Beranda blog Halaman 1186

Propam Polres Bontang Rutin Gelar Pemeriksaan Senpi Organik

0

BONTANG – Mencegah penyalahgunaan senjata api yang dipinjampakaikan kepada anggota, Seksi Propam Polres Bontang  melakukan pemeriksaan senjata api organik yang digunakan personel polri, Rabu (27/7/2022).

Pemeriksaan itu dipimpin Wakapolres Bontang Kompol Wisnu Dian Ristanto didampingi Kasie Propam AKP Sujarwanto serta Kasubag Sarpras dengan diikuti seluruh anggota pemegang senpi.

Wakapolres Kompol Wisnu Dian Ristanto mengatakan pemeriksaan fisik senjata api merupakan upaya mencegah aksi pelanggaran disiplin yang bisa saja dilakukan personel Polri. Hal ini juga dilakukan sebagai tindak lanjut beberapa insiden penyalahgunaan senjata api.

Selain mengecek fisik senpi, Sie Propam juga memeriksa amunisi serta kelengkapan surat izin pinjam pakai senjata api bagi personel Polri yang diberi amanah dalam memegang senpi.

“Lewat kegiatan ini diharapkan adanya tanggung jawab terhadap para pemegang senpi dinas dalam hal penggunaan, ketertiban surat, perawatan serta penyimpanan senpi dengan aman sehingga pelanggaran berupa penyalahgunaan senpi dapat dihindari,” kata Wakapolres.

Sebagai informasi, pemeriksaan senpi ini dilaksanakan terhadap personel Polres hingga tingkat Polsek. “Senjata api bukan untuk gaya-gayaan melainkan untuk kepentingan dinas dimana sudah diberikan amanah, kami tidak akan mentoleransi pelanggaran yang berhubungan dengan senpi dinas,” tegas Wakapolres. (hms)

Rustam Minta Polemik Relokasi Pedagang Citra Mas Loktuan Diselesaikan secara Musyawarah

0
Rapat Komisi II bersama Diskop-UKMP dan UPT Pasar. (ist)

BONTANG – Proses relokasi pedagang Pasar Citra Mas Loktuan dari bangunan lama ke bangunan baru yang belum sepenuhnya rampung, masih menjadi perhatian Komisi II DPRD Kota Bontang.

Ketua Komisi II, Rustam menyarankan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) serta UPT Pasar sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, agar lebih mengedepankan koordinasi dan sosialisasi dalam menentukan langkah terkait nasib para pedagang. Selain itu, pihaknya juga meminta agar masalah yang ada, dapat diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan.

“Harapan kami, seluruh pedagang bisa secepatnya pindah ke pasar baru. Tidak bisa kalau lokasinya ada dua (pasar lama dan baru). Apalagi lahan di lokasi pasar lama sekarang juga sedang berpolemik,” ujar Rustam saat dikonfirmasi, Selasa (26/7/2022).

Terkait pemanfaatan lahan di samping kanan pasar untuk dipakai pedagang, menurut Rustam, hal itu harus dikaji terlebih dahulu. Pihaknya tidak ingin nantinya menjadi polemik baru apabila terlalu cepat diputuskan, tanpa dianalisa lebih dulu.

Diketahui, saat ini sejumlah pedagang masih mempersoalkan tentang luasan lapak yang dinilai terlalu sempit. Selain itu, pedagang juga menuding UPT pasar tidak transparan dan melakukan pungutan liar (pungli), serta tidak memprioritaskan pedagang lama.

Menjawab hal itu, Kepala Diskop-UKMP, Kamilan menyampaikan, penarikan retribusi yang dilakukan UPT Pasar terhadap pembayaran hak pakai lapak dan kios adalah resmi. Hal itu diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2011. Besarannya bervariasi, sekitar Rp 2 juta-5 juta, tergantung besaran dan jenis lapak atau kios.

“Jadi bukan pungli. Kalau ada yang sampai berani dan kedapatan pungli, tentu akan kami tindak tegas,” ancamnya. Terkait ukuran lapak yang sempit, Kamilan menyampaikan, ukuran tersebut merupakan kewenangan dari pemerintah pusat. Sebab pasar itu awalnya dibangun dengan bantuan anggaran dari pusat. (adv/mk)

Edukasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Basri Minta Buat Posyandu Representatif

0
Basri Rase berikan arahan terkait Posyandu Representatif.(Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Wali Kota Bontang Basri Rase berencana membuat Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) representatif, yang akan menjadi pusat informasi terdepan bagi masyarakat mengenai edukasi pelayanan kesehatan seperti masalah stunting, balita, ibu hamil dan masalah Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Basri akan mengarahkan ketua Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) yakni sekretaris daerah untuk membuat Posyandu menjadi lebih representatif bagi masyarakat.

Basri Rase mengungkapkan, Posyandu  harus menjadi tempat masyarakat mendapatkan informasi dan edukasi mengenai pelayanan kesehatan. “Posyandu sangat penting bagi masyarakat. Menjadi tempat yang dapat memberikan informasi ke masyarakat,” jelas Basri, Rabu (27/7/2022).

Dalam rencana pembuatan Posyandu representatif, dia menginginkan  masyarakat bisa mendapatkan informasi di Posyandu. Dengan membangun Posyandu ini dapat digunakan baik bagi ibu menyusui.

“Pokjanal dapat membangun Posyandu representatif yang dapat digunakan. Ada juga tempat bermain anak-anak di situ (Posyandu),” kata Basri.

Dijelaskan, dirinya  akan menganggarkan dalam pembuatan Posyandu representatif kepada Sekretaris Daerah. “Sudah pasti, kami anggarkan. Inikan ada ini tapi kecil (anggarannya),” ungkap Basri.

Untuk Posyandu representatif di tingkat kota, masih direncanakan karena berjenjang dari tingkat kota, kecamatan dan kelurahan. “Nanti perencanaan dulu, iya mau direncanakan ke Bu Sekda,” ungkap Basri Rase.(yah)

Pemkot Minta Pedagang Ikan Segera Tempati Bangunan Baru, DPRD Akan Lakukan Pendekatan Persuasif

0
Rapat Diskop-UKMP bersama Komisi II dan III DPR Bontang. (ist)

BONTANG – Belum semua pedagang di Pasar Citra Mas Loktuan mau pindah ke bangunan baru, terutama para pedagang ikan. Dari 59 pedagang, baru sekitar 25 pedagang yang mau bersedia pindah. Artinya setengah pedagang masih menempati lapak di pasar lama. Jajaran Komisi II dan III DPRD Kota Bontang berharap seluruh pedagang bisa segera menempati lokasi pasar baru.

Anggota Komisi III, Faisal menyampaikan, bakal menjalin komunikasi dan melakukan pendekatan secara persuasif kepada para pedagang untuk mau pindah. “Kami juga siap mengawal penyediaan penganggaran untuk memenuhi kebutuhan dan kekurangan fasilitas pasar,” tutur politisi yang juga bermukim di Loktuan itu, belum lama ini.

Ketua Komisi II, Rustam menambahkan, pihaknya mendorong Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) agar melakukan petemuan dengan para pedagang. Dengan komunikasi dan musyawarah yang baik, dirinya berharap polemik ini bisa segera diatasi. “Kami juga siap menggelontorkan anggaran untuk penambahan fasilitas baru,” ucap Rustam.

Kepala Diskop-UKMP Bontang, Kamilan menambahkan, bakal melayangkan surat teguran kepada pedagang ikan yang masih berjualan di pasar lama. Apabila sudah ditegur selama tiga kali, namun pedagang tetap tak mau pindah, maka terpaksa lapak mereka bakal dibongkar paksa, dan lapak mereka di pasar baru akan diberikan kepada pihak lain.

“Di pasar lama sekarang kondisi lahannya sedang sengketa dan masuk ranah hukum. Kepemilikannya juga belum jelas. Jadi kami minta semua pedagang bisa pindah secepatnya,” harap Kamilan.  (adv/mk)

Kelurahan Guntung Membara, 1 Rumah Terbakar

0

BONTANG – Kebakaran terjadi di Jalan Tari Enggang, Gang Kanjar 2 RT 6 Kelurahan Guntung, Kota Bontang, Kamis (28/7) pagi ini sekira pukul 9.20 Wita.

Komandan Regu 2 Disdamkartan Loktuan Irvan Wirahadi Kusuma mengatakan, kebakaran telah menghanguskan satu rumah. “Ketika sampai di lokasi, satu rumah sudah terbakar,” kata Irvan ditemuai di lokasi kebakaran.

Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan 3 mobil pemadam, 2 mobil tangki dan 2 pick up. “Setelah tiba 10 menit, api sudah berhasil dipadamkan atau sekitar pukul 9.41 wita,” sebutnya. “Kesulitan kami hanya hanya terhambat di traffic light saat perjalanan,” sebutnya.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab dari kebakaran dan masih dalam penyelidikan kepolisian. (yah)

Peringati Hari Mangrove, Danrem 091/ASN Tanam Bibit Mangrove di Desa Salo Palai

0

BONTANG – Untuk memperingati Hari Mangrove Internasional tanggal 26 Juli, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi melakukan aksi penanaman 15 ribu bibit mangrove di Desa Salo Palai, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (27/7/2022).

Kegiatan ini dilakukan Danrem bersama Bupati Kukar Edi Damansyah, Wakil Bupati Kukar Rendy Solihin, Dandim 0908/ Bontang Letkol Inf Priyo Handoyo, Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastya, serta masyarakat Desa Salo Palai. Danrem bersama Bupati Kukar dan rombongan menuju Desa Salo Palai menggunakan kapal nelayan.

Saat memberi sambutan, Bupati Edi Damansyah mengucapkan terima kasih kepada Danrem 091/ASN atas sumbangsih dan kesediaannya hadir dalam acara penanaman pohon mangrove. “Semoga kegiatan yang dilaksanakan saat ini bisa bermanfaat untuk semuanya,” ujarnya.

Bupati menambahkan, sektor pertanian dan perikanan merupakan lumbung pangan bagi masyarakat Kukar. Dia meminta juga meminta  kekompakan antara kelompok, khususnya nelayan Muara badak tetap dijaga.

“Lewat penanaman mangrove yang dilaksanakan hari ini kita berharap seluruh masyarakat ikut bertanggung jawab untuk menjaga kelestariannya,” ujar Bupati.

Sementara Danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi mengatakan, TNI mendukung segala bentuk program dari Pemerintah Kabupaten Kukar. Dengan kepemimpinan Edi Damansyah, dia yakin dan percaya Kukar akan semakin maju sesuai harapan masyarakat Kukar, khususnya Kecamatan Muara Badak.

Danrem juga mengapresiasi pemberdayaan masyarakat sekitar dalam upaya konservasi wilayah pesisir. Di antaranya penyediaan bibit mangrove sehingga akan menumbuhkan rasa turut peduli pada lingkungan.

“Ke depan diharapkan hutan mangrove tidak hanya mempunyai fungsi konservasi tapi juga memiliki nilai ekonomi dan menjadi pusat studi dan penelitian,” tutupnya.

Dalam acara yang sama, Danrem dan Dandim 0908/Bontang beserta rombongan menuju lokasi petani rumput laut milik warga Salo Palai untuk melaksanakan panen raya rumput laut. Secara simbolis Danrem melaksanakan panen rumput laut dan pelepasan bibit ikan nila di lokasi petani rumput laut. (hms)

Wujudkan Peningkatan Pelayanan, Dinas Perkimtan Canangkan Zona Integritas WBK dan WBBM

0
Wali Kota Basri Rase bersama Kepala Dinas Perkimtan Bontang Much Cholis Edy Prabowo menandatangani Pakta Integritas.(Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) melakukan pencanangan Zona Integritas bersama dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Rabu, (27/7/2022) di auditorium gedung gabungan dinas Pemkot Bontang.

Zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), dicanangkan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada publik.

Wali Kota Bontang Basri Rase dalam arahannya mengatakan, pencanangan zona integritas akan dilaksanakan di semua OPD yang ada, baik yang saat ini telah melaksanakan maupun yang belum melaksanakan pencanangan. Melalui pencanangan ini, Basri mengajak, semua Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berkomitmen bekerja secara berintegritas dan mengubah persepsi mengenai cara bekerja.

“Memang berat sekali, karena mengubah mindset (cara pandang), mengubah perilaku dalam bekerja berintegritas dan berkomitmen,” jelas Basri, Rabu (27/7/2022).

Pencanangan zona integritas ini, lanjut Basri, sejalan dengan revolusi mental, reformasi mental dan sejalan dengan visi misi pemerintah Bontang yang dia pimpin saat ini.

“Termasuk ASN-nya yang harus berintegritas. Ketika masuk zona integritas WBK dan WBBM tercapai maka pelayanan kepada publik atau masyarakat akan meningkat, hingga kinerja ASN menjadi baik dan  kepercayaan masyarakat kepada ASN juga meningkat,” kata Basri.

Dia mengatakan, dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM), Kota Bontang menempati nilai tertinggi di tingkat provinsi bahkan nasional. “Saya mendapat kabar dari provinsi, bahwa Bontang mendapatkan nilai tertinggi SPM se-Indonesia,” ungkap Basri.

Dalam kesempatan tersebut, dia mengimbau semua OPD dan ASN, untuk terus meningkatkan   pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Bontang Much Cholis Edy Prabowo menambahkan,  dengan zona integritas pihaknya berkomitmen meningkatkan  pelayanan kepada masyarakat.

“Tujuannya sama dengan yang disampaikan  wali kota, yakni bersih, bebas dari korupsi, bebas penyelewengan dan berkomitmen semua pihak termasuk Dinas Perkimtan. Pencanangan ini ada moral dan disaksikan dengan penandatanganan pakta integritas,” jelas Edy Prabowo.(adv/yah)

Polres Bontang Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyakit Kanker bersama YSKI

0

BONTANG – Polres Bontang bersama Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) melaksanakan sosialisasi penyakit kanker dan tumor kepada anggota Bhayangkari dan personel Polres Bontang di Ruang Rupatama Polres Bontang, Rabu (27/7/2022) sekira pukul 08.45 Wita.

Kegiatan itu untuk memberikan pemahaman, pendidikan, dan sosialisasi kepada anggota Bhayangkari dan personel Polres Bontang  dan Polsek di wilayah Bontang untuk pencegahan penyakit kanker dan tumor.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Sumber Daya Manusia (SDM) Kompol Sekar Wijayanti mewakili Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya, tim Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia, perwakilan anggota Bhayangkari, perwakilan personel Polres Bontang  dan perwakilan personel Polsek jajaran Polres Bontang.

Dalam sambutannya, Kabag SDM Kompol Sekar Wijayanti, mengatakan kegiatan itu sangat banyak manfaatnya untuk seluruh jajaran Polri agar bisa membiasakan diri hidup sehat sehingga dijauhkan dari penyakit kanker.

“Pola hidup juga menentukan hidup kita untuk terhindar dari penyakit kanker. Mari kita belajar dari orang-orang yang sudah kena penyakit ini supaya bisa terhindar dari penyakit kanker. Terima kasih kepada tim Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia yang sudah hadir di Polres Bontang. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar serta bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Selanjutnya tim dari YSKI menyampaikan kehadiran mereka ke Polres Bontang untuk memberikan sosialisasi tentang kanker, baik itu bahaya kanker prostat dan kanker payudara serta cara pencegahan.

“Kanker payudara merupakan suatu jenis tumor ganas yang berkembang pada sel-sel payudara. Kanker ini dapat tumbuh jika terjadi pertumbuhan yang abnormal dari sel-sel pada payudara. Sel-sel tersebut membelah diri lebih cepat dari sel normal dan berakumulasi, yang kemudian membentuk benjolan atau massa. Pada stadium yang lebih parah, sel-sel abnormal ini dapat menyebar melalui kelenjar getah bening dan ke organ tubuh lainnya,” papar fasilitator YSKI.

Disampaikan bahwa faktor pemicu kanker antara lain, faktor genetik (keterunan), zat kimia seperti asap pabrik, asap kendaraan dan asap rokok, faktor fisika seperti handphone, serta makanan yang mengandung pengawet (formalin).

“Harus dikrtahui, jangan mencolok nasi di magic com selama 1 x 24 jam dan nasi yang sudah berubah menjadi kuning tidak boleh lagi dikonsumsi. Saat ini kanker prostat adalah pembunuh pria nomor satu di dunia. Yang rentan terkena prostat adalah pria yang berprofesi seperti sopir, kerja di perkantoran karena banyak duduk. Peminum alkohol dan suami yang sering menahan hasratnya untuk berhubungan intim dengan istrinya,” paparnya.

Kemudian, kanker serviks adalah pembunuh nomor satu bagi wanita saat ini. Wanita yang berisiko tinggi terkena kanker serviks pada umumnya wanita yang bergonta-ganti pasangan, wanita yang terlalu cepat menikah, wanita yang tidak menjaga kebersihan kemaluannya, wanita yang tidak melahirkan, wanita yang menggunakan alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun dan wanita yang bekerja hingga malam hari.

“Wanita harus rajin mengganti pakaian dalamnya. Sementara itu, wanita yang berpotensi terkena kanker payudara adalah yang sudah melahirkan namun tidak mau menyusui,” terangnya.

Harus diingat, pria perokok dan minum-minuman alkohol juga berisiko terkena penyakit kanker payudara. Untuk pencegah ada dua cara yaitu cara dari luar dan dalam. Adapun cara dari luar antara lain melakukan pola makan yang sehat dan teratur, konsumsi makan serat tinggi dan sayur. Hindari makan berlemak, hindari makanan berpengawet dan rajin olahraga secara teratur.

Sementara, cara dari dalam yakni suntik imunisasi kekebalan tubuh (suntiknya dilakukan tiga kali selama tiga bulan), mengkonsumsi tumbuhan alami yang mengandung anti kanker seperti buah sirsak dan daun sirsak, serta bisa juga dengan keladi tikus. Kemudian yang 95% mengandung zat anti kanker adalah temu putih. (hms)

Pemkot Gelar Latihan Manajemen dan Promosi Pariwisata, Wali Kota: Harus Siap Sambut IKN

0

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pariwisata dan Olahraga (Dispopar) menggelar Pelatihan Manajemen Kepariwisataan dan Pengembangan Promosi Pariwisata bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Selasa (27/7/2022) pagi. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Bintang Sintuk ini dihadiri Wali Kota Bontang Basri Rase.

Dalam laporannya, Kepala Dispopar Ahmad Aznem mengatakan, salah satu tujuan kegiatan tersebut adalah sebagai implementasi dari rencana aksi Wali Kota Bontang untuk mewujudkan Bontang sebagai kota pariwisata.

“Kegiatan ini bagian dari rencana aksi Wali Kota Bontang tentang pengembangan sumber daya manusia aparatur sipil negara Kota Bontang untuk mendukung Bontang sebagai kota pariwisata yang hebat dan beradab,” ungkapnya.

Sementara Wali Kota Basri Rase dalam sambutannya, menekankan pengembangan pariwisata merupakan prioritas Bontang saat ini. “Di antara berbagai kegiatan, prioritas saya adalah pariwisata. Ini dalam rangka mempersiapkan Bontang sebagai kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN),” ungkap Basri.

Basri mengungkapkan IKN merupakan peluang dan tantangan bagi Kota Taman. “IKN ini adalah hal yang luar biasa bagi Kalimantan Timur, di sana nanti akan mendapatkan peluang perkembangan dari berbagai sektor dan juga sekaligus tantangan bagi kita,” ujarnya.

Ia menilai sumber daya manusia di Kota Bontang, khususnya para ASN, harus siap menjadi roda dan berkontribusi untuk pengembangan pariwisata Kota Bontang.

“IKN itu bisa menjadi sesuatu yang baik dan buruk. Baik, kalau kita bisa berkontribusi dalam berbagai sisi, SDM-nya, UMKM-nya, Industrinya. Sebaliknya jadi buruk bagi kita, kalau kita tidak siap menjadi penyangga. ASN kita tidak siap dalam berinovasi, SDM kita belum siap berkontribusi, buruk bagi kita kalau Bontang belum siap menjadi daerah penyangga,” tegasnya.

Oleh kerena itu, dengan pelatihan manajemen pariwisata dan pelatihan pengembangan promosi pariwisata, diharapkan dapat membawa perubahan pada wajah destinasi Kota Bontang melalui “agent of tourism” (agen pariwisata) di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun kelurahan-kelurahan sebagai ujung tombak yang bersentuhan dengan masyarakat, sesuai dengan tugas pokok OPD tersebut.  (kmf/rose)