Beranda blog Halaman 1160

GaraPelaku Tikam Korban Gara-gara Jengkel Ditegur

0
Tersangka SL diamankan di Mapolsek Bontang Selatan. (Nasrullah)

BONTANG – Motif penganiayaan di Pujasera Pasar Rawa Indah (Rawin) ternyata hanya karena pelaku yang mabuk jengkel ditegur korban. Pelaku Sardi (37) mengaku awalnya tak berniat menikam SD (52). Dia ke pujasera itu untuk melakukan balas dendam pada seseorang yang pernah memukulnya sekitar tiga minggu lalu.

Sardi mendapat informasi jika orang yang dicarinya sedang berada di Pujasera Rawin, Kamis (28/10/2021) . Karena saat itu dalam kondisi mabuk, Sardi justru berbuat onar di pusat kuliner tersebut. Korban SD mengingatkan beberapa kali kepada Sardi untuk tidak membuat keributan.

Namun karena kesal terlibat adu mulut, Sardi mengeluarkan badik dan langsung menusuk perut korban hingga bersimbah darah. Pelaku bersama dua teman lainnya langsung kabur. Sementara korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit  Amalia.

Oleh warga sekitar, salah satu teman pelaku berhasil ditangkap dan langsung diamankan di Mapolsek Bontang Selatan. Sedangkan seorang teman pelaku lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Sementara Sardi, setelah melakukan penganiayaan, bersumbunyi di kolong rumahnya, di Jalan Kerapu II Kelurahan Tanjung Laut Indah. Jajaran Polsek Bontang Selatan kemudian datang dan meringkusnya.  “Saya menyesal. Saya khilaf,” ujar pria yang pernah dipenjara karena kasus pencurian itu.

Sebelumnya diberitakan, Pujasera Pasar Rawa Indah (Rawin) heboh oleh kasus  penikaman yang dilakukan Sardi terhadap pria berinisial SD (52), Kamis (28/10/2021) pukul 20.00 Wita. Korban mengalami luka tusuk di perut dan langsung dilarikan ke RS Amalia. Sementara Sardi diamankan dua jam kemudian di rumahnya di Jalan Kerapu II, setelah dikepung masyarakat.

Atas perbuatannya, Sardi dijerat Pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan dan Undang-undang Darurat nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam (sajam), dengan ancaman 5 tahun penjara. Sementara korban, saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Amalia dan membutuhkan transfusi darah. (bms)

DPRD Minta Atlet Berprestasi Lebih Diperhatikan

0
Rapat kerja Komisi II DPRD Bontang. (ist)

BONTANG – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Keolahragaan baru saja dirampungkan Komisi II DPRD Bontang bersama Tim Asistensi Raperda Pemkot Bontang. Raperda tersebut hadir sebagai semangat baru dalam memperbaiki manajemen keolahragaan di Kota Taman secara profesional. Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi II Rustam.

“Selama ini kami melihat tidak dikelola secara profesional. Baik sistem maupun reward (penghargaan), pembagian hibah dari KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) dan lainnya,” ujar Rustam belum lama ini. Politisi Golkar ini berharap, lewat Raperda nantinya para atlet berprestasi yang berhasil mengharumkan nama Bontang, bisa lebih diperhatikan dan tidak dibiarkan begitu saja.

Rustam menambahkan, selain membahas penghargaan,  Raperda juga mengatur penertiban lokasi (venue) olahraga yang ada di Bontang. Adapun soal anggaran yang timbul terkait keolahragaan, akan dibiayai APBD, anggaran-anggaran yang bersifat CSR, maupun bantuan pihak ketiga. “Targetnya, Raperda yang terdiri dari 12 Bab dan 50 pasal ini bisa selesai tahun ini dan segera disahkan menjadi Perda (Peraturan Daerah),” pungkasnya. (bms/adv)

Tunggu Lelang Jabatan, Inilah 8 Posisi Kepala Dinas yang Masih Kosong

0
Basri saat melantik pejabat di Lingkungan Pemkot pada mutasi julid 1, 28 Oktober 2021. Foto: Istimewa

BONTANG – Mutasi perdana ratusan pejabat di lingkungan Pemkot Bontang telah dilaksanakan pasangan Basri-Najirah, Kamis (28/10/2021). Namun hingga kini, masih menyisakan 8 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum memiliki pimpinan.

Delapan OPD tersebut yakni Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK). Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanian (DPKPP), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Satpol PP.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menyebut, pengisian jabatan tersebut perlu asesmen atau lelang jabatan yang rencananya dibuka mulai Senin (1/11/2021). Dengan begitu, ditargetkan pada awal 2022 seluruh posisi kepala OPD sudah terisi. Dalam prosesnya, sambung Basri, dirinya tak mau ada intervensi dari pihak manapun. “Saya ini taat aturan. Kan ada pansel (panitia seleksi). Saya serahkan semua ke sana (pansel),” terangnya.

Namun Basri memastikan, pejabat yang bakal mengisi jabatan kosong  itu adalah sosok yang mampu mewujudkan visi-misinya bersama Najirah. Seperti memiliki semangat kerja tinggi, dan saling bersinergi memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. (bms)

Delapan OPD yang Masih Kosong

  1. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
  2. Dinas Kesehatan (Dinkes)
  3. Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3)
  4. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK)
  5. Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanian (DPKPP)
  6. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
  7. Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
  8. Satpol PP.

 

Dendam Berujung Penikaman, Ditangkap Dua Jam setelah Kejadian, Rumah Pelaku Sempat Dikepung Warga 

0
Polisi mengevakuasi pelaku penikaman dari dalam rumah. Terpaksa dikeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan.

BONTANG – Seorang pria berinisial SD ditikam orang tak dikenal di Pujasera Pasar Rawa Indah (Rawin), Kamis (28/10/2021) sekitar pukul 20.00 Wita. Menurut seorang saksi berinisial AN, sebelum kejadian korban sempat terlibat cekcok dengan tiga pria. Entah penyebabnya apa, salah satu dari tiga pria tadi tiba-tiba langsung menusuk perut SD hingga bersimbah darah.

Melihat korban berlumuran darah, mereka lantas kabur menggunakan 2 motor. Sementara warga sekitar yang melihat kejadian ini langsung membawa korban yang tinggal di belakang pujasera itu, ke RS Amalia untuk mendapat pertolongan.

Tak butuh waktu lama, jajaran Polsek Bontang Selatan berhasil mengamankan salah seorang terduga pelaku berinisial SL. Pelaku diamankan di rumahnya di Jalan Kerapu II Kelurahan Tanjung Laut Indah (TLI) sekitar pukul 22.00 Wita.

Sebelum polisi datang, puluhan warga yang marah dengan perbuatan SL, sempat terlihat bergerombol di depan rumah. Seorang polisi terpaksa melepaskan tembakan ke udara untuk menghalau warga.

Suasana makin memanas manakala SL dikeluarkan dari rumah, untuk dinaikan ke dalam mobil double cabin polisi. Belasan pria sempat merangsek mendatangi SL namun berhasil dicegah beberapa anggota polisi. Informasi yang berkembang, keributan tersebut dipengaruhi minuman keras.

“Sebelum menikam, tiga pelaku dalam kondisi mabuk. Motifnya karena dendam lama,” kata salah seorang personel Polsek Bontang Selatan. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, dendam seperti apa yang membuat SD nyaris kehilangan nyawa. (bms)

Komunitas Skateboarder Bontang, Isi Waktu Luang dan Pelajari Teknik Baru

0
Florenzo Valentino dan Taqwin, Ketua Skateboarder Bontang saat menjadi bintang tamu dalam program Podcast "Meja Tamu".

Bagi penggemarnya, bermain skateboard suatu hal yang menyenangkan. Ada tantangan tersendiri. Seperti yang dirasakan Komunitas Skateboarder Bontang. Mereka sering mengisi waktu luang dengan bermain skateboard sambil mempelajari teknik-teknik terbaru.

Komunitas yang sudah ada sejak 23 tahun silam ini rutin bermain skateboard. Biasanya, mereka bermain di skatepark di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang). Mereka mengatakan ada tantangan tersendiri saat berlatih skateboard. Saat mempelajari trik, lalu jatuh dan mencoba lagi, membuat rasa penasaran mereka semakin tinggi.

“Keseruan main skateboard itu ketika nyoba trik-trik baru, sambil melatih logika juga insting, jadi kalo jatuh itu sudah makanan sehari-hari, tapi itulah yang membuat kami terus penasaran dan belajar lagi, ” ucap Florenzo Valentino saat menjadi bintang tamu dalam program Podcast “Meja Tamu” alias Media Kaltim-Praja Tatap Muka dengan tema “Seberapa Asik Bermain Skateboard?”.

Program ini tayang dalam kanal Youtube Praja TV Bontang, Rabu (27/10/2021), kerjasama antara mediakaltim.com bersama Radio Praja TV, serta didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang.

Hadir sebagai narasumber, Ketua Skateboarder Bontang, Taqwin. Ia mengaku ketertarikannya pada skateboard berawal dari teman-temannya yang sering bermain skateboard. “Dulu sebenarnya saya nge-band, tapi karena temen-temen suka pada bawa skateboard jadi nyoba-nyoba. Setelah itu makin penasaran, dan sekarang jadi hobi, ” jelasnya.

Berbagai luka cedera sudah banyak dialami oleh Taqwin juga Valentino. Namun hal itu tak mengurungkan niatnya untuk bermain skateboard. “Kalo cedera sudah gak bisa dihitung. Kalo saya sudah pernah sampe patah tulang ekor, pemulihannya butuh waktu dua bulan. Tapi saat itu rasanya pengen cepet bisa main skateboard lagi, ” kata Valentino.

Tak pandang usia, Skateboarder Bontang ini membuka kesempatan bagi siapa saja yang berminat, bahkan saat ini ada anggota yang berusia 12 tahun. “Kami gak mandang usia, jadi kalo berminat dan suka main skateboard kami selalu terbuka, bahkan kita ajarin bareng-bareng, ” ucapnya.

Komunitas yang beranggotakan 50 orang dan sudah lahir 3 generasi ini pun berharap agar segera bisa menggelar kompetisi skateboard se-Kaltim. Namun hal tersebut belum bisa dilaksanakan jika skatepark belum dilakukan perbaikan.

“Kami ingin sekali membuat event kompetisi gabungan dari mulai skateboard dan juga breakdance, tapi kami harus menunggu sampai skatepark diperbaiki, karena kondisi skatepark yang sudah rusak. Belum pernah ada perbaikan sejak skatepark dibangun tahun 2008,” pungkasnya. (ahr)

Dua Pemuda Bontang Torehkan Prestasi, Terima Penghargaan dari Gubernur Kaltim di Hari Sumpah Pemuda

0
Fikram Oktafiandi (kiri) dan Muhammad Febrianto Ramadhan (kanan), Pemuda Berprestasi Tingkat Provinsi Kaltim 2021.

BONTANG – Prestasi membanggakan ditorehkan dua pemuda Kota Bontang dalam ajang Pemuda Berprestasi Tingkat Kaltim. Mereka adalah Muhammad Febrianto Ramadhan (27) dan Fikram Oktafiandi (23). Keduanya menerima penghargaan dari Gubernur Kaltim, Kamis (28/10/2021) hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Febrianto menduduki peringkat pertama dari lima pemuda berprestasi terpilih. Laki-laki yang akrab disapa Febri ini memiliki segudang prestasi dan aktif di berbagai organisasi dan pelatihan. Inilah yang menjadi salah satu indikator penilaian dirinya terpilih menjadi pemuda berprestasi.

“Pemuda yang terpilih itu, pemuda yang punya dampak sosial, berprestasi, baik secara karakter, memiliki sifat kepemudaan yang energik, dan punya tata bahasa yang baik,” ungkapnya kepada mediakaltim.com.

Salah satu prestasi yang diunggulkan yaitu Juara Umum Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-11 oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun 2015. Lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini mengatakan prestasi itu ia dedikasikan untuk Bontang dan para pemuda.

“Ini hadiah yang saya dedikasikan untuk ikut mengharumkan Kota Bontang, juga sebagai motivasi untuk pemuda di Bontang agar bisa sama-sama membangun daerah, “jelasnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Bontang yang juga aktif sebagai pembicara ini, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas apresiasinya terhadap para pemuda. “Alhamdulillah, ini menjadi momen pemerintah untuk mengapresiasi para pemuda,” ujarnya.

Sementara Fikram Oktafiandi, pemuda berprestasi yang menduduki peringkat kedua. Ia bisa terpilih karena berbagai berprestasinya, mulai tingkat nasional dan internasional, serta aktif di berbagai organisasi. “Menurut saya, dilihat dari kompetisi lomba tingkat nasional dan internasional yang saya miliki, juga beberapa organisasi seperti Gerakan Mengajar Inspiring Teacher UAD Yogyakarta, BEM Universitas, dan Forum Gerakan Mahasiswa Mengajar Indonesia,” ungkapnya.

Prestasi yang baru saja diraih yaitu Silver Medal IPITEX Bangkok 2020 dan Juara 2 National Scientific Paper Competition. Lulusan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini mengaku bangga prestasinya diapresiasi pemerintah. Hal ini juga bisa ia capai berkat dukungan kampusnya.

“Alhamdulillah bangga banget bisa diapresiasi oleh pemerintah provinsi dan kota, capaian ini juga tidak lepas dari arahan serta bimbingan Dispora Bontang juga prodi Teknik Industri UAD Yogyakarta, ” jelasnya.

Aktif sebagai pembicara, Fikram juga berharap kepada para pemuda untuk tetap percaya diri dalam berkarya. “Berharap pemuda Kota Bontang dapat terus maju dan berprestasi. Jangan takut untuk berkarya dan memberikan kontribusi terbaik untuk Kota Bontang, ” harapnya. (ahr)

Pendemi, Tantangan Domestik dan Global untuk Pemuda

0

Catatan : Muthi Masfu’ah, AMd, CN NLP

Negara Indonesia adalah rumah bagi kemajemukan. Berbagai perbedaan yang ada telah melebur menjadi semangat persatuan dalam bingkai Indonesia.

Ditambah dengan bonus demografi, maka sudah seharusnya energi positif ini digunakan untuk membawa Indonesia menjadi lebih maju dan modal penting untuk melewati badai pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020.

Dan sampai detik ini Sumpah Pemuda 1928 masih bergema. Tekat penuh semangat dan cita-cita pemuda Indonesia kala itu tetap menyala hingga saat ini. Lalu bagaimanakah seharusnya generasi muda, generasi penerus kita menghadapi tantangan yang tak mudah ini.

Di bawah ini ada beberapa point’ yang perlu diasah agar para pemuda mampu memiliki semangat yakni :

  1. Miliki Energi Positif Menyatukan Semua Elemen

Dalam menghadapi pandemi, Sumpah Pemuda harus menjadi energi positif yang menyatukan. Persaingan dan perbedaan tidak harus membuat kita melupakan adanya masalah-masalah bersama, kepedulian bersama kepentingan  dan tujuan bersama.

Semua permasalahan yang muncul dalam menghadapi Pandemi ini harus kita selesaikan dengan cara bersatu dan bekerja sama memenangkan pertempuran melawan pandemi yang sedang menghancurkan sendi kehidupan sosial, budaya dan ekonomi global dan sangat berdampak terhadap tatanan situasi nasional.

  1. Miliki Empati dan Kepedulian Yang Tinggi

Di era Pandemi Covid-19 generasi muda perlu semakin memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masalah-masalah sosial  kemanusiaan seperti pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat agar bisa bersama memiliki daya juang dan ketangguhan dalam menghadapi semua tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia di masa depan. Generasi muda juga harus peduli terhadap  pelestarian lingkungan karena tidak lestarinya lingkungan akan mendorong terjadinya dampak perubahan iklim yang diperkirakan akan dapat  menyebabkan bencana yang jauh lebih dahsyat dari pandemi Covid-19 saat ini.

Pemuda harus semangat dalam menggerakkan persatuan dalam mengatasi semua tantangan dan membentuk rasa kepedulian sesama untuk saling berbagi, memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan untuk meringankan beban seluruh anak negeri.

  1. Tantangan Domestik dan Global

Generasi muda perlu mengambil hikmah bahwa pandemi covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan, dari cara berkomunikasi menggunakan teknologi sampai dengan mempersiapkan diri untuk masa depan.

Generasi muda juga harus semakin memantapkan diri untuk bersiap mengisi perubahan.  Situasi yang serba sulit akibat pandemi menjadi ruang bagi kaum muda untuk menjawab tantangan dan berbuat banyak bagi lingkungan sekitarnya.

Pemuda  memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan domestik dan global. Terlebih dalam era keterbukaan dan kecepatan teknologi informasi, generasi muda sekarang mesti lebih unggul ketimbang sebelumnya. Pemuda sekarang harus lebih kreatif, lebih banyak berinisiatif untuk mencari dan menyerap inspirasi dari banyak hal.

Inspirasi hari Sumpah Pemuda 1928 ini harus terus menjadi rujukan dari perjalanan sejarah masa lalu untuk terus memberikan semangat juang bagi rakyat Indonesia dalam  menyelesaikan persoalan bangsa, menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan kompetitif. (Dari berbagai sumber)

Hari Ini Gerbong Mutasi Bergulir, Wali Kota: Prioritas Isi Jabatan Kosong, Puluhan Pejabat Bakal Digeser

0
Wali Kota Bontang Basri Rase

BONTANG – Gerbong mutasi kepemimpinan Wali Kota Bontang Basri Rase-Najirah mulai digulirkan. Dari agenda Wali Kota Bontang pada Kamis (28/10) hari ini, dijadwalkan pukul 13.30 Wita akan dilakukan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan, Pendopo Rujab Wali Kota, Pejabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Namun, saat dikonfirmasi radarbontang.com, Rabu (27/10) kemarin, Basri belum memastikan kapan agenda pelantikan pejabat dilakukan. “InsyaAllah minggu ini. Ya, bisa Kamis, Jumat, Sabtu, atau Minggu,” kata Wali Kota Bontang Basri Rase, kemarin.

Basri menegaskan, mutasi memang sudah saatnya dilakukan karena banyak jabatan yang kosong yang ditinggal pensiun dan meninggal dunia pejabat sebelumnya.
Ini menjadi prioritas, untuk segera mengisinya, agar bisa mempercepat pelaksanaan program yang telah dijanjikan di era kepemimpinan Basri-Najirah. “Sekarang ini semua masih dibahas disusun. Prioritas kia mengisi jabatan kosong dulu,” tegasnya.

Soal posisi Sekda, Basri mengisyaratkan belum ada pergantian untuk posisi Sekda. “Sekda itu sudah bagus. Orangnya baik. Apa ada yang mau gantikan?,” tanyanya.

Untuk diketahui, kepala daerah baru diperkenankan melakukan pergantian jabatan setelah 6 bulan setelah dilantik. Basri-Najirah dilantik pada 26 April 2021. Artinya, Basri-Najirah baru boleh melakukan mutasi setelah tanggal 26 Oktober 2021.

Ketentuan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Khususnya, Pasal 162 ayat 3, dinyatakan, gubernur, bupati, atau wali kota yang akan melakukan pergantian pejabat di lingkungan pemerintah daerah provinsi atau kabupaten atau kota dalam jangka waktu 6 bulan terhitung sejak tanggal pelantikan, harus mendapat persetujuan tertulis dari Menteri.

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang Sudi Priyanto mengatakan, pergantian pejabat merupakan kewenangan kepala daerah. “Kalau kami prinsipnya mengikuti arahan Bapak Wali Kota. Sekarang ini semua masih dibahas dan disusun,” tuturnya.

Soal jabatan yang kosong, Sudi mengaku jumlahnya cukup banyak. “Saya belum bisa jabarkan, karena itu termasuk yang kami susun dan bisa cepat kami selesaikan. Kalau ada jabatan kosong yang diisi, pasti pengaruhnya juga pada jabatan yang ditinggalkan lagi. Nah ini yang masih kita bahas,” tuturnya.

Apakah jumlahnya mencapai puluhan pejabat? “Ya, bisa sampai puluhan. Kan puluhan itu bisa sepuluh, dua puluh atau tiga puluh bahkan lebih,” kelakarnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati juga belum bisa membeberkan jumlah pejabat yang dimutasi dan merupakan hak prerogratif Wali Kota. “Yang jelas semua pejabat yang akan menduduki posisi baru punya kompetensi di bidangnya,” singkatnya. (al/red)

Wawali Najirah Apresiasi Digelarnya Kontes dan Pameran Tanaman Hias

0
Wawali Najirah hadiri pembukaan kontes dan pameran tanaman hias pada Selasa (26/10/21).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah selaku pembina Komunitas tanaman mengapresiasi, digelarnya kembali pameran tanaman hias. Sebab kata Najirah, adanya pameran tanaman hias, sangat erat kaitannya dengan pelestarian alam.

“Kita juga dapat mengenalkan tanaman hias kepada khalayak banyak terkhusus pecinta tanaman hias,” ucap Najirah saat hadir dalam pembukaan Kontes dan Pameran Tanaman Hias, Selasa (26/10/21).

“Saya berterima kasih untuk panitia yang telah menyelenggarakan acara ini, semoga acara ini dapat berjalan dengan baik,” tambah Najirah.

Bertempat di Lapangan Parikesit Bontang, acara yang diinisiasi oleh komunitas pecinta tanaman hias tersebut juga dihadiri Camat Bontang Barat Sutrisno, beberapa pejabat lainnya, para kontestan dan pengunjung. (ahr)

Aksi Ormas ‘Sandera’ Truk CPO, Nursalam: Puncak Kekesalan Warga dan Jadi Pelajaran untuk Perusahaan

0
Anggota DPRD Bontang Nursalam (ist)

BONTANG – Anggota DPRD Bontang Kaltim Nursalam angkat bicara terkait aksi ormas Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) yang menyetop dan ‘menyandera’ puluhan truk pengangkut crude palm oil (CPO) PT Energi Unggul Persada yang melintas di Jalan Soekarto-Hatta.

Menurutnya, aksi tersebut akibat arogansi perusahaan yang melewati wilayah pemukiman tanpa memperhatikan dampaknya. Termasuk tuntutan ormas yang tidak digubris perusahaan. “Ini adalah puncak dari kekesalan mereka, ini pelajaran buat perusahaan,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Apalagi, lanjut Nursalam, aktivitas truk CPO membuat jalanan di kawasan Bontang Lestari semakin rusak. Jalanan yang semula mulus, saat ini rusak karena truk bertonase besar. “Ini puncak dari kekesalan warga,” tegasnya.

Seharusnya, ujar Nursalam, perusahaan bisa menunjukkan rasa kepedulian terhadap warga sekitar. “Saya kira ini pelajaran buat perusahaan untuk lebih memiliki sense of crisis pada lingkungan sekitar,” bebernya. (ahr/adv)