Beranda blog Halaman 1193

Anggota Kodim 0908/Bontang bersama Instansi Terkait Laksanakan Patroli Terpadu Yustisi Prokes

0

BONTANG – Bertambahnya kasus penderita Covid-19 dalam beberapa hari terakhir membuat Kodim 0908/Bontang bersama petugas gabungan dari Polri dan instansi terkait kembali melaksanakan operasi yustisi, Sabtu (16/7/2022) malam. Operasi ini untuk meminimalisasi kasus Covid-19 di wilayah Kodim 0908/Bontang.

“Kodim 0908/Bontang bersama petugas gabungan Polres dan Pemerintah Kota Bontang menggencarkan patroli operasi yustisi di tempat publik hingga kafe di wilayah Kota Bontang,” jelas Pasi Ops Kodim 0908/Bontang, Kapten Inf Norkem.

Kapten Inf Norkem mengatakan, patroli kali ini menyasar kafe-kafe, pujasera serta tempat-tempat keramaian. Beliau menegaskan patroli yang dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI-Polri dan Pemerintah Kota Bontang lebih mengedepankan imbauan secara humanis pada masyarakat.

Menurut Kapten Inf Norkem imbauan dalam pelaksanaan protocol kesehatan (prokes) Covid-19 terus dilakukan agar masyarakat tidak lengah dalam menjalankan prokes, mengingat Kota Bontang beberapa hari ini mengalami penambahan kasus positif Covid-19.

Kapten Inf Norkem berharap dengan adanya patroli yustisi, seluruh masyarakat Kota Bontang lebih disiplin menerapkan prokes di tempat publik. (Pendim Btg)

Kapolres Pimpin Patroli Gabungan Yustisi Pendisiplinan Prokes

0

BONTANG  – Polres Bontang kembali menggelar patroli gabungan yustisi pendisiplinan protokol kesehatan (prokes) di tempat-tempat kerumunan dan keramaian di wilayah Kota Bontang untuk mencegah dan menekan penyebaran Covid-19, Sabtu (16/7/2022) malam.

Operasi yustisi ini dipimpin Kapolres  Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya SH, SIK, MH, didampingi Wakapolres Bontang Kompol Wisnu Dian Ristanto, SIK, Kabag Ops Kompol Komank Adi Andika, SIK, SE, Kasat Intel AKP Sumardi, Kasat Lantas, AKP Edy Haruna, Kasat Binmas AKP Jimun, Kasat Polairud Iptu Edi Mujianto, Kasi Propam AKP Sujarwanto, dan Danramil 01 Loktuan Kapten Inf Niko Katani.

Personel yang dilibatkan dalam operasi justisi gabungan ini terdiri dari personel Polres Bontang sebanyak 40 orang, Kodim 0908 Bontang  sebanyak 7 personel, dan  Satpol PP Kota Bontang sebanyak 15 personel.

Kegiatan diawali apel persiapan yang digelar di lapangan Polres Bontang  dipimpin Kabag Ops Polres Bontang Kompol Komank Adi Andika, SIK, SE. Apel diikuti seluruh personel gabungan yang dilibatkan dalam operasi.

Selesai melaksanakan apel, tim gabungan melaksanakan patroli yustisi dengan menyasar sejumlah tempat yang sering menjadi lokasi  kerumunan dan tempat-tempat keramaian masyarakat pada malam hari. Antara lain Cafe De’ Pujasera Jalan Imam Bonjol, Pujasera The Gading Jalan A Yani, Pujasera Berbas Pantai Jalan Sultan Hasanuddin , Kedai Borneo Jalan Sultan Hasanuddin, halaman Auditorium 3 Dimensi Jalan Awang Long, Angkringan Trotoar Jalan Kapten Piere Tendean, Cafe Litter Jalan Ir Juanda, dan halaman parkir Pasar Telihan Kelurahan Gn Telihan Kecamatan Bontang Barat.

Dalam patroli yustisi prokes, Kapolres Bontang bersama tim gabungan memberikan himbauan terhadap pemilik kafe dan pengunjung agar mematuhi prokes dengan cara mematuhi 5M. Petugas juga memberikan masker kepada masyarakat yang tidak memakai masker.

Kapolres AKBP Yusep Dwi Prastiya mengatakan kegiatan patroli gabungan yustisi pendisiplinan prokes pada malam itu sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalankan prokes guna mencegah dan pengendalian Covid-19.

”Operasi yustisi malam ini kita fokuskan di tempat publik dan fasilitas umum seperti kafe dan pusat-pusat kegiatan masyarakat yang ada di seputaran Kota Bontang,” kata AKBP Yusep Dwi Prastiya.

Kapolres juga menyampaikan informasi kepada masyarakat bahwa di Kota Bontang dalam 3 hari angka kenaikan Covid 19 telah terdeteksi sebanyak 19 orang, sehingga masyarakat diminta selalu mematuhi prokes Covid -19.

”Kami menghimbau kepada masayarakat dan pengelola kafe untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan  handsanitizer dan cuci tangan serta menerapkan jaga jarak terhadap para pengunjung kafe,” ujarnya.

Kapolres juga menambahkan pihaknya akan terus melaksanakan patroli yustisi pendisiplinan prokes dengan melibatkan unsur TNI dan Satpol PP serta stakeholder untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya lonjakan Covid-19. (hms)

Hadiri Seminar Kewirausahaan, Dasuki: Indonesia Butuh Peran Anak Muda

0

BONTANG – Untuk mendukung geliat bisnis di kalangan anak muda, Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang menggelar Seminar Kewirausahaan, Sabtu (16/7/2022) pagi di Auditorium 3 Dimensi. Asisten I Sekkot Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Dasuki menghadiri kegiatan ini.

Narasumber seminar bertajuk ‘Think Creative For Your Future Business’ ini, yaitu Syahruddin Arman Deni dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Bontang serta Kahar Muzakir Founder Borneos.co.

Saat memberi sambutan, Dasuki menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.  “Saya atas nama pribadi dan pemerintah mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan ini. Karena ini akan menjadi bekal bagi adik-adik kita mahasiswa untuk dapat berperan di kehidupan nyata di masyarakat nantinya,” ucapnya.

Dalam sambutan itu Dasuki memberikan banyak arahan terkait dengan peran anak muda dalam dunia usaha saat ini. “Jumlah penduduk Indonesia itu besar. Bisa jadi Indonesia menggeser Amerika. Kabar baik, di 2024 Indonesia diprediksi menjadi negara terbesar keempat, kelima dunia. Asal apa? Asal jumlah enterpreneur-nya itu banyak,” paparnya.

Menurut Dasuki, untuk menjadi negara yang adidaya dibutuhkan tekad kuat para anak muda untuk dapat berdaya dan memberdayakan melalui bidang usaha yang ia ciptakan. “Indonesia butuh 4 juta anak-anak muda untuk jadi enterpreneur. Saat ini baru tercatat 2.219 start up. Artinya apa? bahwa ini butuh peran kalian semua untuk menjadi enterpreneur,” terangnya.

Ia juga membeberkan berbagai potensi saat Kaltim ditetapkan sebagai wilayah Ibu Kota Negara (IKN), yang dapat digunakan para anak muda yang berkeinginan menjadi pengusaha.

“Harapan baru lagi adalah IKN, nanti 2024 andai sesuai rencana presiden, maka Bontang akan terhubung dengan IKN melalui tol Samarinda-Bontang. Karena itu saya berharap banyak, agar setelah lulus nanti kalian dapat berpikir keras bagaimana agar jalan IKN menuju Bontang dapat dibanjir produk lokal garapan kalian dan bukan produk asing,” tegas Dasuki.

Ia berharap, kegiatan pagi itu dapat menjadi awal dari semangat berwirausaha bagi anak-anak muda di Kota Bontang. “Saya berharap, seminar kali ini jadi pelecut dan pemantik. Yang paling penting setelah selesai seminar ini adalah jangan berhenti,” ungkapnya.  (kmf/rose)

Open Donasi untuk Perpustakaan

0

BONTANG– Untuk meningkatkan  kemampuan membaca dan menulis (literasi) di wilayahnya, Lurah Belimbing Dwi Andriyani  menggelar open donasi buku bagi perpustakaan di wilayah RT 31. Rencana ini sebagai bentuk dukungan untuk mengembangkan perpustakaan baru dengan cara membuka open donasi buku.

Dwi Andriyani menjelaskan, open donasi buku termasuk program peduli sesama yang digagas oleh Kelurahan Belimbing. Open donasi buku ini, lanjut dia, bisa dijangkau oleh siapa saja baik di dalam ataupun di luar lingkungan Kelurahan Belimbing.

“Yang kita persiapkan dari sisi literasinya untuk melengkapi buku-buku, dengan membuka open donasi. Dari buku yang ada,  kita akan klasifikasi jika memang ada kelebihan buku akan dibantukan di pojok baca,” ungkap Dwi ditemui di ruang kerjanya, Jumat (15/7/2022).

Selain itu, keberadaan perpustakaan diharapkan bisa menjadi pusat kegiatan  masyarakat mulai anak-anak hingga dewasa. “Memang ramai orang di situ, banyak orang melakukan aktivitas termasuk olahraga,” jelasnya.

Diungkapkannya, hingga kini pihaknya masih mengumpulkan buku, dimana jika sudah terkumpul akan meminta bantuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk membantu melabeli buku sesuai aturan kepustakaan. “Iya ini memang donasi buku terbuka untuk umum,” jelas Dwi.

Open donasi, kata Dwi, tidak ditargetkan kapan berakhirnya sebab tujuan utama adalah menambah koleksi buku.

Dwi mengungkapkan, saat ini  perpustakaan Kelurahan Belimbing terakreditasi B dari Perpustakaan Nasional, selain perpustakaan Kelurahan Loktuan.

“Nantinya akan berkesinambungan karena akan dibuka secara reguler (umum). Itu juga akan menjadi pusat kegiatan dan bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk hari berkunjung sekolah,” papar Dwi.

Akibat pandemi Covid-19, perpustakaan di Belimbing ditutup, dan hingga kini belum dibuka sambil menunggu kesiapan perpustakaan hingga open donasi buku terkumpul.

“Harapan ke depannya untuk perpustakaan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar. Karena fasilitas di perpustakaan sudah disiapkan seperti WiFi gratis,” jelasnya.(ya)

DPRD Kawal Pembenahan AUJ, Minta Laporan Per Triwulan

0
Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam. Foto: Istimewa

BONTANG – Komisi II DPRD Kota Bontang melayangkan tantangan kepada Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Aneka Usaha Jaya (AUJ) untuk melakukan pembenahan manajemen perusahaan. Hal ini imbas dari proyeksi hingga tiga tahun ke depan, perusahaan tersebut belum bisa memberikan dividen untuk daerah.

Selain itu, Direktur Perumda diminta untuk melaporkan progres itu ke DPRD Bontang secara berkala per triwulan selama setahun. “Setahun kami kawal pembenahan AUJ, dengan laporan pertiga bulan khusus ke DPRD Bontang,” kata Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam, Senin (18/7/2022).

Tidak sampai di situ saja, tantangan lainnya yaitu pembenahan lima anak cabang Perumda AUJ untuk dibenahi pula. Sebab, lima unit usaha ini juga belum memberikan sumbangsihnya sebagai PAD. Jika tidak, AUJ harus memikirkan untuk menutup anak perusahaan itu.

Menurut Rustam, lima anak perusahaan ini justru membebani AUJ dalam hal pembayaran pajak. Dengan dinonaktifkan lima anak perusahaan, maka dipastikan angka pengeluaran AUJ bisa ditekan. “sebainya ditutup saja. Daripada bebani cost perusahaan,” ucap Rustam.

Sementara itu, Direktur Perumda AUJ, Abdu Rahman memastikan bahwa pihaknya akan menerima tantangan dari Komisi II DPRD Bontang. Ia meyakini, setahun ini bisa digunakannya untuk membenahi manajemen perusahaan.

“Yang jelas, untuk pertama kali yang saya lakukan adalah mengevaluasi totol kinerja AUJ. Mulai dari administrasi, personality, dan manajemen. Barulah, setelah itu bicara program. Tapi terlepas dari itu, semua berangkat dari titik nol. Saya harus lihat dulu, laporan keuangan terakhir direksi yang lama,” ungkap Abdu Rahman.

Disinggung target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada kepemimpinannya, ia kembali menegaskan belum bisa menyebutkan angkanya. “Yang penting perusahaannya sehat dulu. Baru bicara angka. Saya harus tahu, apa yang sudah dilakukan perusahaan dengan anak-anak perusahannya. Termasuk bentuk perikatan pihak ketiga. Dari sini nanti, baru bisa melakukan evaluasi kinerja,” sebutnya. (adv)

70 Persen Jalan di Kaltim Kewenangannya Diambil Pusat, Veridiana : Perkembangan Sudah Lumayan

0
Ketua Komisi III DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang

SAMARINDA – Ketua Komisi III DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang mengatakan, sekitar 60 hingga 70 persen jalan yang ada di Kaltim dibiayai oleh anggaran APBN. “Sekarang jalan di Kaltim hampir kurang lebih 70 persen sudah diambil pusat,” ucapnya, Senin kemarin.

Dia mencontohkan, akses jalan yang ada di daerah pemilihannya, yakni Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu mayoritas sudah beralih kewenangan, dari provinsi kepada pemerintahan pusat. Selain itu, jalan dari Bontang–Samarinda dan sebaliknya, Samarinda–Paser dan sebaliknya juga telah diambil kewenangannya oleh pemerintah pusat.

“Jalur Kutai Barat, Mahakam Ulu diambil pusat. Memang ada di tengah-tengah sedikit disisakan buat provinsi. Kemudian dari Samarinda ke Bontang, Samarinda ke Paser itu hampir semua jlana poros diambil oleh pemerintah pusat. Sehingga anggaran dari pemerintah pusat kalau yang kemarin waktu RDP tahun ini kita dapat Rp 3 triliun untuk masalah jalan dan perbaikannya,” terangnya.

Politisi wanita dari PDIP ini menilai, progres pengerjaan jalan dengan beralihnya kewenangan tersebut di lapangan sangat terlihat. Kendati di beberapa titik lokasi jalan memang ada progres pengerjaan dan perbaikan jalan melamban.

“Kita lihat perkembangan sudah lumayan kalau sekarang. Misalnya kita ke bandara APT Pranoto, jalan sudah mulai bagus, walaupun memang masih ada beberapa titik yang dibuatkan parit sehingga membuat pekerjaan relatif agak lambat. Ini masih banyak dikeluhkan masyarakat karena macet,” katanya.

Mengenai beberapa titik jalan yang ada di Kabupaten Kutai Barat yang kondisinya rusak parah, diakui Veridiana, memang kerusakan jalan terjadi. Hal itu disebabkan banyaknya kendaraan over kapasitas yang melintas di jalan tersebut sehingga mengurangi umur jalan. “Minggu kemarin saya ke Kubar. Memang masih ada tempat-tempat yang belum mulus, tapi seperti jalan Kubar ini kualitas jalan memang tidak memadai dengan berat kendaraan yang melintas di sana. Sehingga dalam satu tahun ada rusak lagi,” pungkasnya. (adv)

Fasilitas Pasar Citra Mas Masih Kurang, Andi Faisal Minta Dilengkapi di APBD Perubahan

0
Kondisi Pasar Citra Mas di Loktuan.(Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG– Ketua DPRD Bontang Andi Faisal Sofyan Hasdam, menanggapi rencana pemindahan pedagang Pasar Citra Mas Loktuan pada 18 Juli mendatang. Menurutnya, langkah tersebut sudah seharunya dilakukan karena gedung pasar telah lama selesai. Namun, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) tetap harus melengkapi fasilitas sarana dan prasarana setelah pemindahan pedagang dilakukan.

“Saya kira sambil berjalan bisa dilengkapi apa keluhan dan aspirasi dari masyarakat. Baik dari pedagang maupun dari warga dan pengunjung,” ungkap Fais saat dikonfirmasi Mediakaltim.com, Jumat (15/7/2022).

Menurut Fais, jika pasar dibiarkan tak digunakan dengan alasan menunggu fasilitasnya dilengkapi, dikhawatirkan akan menambah kerusakan gedung. “Karena rumusnya ‘kan bangunan kalau semakin lama tidak tersentuh tangan manusia pasti  cepat rusak,” sebut Fais.

Pemindahan pedagang ke dalam pasar, lanjut dia, tetap harus diiringi komitmen pemerintah dan dinas terkait untuk melengkapi fasilitas yang belum dibuat seperti saluran pembuangan. “Saya pikir lebih bagus ditempati dan segera dilengkapi sarana dan fasilitas yang kurang tersebut oleh pemerintah,” kata Fais.

Kondisi Pasar Citra Mas di Loktuan.(Yahya Yabo/Media Kaltim)

Mengenai anggaran yang akan dibutuhkan untuk melengkapi  sarana dan prasarana pasar, menurut Fais, bisa menggunakan anggaran perubahan tahun 2022. “Ya pasti kita mendorong fasilitas Pasar Loktuan menggunakan anggaran perubahan ini (2022),” katanya.

“Kekurangan fasilitas yang ada saat ini, saya kira bisa diselesaikan di anggaran perubahan. Tergantung keseriusan dari pemerintah untuk melaksanakannya,” tambahnya.

Fais juga meyakini, pemerintah dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait telah mengetahui keluh-kesah pedagang, sehingga  sudah tahu apa solusinya. “Pasti OPD terkait sudah punya rencana apa-apa saja yang perlu dianggarkan demi kenyamanan dan aktivitas Pasar Loktuan,” ujarnya.(ya)

Kapolres Bontang Tinjau Percepatan Vaksinasi di Gedung MTQ

0
Kapolres Bontang bersama Kepala Dinas Kesehatan dr Toetoek Pribadi Ekowati saat meninjau vaksinasi.(istimewa)

BONTANG– Polres Bontang kembali mengiatkan vaksinasi Covid-19, salah satunya dengan memantau vaksinasi di gedung MTQ Kelurahan Api-api, Kecamatan Bontang Utara, Jumat (15/7/2022).

Peninjauan dipimpin Kapolres  AKBP Yusep Dwi Prastiya bersama Kabag Ops Kompol Komank Adhi Andika dan Kasat Intelkam AKP Sumardi.

Vaksinasi dilaksanakan tim 7 dari Dinas Kesehatan Bontang, dengan  penanggung jawab koordinator lapangan dr Ilham.

“Dengan sasaran masyarakat  Bontang. Adapun target sebanyak 200 orang dengan jenis vaksin  Moderna, Novavax, Sinovac, dan Astrazeneca,” kata Kasat Intelkam AKP Sumardi melalui keterangan tertulis Jumat (15/7/2022).

Proses vaksinasi dosis 1, 2 dan 3 diawali dengan pendaftaran, kemudian melakukan screening atau pemeriksaan kesehatan,  penyuntikan vaksin hingga  observasi pasca-pemberian vaksin.

“Vaksinasi dosis 1,2 dan 3 terhadap masyarakat Bontang selesai pukul 11.00 Wita. Situasi aman, tertib, dan lancar,” ungkap Sumardi.(ya)

Carut Marutnya Pertambang di Kaltim, Dewan Dorong Pemerintah Segera Ambil Sikap

0
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin

SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim Mimi Meriami BR Panem meminta kepada Pemprov Kaltim segera mengambil tindakan tegas terhadap tambang-tambang ilegal yang semakin meresahkan masyarakat.

Meskipun perijinan pertambangan kini diambil alih pemerintah pusat, Mimin berharap pemerintah daerah tidak berpasrah diri melihat kondisi pertambangan di Kaltim yang semakin memperihatinkan.

“Paling tidak ada upaya, agar ijin pertambangan ini dikurangi atau dibatasi. Tidak seperti sekarang, semuanya merajalela, tidak tahu itu tambangnya legal itu ilegal,” kata dia.

Ia mencontohkan, seperti di kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kerap didapati ratusan kendaraan pengangkut batu bara beroperasi. Sehingga, Anggota Komisi III DPRD Kaltim ini meminta kepada instansi atau OPD yang berwengan untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat bagaimana mengatasi persoalan tersebut.

“Sebagai pemegang amanah untuk menjalankan ataupun melayani masyarakat, tolonglah berbuat sesuatu. Saya sangat prihatin dengan kondisi Kaltim saat ini, masyarakat dalam hal ini sudah banyak dirugikan,” ujar Mimi.

Senada, Anggota DPRD Kaltim Sayfruddin mengungkapkan, bahwa persoalan tambang ilegal harus segera diselesaikan. Dirinya mendorong DPRD Kaltim membentuk pansus penanganan tambang ilegal sesegara mungkin.

“Apalagi ini sudah ada indikasi pemalsuan IUP seperti yang disampaikan DPMPTSP dan Dinas ESDM beberapa waktu lalu saat RDP. Sudah saatnya DPRD Kaltim mengambil langakah mengatasi masalah ini,” tegas Udin.

Bukan tanpa asalan dirinya mendorong dibentuk pansus. Pasalnya, sejak kewenangan perizinan tambang batu bara diambil oleh pusat. Dengan landasan UU Cipta Kerja dan UU Minerba Nomor 3 Tahun 2020.

Di mana revisi UU Minerba ini disahkan pada 11 Desember 2020 lalu. Aktivitas tambang ilegal di Kaltim makin tak karuan. “Pansus ini nantinya akan diisi oleh perwakilan dari seluruh fraksi dan komisi di DPRD Kaltim. Komisi I akan mengurus masalah hukumnya, Komisi II di bidang kemasyarakatannya dan ekonomi, Komisi III masalah teknisnya, dan Komisi IV membidangi dampak sosial dari pertambangan ilegal,” terang dia.

Pembentukan Pansus Pertambangan ini, menurut Ketua PKB Kaltim ini, setidaknya ada upaya serius dari pemerintah daerah dan DPRD, dalam hal menekan tambang ilegal di Benua Etam. (adv)

Gunakan NPK Pelangi JOS, Hasil Kentang Modoinding Minahasa Selatan Naik 55 Persen

0

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) kembali membuktikan keunggulan dan kualitas NPK Pelangi JOS, melalui Demonstration Plot (Demplot) komoditas kentang di Desa Linelean Kecamatan Modoinding Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Demplot menggandeng Kelompok Tani Jaya Desa Linelean dengan peningkatan hasil mencapai 55 persen dari sebelumnya, untuk masa tanam selama 120 hari.

Koordinator Penjualan Retail PKT Wilayah Sulamapa Deny Indra Pratama, mengungkapkan dari perhitungan rata-rata hasil demplot kentang Modoinding mencapai 15,8 ton per Hektare (Ha), dibanding perlakuan petani dengan hasil maksimal 9,9 ton/Ha. Hal ini menunjukkan penggunaan NPK Pelangi JOS mampu meningkatkan hasil panen kentang sebesar 5,9 ton/Ha.

“Dari demplot ini kita bisa melihat peningkatan produktivitas hasil pertanian, karena NPK Pelangi JOS sangat cocok untuk segala jenis tanaman. Mulai tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan,” kata Deny, saat panen perdana demplot kentang di Desa Linelean Modoinding, Selasa (12/7/2022).

Diungkapkannya, NPK Pelangi JOS sebagai produk terbaru PKT merupakan inovasi pertama di Indonesia yang memadukan fungsi pupuk NPK dan pupuk hayati dalam satu produk. Salah satu keunggulannya, NPK Pelangi JOS mampu menjadikan tanah makin kaya akan nutrisi tanpa harus kehilangan daya dukung lahan, sehingga petani lebih efisien dalam pemakaian.

Beberapa daerah yang telah melaksanakan uji coba demplot pun telah membuktikan efektivitas NPK Pelangi JOS, dengan peningkatan hasil panen pada berbagai komoditas seperti kentang, padi, sawi putih dan bawang merah. Rata-rata peningkatan hasil mencapai 15-50 persen dari sebelumnya, untuk penggunaan dosis 70 hingga 100 persen.

“Untuk itu kami berharap para petani tidak perlu ragu akan kualitas NPK Pelangi JOS. Jika diaplikasikan dengan perlakuan serta dosis yang tepat, unsur hara akan cepat terurai dan tersedia bagi tanaman sehingga tidak menjadi residu dalam tanah,” terang Deny.

Kelompok Tani Jaya Desa Linelean Steven Kapahang, mengakui keunggulan NPK Pelangi JOS setelah melihat peningkatan hasil panen kentang yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Selain itu produk terbaru PKT ini juga terbukti mampu meningkatkan kualitas tanaman, dimana biji kentang yang didapatkan jauh lebih besar dibanding perlakuan kebiasaan petani.

“Dari demplot ini kami membuktikan sendiri kualitas NPK Pelangi JOS, dan kedepan kami sangat merekomendasikan produk ini agar hasil panen tetap tinggi dan berkualitas,” ungkap Steven.

Keunggulan lain NPK Pelangi JOS juga terlihat saat masa tanam hingga panen dengan curah hujan yang tergolong tinggi. Kondisi ini biasanya cenderung membuat tanaman diserang jamur yang sulit dikendalikan, dan biji kentang hasil tanam pun terancam membusuk. Namun dengan penggunaan NPK Pelangi JOS, kentang masih dalam kondisi segar dan sehat, tanpa ada serangan jamur sedikitpun saat di panen.

“Ini menjawab persoalan dan kendala kami selama ini untuk menghasilkan kentang berkualitas. Kami pun mengimbau para petani untuk tidak ragu menggunakan NPK Pelango JOS, karena hasil yang didapatkan terbukti sangat baik,” tambah Steven.

Mewakili Pemerintah Daerah, Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Modoinding Renly Liow, pun mengapresiasi kontribusi PKT dalam mendorong peningkatan hasil pertanian kentang di Desa Linelean melalui demplot yang dilaksanakan. Terlebih melihat hasil panen pasca penimbangan, didapati berat kentang mencapai 0,6 Kilogram (Kg) per pohon, dari sebelumnya hanya berkisar 0,4 Kg/pohon.

Dari jumlah tersebut, produktivitas kentang Linelean kedepannya sangat berpotensi meningkat drastis dengan penggunaan NPK Pelangi JOS, untuk standar 40.000 pohon/ Ha dengan perkiraan hasil rata-rata 20 ton/Ha. “Melihat hasil yang didapatkan, panen kentang kali ini merupakan yang terbaik, ditengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” ucap Renly.

Melihat keterbatasan kuota pupuk bersubsidi saat ini, kehadiran NPK Pelangi JOS sebagai salah satu produk non subsidi PKT dinilai bisa menjadi jawaban untuk peningkatan produktivitas dengan hasil yang teruji, sehingga ketergantungan petani akan pupuk bersubsidi bisa terus ditekan.

Dirinya pun berharap PKT dapat terus melakukan pendampingan bagi para petani agar produktivitas serupa mampu dicapai dengan lebih optimal. Apalagi Kecamatan Modoinding merupakan daerah penghasil dan penyalur tanaman hortikultura terbesar, khususnya untuk kawasan Indonesia Timur dan sebagian Indonesia Tengah.

“NPK Pelangi JOS ini bisa menjadi solusi bagi petani untuk mendorong produktivitas kentang khususnya di Kecamatan Modoinding ini, sehingga hasil pertanian kedepan mampu meningkat lebih signifikan,” pungkas Renly. (adv)