Beranda blog Halaman 1161

Pupuk Kaltim Kembangkan Peluang UMKM dan Wirausaha Binaan di Kota Bontang

0

BONTANG – Dorong pengembangan UMKM lokal dan wirausaha mandiri agar lebih berdaya saing, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) menggelar Pelatihan Kewirausahaan bagi 100 peserta di Kota Bontang. Kegiatan berlangsung selama tiga hari (21-23 Oktober 2021), menggandeng praktisi digital dan kemasan dari Malang Jawa Timur, Faizal Alfa.

VP CSR Pupuk Kaltim Anggono Wijaya, mengungkapkan pelatihan ini bagian dari Program Penyiapan Tenaga Kerja dan Wirausaha Binaan, yang dilaksanakan PKT untuk menciptakan wirausaha andal, sekaligus pengembangan kapasitas pelaku UMKM Binaan dalam tata kelola dan pemasaran produk usaha. Peserta pelatihan terdiri dari 2 kelompok sasaran, yakni pelaku UMKM binaan yang sama sekali belum mengenal pemasaran digital, serta masyarakat binaan hasil Program Pembentukan Wirausaha Baru, yang terlaksana melalui sinergi dengan Pemerintah pada Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Kemendikbud RI.

Program tersebut sebelumnya telah dilaksanakan PKT bersama LKP Binaan pada 2 kejuruan, yakni LKP BBEC untuk Kejuruan Tata Boga, serta LKP Ayulia Training Center untuk Kejuruan Tata Busana. “Pelatihan ini merupakan tindaklanjut dari program pembentukan wirausaha baru di Kota Bontang, disamping penguatan kapasitas pelaku UMKM binaan agar lebih maksimal memasarkan produknya melalui teknologi digital,” terang Anggono.

Setiap kelompok sasaran pelatihan terdiri dari 50 peserta, dengan target utama mampu meningkatkan daya saing produk UMKM lokal, sekaligus memaksimalkan potensi dan peluang pemasaran agar pelaku usaha di Kota Bontang kembali bangkit pasca pandemi Covid-19.

Begitu juga dengan pengembangan SDM melalui penciptaan wirausaha mandiri, diharap dapat mendorong terbukanya lapangan usaha baru di berbagai bidang, sehingga berdampak terhadap penurunan angka pengangguran yang diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Dari bekal pelatihan ini diharap sektor UMKM dan peluang ekonomi masyarakat kembali tumbuh, baik untuk jenis usaha maupun pemasaran produk yang semakin meningkat,” tambah Anggono.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang Ahmad Aznem, menilai pelatihan ini bagian dari komitmen PKT dalam mendukung program Handak Begawi, yang diinisiasi Pemkot Bontang sebagai proyek perubahan untuk menyiapkan tenaga kerja andal dan berdaya saing, sekaligus menciptakan masyarakat yang terampil di berbagai bidang.

Bekal keterampilan dan kecakapan bagi wirausaha serta pelaku UMKM menjadi salah satu sasaran strategis Pemkot Bontang, untuk peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, sehingga mampu mengembangkan lapangan usaha mandiri yang berdaya saing. “Ini bentuk semangat yang sama antara PKT dengan Pemkot Bontang, untuk meningkatkan peluang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui wirausaha mandiri dan sektor UMKM,” papar Aznem.

Dirinya berharap kesinambungan program terus dilaksanakan Pupuk Kaltim, khususnya pengembangan kapasitas dan kompetensi masyarakat dengan daya saing tinggi. Mencetak generasi unggul yang andal dan berkompetensi menjadi sasaran utama kolaborasi program Handak Begawi, baik tenaga kerja terampil maupun wirausaha mandiri, agar mampu menciptakan peluang untuk suatu perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah. “Intinya harus ada kesinambungan dalam menyiapkan tenaga terampil ataupun wirausaha mandiri di Kota Bontang. Semua bisa kita wujudkan melalui sinergi aktif antara Pemerintah dengan perusahaan, seperti yang dilakukan PKT kali ini,: pungkas Aznem. (*/nav)

Pendaftaran Ditutup, 945 Mahasiswa Berebut 491 Kuota Beasiswa 

0

BONTANG – Sebanyak 945 mahasiswa Bontang mendaftarkan dirinya untuk mendapatkan beasiswa jalur prestasi yang diberikan Pemkot Bontang. Dengan berakhirnya masa pendaftaran melalui online pada Selasa (26/10/2021), berkas yang mereka upload akan diverifikasi secara online oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bontang.

“Sesuai jadwal kroscek kelengkapan berkas akan rampung pada 31 Oktober mendatang,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bontang, Aguswati.

Ia mengatakan, jumlah pendaftar melalui jalur prestasi ada 849 mahasiswa, sedangkan sisanya 96 mahasiswa mendaftar beasiswa Tugas Akhir (TA). “Kuota penerimaan beasiswa jalur prestasi hanya 428 orang, dan jalur TA hanya 63 penerima, total keseluruhan 491 penerima,” katanya.

Jumlah tersebut disesuaikan dengan alokasi anggaran yang dikucurkan untuk program Beasiswa Bontang.  “Alokasinya Rp 1,65 miliar. Semoga bisa bermanfaat bagi mahasiswa penerima,” tuturnya.

Selama proses pendaftaran dibuka, Aguswati bercerita ada beberapa kendala yang dihadapi. Seperti gangguan website yang mengakibatkan warga kesulitan mengakses. “Tapi bisa kami atasi dengan membuat grup koordinasi dengan operator teknis sehingga bisa terselesaikan,” ujarnya. (bms)

Kecewa Tak Rekrut Pemuda di Sekitar Perusahaan, Gerdayak Setop Truk CPO

0
Aksi Pemberhentian 22 Truk CPO di Jalan Ir. Soekarno menuju PT EUP, Bontang Lestari oleh Gerdayak Bontang, Senin(24/10/2021)

BONTANG – Kekecewaan Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Bontang terhadap PT Energi Unggul Persada (EUP) berujung aksi pemberhentian truk angkutan Crude Palm Oil (CPO) yang melintas di Jalan Ir. Soekarno atau Jalan Flores menuju PT EUP di Bontang Lestari.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan Gerdayak Bontang Bernard mengatakan aksi ini merupakan puncak kekecewaan pihaknya kepada PT EUP karena tidak memberdayakan pemuda sekitar di perusahaan tersebut.

“Makanya semalam kami sudah memberhentikan truk-truk ini, mulai sekitar pukul 23.00 Wita,” ucapnya saat ditemui awak media, Senin (25/0/2021). Bernard menjamin aksi ini berlangsung damai tanpa kekerasan. Bahkan para sopir truk dilayani kebutuhannya oleh mereka. “Supir truk kami persilahkan pulang kalau mau pulang, tapi unitnya harus ditinggal disini,” ungkapnya.

Ditemui usai mediasi di Mapolres Bontang, Humas PT EUP Jayadi mengungkapkan, bukan persoalan yang mudah bagi pihaknya untuk merekrut pemuda lokal sebab perlu persetujuan kantor pusat

“Mereka ada masukkan proposal, namun keputusannya tetap ada di kantor pusat kami. Yang mereka inginkan itu menjadi vendor sekuriti dan itu tidak mudah harus dibuat dulu RAB nya. Belum ada keputusan juga apa vendor sekuriti yang sekarang diperpanjang atau tidak,” ucapnya.

Soal aksi pemberhentian truk, lanjut Jayadi, mereka hanya kurang sabar dalam menghadapi persoalan ini. “Mungkin karena mereka tidak sabaran saja makanya mereka melakukan aksi ini. Yang pasti kita selalu terbuka untuk semua orang yang ada disini, yang penting sesuai prosedur dan memiliki profesionalisme untuk bekerja sama,” pungkasnya. (ahr)

Pengedar Simpan Sabu-sabu dalam Sepatu

0
Tersangka Mustafa dan Abdilah diamankan di Mapolres Bontang beserta barang buktinya. (ist)

BONTANG – Dua pengedar sabu-sabu asal Kelurahan Berbas Pantai diringkus Satresnarkoba Polres Bontang, Minggu (24/10/2021) malam. Mereka adalah Mustafa (28) dan Abdilah (28). Dari tangan keduanya polisi menyita 15,77 gram sabu-sabu yang sebagian disimpan dalam sepatu kulit.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasat Resnarkoba Iptu Rakib Rais mengatakan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat. Usai mengantongi beberapa informasi awal, pihaknya kemudian mengintai indekos di Jalan Raden Fatah RT 02 Kelurahan Berbas Pantai, yang menjadi kediaman Mustafa. Begitu menyakini pelaku berada di indekos, polisi langsung menggerebek pada pukul 22.05 Wita.

Saat polisi menggeledah, didapati celana pendek hitam tergantung di dinding dapur. Di kantong celana itu ditemukan tiga bungkus plastik sabu-sabu total seberat 1,27 gram yang disimpan dalam bungkus rokok. Selain itu, polisi juga menyita satu unit handphone. “Sabu-sabu itu diakui miliknya (Mustafa, Red.),” ujar Rakib.

Saat diinterogasi, Mustafa mengaku mendapat barang haram tersebut dari temannya, Abdilah. Polisi lalu mengembangkan kasus ini dan hanya sekitar 30 menit, Abdilah diringkus di rumahnya yang juga berlokasi di Kelurahan Berbas Pantai.

Dari tangan Abdillah, polisi menemukan barang bukti 6 bungkus sabu-sabu dengan total seberat 14,5 gram. Satu bungkus di antaranya disimpan di dalam telur mainan, tiga bungkus di dalam sepatu kulit hitam, dan dua bungkus di dalam kotak masker. “Kami juga menyita satu timbangan digital, plastik klip, dan alat isap (bong, Red.),” bebernya.

Kedua pemuda pengangguran itu kini sudah diamankan di Mapolres Bontang. Terhadap keduanya, penyidik menjerat dengan Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 2 Undang-undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 5-20 tahun penjara. (bms)

Gubernur Tunda Penyerahan Santunan Ahli Waris Covid-19 di Bontang

0
Ramah tamah Gubernur Kaltim bersama Walikota Bontang dan jajaran Forkopinda Kota Bontang sebelum menuntup FASI XI Tingkat Kaltim. Foto: Humas Prov Kaltim

BONTANG – Penyerahan bantuan kepada keluarga ahli waris meninggal, anak yatim dan yatim piatu karena Covid-19 di Bontang oleh Gubernur Kaltim Isran Noor ditunda.  Berdasarkan jadwal, seharusnya penyerahan tersebut diserahkan dalam rangkaian Penutupan Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) ke-XI tingkat Kaltim 2021, Minggu (24/10) malam. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, maka Gubernur memutuskan menjadwalkan ulang.

“Sebenarnya ada acara lagi (setelah penutupan FASI). Tapi karena sudah agak larut malam, mungkin kita carikan waktu siang, karena momennya tidak begitu pas,” ujar Isran saat memberikan sambutan.

Sementara itu, menurut keterangan Kepala Dinas Sosial Kaltim, HM Agus Hari Kesuma, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Biro Humas Pemprov Kaltim terkait jadwal penyaluran bantuan yang tertunda tersebut.

Adapun terkait proses validasi data dari kabupaten/kota se-Kaltim, saat ini masih berproses, dan pihaknya meminta batas akhir pengumpulannya dilaksanakan Kamis (28/10/2021) mendatang. Setelah itu, barulah dilakukan validasi ke rumah sakit pemerintah di daerah dan Dinkes kaltim. “Deadline penyalurannya, minggu depan sudah masuk ke rekening masing-masing,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Sebagai informasi, Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran Rp 50 miliar untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Kaltim yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19, ditambah Rp 2 miliar untuk ahli waris yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Santunan yang diberikan sebesar Rp 10 juta per orang. Regulasi bantuan ini juga telah tertuang dalam surat Gubernur Kalimantan Timur Nomor : 440/5644/0901/B.Kestra/2021.

Terpisah Karo Adpim Pemprov Kaltim HM Syafranuddin mengakui, agenda penyerahan santunan kepada ahli waris korban Covid-19 di Bontang, awalnya dijadwalkan bersamaan penutupan FAS) XI. Namun karena terlalu larut malam, maka pelaksanaan penyerahan santunan ditunda lain waktu.

“Karena terlalu larut malam. Maka, pemberian santunan yang sudah diagendakan ditunda lain kali. Jadi, Gubernur Isran Noor mohon maaf kepada calon penerima secara simbolis,” ucap Karo Adpim Pemprov Kaltim HM Syafranuddin ketika menghadiri penutupan FASI.

Menurut Ivan sapaan akrabnya, penundaan ini tidak mengurangi rasa hormat dan menurunkan semangat keluarga korban meninggal karena Covid-19 yang sempat hadir.

Tetapi, karena terlalu larut malam kegiatan dilaksanakan, sehingga nantinya menganggu kenyamanan masyarakat, apalagi dalam kondisi pandemi. Maka, agenda ditunda lain kali.

“Prinsipnya, melalui kebijakan yang sangat tinggi, Gubernur Isran Noor bersama Wagub Kaltim Hadi Mulyadi tetap komitmen menyerahkan bantuan santunan bagi ahli waris maupun anak yatim dan yatim piatu korban Covid-19,” jelasnya. Sementara data penerima santunan Yatim dan yatim piatu sebanyak 141 anak di Bontang. Sedangkan santunan kematian 355 ahli waris. (hms/bms)

FASI XI 2021 Tingkat Kaltim Ditutup, Gubernur Tak Berani Janjikan Bonus untuk Tingkat Nasional 

0
Gubernur Kaltim Isran Noor menutup FASI XI Tingkat Kaltim di Kota Bontang. Foto: Annisa/Radar Bontang

BONTANG – Gubernur Kaltim Isran Noor berpesan, momentum FASI XI 2021 sebagai motivasi generasi muda sejak dini untuk semangat mencintai Alquran.

“Selamat kepada para pemenang dan belum juara. Semoga tetap semangat dan selalu meningkatkan kemampuan di masing-masing cabang yang ditekuni, sehingga menjadi anak yang bermanfaat,” ucap Isran Noor ketika menutup FASI XI Tingkat Provinsi Kaltim 2021, dipusatkan di Ponpes Baitul Quran Bontang, Minggu (24/10) malam tadi.

Hadir Wali Kota Bontang Basri Rase, Wawali Bontang Hj Najirah, Kadis Sosial Kaltim HM Agus Hari Kesuma, Karo Adpim Pemprov Kaltim HM Syafranuddin dan Forkopimda se Kota Bontang serta seluruh Pengurus LPPTKA BKPRMI Bontang dan Provinsi Kaltim.

Menurut Isran, setelah penutupan FASI ini, peserta tidak berhenti belajar. Tetapi, terus berusaha belajar, sehingga meningkatkan kemampuan dalam mencintai, membaca, mengamalkan Alquran serta cabang yang dilombakan lainnya.

“Pemprov Kaltim sangat mengapresiasi atas pelaksanaan ini. Semoga terus dilanjutkan dan mampu memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat serta memperkuat aqidah yang diyakini,” harap Isran.

Penutupan FASI XI Kaltim 2021 dirangkai penyerahan Piala Bergilir dan Tetap BKPRMI Kaltim oleh Gubernur Isran Noor kepada Wali Kota Bontang Basri Rase yang meraih juara umum.

Sementara, juara kedua diraih Kota Samarinda, juara ketiga Kutai Timur dan juara keempat diperoleh Penajam Paser Utara. “Selamat kepada Bontang sebagai juara umum. Bahkan bisa mempertahankan hingga delapan kali berturut-turut,” ucap Isran.

Isran berpesan, agar apa yang telah dilaksanakan ini bermanfaat, bernilai ibadah bagi semua pihak khususnya anak-anak sejak dini. Program ini sebagai tanggungjawab bersama dalam mengembangkan dan membina anak-anak di masa depan. Diharapkan, mampu mempertahankan kebaikan, keindahan dan menegakkan kalimatuttauhid serta mempertahankan aqidah Islam yang dimiliki.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Selanjutnya, bagi yang menang dan akan mengikuti FASI Nasional di Palembang, Pemprov Kaltim tak ingin berjanji bonus. Karena, kalau janji pasti utang. Kami tidak ingin peserta berlomba semata-mata berharap bonus. Maka belum tentu ada, karena kalau janji pasti utang,” jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan orang nomor satu Benua Etam ini, terkhusus kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang yang memfasilitasi FASI XI Kaltim 2021, hingga selesai dan berjalan baik. (ahr)

Bontang Juara Umum FASI XI Kaltim, Wali Kota Bangga, Ingatkan untuk Persiapkan ke Tingkat Nasional

0
Penyerahan Piala Bergilir Oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor kepada Wali Kota Bontang Basri Rase, Pada Penutupan FASI XI Tingkat Provinsi Kaltim 2021, Minggu (24/10/2021). Foto: Anisa/Media Kaltim

BONTANG – Kota Bontang berhasil menjadi juara umum Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2021. Dari 12 cabang lomba, Bontang berhasil mendapatkan total 116 piala, Piala Tetap juga Piala Bergilir.

Hal tersebut ditetapkan berdasarkan surat keputusan hasil rapat Dewan Hakim yang dibacakan Sekretaris Dewan Hakim Sirajuddin pada penutupan FASI XI Tingkat Provinsi Kaltim 2021 di Halaman Kantor BKPRMI, Minggu (24/10/2021).

Ungkapan haru bercampur bangga disampaikan Wali Kota Bontang Basri Rase dalam sambutannya. Ia berpesan kepada para pemenang untuk bisa mempersiapkan diri untuk FASI Tingkat Nasional tahun depan.

“Terima kasih untuk para kafilah, sudah kembali mengharumkan nama Bontang, untuk para pemenang terus tingkatkan kompetensinya untuk melaju ke tingkat nasional di Palembang tahun depan, dan yang belum jadi pemenang, jangan berkecil hati dan harus terus belajar,” pesan Basri Rase.

Penutupan FASI XI Tingkat Provinsi Kaltim kali ini ditutup langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. Dalam sambutannya, ia berharap   FASI menjadi manfaat dan bernilai ibadah.

“Semoga bisa bermanfaat dan bernilai ibadah, ini akan menjadi sebuah tanggung jawab untuk kita semua dalam melakukan pembinaan kepada anak-anak generasi kita dalam melaksanakan kebaikan dan keindahan menegakkan kalimat tauhid, serta mempertahankan akidah Islam yang kita miliki, “ucap Isran Noor.

Mewakili Bontang di FASI Tingkat Nasional tahun depan, Nabila Lailiyah Rusdi Juara 1 Cabang Lomba Tilawah Tingkat TQA, mengaku bangga dan bersyukur karena ini merupakan yang kedua kalinya ia mendapatkan juara.

“Alhamdulillah, rasanya senang sekali bisa mewakili Bontang tahun depan. Ini yang kedua kalinya jadi juara 1 cabang tilawah di ajang FASI, “ucapnya.

Dari cabang lomba berbeda, Yearza Aqila Maitsa berhasil meraih Juara 1 Cabang Lomba Ceramah Agama Islam. Aqila yang juga merupakan Juara 1 MTQ Tingkat Provinsi Kaltim 2021 Cabang Tartil Quran ini mengatakan, persiapan yang dilakukan cukup lama hingga bisa meraih juara.

“Alhamdulillah, senang banget. Persiapannya untuk FASI ini cukup lama, setelah kemarin ikut MTQ, langsung mempersiapkan diri, ” ucap Aqila.

Selanjutnya, pelaksanaan FASI Tingkat Provinsi Kaltim akan dilaksanakan di Kabupaten Berau. Dan selamat kepada seluruh pemenang, karena berhasil meraih juara umum dan mengharumkan nama Kota Bontang. (ahr)

Antrean Truk Disorot, Kahar: Nomor Antrean Bukan Solusi, Data Stok Solar!

0
Kahar Kalam, Pengusaha Bontang

BONTANG – Antrean truk yang memakan badan ikut menuai reaksi Pengusaha Bontang, H Kahar Kalam. Menurutnya kondisi itu telah merugikan banyak toko di sepanjang jalan, yang menjadi sumber perekonomian kota. “Jelas sangat merugikan pemilik toko. Untung saja bukan toko saya yang dihalangi, kalau toko saya dihalangi saya usir semua itu truk,” kata Kahar dengan tegas.

Di Bontang, tidak hanya SPBU PKT yang kerap dipadati truk yang akan mengisi bahan bakar. Tetapi, antrean BBM juga sering terlihat memanjang di SPBU Tanjung Laut Jalan Jenderal Sudirman. Panjang antriannya bahkan bisa sampai 500 meter, sehingga mengakibatkan kemacetan.

Soal usulan nomor antrean, Kahar mengatakan, nomor antrean bukan menjadi solusi, karena truk tetap mengantre menutupi toko dan pedagang. “Sebaiknya ada pihak terkait yang bekerjasama dengan petugas SPBU untuk mendata kebutuhan BBM. Jika memungkinkan dan cukup mengisi 10 truk sesuai stok BBM, kenapa harus mengantre di badan jalan umum hingga 20 truk fuso,” tegasnya. (bdu)

Soal Antrean Truk Mengisi Solar, Nursalam: Aparat Harus Tegas Menindak

0
Anggota DPRD Bontang Nursalam

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam, mengatakan seharusnya instansi terkait tanggap atas antrean truk yang panjang untuk mengisi solar di SPBU Koperasi PKT Jalan Brigjen Katamso, Kota Bontang. “Perlu tindakan yang tegas dari aparat terkait. Truk fuso itu sudah mengambil separuh jalan dan menghalangi orang yang bermaksud mampir ke toko untuk berbelanja,” tegas Nursalam.

Nursalam bahkan sempat mengabadikan momen antrean truk tersebut. Ia justru heran dengan sikap aparat yang bisa tegas menilang kendaraan pribadi yang parkir sebentar hanya untuk berbelanja, tapi malah membiarkan truk besar tersebut parkir berjam-jam dan mengancam keselamatan pengendara lain.

“Mungkin sebaiknya kawasan tertib lalu lintas digeser setelah SPBU, tidak lagi dari Simpang Yabis ke SPBU. Kalau tidak akan terjadi pelanggaran setiap saat sementara kawasan tertib lalu lintas sudah ditetapkan sebagai kawasan Zero Tolerance,” ujarnya. (bdu)

Truk Antre BBM Parkir di Badan Jalan Dikeluhkan Warga

0
Atrean truk untuk mengisi solar di SPBU ini dikeluhkan karena menutupi tempat usaha warga. Foto: Media Kaltim

BONTANG – Antrean truk yang panjang kembali terjadi di depan SPBU Koperasi PKT Jalan Brigjen Katamso, Kota Bontang, Minggu (24/10/2021) siang. Dari hasil pantauan Media Kaltim, puluhan truk dan kendaraan besar tampak berderet mulai depan SPBU hingga memanjang sekitar 200 meter. Padahal Satlantas Polresta Bontang sudah menerapkan Zero Tolerance di kawasan jalan itu.

Spanduk cukup besar yang dipasang di median jalan bertuliskan tanda dilarang parkir, diabaikan oleh para sopir truk yang menunggu dibukanya SPBU. Menurut informasi warga, SPBU belum melayani karena BBM solar belum datang. Salah seorang warga Bontang, Ibnu Santoso, mengusulkan ide untuk mengatasi antrean panjang BBM di SPBU. Ia meminta pihak SPBU membuat grup WA berisikan para sopir truk kendaraan yang kerap mengantre BBM.

“Kemudian membuat nomor antrean dan mengumumkannya di grup tersebut. Apabila nomor antrean sudah dekat, maka truk baru merapat ke SPBU. Ini untuk mencegah kendaraan besar menumpuk. Ini sangat mengganggu,” katanya.

Kondisi ini juga menuai keluhan dari warga lainnya, karena deretan panjang truk ini membahayakan pengendara bermotor yang melintas dan menutupi tempat usaha yang berada di sepanjang jalan. Salah satunya adalah Kantor Dealer Toyota Auto 2000.

“Usul kepada dinas terkait, sebaiknya antrean BBM bisa dilakukan malam hari, supaya tidak mengganggu aktivitas usaha di sekitar pom bensin, karena kami ikut merasakan bahwa usaha kami juga tertutup antrian sepanjang hari dan berbulan-bulan,” ujar Kepala Cabang Auto 2000, Wahyudi Romadhon. (bdu)