif yang mengandalkan sensor dan radar Toyota Safety Sense (TSS) dipasang pada Veloz Q CVT TSS untuk memastikan perjalanan yang terlindungi untuk Auto Family. (bms)

Kemelut di Unijaya, Dikti Minta Kemendikbudristek Turunkan Tim EKA

0

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (Dikti) Wilayah XI juga telah melayangkan surat kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI agar menurunkan Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA). Permintaan itu dilakukan Dikti melalui surat dengan nomor 1165/LL1 1/HK/2021 per 19 Oktober 2021.

Dari surat itu, Dikti menilai, Yayasan Pendidikan Miliana belum menjalankan rekomendasi sesuai aturan, sehingga permasalahan itu masih terus berlanjut.

Seperti masalah pelunasan hak dosen sepenuhnya yang sudah lama tertunggak. Berikutnya, tidak adanya sanksi dan peringatan tegas kepada oknum Dekan Fakultas Ekonomi yang dinilai telah mencoreng nama kampus dan perguruan tinggi, akibat perbuatan tidak pantasnya yang terekam dalam aksi damai mahasiswa di Kampus Unijaya 28 September lalu.

Selanjutnya, Yayasan juga dinilai abai dalam pemberian hak-hak dosen untuk difasilitasi dalam pengembangan karir maupun operasional perkuliahan. Yayasan juga dinilai masih tidak transparan dan akuntabel dalam mengayomi dosen dan tenaga kependidikan.

“Pelemik ini juga memunculkan petisi cetak yang telah ditandatangani secara langsung oleh sebagian dosen Unijaya, dan petisi online yang telah ditandatangani langsung lebih dari 200 orang dan saat ini masih terus berjalan,” tulis Udiansyah, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (Dikti) Wilayah XI dalam surat tersebut.

Sementara itu, pihak Yayasan Pendidikan Miliana meminta perpanjangan masa pembayaran selama enam bulan kepada para dosen. Hal itu disamapaikan Pembina Yayasan, Chelly Amalia saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I, perwakilan dosen, dan perwakilan mahasiswa, Senin (1/11/2021) lalu di Kantor DPRD Bontang.

Permohonan perpanjangan waktu pelunasan juga disampaikan Rektor Unijaya, Bilher Hutahaean. Kata dia, yayasan telah berupaya mencari sejumlah alternatif pemasukan agar bisa membayar honor-honor dosen yang tertunggak. Sayangnya hingga kini belum menemukan solusinya. (bms)

Izin Unijaya Terancam Dicabut, Dikti Ingatkan Bayar Honor Dosen dan Tidak Ada Pungli Lagi

0

Surat peringatan yang ditandatangani Kepala Dikti Kalimantan ini menyampaikan beberapa poin peringatan kepada yayasan. Yayasan juga diminta tidak melakukan pungutan uang mahasiswa ke rekening pribadi. “Jadi harus masuk ke rekening yayasan,” kata Kepala Dikti Kalimantan, Udiansyah dalam surat tersebut.

Dikti juga meminta yayasan untuk tidak membuat kebijakan dengan metode pelunasan SPP seperti pemberian diskon dan pungutan dana pendidikan lain. “Ini untuk menghindari pungutan liar kepada mahasiswa,” katanya.

Terakhir, Dikti meminta agar pembina, pengurus, dan pengawas yayasan tidak menerima gaji, kecuali yang sudah ditentukan dalam anggaran dasar yayasan, yakni pengurus yang menerima gaji, upah atau honor adalah pengurus yang tidak terafiliasi dengan pendiri dan melakukan pengurusan yayasan secara langsung.

Dikti meminta agar yayasan segera menjalankan hal tersebut. Jika tidak dikerjakan, yayasan akan menerima sanksi administratif, dimana yang paling berat adalah pencabutan izin perguruan tinggi swasta.

Sebelumnya, Dikti menerima aduan dari Tim Penyelesaian Hak Dosen (TPHD) bahwa hak dosen Unijaya belum terbayarkan hingga muncul aksi berhenti mengajar. Dikti lalu melakukan pertemuan secara daring dengan TPHD, yayasan dan para dosen Unijaya hingga turunlah peringatan.

Sementara itu, Unijaya tetap melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) ganjil pada 15 hingga 19 November mendatang. Mahasiswa Unijaya diminta membayar biaya UTS, SKS semester dan daftar ulang. Pembayaran dilakukan dengan mentransfer biaya tersebut secara langsung ke rekening yayasan, dan paling lambat 8 November 2021. (bdu)

Hadir Pujasera The Gading, Destinasi Kekinian Nongkrong Asyik

0
Pujasera 'The Gading', Jalan Ahmad Yani Rt 04 Kelurahan Tanjung Laut.

Pujasera The Gading hadir untuk mendukung pemerintah dalam memajukan perekonomian UMKM ditengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih terus berlangsung.“Ini merupakan inisiasi kami dalam meningkatkan UMKM di Kota Bontang. Kami semangat, karena para pedagang antusias untuk menyewa lapak,” ungkap Ketua PSSB Suparno.

Nama The Gading, lanjut Suparno, terinspirasi dari Kabupaten Sragen yang dikenal sebagai museum fosil gading. “Jadi kami terinspirasi dari ciri khas Sragen yaitu museum fosil gading,” ungkapnya.Pengelola Pujasera Sadi Mulyono mengatakan, pengerjaan pujasera  terbilang cepat dan akan terus dikembangkan. “Target kami selesai Desember,  Alhamdulillah bisa rampung dalam  2 bulan.

Selanjutnya pujasera ini akan terus diperluas,” jelasnya.Kenyamanan serta keamanan para pedagang, lanjut Sadi, menjadi salah satu fokus pihaknya selaku pengelola. Sehingga pedagang tak perlu ragu ketika meninggalkan barang dagangannya di lapak. “Jadi dapat dipastikan barang serta lapak pedagang aman saat ditinggal pulang,” ucapnya.

Marketing Pujasera Agus Widodo mengungkapkan, antusiasme pedagang yang tertarik menyewa di tempat mereka tergolong tinggi.“(Antusiasme) pedagang sangat luar biasa, saat proses pembangunan sudah banyak yang mau buka lapak disini,” ungkapnya.

Beragam macam makanan,  minuman, serta kudapan tersedia di Pujasera The Gading. Berikut   nama-nama kedai yang sudah siap melayani konsumen Bontang:Mie Ayam Tersanjung, Kedai Tanda Seru, Kedai Agnes, Kedai Yun’s, Kedai Teras Rumahku, Kedai Kuy, Kedai BR, Kedai Sejiwa, Kedai Bahiti, Kedai Mama Fahmi, Kedai GR, Kedai Sahabat Feliks, Kedai Snack. (ahr)

Hari Pahlawan, Abdul Malik Minta Tak Lupakan Sejarah dan Peran Ulama

0
Anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdul Malik
BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdul Malik, meminta masyarakat untuk tidak melupakan “jas merah” dan “jas hijau” dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. “Jas merah” mengandung makna, jangan sekali-kali melupakan sejarah, sementara “jas hijau” diartikan jangan sekali-kali melupakan jasa ulama.
Sebab momen hari pahlawan 10 November, kata Malik, erat kaitannya dengan resolusi jihad yang dicetuskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari kala melawan tentara sekutu NICA (Netherlands-Indies Civil Administration). “Pahlawan itu sesungguhnya orang biasa. Namun memilii visi, misi, dan pemikiran yang luar biasa. Sebab tertumpu pada pundaknya kekuatan dan keimanan yang kuat,” ucapnya.
Politisi PKS itu berharap, generasi penerus saat ini dapat mewarisi jiwa-jiwa kepahlawanan. Caranya dengan mengisi kemerdekaan dan pembangunan melalui kegiatan positif, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kelimuan, serta mengasah kreativitas demi kebaikan Bontang dan Indonesia. “Selamat hari pahlawan,” tutupnya. (bms/adv)

Wali Kota Perjuangkan Masterplan Banjir Tahun Depan

0
Wali Kota Bontang, Basri Rase (ist)
BONTANG – Penyusunan kajian induk (masterplan) penanggulangan banjir bakal diperjuangkan di APBD murni 2022. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Basri Rase, Rabu (10/11/2021). Basri mengatakan, masterplan dibuat sebagai landasan pemkot dalam mengatasi banjir di Kota Taman. “Empat program prioritas saya, salah satunya penangulangan banjir. Ini tantangan berat. Tapi saya tidak akan pernah mundur,” sebutnya saat diwawancarai awak media.

 

Tantangan dimaksud, tambah dia, sempat ditolaknya kajian masterplan dan Detail Engineering Design (DED) jalan lingkar Bontang Kuala-Tanjung Laut Indah oleh DPRD Bontang pada 2021 ini. Diharapkan, tahun depan penolakan DPRD tersebut tidak kembali terulang.

Tantangan lainnya, sambung Basri, terkait relokasi bangunan yang ada di bantaran sungai. Dia menyebut, saat ini masih banyak warga yang susah direlokasi. Dirinya optimistis bisa segera menyelesaikan permasalahan itu. ”Permasalahan banjir ini membutuhkan keseragaman pemahaman dan dukungan anggaran,” tandasnya.

BAKHTIAR: BUKAN DITOLAK DPRD
Sebelumnya diberitakan, usulan anggaran penyusunan masterplan senilai Rp 1,5 miliar dipangkas DPRD pada pergeseran mendahului perubahan. Termasuk DED jalan lingkar Bontang Kuala-Tanjung Laut Indah senilai Rp 1 miliar. Namun kala itu, Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam beralasan, pihaknya tidak memiliki niat menghalangi kerja pemkot dalam menuntaskan permasalahan banjir. Dirinya menyebut, sebenarnya kajian tersebut tidak ditolak.

Namun segala program yang masih bersifat perencanaan, perlu ditawarkan pada awal tahun anggaran. “Jadi sebaiknya diusulkan di APBD 2022. Sebab durasi waktu penyusunan lebih panjang. Bisa cari konsultan yang bagus juga,” terangnya.

Termasuk halnya jalan lingkar Bontang Kuala-Tanjung Laut Indah. Andi Faiz menyampaikan, perencanaan itu sebelumnya belum pernah dikomunikasikan ke DPRD. Seharusnya, sambung Faiz, perencanaan itu dikoordinasikan terlebih dahulu.

Kondisi berbeda disampaikan anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang. Mantan ketua pansus banjir itu menilai, pencoretan masterplan banjir kurang tepat. Pencoretan juga bukan dilakukan oleh lembaga DPRD tapi pimpinan DPRD.

Padahal menurutnya hal itu bisa menjadi prioritas dan tidak ditunda-tunda. Apalagi, jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota hanya sampai 2024. “Kasihan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir. Mereka harus menunggu sampai kapan lepas dari masalah menahun ini,” tanya legislator yang akrab disapa BW itu.

Jika masterplan dilaksanakan dengan skema tahun jamak, kata BW, tentu akan membuat kesulitan pasangan Basri-Najirah. Sebab aturan melarang kepala daerah melaksanakan kegiatan tahun jamak (multiyear) di akhir masa jabatan. “Penanganan banjir ini harus melepaskan ego politik. Kedepankan kepentingan warga. Kalau begini terus, Bontang akan selalu kebanjiran,” pungkasnya. (bms)

PSSB Peduli di Tengah Musibah Banjir

0
Kesibukan sukarelawan PSBB membantu korban banjir di Kota Taman, Selasa (10/11).

Dibalik musibah banjir yang menimpa beberapa wilayah Kota Bontang, Selasa (10/11/2021), ada cerita kepahlawan dari sukarelawan yang membantu korban banjir.

Tidak kurang 10 ibu-ibu dari Paguyuban Sukowati Sragen Bontang (PSSB) yang dibentuk Hj Suhartati yang akrab dipanggil Mbak Tatik, sigap turun membantu korban banjir dengan mendirikan dapur umum, di rumahnya Jalan Banjar HOP 6 RT 22 Kelurahan Gunung Elai.

Mbak Tatik mengaku, ikut prihatin atas banjir yang menimpa warga Kota Taman. Untuk meringankan beban duka para korban, dirinya bersama anggota PSSB dan sukaralawan lainnya, terpanggil membuat dapur umum dan melakukan kegiatan lain mendukung petugas pelaksana dan para korban banjir.

H Suwarno yang juga sesepuh PSSB, ditugaskan sebagai penanggungjawab dalam distribusi makanan kepada korban banjir, berupa nasi bungkus.

Pria yang rela belum pulang ke rumah seharian ini, mengaku menjadi kedukaan baginya, karena tidak bisa mendistribusikan nasi bungkus secepatnya kepada korban banjir karena kekurangan bahan dan jumlah peralatan yang kurang memadai.

Padahal para korban banjir harus segera mendapat asupan makanan. “Sementara kemampuan untuk memproduksi nasi bungkus tidak seimbang,” katanya.

Namun menjadi kepuasan tersendiri, jika dirinya bisa membantu warga yang tertimpa musibah. “Karena itulah, apabila ada panggilan untuk kumpul, para anggota PSSB juga semangat datang dan membantu. Ini juga sebagai sarana silahturahmi antaranggota untuk merekatkan sukarelawan PSSB,” bebernya.

Terkait musibah banjir kali ini, Suwarno menyampaikan bahwa dapur umum yang menjadi tanggung jawab PSSB, memasak 170 nasi bungkus untuk makan pagi, 350 bungkus untuk makan siang, dan 150 bungkus untuk makan malam. “Ini dibagikan ke warga di wilayah banjir,” katanya.

Sementara itu tenaga sukarelawan dari PSSB, Rohmadi, Adi Chandra, dan Joe menyampaikan tentang kegiatan mereka untuk menolong korban banjir. “Kami melakukan tugas ini dengan ikhlas dan sukarela, sebagai rasa kemanusian. Mengantar nasi bungkus ke rumah mereka terkena banjir,“ tutur Rohmadi dibenarkan lainnya.

Ditambahkan, Ketua PSSB Suparno, menjadi kebanggaan sendiri jika bisa membantu meringankan beban korban banjir. “Meskipun hanya sekadar nasi bungkus, dengan dana patungan anggota PSSB,“ sebutnya.

Terpisah, Darko, Ketua RT 9 Kelurahan Api-Api mengucapkan terima kasih kepada PSSB yang telah berbagi rejeki untuk korban banjir. “Saya atas nama warga Sragen yang tinggal di RT 09 Api-Api mengucapkan banyak terima kasih. Semoga menjadikan amal kebaikan bersama dan barokah. Aamiin,” jelasnya. Ucapan senada disampaikan, Wulan yang juga pegawai Kelurahan Gunung Elai. “Terima kasih PSSB semoga semakin jaya,” ucapnya. (dar)

Kecewa Jalan Rusak, Warga Bontang Lestari Tanam Pohon Pisang dan Resmikan Jadi ‘Jalan Offroad’

0
Penanaman pohon pisang di jalan rusak di kawasan Bontang Lestari. (Ist)

BONTANG – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Bontang Lestari Bersatu (APBLP) “meresmikan” jalan rusak yang ada di kawasan Kelurahan Bontang Lestari (Bonles), Selasa (9/11/2021) pagi.

Peresmian “jalur offroad” di Jalan Soekarno-Hatta tak jauh dari lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) itu, ditandai dengan penanaman pohon pisang di jalan berlubang, serta pemotongan pita yang dilakukan 5 perwakilan organisasi yang tergabung dalam APLB.

Kelima organisasi itu adalah Karang Taruna Upangga Bonles, Gerakan Pemuda Bonles Bersatu (GPBB), Aliansi Masyarakat Sejahtera (Amarah), Ikatan Pemuda Bonles Bersatu (IPBB), dan Pemuda Pancasila Ranting Bonles.

Ketua Karang Taruna Bonles, Hariati mengatakan, aksi dipicu kekesalan masyarakat terhadap Pemkot Bontang yang tidak tanggap memperbaiki jalan rusak di wilayah mereka. Menurut mereka, kondisi jalan di Bonles semakin memprihatinkan, bahkan telah banyak memakan korban. “Kendaraan warga bahkan milik pemkot sendiri sudah banyak yang jadi korban. Mau sampai kapan dibiarkan,” tanyanya.

APLB, kata Hariati, memberikan batas waktu (deadline) kepada pemerintah selama tiga bulan. Apabila dalam kurun waktu tersebut tidak ada respons, pihaknya mengancam bakal kembali menggelar aksi. Selain meresmikan jalan rusak, aksi juga diwarnai orasi dari sejumlah perwakilan aliansi. (bms)

Banjir Masih Rendam Rumah Warga

0

Hingga Selasa (9/11) pagi ini, sejumlah kawasan di Kota Bontang masih terendam banjir menyusul hujan deras yang mengguyur, Senin (8/11) kemarin.

Setidaknya ada enam kelurahan yang masih mengalami banjir sampai pagi ini. Yakni Kelurahan Telihan, Kanaan, Gunung Elai, Satimpo, Api-Api, dan Tanjung Laut Indah.

Luapan air yang sempat surut, sejak subuh pagi tadi, air kembali naik. Seperti di kawasan Perumahan KCY dan Jalan Tomat. “Dari jam 03.30 subuh air terus naik, sekarang naik lebih 5 cm dari titik semula,” kata Yani, warga yang tinggal di RT 19 Perumahan KCY. “Banjir saat ini sepertinya makin parah,” kata Cholis, warga Jalan Tomat.

Sementara itu, Ketua Forum Kelurahan Irham mangilong, sejak subuh sudah berkeliling menyambangi rumah-rumah warga yang kebanjiran. Rumahnya sendiri di Jalan Kalimantan RT 19 KCY juga sudah terendam air. Irham ingin memastikan kondisi warganya aman dan barang-barang bisa diselamatkan. (red)