Beranda blog Halaman 1162

Diduga Lepas Kontrol, Remaja Tewas Kecelakaan di Depan Mapolres

0
Polisi evakasi korban lakalantas. Foto: Tangkapan layar

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tunggal terjadi di depan Mapolres Bontang, Jalan Bhayangkara , Minggu (24/10/2021) sekitar pukul 08.00 Wita. Korban yang masih berusia 15 tahun langsung tewas di tempat kejadian.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kanit Laka Ipda Supriyadi mengatakan, kecelakaan diduga terjadi akibat korban tidak bisa mengendalikan sepeda motor matic Scoopy KT 4087QC yang dikendarainya.

Remaja berinisial RRP tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dari arah kilometer 6 menuju rumahnya di Kelurahan Bontang Kuala. Saat lakalantas, korban yang berjenis kelamin laki-laki itu tampak tengkurap di depan Mapolres Bontang dengan kondisi bersimbah darah.

Motor yang digunakan korban.

Korban diduga mengalami benturan yang cukup parah di bagian kepala. Korban yang mengenakan pakaian berwarna army dan celana pendek hitam itu kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Amalia.

Supriyadi mengingatkan kepada orang tua untuk memperhatikan anak-anaknya di bawah umur yang belum dibolehkan mengendarai sepeda motor. “Kami berharap orangtua tidak mengizinkan anaknya yang masih dibawah umur mengendarai kendaraan bermotor,” pesannya saat dikonfirmasi. (bms)

Program Kota Tanpa Kumuh, Bontang Kuala dan Berbas Pantai Kebagian Rp 995 Juta

0
Saat ini sedang dikerjakan penguatan jalan jembatan di permukiman Bontang Kuala yang sumber dananya dari Loan NSUP.  Foto: Al/Media Kaltim

BONTANG – Pekerjaan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2021 tengah dilaksanakan di dua lokasi yakni di permukiman atas laut Bontang Kuala dan Berbas Pantai. Dari pantauan mediakaltim.com, proyek yang sumber dananya dari Loan National Slum Upgrading Program (NSUP) ini, terus dikebut pekerjaannya.

Seperti pekerjaan peningkatan jembatan di kawasan Bontang Kuala. Di beberapa ruas jalan, terlihat jalan kayu yang lama dibongkar dan dilakukan pemasangan kayu ulin yang baru.

Dilihat dari plang proyek, program Kotaku di RT 03 Bontang Kuala ini, anggarannya Rp 995 juta. Waktu pelaksanaan 80 hari, dimulai 31 Mei 2021 sampai 27 November 2021. Sebanyak 20 pekerja dilibatkan untuk menyelesaikan proyek ini dari kelompok swadaya masyarakat.

Progres pekerjaan proyek ini, juga telah ditinjau Anggota Komisi V DPR RI Irwan pada 19 Oktober 2021 lalu. Ikut mendampingi Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Timur, Sandhi Eko Bramono.

Irwan mengatakan, program Kotaku merupakan kegiatan penguatan jalan jembatan yang dilaksanakan oleh swadaya masyarakat setempat. “Kegiatannya penguatan dan peninggian jalan jembatan. Untuk di Bontang dilaksanakan di Bontang Kuala dan Berbas Pantai,” tuturnya.

Dari progres pekerjaan, diakuinya, pembangunan sedikit terlambat lantaran terbatasnya bahan baku kayu ulin. “Tapi masih ada waktu sampai 27 November. Kita harapkan bisa rampung. Karena mereka komitmen bisa menyelesaikan 4 meter per hari,” katanya.

Sementara Sandhi eko bramono optimistis proyek penguatan jembatan di dua lokasi bisa selesai sesuai kelender kerja. “Sekarang sudah selesai 186 meter. Pekerja bisa menyelesaikan 3 meter sampai 4 meter per hari, sehingga bisa selesai tepat waktu,” ucapnya.

Menurut Sandhi program Kotaku di Kota Bontang, penyelesaian pekerjaannya 6 bulan kelender dengan anggaran kurang dari Rp 2 miliar untuk dua lokasi. “Bontang Kuala dan Berbas Pantai nilainya sama. Masing-masing lokasi Rp 995 juta,” pungkasnya. (al/red)

Mahyudin Janji Perjuangkan Bendungan Suka Rahmat dan Penanganan Banjir Bontang

0
Silaturahmi bersama Wakil Ketua DPD RI Mahyudin di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. (Firman/Diskominfo)

BONTANG – Jajaran Pemkot Bontang yang dipimpin Wali Kota Basri Rase dan Wakil Wali Kota (Wawali) Najirah, menerima kunjungan kerja (kunker) Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Mahyudin.

Pertemuan dalam rangka silaturahmi dan ramah tamah itu digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Awang Long, Sabtu (23/10/2021). Mahyudin mengatakan, kedatangannya dalam rangka menyisir sekaligus menerima aspirasi terkait permasalahan yang ada di Bontang, untuk selanjutnya diperjuangkan di tatanan pemerintah pusat. “Apalagi Kaltim ke depan, bakal menjadi kawasan Ibu Kota Negara (IKN) baru. Sebagai daerah penyangga IKN, industri di Bontang harus hidup,” ucapnya.

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini menambahkan, beberapa permasalahan dan masukan yang bakal diperjuangkan ke Senayan diantaranya, pembangunan Bendungan Suka Rahmat sebagai upaya penanggulangan banjir di Kota Taman. Selain itu, permasalahan perbaikan Jalan poros Bontang-Samarinda, hingga maraknya kasus tambang ilegal.

Ada pula usulan yang diterima Mahyudin, terkait pembangunan jalan khusus industri yang menghubungkan Bontang-Kutim. Sebab di masa mendatang, arus pengiriman barang dan jasa di dua daerah ini akan semakin banyak dan saling menguntungkan. “Tentu hal ini bisa membuka lapangan pekerjaan, menimbulkan dampak ekonomi yang baik, dan muaranya dapat menyejahterakan masyarakat,” sebutnya.

Mahyudin mengaku optimistis, sejumlah aspirasi itu bakal ditindaklanjuti pemerintah pusat. Dirinya juga bakal berjuang, agar kewenangan pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal nantinya dapat dikembalikan ke daerah. Dengan begitu daerah memiliki kewenangan untuk mengawasi agar tidak terjadi kerusakan lingkungan.

Terpisah, Basri Rase dalam sambutannya mengaku senang sekaligus bangga atas kedatangan Mahyudin ke Kota Taman. Dirinya berharap, sinergitas antara Pemkot Bontang dan DPD RI dapat semakin terjalin baik, utamanya menyiapkan Bontang sebagai daerah penyangga IKN baru. “Semoga dengan kerja sama yang baik ini, DPD RI bisa membantu memperjuangkan program-program Bontang di tingkat pusat,” pungkasnya. (bms/adv)

Tertunda Pandemi, Sabran: Sukseskan FASI XI Tingkat Kaltim di Bontang

0
Penyerahan Piala Bergilir oleh Ketua Umum DPP BKPRMI Pusat kepada Wali Kota Bontang saat Pembukaan FASI XI, Jum'at (22/10/2021). Foto: Annisa/Media Kaltim

BONTANG – Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2021 kembali digelar setelah tertunda beberapa waktu akibat pandemi Covid-19. Kota Bontang ditunjuk sebagai tuan rumah. Pembukaan FASI XI berlangsung di halaman Kantor BKPRMI, Jum’at (22/10/2021) malam tadi.

Pembukaan FASI XI dihadiri Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak, Wali Kota Bontang Basri Rase, Ketua Umum DPP BKPRMI Pusat Datuk Seri Melaka Said Aldi Al Idrus, Ketua Umum DPW BKPRMI Provinsi Kaltim Sabran, jajaran Forkopimda Bontang, dan perwakilan 7 Kafilah.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh Ketua Umum DPW BKPRMI Provinsi Kaltim Sabran. “Terima kasih untuk Wali Kota Bontang dan jajarannya yang memberikan kesempatan kepada kami untuk mensuskseskan pelaksanaan FASI XI ini,” ucapnya.

Pelaksanaan FASI XI, lanjut Sabran, sudah tertunda beberapa waktu akibat pandemi Covid-19. Namun apapun kondisinya, sesuai hasil rapat yang disepakati bahwa FASI XI harus berlangsung di Kota Bontang. “Perlu diketahui, kita sudah beberapa kali mundur untuk pelaksanaannya, namun melalui rapat DPW dan DPD, kapan pun pelaksanaannya, sesuai kesepakatan, FASI XI ini tetap dilaksanakan di Bontang. Alhamdulillah hal ini dapat terwujud,” ujarnya.

Kegiatan FASI XI yang akan berlangsung 3 hari mulai 22-24 Oktober 2021 ini mendapatkan dukungan serta apresiasi dari Wali Kota Bontang Basri Rase. Ia berharap semoga FASI menjadi wadah untuk melahirkan generasi penerus yang berakhlak mulia.

“Kegiatan yang sifatnya regional pasti saya sangat mendukung, karena sesuai dengan misi saya menjadikan Bontang yang hebat dan beradab. Dan FASI inilah yang menjadi wadah melahirkan anak-anak berakhlak mulia,” jelasnya.

Mengusung Tema “Bisa Juara Satu” yang memiliki makna Bina Santri Jujur, Arif, Ramah, Sabar dan Tulus, mendatangkan sebanyak 7 kafilah dari berbagai kabupaten/kota di antaranya, Samarinda (41 anak), Bontang (41 anak), Kutim (39 anak), Berau (35 anak), Penajam Paser Utara (35 anak), Kukar (13 anak), dan Balikpapan (6 anak).

Masih dalam situasi pandemi Covid-19 pelaksanaan FASI XI ini tetap mengedapankan protokol kesehatan, dengan membatasi peserta, dan juga meniadakan penonton dalam pelaksanaan lomba. Semoga FASI XI dapat berjalan lancar dan Kota Bontang bisa meraih Juara Umum. (ahr/adv)

Launching Kampung KB Lestari, Najirah Optimistis Turunkan Angka Stunting

0
Launching Kampung Percontohan Penurunan Stunting dirangkai penyerahan piagam penghargaan peserta lomba dan memantau dapur sehat di Kampung Makasar, Berbas Pantai. Foto: Humas Pemkot Bontang

BONTANG – Kelurahan Berbas Pantai dijadikan percontohan sebagai Kampung KB Lestari atau Kampung Percontohan Penurunan Stunting. Launching dilakukan Kepala BKKBN RI, di Kampung Makasar, Jumat (22/10) kemarin. Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya dan memiliki penyebab utama kekurangan nutrisi.

Hadir Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Kapolres Bontang, Dandim Bontang, Ketua Pengadilan Agama, Kepala DPPKB Bontang, Kepala Dinkes Bontang, Kepala Disdikbud Bontang, Camat serta Lurah.

Najirah mengungkapkan angka stunting di Kota Bontang saat ini mencapai 19,73 persen. Ia optimistis bisa mencapai target 14 persen di tahun 2024. “Langkah-langkah dan upaya percepatan dilakukan Pemkot Bontang sebagai upaya penurunan stunting,” tuturnya.

Saat ini, Kota Bontang telah memiliki kader PPKBK dan sub PPKBK 514 orang, kader Posyandu 734 orang, kader gizi, kader PHBS, kader bina keluarga balita, dan Kampung KB.

Sementara itu, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengatakan untuk mendukung penurunan stunting perlu dibuat dapur sehat di bawah pimpinan Wakil Walikota. “Luar biasa sponsornya di Bontang, karena dibantu perusahaan. Kalau dari pusat kami dorong dalam bentuk kader,” ucapnya.

Terpisah, Lurah Berbas Pantai Rendhy Maulia mengatakan, ditunjuknya wilayahnya sebagai kampung percontohan penurunan stunting lantaran angkanya lebih tinggi di banding 14 kelurahan lainnya.

Ia mengatakan, angka stunting di wilayah Bontang beberapa masuk zona merah. Namun, tertinggi berada di kelurahannya, mencapai 34 persen. “Dengan adanya peluncuran angka penurunan stunting ini,  saya harapkan masyarakat paham akan pentingnya menjaga kebersihan,” tuturnya. (al/red)

 

Pagar Hias Gedung MTQ Roboh karena Pakai Beton Serabut

0
Pagar hias Gedung MTQ yang roboh mulai diperbaiki. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Pagar hias Gedung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang roboh  di kawasan Stadion Bessai Berinta akhirnya mulai diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (DPUPRK) Bontang. “Jika tidak segera diperbaiki, khawatirnya berpotensi mengganggu keselamatan warga yang beraktivitas,” ujar Edi Suprapto, Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan DPUPRK Bontang, saat dikonfirmasi, Jumat (22/10/2021).

Ditanya penyebab robohnya pagar, Edi mengaku tak mengetahui pasti. Namun jika dilihat dari jenis materialnya, pagar hias itu menggunakan beton serabut yang tak bertahan lama ketika terkena  hujan atau panas. Adapun estimasi perbaikan, diperkirakan membutuhkan biaya senilai Rp 95 juta. “Waktu perbaikannya kami harapkan bisa secepatnya selesai,” sebutnya.

Dari pantauan media ini di lokasi, bongkahan pagar hias yang roboh sudah dibersihkan seluruhnya.  Gedung tersebut baru diresmikan Januari 2021, dan belum lama ini digunakan untuk perhelatan MTQ ke-42 tingkat Provinsi Kaltim awal Juli lalu. Usai MTQ berakhir, gedung yang dibangun menggunakan APBD senilai Rp 11,6 miliar tersebut banyak digunakan untuk lokasi vaksinasi massal Covid-19 dan beberapa kegiatan lainnya. (bms)

Pimpin Apel Hari Santri, Wawali Apresiasi Pesantren Cegah Pandemi Covid-19

0
Wakil Wali Kota Bontang Najirah memimpin Apel Hari Santri Nasional di Halaman Kantor DPMPTSP Bontang, Jumat (22/10/2021). Foto: Humas Pemkot Bontang

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah memimpin Apel Hari Santri Nasional di Halaman Kantor DPMPTSP Bontang, Jumat (22/10/2021). Hari Santri Nasional tahun 2021 mengusung tema “Santri Siaga Jiwa Raga”.

Dalam amanat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Najirah menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri.

Merujuk tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sejak ditetapkan itulah, setiap tahun rutin digelar peringatan Hari Santri Nasional.

Dikatakannya, tema Santri Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting dan relevan di era pandemi global covid-19, di mana kaum santri tak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan, begitupun masyarakat Indonesia.

“Kami patut mengapresiasi pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan atas dampak pandemi covid-19,” ungkapnya.

Melalui momen peringatan Hari Santri ini, seluruh peserta upacara diajak bersama-sama mendoakan para pahlawan, terutama dari kalangan ulama, kiai, santri, yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. “Terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dari Sabang sampai Merauke yang hari ini sedang bersuka cita merayakan Hari Santri 2021,” pungkasnya. (hms/red)

Kontribusi Ekspor Meningkat, Pupuk Kaltim Raih Penghargaan Primaniyarta 2021 dari Kementerian Perdagangan

0
Penghargaan diterima Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman, dari Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi pada Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 di Jakarta, pada Kamis (21/11). Foto: Humas Pupuk Kaltim

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meraih penghargaan Primaniyarta 2021 kategori Eksportir Produk Hi-Tech dari Kementerian Perdagangan RI, atas peningkatan kontribusi ekspor Perusahaan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan meningkatkan nilai tambah produk melalui penerapan industri berteknologi tinggi. Penghargaan diterima Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman, dari Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi pada Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 di Jakarta, pada Kamis (21/11).

Diungkapkan Qomaruzzaman, aktivitas ekspor merupakan salah satu target Pupuk Kaltim untuk pengembangan pasar secara global melalui pengiriman produk unggulan, seperti Urea dan Amoniak. Potensi pasar global terbilang besar, utamanya kawasan Asia, Amerika dan Eropa yang memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan devisa negara. “Kegiatan ekspor kami lakukan setelah kewajiban pemenuhan dalam negeri telah dilaksanakan,” terang Qomaruzzaman.

Hingga September 2021, ekspor Pupuk Kaltim tercatat sebesar 1,75 juta ton atau 103% dari target RKAP s.d September 2021 sebesar 1,71 juta ton dan 101 % dari volume ekspor s.d September 2020 sebesar 1,74 juta.

Pasar Urea Pupuk Kaltim mayoritas di negara-negara Asia Tenggara sebesar 67%, disusul Asia Selatan, Asia Timur, Australia, Meksiko, Amerika Latin dan Amerika Serikat. Sedangkan untuk pasar Amoniak, didominasi negara-negara Asia seperti Filipina, Vietnam, Cina, Jepang, Korea Selatan dan India. “Untuk memperlancar aktivitas ekspor, Pupuk Kaltim menerapkan inovasi teknologi berbasis industri 4.0, seperti Artifial Intelligence dan metode forecasting sebagai strategi Perusahaan dalam mendukung proses produksi, distribusi serta kinerja secara berkesinambungan,” ujar Qomaruzzaman.

Beberapa strategi penunjang diantaranya Sistem Prediksi Harga melalui implementasi Artificial Intelligence (AI) untuk proses pengembangan dan penetrasi pasar ekspor. Kemudian Distribution Planing and Control System (DPCS), berupa inovasi geospasial teknologi dan Internet of Things (IoT) untuk optimalisasi distribusi yang mendukung proses perencanaan penjualan pupuk ekspor.

Dari sisi fasilitas, Pupuk Kaltim menerapkan pelabuhan berwawasan lingkungan berdasarkan aspek Green Port Guideline dan Rating Tool, sesuai ketetapan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi. Pengelolaan dan pengoperasian Terminal Khusus (Tersus) Pupuk Kaltim juga didasari keputusan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yang mengatur lokasi serta posisi pelabuhan beroperasi.

Saat ini Pupuk Kaltim juga didukung oleh 5 dermaga, dengan kapasitas penyimpanan sebesar 315 ribu ton untuk Urea Bulk Storage dan Amoniak 92 ribu ton. Berbagai langkah pengelolaan pelabuhan berwawasan lingkungan juga dilaksanakan Pupuk Kaltim secara kontinyu, serta melalui sesmen untuk mengukur tingkat pencapaian implementasi Green Port di seluruh area Tersus Pupuk Kaltim. “Pupuk Kaltim juga memiliki Port Reception Facilities untuk pengelolaan limbah sampah dari kapal, serta pohon pelindung tanaman yang dapat mereduksi kebisingan dengan kualitas udara ambient yang sesuai baku mutu,” terang Qomaruzzaman.

Strategi penunjang lainnya, Pupuk Kaltim menerapkan aplikasi iPortLog, untuk melakukan monitoring proses pengapalan secara online dan realtime, yang sekaligus mempercepat proses bisnis di pelabuhan. Seluruh aktivitas juga dijalankan sesuai pedoman penerapan protokol kesehatan Covid-19, sehingga keberlangsungan proses bisnis dijamin berjalan aman dan terkendali. “Semua aktivitas dimonitor langsung secara realtime, untuk memastikan proses sesuai aturan dan berjalan aman,” lanjut Qomaruzzaman.

Dirinya menekankan inovasi teknologi merupakan salah satu kunci peningkatan produktivitas dan kemajuan Perusahaan, sekaligus memperluas potensi pasar secara global. Apalagi Pupuk Kaltim telah menyandang predikat National Lighthouse Industry 4.0, sebagai role model implementasi teknologi industri 4.0 bagi industri tanah air, sehingga implementasi teknologi dalam mendukung aktivitas ekspor Pupuk Kaltim merupakan hal mutlak yang terus dikembangkan untuk peningkatan daya saing Perusahaan. “Dengan memperkuat inovasi teknologi, secara tidak langsung turut mendorong produktivitas Perusahaan dan nilai tambah produk. Hal ini jelas berdampak positif terhadap pencapaian target dan potensi pasar secara nyata,” tambah Qomaruzzaman.

Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, mengungkapkan penghargaan Primaniyarta merupakan apresiasi tertinggi Pemerintah atas prestasi para eksportir nasional dalam meningkatkan nilai ekspor secara berkesinambungan, sehingga berdampak terhadap peningkatan devisa negara. “Mengingat tantangan perdagangan global yang sangat kompleks, Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia dengan mendorong struktur ekspor tidak lagi di dominasi oleh barang mentah. Selain itu peningkatan akses pasar di negara mitra juga terus dilakukan, untuk mendukung pertumbuhan ekspor non migas,” tutur Mendag Lutfi. (*/nav)

Terobosan Balitbangda, Bantu OPD Susun Renstra lewat CIPTA, Wali Kota Basri Apresiasi

0
Pendampingan penyusunan Renstra terhadap semua OPD di lingkup Pemkot Bontang, dengan metode pelatihan (coaching). Foto: Istimewa

BONTANG – Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Bontang melakukan terobosan baru dalam memaksimalkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) nya.  Salah satunya dengan meningkatkan pendampingan penyusunan Rencana strategis (Renstra) terhadap semua Organisasi Perangkat Daerah di lingkup Pemkot Bontang, dengan metode pelatihan (coaching).

Inovasi yang diinisiasi Syahruddin, Kepala Bidang Litbang Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Bapelitbang Bontang itu, diberi nama CIPTA alias Coaching Intensif Perencanaan yang Terpadu dan Aplikatif.

Syahrudin mengatakan, latar belakang dari munculnya inovasi baru ini, karena setiap OPD saat ini sedang dalam momentum penyusunan Renstra dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. Sehingga diperlukan upaya peningkatan kualitas perencanaan pembangunan sebagai tujuan dari pelaksanaan tupoksi Bapelitbang.

Selain itu, dari evaluasi capaian RPJMD dan konsistensi Renstra terhadap RPJMD, hasilnya juga masih terkategori rendah. “Sehingga kami putuskan kali ini perencana Bapelitbang harus turun mendampingi dan memberikan pelatihan ke semua OPD, agar Renstra-nya konsisten dan selaras dengan RPJMD. Tujuannya agar bisa menjabarkan visi misi dan janji kepala daerah terpilih,” ujar Syahruddin, Kamis (21/10/2021).

Untuk mendukung inovasi ini, Bapelitbang Bontang juga telah menyiapkan sejumlah tenaga pelatih (coach) yang diturunkan ke semua OPD. Setiap satu orang perencana, sambung Syahruddin, maksimal membina dua OPD.

Terobosan ini rupanya turut mendapat dukungan dari Wali Kota Bontang, Basri Rase. Orang nomor satu di Bontang itu mengapresiasi pendampingan tersebut, karena benar-benar mengotimalkan potensi sumber daya perencana dari Bapelitbang itu sendiri. “Saya kira gagasan Syahruddin tentang sistem pendampingan penyusunan Renstra melalui metode coaching ini sangat tepat untuk memastikan visi dan misi saya dapat dijabarkan seluruhnya ke dalam renstra perangkat daerah,” ujar Basri.

Dukungan senada juga disampaikan Yassir Asyari, Kasubbag Perencanaan dan Keuangan Diskominfo Bontang. Yassir menilai, inovasi pelatihan ini sangat dirasakan manfaatnya, karena dapat membantunya menyelaraskan indikator ataupun target Renstra Diskominfo dengan RPJMD dalam menerjemahkan dan menyelaraskan visi misi kepala daerah. “Kami sangat menyambut baik. Sebab pengalaman saya sebelum ada coaching ini, banyak membuat target yang kami buat akhirnya tidak selaras dari indikator yang telah ditetapkan,” tandasnya. (bms)

Penilaian E-Government, Diskominfo Bontang Berharap Raih Juara Satu

0
Dalam penilaian ini, Kepala Diskominfo Kota Bontang Dasuki memaparkan berbagai capaian dan perkembangan Kota Bontang menuju smart city. Foto: Annisa/Media Kaltim

BONTANG – Tim Penilai Keberhasilan Pembangunan Provinsi Kaltim Bidang E-Government Tahun 2021 melakukan kunjungan ke Diskominfo Kota Bontang, Kamis (21/10/2021). Hadir dalam kunjungan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Faisal, Kabid, Kasi, dan staf pada Bidang E-Government Provinsi Kalimantan Timur termasuk akademisi Unmul Prof Abdullah Karim. Sedangkan dari Dinas Kominfo Bontang hadir Kepala Dinas Kominfo Bontang Dasuki, para Kabid dan Kasi serta Staf Diskominfo Bontang.

Penilaian ini merupakan tradisi di Pemprov Kalimantan Timur yang di tiap peringatan ulang tahunnya memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota berupa panji keberhasilan pembangunan Kaltim. Dalam pertemuan tersebut Dasuki memaparkan berbagai capaian dan perkembangan Kota Bontang menuju smart city.

Saat ditemui, Kasi Pengembangan dan Pengelolaan Aplikasi E-Government Dwi Andriyani menjelaskan, sasaran penilaian kali ini ialah di Bidang E-Government dan Bontang disebutnya mendapat capaian cukup baik.

“Sasaran kali ini adalah bidang E-Government dan smart city, kalo tahun sebelumnya, hanya ada bidang keterbukaan informasi publik. Kalo di E-Gov tidak lepas dari tata kelola penyelenggaraan sistem pemerintahan berbasis elektronik, capaiannya sudah cukup bagus 3,28,” jelasnya.

Harapannya, lanjut Dwi, Bontang bisa meraih juara 1 untuk bidang keberhasilan smart city. “Dari seluruh kabupaten/kota kita masuk ke dalam 100 gerakan menuju smart city, harapannya nanti kita bisa juara 1 di tingkat provinsi untuk bidang keberhasilan smart city,” ucap Dwi.

Terkait hasil tinjauan tim penilai, jelas Dwi, masih ada beberapa inovasi Diskominfo Bontang yang perlu bukti pendukung. Hal tersebut perlu dilengkapi sebagai syarat penilaian. “Penilaiannya nanti akan mempengaruhi nilai Kota Bontang dalam penghargaan panji panji saat ulang tahun  Provinsi Kaltim,” pungkasnya. (ahr)