Beranda blog Halaman 1159

Uang Lembur Eks Karyawan PT KJS Belum Dibayar, Ngadu ke DPRD

0
RDP Komisi I bersama mantan karyawan PT KJS. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Komisi I DPRD Bontang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan perwakilan mantan karyawan PT Kaltim Jasa Security (KJS), Selasa (2/11/2021). RDP yang digelar di ruang rapat gedung DPRD membahas aduan ratusan mantan pekerja yang belum dibayarkan kelebihan jam kerja (lembur).

Wakil Ketua Komisi I, Maming mengatakan, para mantan pekerja itu sudah menempuh jalur hukum dari mulai tingkat Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) hingga putusan Mahkamah Agung (MA). Yang mana hasilnya, MA menolak semua argumen perusahaan, sekaligus memerintahkan PT KJS menjalankan tuntutan bekas karyawannya. “Semua proses hukum sudah dilalui. Maka hak-hak eks-karyawan ini harus dibayarkan,” jelasnya.

Politisi PDIP ini juga meminta PT Pupuk Kaltim sebagai pemberi kerja PT KJS, untuk ikut terlibat dalam permasalahan ini, sesuai regulasi ketenagakerjaan. Sehingga pembayaran hak-hak eks-karyawan PT KJS bisa segera diselesaikan. “Sudah cukup lama permasalahan ini. Sudah sejak 2014. Tapi sampai sekarang belum ada yang dibayarkan,” bebernya.

RDP kali ini, hanya dihadiri sejumlah anggota Komisi I, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), dan perwakilan eks-karyawan. Adapun manajemen PT KJS tidak hadir. Sehingga Komisi I bakal menjadwalkan ulang RDP karena harus menghadirkan manajemen PT KJS. (bms/adv)

Jalan Menuju Bontang Lestari, Kini Tak Secantik Namanya

0

Jalan poros menuju ke Bontang Lestari kini tidak lagi secantik namanya. Hancur lebur di sana sini. Kalau boleh jujur, inilah salah satu alasan mengapa saya belum bersedia mengaktifkan pengajian-pengajian tatap muka di Kota Bontang.

Ketika dulu masih mulus, rata-rata hanya butuh setengah jam saya sudah sampai di masjid dan majelis taklim tempat pengajian. Bahkan jika sedang kepepet, bisa kurang 20 menit. Sehingga syekh yang pernah saja ajak ngebut doanya : “Allahumma inna nasaluka khusnal khatimah…”

Adapun sekarang, berangkatnya satu jam pulangnya juga satu jam. Bikin habis umur di jalan. Jangan coba ngebut kalau masih ingin ketemu istri, anak dan santri di pondok.

Lho ustaz ini bagaimana? Kan semakin berat perjuangan akan semakin besar pahalanya? Oh iya juga ya. Koq bisanya saya nggak tahu rumus ini…..

Saya jadi kepikiran para pejabat yang (mungkin) hampir tiap hari mondar-mandir di jalan mirip sirkuit ini. Aman saja kah? Semoga mereka semua selamat dan tetap bisa lebih sabar dari saya hingga Pemilu 2024. (**)

Oleh: Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq

 

9 Kepala OPD Masih Kosong, Ketua DPRD Minta Bisa Segera Terisi

0
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal

BONTANG – Mutasi perdana pejabat oleh pasangan Basri Rase-Najirah pasca dilantik sebagai wali kota dan wakil wali Kota (wawali) Bontang, telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Namun, saat ini tercatat masih ada sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum memiliki pimpinan.

OPD yang belum memiliki pimpinan yaitu Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK), Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanian (DPKPP), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, dan posisi direktur RSUD Taman Husada Bontang.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyebut, seharusnya hal itu tidak sampai terjadi. Bahkan politisi Golkar itu menyayangkan adanya pembatalan lelang jabatan melalui seleksi JPT pratama yang dilakukan tahun lalu. Yang mana, tiga besar nama dari beberapa OPD sudah keluar hasilnya. “Tidak semestinya diputus karena ini kan pemborosan sebab menggunakan APBD,” ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya mengembalikan ke Pemkot karena hal itu kebijakan yang diputuskan wali kota. DPRD, kata Andi Faiz, hanya bisa mendorong agar jabatan kepala-kepala OPD itu bisa secepatnya terisi dengan pejabat yang definitif.

“Tentu yang definitif dengan yang plt (pelaksana tugas) akan lebih efektif yang definitif terkait program dan pertanggungjwaban anggaran,” tutupnya. (bms/adv)

Kolaborasi Komunitas di Bontang, Meriahkan Sumpah Pemuda dengan Konvoi Bendera Atas Kapal

0
Diskusi Muda, Bersatu Bangkit dan Tumbuh Pemuda Kota Bontang, Sabtu(30/10/2021) malam, di Lapangan Kampung Salona.

BONTANG – Memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober lalu, beberapa komunitas di Kota Bontang berkolaborasi, mengadakan konvoi bendera merah putih di atas kapal yang berlangsung di Kampung Salona Baru, Loktuan, Minggu (31/10/2021).

Komunitas yang terlibat diantaranya Bontang Youth Spirit, Srikandi Konservasi, Embun, dan Berbuat Saja. Kampung Salona dipilih sebagai tempat acara karena lokasinya strategis, sekaligus membantu meningkatkan perekonomian warga setempat.

Acara ini disambut antusias oleh warga Kampung Salona. Mulai remaja masjid, anak-anak, hingga nelayan turut membantu pelaksanaan kegiatan. Tokoh masyarakat Kampung Salona, Jusman berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi masyarakat.
“Kampung Salona bisa lebih dikenal masyarakat, sekaligus bisa menjadi destinasi wisata di Bontang,” ungkapnya.

Acara diawali dengan berjalan menyusuri lapangan Kampung Salona bersama anak-anak warga sekitar sambil membawa puluhan bendera yang terikat di kayu. Kemudian mereka memenuhi 5 kapal yang sudah disediakan, untuk kemudian berkumpul di tengah laut.

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya serta pembacaan Sumpah Pemuda, kegembiraan dan antusias semakin terasa saat kapal mulai berkeliling, membawa mereka sembari mengibarkan bendera merah putih.

Kegembiraan tak hanya muncul dari anak-anak, tapi juga masyarakat sekitar yang berjualan makanan dan minuman. Atira, salah satu penjual makanan di Kampung Salona merasa sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Dengan begitu, dirinya dan beberapa masyarakat lain bisa kembali berjualan.

“Jadi kami ini berjualan kalau ada acara seperti ini, tidak setiap hari jualan. Rasanya senang sekali, akhirnya Kampung Salona bisa ramai. Harapan kita akan ada acara lain diadakan disini, ” ucapnya.

Mewakili komunitas, Founder Bontang Youth Spirit Yoga Pratama berterima kasih atas antusiasme dan kerjasama semua pihak hingga acara lancar terselenggara.

“Semoga hal ini bisa terus kita lakukan, dan tentunya menimbulkan semangat bagi warga Kampung Salona untuk terus berkarya,” ucapnya.

Konvoi Bendera dirangkai Diskusi Muda dengan tema ‘Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh’ yang diadakan Sabtu (30/10/2021) malam. Hadir sebagai pembicara Sekretaris Kadispopar Kota Bontang Ahmad Effah Yuliansyah, Ketua Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Bontang Muhammad Febrianto Ramadhan, Tokoh Pemuda Bontang Heri Keswanto, dan Tokoh Masyarakat Kampung Salona Jusman. (ahr)

RS PKT Resmi Turunkan Tarif Swab PCR, Diberlakukan sejak 31 Oktober, Tetapkan Dua Jenis Tarif 

0

BONTANG – Rumah Sakit Pupuk Kaltim (RS PKT) sebagai satu-satunya penyedia layanan tes swab PCR berbayar di Bontang, memutuskan menurunkan tarif pemeriksaan sesuai Surat Edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terbaru.

Kebijakan penerapan tarif tidak lebih dari Rp 300 ribu itu diberlakukan mulai Minggu (31/10/2021). “Ia benar, per tanggal 31 Oktober 2021, kami sudah melakukan penyesuaian tarif sesuai surat edaran Kemenkes,” kata Kasi HLO & PR RS PKT Nanik Tunggal, kepada Mediakaltim.com

Dikatakannya, RS PKT telah menetapkan dua jenis tarif. Pertama Rp 300 ribu untuk umum dengan metode pembayaran tunai, dan Rp 360 ribu untuk kategori perusahaan dengan metode pembayaran non tunai atau melalui tagihan (invoice). “Ini belum termasuk biaya pendaftaran sebesar Rp 18 ribu,” katanya.

Dari layanan tersebut, dijelaskannya, hasil pemeriksaan swab PCR dapat diketahui langsung di hari yang sama jika pemeriksaannya dilakukan mulai pukul 07.00-12.00 Wita. Sedangkan jika pemeriksaan dilakukan di atas jam tersebut, maka hasilnya baru bisa diketahui di hari berikutnya.

RS PKT juga membuka link pendaftaran secara daring (online). Adapun layanan di rumah sakit, dibuka Senin-Jumat pukul 07.00-22.00 Wita, dan Sabtu-Minggu pukul 08.00-17.00 Wita.

Sebagai informasi, pemerintah pusat telah menetapkan ambang batas tertinggi harga pemeriksaan swab PCR. Keputusan itu tertuang dalam surat edaran Kementerian Kesehatan bernomor HK 02.02/I/3843/2021. Untuk area Jawa-Bali adalah Rp 275 ribu. Sedangkan untuk area luar Jawa-Bali, harga tertinggi adalah Rp 300 ribu. Hasil tes tersebut berlaku selama 3×24 jam untuk perjalanan pesawat. (bms)

Buka Pelatihan Manajemen Masjid, Ini Pesan Wawali Najirah

0

BONTANG – Masjid dapat berfungsi sebagai sentra aktivitas positif di masyarakat. Selain menjadi tempat aktivitas keagamaan, masjid juga bisa menaungi aktivitas di bidang-bidang lainnya yang bermanfaat bagi umat muslim.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bontang Najirah saat memberi sambutan pada pembukaan Pelatihan Manajemen Masjid, Sabtu (30/10/21) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Kegiatan ini diadakan Forum Komunikasi Santri Bontang (FKSB), sebagai rangkaian acara dari Hari Santri Nasional pada 22 Oktober lalu.

“Kita semua tentunya juga mengharapkan bahwa masjid dapat menjadi penggerak sektor pendidikan formal dan non-formal serta menjadi penggerak sektor ekonomi jamaah dan umat. Oleh sebab itu, pelatihan manajemen masjid ini saya nilai sangat relevan untuk terus dilaksanakan, utamanya dalam menggali berbagai potensi yang ada,” ucapnya.

Ia menilai masjid dapat menjadi representasi toleransi umat dan pemersatu kerukunan jemaah atau umat. Serta turut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya bagi Kota Bontang. Kegiatan Pelatihan Manajemen Masjid Kota Bontang ini akan berlangsung selama dua hari, hingga 31 Oktober 2021 hari ini. (ppid/mk)

Tarif Baru PCR Tunggu Stok Habis, Dinkes Sebut Butuh Waktu 2 Minggu untuk Penyesuaian

0
Adi Permana. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mengaku, butuh waktu untuk transisi tarif lama ke tarif baru tes PCR. Hal tersebut disampaikan Kasi Surveilans dan Imunisasi, Adi Permana.

Pria yang juga Jubir Satgas Covid-19 Bontang itu menyebut, pihaknya bakal berkomunikasi dengan RS Pupuk Kaltim. Sebab di Bontang, hanya RS Pupuk Kaltim yang menyediakan layanan tarif tes PCR berbayar. “Kalau di Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah) ‘kan tidak berbayar (gratis),” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (30/10/2021).

Sama seperti edaran penyesuaian tarif sebelumnya, Adi menyebut, fasilitas kesehatan (faskes) bakal mengikuti aturan tersebut. Namun untuk waktu pemberlakuannnya, butuh waktu seminggu atau dua minggu, untuk disesuaikan dengan tarif yang telah ditetapkan, yakni tidak lebih dari Rp 300 ribu, sesuai instruksi Presiden Jokowi. “Biasanya faskes menghabiskan stok lama dulu. Mereka belum bisa menurunkan harga saat ini karena harga belinya dulu masih tinggi,” bebernya.

Adi berharap, turunnya tarif tes PCR ini, diikuti turunnya harga bahan baku PCR. Sebagai informasi, pemerintah pusat telah menetapkan ambang batas tertinggi harga pemeriksaan swab PCR. Keputusan itu tertuang dalam surat edaran Kementerian Kesehatan bernomor HK 02.02/I/3843/2021. Untuk area Jawa-Bali adalah Rp 275 ribu. Sedangkan untuk area luar Jawa-Bali, harga tertinggi adalah Rp 300 ribu. Hasil tes tersebut berlaku selama 3×24 jam untuk perjalanan pesawat. (bms)

Seluruh Camat dan Lurah Diganti, Inilah Daftarnya

0
Wali Kota Bontang memberikan ucapan selamat Sulistyo yang baru diangkat menjadi Lurah Gunung Elai. Foto: Darman

BONTANG – Mutasi dilakukan Wali Kota Basri Rase dan Wakil Wali Kota (Wawali) Najirah Kamis (28/10), melibatkan ratusan PNS dari pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan fungsional eselon II, III, dan IV. Yang menarik, mutasi jilid 1 ini, bukan saja merotasi 11 kepala dinas dan badan, tetapi juga mengganti seluruh camat dan lurah se-Kota Bontang.

Tiga jabatan camat juga berganti. Camat Bontang Selatan kini dijabat Budiman yang sebelumnya menjabat Sekretaris Disnaker. Adapun jabatan Camat Bontang Utara, dijabat Sutrisno yang sebelumnya berstatus pelaksana tugas (plt). Sedangkan posisi Camat Bontang Barat yang sebelumnya dijabat Marten Minggu, digantikan Anwar Sadat. Selain posisi Camat, Basri-Najirah juga mengganti seluruh Lurah di 15 Kelurahan se-Kota Bontang. Inlah daftarnya. (red)

Senyum Terakhir, Cerpen: Muthi’ Masfu’ah

0

“Tia, jangan lupa jaketnya, minyak kayu putih, sanitizer sama maskernya ya,” pesan mamah  dengan sabarnya mengingatkanku. Tiap saat aku hendak bekerja, pesan itu mamah sampaikan berulang-ulang.

“Iya Mah, sudah semua. Mah, bus jemputan sudah datang.” Buru-buru aku memakai sepatu bot kulit, mengambil tas ranselku. Salim tangan mamah yang selalu hangat untukku. Segera aku berlalu. Menaiki bis angkutan pekerja tambang, membaur bersama teman-temanku yang 99 persen pegawai laki-laki.

“Gak apa pekerjaan lain kah, Tia?” tanya mamah berulang-ulang, menanyakan pekerjaanku di pertambangan itu.

Yap seperti halnya pada masyarakat umum, perempuan biasanya bekerja di kantoran, perawat, model, dunia hiburan atau menjadi ibu rumah tangga. Tetapi, beda ceritaku. Tidak ada yang menduga bahwa aku, yang kata sahabatku Murni. Pemilik senyuman manis itu, merupakan perempuan yang menurut mereka, tangguh yang berprofesi sebagai operator jembatan timbang di salah satu perusahaan tambang nikel di kotaku. Bukannya tanpa suka dan duka , sungguh selama menjadi pekerja tambang sudah dirasakannya, banyak cerita ada di sana.

Meraih Gelar Sarjana Keperawatan dari Universitas di kotaku. Tampaknya tidak membuatku ingin melanjutkan mimpi menjadi garda terdepan untuk memerangi Covid 19. Tapi aku terbiasa menjadi perempuan yang suka berperang dengan aktivitas tambang tersebut justru senang dengan pekerjaan yang memicu adrenalin.

Bekerja di perusahaan tambang nikel, siapa lagi wanita yang ingin mengambil risiko seberat ini sampai harus merelakan waktu untuk tidak berkumpul bersama keluarga?

Yap, umumnya, perusahaan tambang nikel mempekerjakan pekerja laki-laki, namun hal ini dipatahkan dengan kehadiranku.  Pekerjaanku memang tidak biasa dikerjakan kaum hawa. Sesungguhnya, di era kini laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam bekerja.

Sebagaimana yang telah aku lakukan, aku harus mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga pada pekerjaan ini. Meskipun sudah merasakan suka duka, hati terasa ikhlas menjadi modal aku dalam menjalani profesi ini. Bahkan aku tidak peduli banyaknya keringat yang bercucuran selama pekerjaannya halal, aku bisa belajar banyak hal disini, dan pekerjaan ini banyak dirindukan oleh para pengangguran di kota ini.

Sungguh, tidak berhenti sampai disitu, suka duka aku lainnya yaitu sempat dipandang sebelah mata oleh orang-orang. Ketika dipandang sebelah mata, semangatku bertumbuh dan tidak patah. Aku ingin membuktikan bahwa suatu saat nanti kesuksesan dapat diraih.

Bukan hanya aku, Marlyn White misalkan, perempuan kelahiran Pontianak memiliki pengalaman bekerja di dunia pertambangan Australia Barat selama lebih dari 10 tahun. Saat ini Marlyn memegang posisi project controller di sebuah perusahaan peralatan dan perlengkapan tambang.

“Saya tidak pernah pegang sekop akhirnya jadi terbiasa, karena tuntutan pekerjaan. Tetapi menjadi pengalaman unik buat saya bahwa hidup tidak selamanya berjalan lurus, kadang kita harus mencoba hal baru,” ungkap srikandi pemakai seragam PT Wanatiara Persada kala itu.

“Bagi kita yang memiliki cita-cita menjadi anak tambang yang profesional, maka terlebih dahulu kita wajib mengetahui suka dan duka kehidupan yang ada di pertambangan. Pasalnya, mempunyai ambisi yang sesaat saja tidak cukup. Sektor ini benar-benar menuntut dan menempah orang-orang yang memang tahan banting terhadap tantangan dan risiko. Tul gak Tia?” Murni partner kerjaku ini menguatkan selalu.

Yap, sama halnya dengan Murni, sahabatku satu-satunya di tambang, bahwa kita  tak perlu khawatir dengan segala duka yang ada di lapangan. Sebagai orang yang memang memiliki passion di industri tambang. Pada akhirnya suka dan duka menjadi perpaduan yang memang akan selalu ditemukan di berbagai pekerjaan. Pekerjaan apapun.

Menjadi pekerja tambang kerap dijuluki sebagai “Bang Toyib”. Hal ini dikarenakan intensitas pulang kerja ke rumah yang sangat jarang. Kendati demikian umumnya sebutan ini berlaku untuk laki-laki. Namun, bukan berarti perempuan tidak memiliki peranan penting di sektor tambang. Para perempuan tangguh biasanya ditugaskan di tempat yang lebih menantang.

Dan semua tanggal di kalender pekerja tambang adalah hitam. Selain itu, yang menjadi tantangan ketika berada di industri ini jangan harap kamu mendapatkan cuti panjang atau layaknya anak kantoran. Pekerja tambang tidak mengenal tanggal merah di kalender, bahkan hari Minggu pun tetap menjalankan tugas. Hal ini karena pekerja tambang di site memakai sistem roster, yaitu penerapan beberapa lama waktu kerja dan berapa lama waktu cuti, yang pada umumnya adalah 8:2, yang artinya 8 minggu kerja dan 2 minggu cuti.

Juga sudah menjadi rahasia umum jika lokasi pertambangan ada di daerah terpencil. Mulai dari pembukaan lahan, pembuatan jalan hauling, hingga didirikan bangunan tempat tinggal pekerja tambang. Meski demikian, fasilitas pekerja tambang tidak kalah bagusnya dengan orang-orang yang kerja kantoran di daerah kota.

“Yah, walau akhirnya, suatu saat aku gak kerja di sini lagi, Murni,” kataku sambil menyertir mobil pick up bersama Murni menembus malam yang basah. Menusuk tulang, dinginnya sampai ke hati.

“Menjadi pekerja tambang harus siap siaga terhadap panggilan meeting atau keperluan lain di tengah malam, seperti saat ini. Gak pas untuk yang ingin menikah dan menikah nanti, Murni…” aku masih berkata dengan Murni menembus malam memasuki hutan berbukit.

Hujan lebat, dataran belum stabil dan berlumpur. Beberapa bukit telah longsor dan ribuan kilometer tanah jatuh ke jalan. Pelan-pelan aku menyetir mobil melintas jalan yang tak stabil.

“Pelan-pelan Tia…”

“Yap,” jawabku tetap mantap

“Yah, kalo sudah berkeluarga atau yang ingin berkeluarga, baiknya tidak kerja di tambang ya Tia. Apalagi, kontrak kerjanya itu… jadi tertunda nikahmu,” Murni tertawa dan menyiku lenganku.

Aku menatap langit malam, bintang tak Nampak. Bulan apalagi. Bersembunyi entah di langit mana.

Tiba-tiba aku ingat, pesan Akbar calon suamiku, yang melamarku dua pekan lalu. Yang dengan rela menunggu habis kontrak kerjaku untuk segera menikah.

“Jika kau rindu, keluarlah memandang langit. Kita punya langit yang sama. Katakanlah pada langit tentang rindu itu. Langit akan membawa pesan rindu itu padaku…”

Aku menghela nafas panjang, tersenyum. Akbar sosok lelaki sholeh yang melamarku ini, walau aku baru mengenalnya, ada kemantapan di hatiku dan mamah menyukainya. Aku siap menikah jika memang mamah setuju.

“Iya, Mah… aku selesaikan kontrak kerjaku. Aku siap jika Mamah setuju,” aku mengiyakan keputusan besar itu.

Tapi hujan malam itu begitu derasnya. Gemuruh petir dan hujan yang rebutan jatuh ke bumi. Tak mampu melawan takdir yang digariskan…

Bukit dan tanah tak stabil, tak aku sadari terus bergemuruh hingga aku tak mampu membedakan suara petir, hujan ataukah bukit yang pelan-pelan runtuh saat kami melewati jalan sepi dan licin itu…

Hingga akhirnya…

Entah, bagaikan batu besar menimpa mobil kami. Begitu kuatnya. Keras menghantap kepalaku, menghantam tubuhku.

Aku teriak sekuat tenaga, memanggil Murni. Berteriak takbir dan meminta tolong. Tak ada yang mendengarku.

Bahkan berhari-hari, aku terbaring berselimut timbunan tanah. Tak ada yang tahu dan mendengar jeritanku.

Aku menatap langit datar pagi itu. Hujan masih agak deras. Airnya menggenangi tubuhku yang memerah darah. Lambat-lambat aku dengar suara orang bertakbir menemukanku. Ada suara yang sangat aku kenal dan hangat dalam hidupku, Mamah. Mamah menangis tersedu memanggil namaku. Aku duduk dan menatapnya sendu. Ia tak melihatku. Murni berteriak-teriak memanggil namaku. Aku berteriak menjawabnya, tapi ia pun tak mendengarku.

Akbar, calon suamiku yang sabar itu mengangkat tubuhku. Ada bening air matanya jatuh terasa olehku. Maaafkan aku…

Semua, maafkan aku… Mungkin ini takdir terindah untukku, walau aku belum memenuhi semua keinginan Mamah.

Aku masih terdiam melihat semua dalam bayangan kelabu, sebuah media koran terbang ke arahku..

TIA PEKERJA TAMBANG PEREMPUAN ITU TELAH DITEMUKAN. TEWAS TERTIMPA TIMBUNAN BUKIT MALAM ITU.

Aku masih terdiam. Baru aku sadari aku sudah berada di dunia lain. Aku berusaha tersenyum, sebagai senyum terakhirku untuk Mamah, Akbar dan Murni sahabatku dan ribuan pekerja tambang di kotaku. ***

 

PT KNI Serahkan Alkes Senilai Rp 1 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Bontang

0
Serah Terima Bantuan Alat Kesehatan dari PT KNI ke Pemerintah Kota Bontang, Jum'at(29/10/2021)

BONTANG – Orica Global Australia melalui PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) konsisten memberikan dukungan terhadap percepatan penanganan Covid-19 di Kota Bontang.   Kemarin (29/10), dukungan tersebut diwujudkan dengan memberikan  bantuan berupa alat kesehatan (alkes) senilai Rp 1 miliar.

Bantuan diterima langsung Wali Kota Bontang Basri Rase, di Pendopo Rumah Jabatan Walikota, Jumat (29/10/2021). Turut hadir dalam penyerahan bantuan, manajemen PT KNI, perwakilan Dinas Kesehatan, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra, dan Direktur RSUD Taman Husada Bontang.

Senior Site Manager PT KNI, Bakat Subroto Hadi mengatakan,  penyerahan bantuan ini adalah bentuk kolaborasi dengan pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19.

“Kewasapadaan kita terhadap Covid-19 harus tetap ditingkatkan. Mulai dari prokes (protokol kesehatan) hingga vaksinasi. Kolaborasi ini bentuk komitmen perusahaan terhadap Pemkot Bontang untuk menanggulangi Covid-19,” ucapnya.

Diharapkan, bantuan dapat dimanfaatkan dengan sebaik baiknya. “Semoga bermanfaat dan dapat dikelola dengan baik, ” lanjut Bakat Subroto.

Sementara Wali Kota Basri Rase berpesan agar sinergi antara pemerintah dan perusahaan bisa terus selaras dalam penanganan Covid-19.

“Saya ucapkan terimakasih kepada PT KNI atas bantuan alat kesehatan, yang tentu bermanfaat untuk nakes dalam melakukan tugasnya. Dan teruslah saling bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah agar kita segera pulih dan bangkit,” jelasnya.

Bantuan alat kesehatan yang diserahkan kepada Pemkot Bontang berupa 4 unit UPS TEDCON TD 6K, GERLIP HNFC-01 sebanyak 4 unit, GERLIP HFNC-01 ACCESSORIES sebanyak 4 unit, PULSE OXYMETER PM 60 sebanyak 17 buah, DRAEGER PASIEN MONITOR VISTA 120 INVASIVE sebanyak 4 unit, REGULATOR OXYGEN 20 buah, CONNECTOR REGULATOR 3 WAYS sebanyak 10 buah, AUTOCLAVE GEA sebanyak 1 unit, TENSIMETER UM 888 A&D sebanyak 8 buah. (ahr/adv)