Beranda blog Halaman 1195

Pengembangan Industri di Pupuk Kaltim Diharapkan Mampu Serap Tenaga Kerja Lokal

0
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II bersama manajemen Pupuk Kaltim di Kantor DPRD Bontang. (ist)

BONTANG – Komisi II DPRD Bontang berharap pengembangan industri jangka panjang yang berada di kawasan industri PT Pupuk Kaltim mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal.

Hal itu disampaikan jajaran Komisi II saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), bersama perwakilan manajemen Pupuk Kaltim di ruang rapat lantai II Kantor DPRD Bontang, Senin (11/7/2022) lalu.

“Tentu hal ini sangat kita apresiasi. Semoga dapat menekan angka pengangguran yang semakin tinggi di Bontang. Terutama di wilayah buffer zone,” kata Ketua Komisi II, Rustam.

Soal ketenagakerjaan, dirinya juga menekankan agar perusahaan bisa menerapkan komposisi sesuai peraturan daerah (perda) yang berlaku, yakni 75 persen tenaga kerja lokal, dan 25 persen dari luar Bontang. “Jangan dibalik,” ucapnya.

Diketahui, terdapat sejumlah proyek raksasa yang siap dibangun Pupuk Kaltim, baik di Bontang maupun luar Bontang. Seperti pabrik amonium nitrat, soda ash, revamping amoniak, NPK, hingga oleokimia. Pengembangan ini diproyeksikan dibangun hingga 10 tahun ke depan.

Rustam mengatakan, segala macam investasi, selama mau mengikuti aturan yang berlaku di Bontang, tentu akan pihaknya dukung. Justru pihaknya memberikan kesempatan selebar-lebarnya, apalagi Bontang dalam beberapa tahun ke depan akan menghadapi kondisi pasca migas. Sehingga pemkot bersama pihak terkait harus menyiapkan sejak dini dan pintar mencari alternatif.

“PAD (Pendapatan Asli Daerah) juga harus terus kita genjot. Sektor-sektor yang belum tersentuh harus kita tarik retribusinya,” tutup Rustam. (mk)

Persit KCK Cabang XX Dim 0908/Btg Anjangsana ke Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Mawaddahtullah

0

BONTANG – Untuk memperingati HUT Kodam VI/Mulawarman ke-64 tahun 2022, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XX Dim 0908/Bontang melaksanakan anjangsana ke Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Mawaddahtullah Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Rabu(13/7/2022)

Kegiatan anjangsana dipimpin Ketua Persit cabang XX Dim 0908/Bontang Dian Priyo Handoyo. Tujuan kegiatan untuk memberikan santunan dan bantuan sembako kepada anak-anak Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Mawaddahtullah.

“Hal ini kita lakukan dalam rangka memperingati HUT Kodam VI/Mulawarman ke-64 tahun 2022, dengan harapan apa yang kami lakukan ini dapat menjadi penyemangat untuk anak-anak Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Mawaddahtullah,“ ucap Dian Priyo Handoyo. (Pendim Btg)

50 Anak Mustahik dan Yatim Ikuti Khitanan Massal

0

BONTANG – Sebanyak 50 anak mustahik dan yatim mengikuti khitanan massal di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Selatan Rabu (13/7/2022). Kegiatan digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN).

Kegiatan kerjasama dengan Yayasan Pandu Qolby, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Bontang, Baznas, PKT, PT Badak dan Pemkot Bontang tersebut, sebagai bentuk bakti sosial sekaligus wujud ketaatan pada ajaran agama Islam.

“Saya berharap anak-anakku dan para pendamping sekalian dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik,” ucap Suratmi, selaku Ketua Panitia.

Sementara, Asisten II Sekkot Bontang, Zulkifli menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut.  “HAN merupakan momentum penting dalam menjamin pemenuhan hak atas anak. Karena itu, bagi anak-anakku sekalian, kalian adalah orang yang beruntung berkesempatan mengikuti khitanan massal ini,” katanya.

“Saya ucapkan selamat dan semoga bagi semua yang mengikuti khitanan hari ini bisa segera pulih,” tutupnya.

Usai kegiatan, dilaksanakan penyerahan bantuan zakat dari PT PKT melalui Baznas kepada 50 mustahik dan anak yatim yang mengikuti khitanan massal tersebut. (kmf/lusy)

Rustam Minta Pertamina Tambah Stok Solar di Bontang

0
Rustam (PPID DPRD Bontang)

BONTANG – Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam meminta PT Pertamina menambah ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Bontang. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan kendaraan, terutama jenis truk yang kerap mengantre di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Meski kini sebagian SPBU telah dan akan menerapkan fuel card saat pengisian BBM, namun selama tidak ada pembatasan pembelian di setiap kendaraan, tentu kekurangan pasokan masih akan terus terjadi.

“Intinya kami (Komisi II, Red.) menyambut baik inovasi Pertamina ini. Namun keluhan para sopir truk ini juga harus didengarkan. Kami bersama pemkot juga sudah sering kali bersurat ke Pertamina untuk meminta tambahan kuota solar di Bontang,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/7/2022).

Diketahui, sejauh ini baru SPBU Koperasi Karyawan (Kopkar) PKT di Jalan Brigjen Katamso yang telah menerapkan pengisian solar melalui pembayaran non-tunai. Dalam waktu dekat, SPBU Akawi yang berada di Jalan MT Haryono juga akan menyusul. Setelah itu, berlanjut ke SPBU di Jalan Jenderal Sudirman Tanjung Laut, SPBU kilometer 3 Jalan Arif rahman Hakim, dan SPBU kilometer 5 Jalan Poros Bontang-Samarinda.

Pembelian solar melalui fuel card ini wajib menyertakan hasil uji layak kendaraan (kir). Dari persyaratan itu, banyak truk yang akhirnya gagal memenuhi kualifikasi lantaran kendaraannya sudah dimodifikasi, terutama di bagian bak. Sesuai ketentuan, tinggi bak truk seharusnya 70 sentimeter. Namun banyak sopir yang meninggikan truk menjadi 80 sentimeter. (advmk)

Sertifikasi Naker Lokal Belum Maksimal

0
Anggota Komisi I DPRD Bontang Muhammad Irfan

BONTANG – Kalangan DPRD Bontang menilai, kontribusi perusahaan dalam menyertifikasi tenaga kerja (naker) lokal belum maksimal. Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Bontang Muhammad Irfan.

“Saya dengar langsung keluhan tenaga kerja bahwa Pupuk Kaltim sendiri hampir bisa dibilang tidak pernah melakukan sertifikasi,” ujarnya.

Irfan menjelaskan, setiap ada penerimaan, baik itu tenaga TA ataupun proyek. Perusahaan selalu mengutamakan tenaga kerja bersertifikasi. Disinilah kelemahan calon tenaga kerja lokal. Buntutnya, perusahaan merekrut pekerja dari luar daerah.

“Ke depannya, baik Pupuk Kaltim maupun seluruh stakeholder yang ada di kawasan industri perusahaan, dimohon agar  mengadakan sertifikasi supaya tenaga kerja lokal memiliki daya saing,” sebutnya.

Irfan mengharapkan, tenaga kerja lokal tak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. “Banyak kasus terjadi karena tenaga kerja lokal kita tak memiliki sertifikasi, itu makanya banyak yang jadi penonton di daerahnya sendiri,” paparnya.

Untuk itu, Irfan mengharapkan main contractor agar dapat memonitoring subkon-nya dalam hal rekrutmen, sehingga tidak menyalahi aturan dan prosedur dalam pengupahan dan sertifikasi.

“Kami berharap seluruh perusahaan yang beroperasi di Bontang bisa memperhatikan tenaga kerja lokal, agar regenerasi tenaga kerja lokal bisa lebih bagus lagi,” tandasnya. (adv/ref)

Peringati Idul Adha, Sekretariat DPRD Kaltim Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban

0
Prosesi penyembelihan hewan kurban yang disaksikan Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo, Sekretaris DPRD Kaltim Muhammad Ramadhan, dan sejumlah pejabat Struktural di halaman kantor DPRD Kaltim, Rabu (13/7) lalu.

SAMARINDA – Masih dalam suasana hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah, Sekretariat DPRD Kaltim melaksanakan penyembelihan hewan qurban yang digelar dihalaman kantor DPRD Kaltim, Rabu (13/7) lalu.

Tampak hadir dalam prosesi penyembelihan tersebut Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo, Sekretaris Dewan Muhammad Ramadhan, dan jajaran pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Setwan.

Sigit Wibowo mengatakan bahwa acara ini digelar sebagai agenda tahunan untuk merayakan Idul Adha dan sebagai pimpinan DPRD Kaltim turut mengapresiasi kegiatan tersebut untuk mengambil hikmah dari sejarah nabi Ibrahim dan nabi Ismail.

“Alhamdulillah tahun ini angka penyebaran covid-19 sudah berkurang jauh sehingga masyarakat sudah bisa melaksanakan sholat ied dan penyembelihan secara gotong royong. Hasil pemotongan hewan kurban akan dibagikan ke warga sekitaran Kantor DPRD Kaltim,” ujarnya.

Senada hal itu, Muhammad Ramadhan menyampaikan rasa syukur ditahun ini dapat melaksanakan kurban 2 ekor sapi oleh Sekretariat DPRD Kaltim dan semoga ini dapat menjadi agenda yang semakin meningkat tiap tahun sebagai syiar Islam. Lanjutnya, daging kurban akan dibagikan melalui ketua RT di lingkungan sekitar kantor sebagai bentuk rasa syukur terhadap Allah SWT.

“Untuk menerapkan protokol kesehatan dan menghidari kerumunan maka daging kurban ini nantinya akan diberikan kepada ketua-ketua RT sekitar kantor dan kemudian akan dibagikan kepada warganya,” katanya. (adv)

DPRD Kaltim Sambut Baik Program Sanitasi dan Air Minum se-Kaltim

0
Dipimpin Veridiana Huraq Wang, Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Rapat Gabungan Komisi III dan Komisi I DPRD Kaltim, Selasa (12/7) yang membahas program Sanitasi dan Air Minum se- Kalimantan Timur

SAMARINDA – Melalui Rapat Gabungan Komisi III dan Komisi I DPRD Kaltim, Selasa (12/7) yang membahas program Sanitasi dan Air Minum se- Kalimantan Timur oleh Pokja Air Minum dan Sanitasi dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL).

DPRD Kaltim melalui Komisi tersebut menyambut baik program tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Veridiana Huraq wang berharap program ini dapat tersosialisasikan dengan baik hingga menyentuh langsung ke masyarakat.

Terkait program yang ada Veridiana menyebut bahwa memang untuk menjalankan sebuah program diperlukan perencaan yang matang. Artinya program yang berjalan harus difikirkan dari mulai perencanaan, pelaksanaan hingga bagaimana akhirnya.

“Pelaksanaan program harus sepaket agar tidak mangkrak ataupun menyebabkan problem, misalnya saja untuk bank sampah harus difikirkan hingga bagaimana agar sampah terangkut dan tidak tertumpuk hingga akhirnya menjadi problem,” kata Veri memberi contoh.

Kepala Dinas PUPR AM Fitra Firnanda sekaligus Ketua Pokja AMPL dalam pertemuan menjelaskan sejumlah program yang kini sedang berjalan. Menurutnya program tersebut juga berdasarkan Perpres Nomor 18 Tahun 2018 tentang RPJMN 2020-2024 terkait penyediaan akses air minum dan sanitasi layak dan aman. “Parameternya dari jumlah penduduk, apapun yang dilakukan oleh daerah akan berpengaruh pada capaian nasional,” ucap Fitra, Ketua Pokja AMPL.

Disebutkan Fitra, salah satu program kerja yang dilakukan oleh Bidang Cipta Karya yaitu program pengelolaan dan pengembangan sistem penyediaan air minum, selain itu program pengembangan sistem pengelolaan persampahan regional. Dan Program pengelolaan dan pengembangan air limbah.

Mengingat program ini merupakan program dari pemerintah pusat, dijelaskan dalam pertemuan tersebut bahwa diperlukan sinkronisasi pada aspek perencanaan pembangunan antar tingkatan pemerintahan, antar daerah dan antar dokumen perencanaan. Sehingga sinergi dan sinkronisasi menjadi kunci pencapaian target nasional. Inilah mengapa capaian target nasional pada dasarnya adalah akumulasi dan capaian di masing-masing daerah.

Untuk capaian di Kaltim saat ini, Pojka menyebut bahwa berdasarkan target air minum dan sanitasi layak dalam RPJMD 2019-2023 pada tahun 2022 capaian akses air minum layak prediksi mencapai sekitar 72,00% dari target sebesar 68,53%.

Dan capaian pada tahun 2021 sebesar 70,78% dari target 66,53%. Hal ini mengindikasikan bahwa prediksi capaian 2021 dan 2022 telah melebihi target. Berbeda dengan target air minum layak, program pengembangan sistem dan pengelolaan persampahan regional/ capaian akses penanganan sampah domestik. Pada tahun 2021 target sebesar 68,38% hanya tercapai 62,52% dan target pada 2022 sebesar 69,74% memiliki prediksi capaian 63,52%.

Terkait capaian yang ada, sejumlah kendala dan permasalahan menjadi sandungan tersendiri dalam mencapai target yang ada. Diantaranya, yaitu pembangunan sektor sanitasi (ALD dan PS) belum menjadi prioritas di kabupaten/kota, menajemen databseline ALD dan PS masih cenderung belum 100% valid.

Sehingga di beberapa daerah masih sulit untuk menangani agar tepat sasaran. Sementara itu, Veridiana juga kembali menanggapi terkait sejumlah kendala yang menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Yaitu terkait aturan yang menyebabkan sulitnya penyediaan penampungan air seperti tendon bagi warga di daerah akibat terkendala pendanaan bantuan keuangan yang dibatasi pada nilai minimal Rp 2,5 Milyar.

“Pembelian tendon nilainya tidak mungkin Rp 2,5M, ini terkait Pergub 49 Nomor 2020, padahal pada satu desa tidak mungkin bisa menghabiskan dana sebesar Rp 2,5 Milyar untuk tandon,” keluh Veri. (adv)

Rp 5 Triliun Disiapkan Untuk Lanjutkan Tol Balikpapan-IKN dan Samarinda-Bontang

0

SAMARINDA – Ketua Komisi III DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang mengatakan, setelah Kaltim ditetapkan sebagai IKN Nusantara, banyak hikmah pembangunan yang diperoleh Kaltim. Salah satu diantaranya adalah 70 persen kewenangan atas jalan-jalan provinsi kini beralih ke pemerintah pusat.

Dengan demikian akan ada tambahan anggaran dari APBN untuk melanjutkan dan meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan di Kaltim. Diantaranya kelanjutan proyek jalan Tol Balikpapan menuju IKN dan Tol Samarinda-Bontang dengan pos anggaran sebesar Rp 5 triliun.

“Kewenangan sudah dibagi. Sempat kita berbicara dengan Balai Jalan, di Balikpapan rencana dengan IKN akan ditingkatkan lagi ke depan, naik jadi Rp 5 triliun buat jalan. Termasuk Tol Balikpapan ke IKN, Samarinda ke Bontang. Itu akan dilanjutkan lagi tolnya. Ini hikmah dari IKN atas pembangunan yang ada di Kaltim,” katanya.

Selain itu, terang Politisi PDIP ini, jalur Berau-Kutim juga mendapat bantuan anggaran dari APBN. Untuk jalan ini telah dianggarkan untuk perbaikan jalan sebelumnya sebesar Rp 450 miliar untuk 3 tahun berjalan. “Jalur Berau-Sangatta ini Rp 450 miliar untuk 3 tahun. Ini sudah tahun ke 2, nanti habis akhir tahun baru kembali dianggarkan,” katanya.

Dengan anggaran tersebut, program pengerjaan yang menjadi prioritas adalah penanganan lokasi jalan yang parah, longsor dan banjir. “Makanya kita lihat ini kegiatan ada terus dan diprioritaskan di tempat yang parah, seperti longsor, kemudian banjir. Tempat yang parah ini terutama di tempat yang banjir, kan juga harus dikerjakan paritnya dulu,” terangnya.

Dikatakannya, karena kewenangan jalan-jalan di Kaltim banyak beralih ke pusat, maka provinsi tidak dapat lagi masuk untuk penganggaran. “APBN kan sudah ke situ, karena kalau sudah jadi kewenangan pusat, ya APBN kita tidak bisa masuk, karena bukan wewenangnya,” pungkasnya. (adv)

Angka Stunting Bontang Mencapai 19,5%, Tersebar di Semua Kecamatan

0
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Bahauddin.(Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Angka stunting di Kota Bontang berada di angka 19,5 persen. Ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bontang Bahauddin.

Dia menambahkan, angka stunting  Bontang masih fluktuatif tapi berada di bawah angka provinsi yakni 22 persen dan angka stunting nasional sebesar 24 persen.  “Alhamdulillah, kita masih di bawah angka nasional dan provinsi,” kata Bahauddin, Rabu (13/7/2022).

Dalam penanganan stunting, lanjut Bahauddin, pihaknya bekerja sama dengan dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Bapelitbang, serta stakeholder perusahaan.

Antisipasinya dengan rutin memeriksakan serta diagnosa antropometri terkait stunting seperti tinggi badan, berat badan, ukuran lingkaran lengan.

Bahauddin menyebutkan, masalah stunting akan dialami anak usia 2 tahun ke bawah pada 1.000 hari pertama bayi. “Di sini kita bekerja sama khususnya dengan Dinas Kesehatan untuk memobilisasi masyarakat ke posyandu untuk memeriksakan anak balitanya,” jelasnya.

Hingga tahun 2024, Bahauddin  menargetkan angka stunting di Kota Taman menurun hingga 14 persen. “Ini ‘kan tinggal 2 tahun, dengan harapan tahun depan bisa turun 3 persen setiap tahunnya dan akan mencapai di bawah 14 persen,” katanya.

Sementara untuk penyebarannya,  Bahauddin menyebutkan terjadi di semua kecamatan di Bontang. Stunting atau gagal tumbuh, biasanya terjadi pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. (ya)

Hendak Dipindah, Pedagang Citra Mas Keluhkan Infrastruktur Pasar

0
Wakil Ketua Asosiasi pedagang Pasar Citra Mas Loktuan, Nur Ahmad.(Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG– Pemindahan pedagang Pasar Citra Mas Loktuan ke gedung baru pada 18 Juli 2022 ditanggapi beragam oleh  para pedagang. Beberapa pedagang mengaku siap pindah, tapi mereka menuntut beberapa perbaikan.

Wakil ketua asosiasi pedagang Citra Mas Loktuan, Nur Ahmad mengungkapkan sebagian pedagang mau dipindahkan bahkan sudah menyiapkan segala hal bila sewaktu-waktu harus pindah sesuai keputusan Diskop UKMP.

Walau begitu, ada beberapa pedagang yang masih mengeluhkan kondisi pasar baru yang akan mereka pakai. Seperti pintu gerbang hanya satu, sehingga membuat hambatan ketika keluar masuk. Masalah lain, belum adanya saluran selokan untuk limbah.

“Sudah siap pindah, namun mungkin bertahap. Kan tidak bisa langsung pindah semua. Ini jalanan yang cuman satu sangat mempengaruhi keselamatan,” kata Ahmad, Rabu (13/7/2022).

Pedagang lain, Edi Setiawan mengaku sudah tahu akan dipindah, tapi dia mengharapkan beberapa perbaikan dan pembenahan. Keluhan utama, terkait masih belum adanya saluran limbah dan akses jalan hanya satu tempat.

“Kami meminta, bukan menolak kepindahan kalau bisa disiapkan semua, tetap kami akan pindah,” jelas Edi.

Edi yang telah 20 tahun lebih berjualan asesoris di Pasar Citra Mas Loktuan ini, juga mengeluhkan kondisi lapak tempatnya berjualan. Dia menyebutkan kondisi lapak saat ini masih tidak sesuai dengan luas lapak yang sebelumnya dia miliki.

Salah satu pedagang, Edi Setiawan yang masih keluhkan kondisi Infrastruktur pasar.(Yahya Yabo/ Media Kaltim)

“Kalau masalah lapak, tidak sesuai masih minim sekali, jauh dari ukuran. Misalnya ukuran lapak saat ini 3×4 meter yang di tempat baru 1×2 meter,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Andi Parenrengi mengatakan, telah memberikan kesempatan kepada pedagang untuk pindah pada tanggal 18 Juli dengan mempersiapkan lapak maupun kios pedagang.

“Kami sepakat jika pedagang pindah semua pada 18 Juli itu. Sambil berbenah apa saja kekurangan yang ada di Pasar Loktuan,” jelas Andi.

Selain itu, dengan pindah ke gedung baru, nantinya UPT pasar dapat lebih mengetahui kekurangan apa yang dibutuhkan pedagang. Terkait keluhan lainnya, pedagang juga masih sering menyampaikan langsung kepada UPT Pasar.

Disebutkannya, data pedagang yang tercatat di UPT Pasar sebanyak 561 pedagang yang akan dipindahkan, baik yang memiliki lapak maupun yang hanya di emperan. (ya)