Beranda blog Halaman 1231

Cegah Lonjakan Covid-19 Pasca Lebaran, Polsek Bontang Selatan Patroli Prokes

0

BONTANG – Mencegah gangguan kamtibmas dan penyebaran Covid-19  paska Idul Fitri personel Polsek  Bontang Selatan Jajaran Polres Bontang melaksanakan patroli rutin edukasi protokol kesehatan (prokes) dan pembagian masker kepada warga, Sabtu  (07/05/2022).

Kegiatan patroli dan pembagian masker ini dilaksanakan dengan menyambangi, Pasar Malam Berbas, PKL, Pasar Rawa Indah, masyarakat yang beraktivitas, serta tempat keramaian lainnya di wilayah Polsek Bontang Selatan.

Dalam kegiatan tersebut selain memberikan imbauan kamtibmas dan edukasi prokes kepada pedagang dan pengunjung, personel Polsek Muara Badak juga memberikan masker bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi S.H.,S.I.K.,M.H melalui Kapolsek Bontang Selatan Iptu Abdul Khoiri mengatakan, kegiatan patroli dilakukan di tengah masyarakat sebagai upaya preventif Polsek Bontang Selatan untuk mencegah adanya gangguan kamtibmas menjelang Pasca libur idul Fitri.

Harapannya warga di wilayah hukum Polsek Bontang Selatan dalam keadaan aman, dan kondusif . Petugas juga menyampaikan kepada warga terkait edukasi protokol kesehatan dan harkamtibmas.

“Kami tidak akan bosan-bosan untuk selalu mengimbau masyarakat betapa pentingnya mentaati protokol kesehatan, agar tidak ada lonjakan Covid-19 di wilayah hukum Polsek Bontang Selatan,” tegasnya.

Iptu Abdul Khoiri berharap, kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan tidak kendor pasca Lebaran. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Mari bersama-sama mengikuti imbauan yang telah disampaikan pemerintah terkait protokol kesehatan, seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, selalu menggunakan masker, jaga jarak dan jangan berkerumun,” pungkasnya. (hms)

Najirah Pastikan Lauk Program Rantang Kasih Layak untuk Lansia

0
Wawali Najirah saat sidak ke Pokmas Sehat Sejahtera untuk pastikan lauk layak untuk lansia.

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah mendadak mendatangi Kelompok Masyarakat (Pokmas) Sehat Sejahtera yang bermukim di Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, Sabtu (7/4/2022) sore. Pokmas itu salah satu penyalur makanan bagi lanjut usia (Lansia) dalam program unggulan Basri Rase-Najirah, Program Rantang Kasih.

Kedatangan Wawali tersebut  terkait sorotan Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Hasdam terhadap Program Rantang Kasih beberapa waktu lalu. “Tujuannya untuk memastikan menu yang disalurkan untuk para lansia bergizi dan layak disajikan dan sebagai bahan evaluasi, jangan sampai ada lagi keluhan,” tegas Najirah.

Najirah kembali menegaskan kepada Pokmas yang dipercaya menyalurkan makanan bagi Lansia agar suportif dan tidak gegabah saat menyajikan makanan. Menurut Najirah, program ini akan terus menjadi sorotan kedepannya bila ada menu makanan yang dinilai kurang ideal.

“Dinkes (Dinas Kesehatan, Red.), Dissos-PM (Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Red.), dan tim teknis pelaksana program ini untuk dilakukan evaluasi,” terangnya.

Dikonfirmasi tempat yang sama, Pokmas  Sehat Sejahtera, Faridah Jumaidah mengklaim menu yang disuguhkan sudah melewati kontrol Dissos-PM dan Dinkes.  Setiap makanan katanya, layak dan bisa dimakan oleh para lansia. Dia menyebutkan, pada Mei 2022 menu lauk ada ayam 18 kali, daging  sapi 10 kali, ikan 16 kali, dan telur 18 kali.

“Kami cuma memasak saja, jadi menu itu dari Dissos-PM dan juga dari Dinkes,” pungkasnya. (ahr)

Libur Pekan Terakhir Lebaran, Pulau Beras Basah Dikunjungi Ribuan Wisatawan

0

BONTANG – Memasuki pekan terakhir libur Lebaran, Pantai Beras Basah diserbu wisataran. Bahkan dalam dua hari terakhir, jumlah pengunjung mencapai 5.653 orang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Zainuddin mengatakan, dari data yang dihimpun instansinya, pada Sabtu (7/5) jumlah wisatawan mencapai 3.127 orang. Dari jumlah itu, 2.839 orang diantaranya wisatawan lokal. Sementara wisatawan luar daerah mencapai 288 orang.

Sementara pada Minggu (8/5) siang, jumlah wisatawan mencapai 2.562 orang. “Sebagian besar warga Bontang, jumlahnya 2.119 orang. Sedangkan, warga luar Bontang mencapai 407 orang,” katanya.

Data ini dihimpun sejak pukul 07.00 hingga 12.00 Wita siang. “Kemungkinan masih bisa bertambah sampai sore,” kata Zainuddin, Minggu (8/5/2022) siang.

Tim BPBD Bontang melakukan pemantauan di lapangan dengan menerjunkan 12 personil dan 2 unit speed boot. Patroli ini sebagai upaya pengawasan dan pemberian arahan mengenai penerapan protokol kesehatan terhadap wisatawan.

Tim patroli BPBD juga melakukan penyelamatan dan pertolongan kepada setiap wisatawan jadi terjadi sesuatu hal yang mengancam. “Kami juga turunkan tim medis untuk mengantisipasi setiap kejadian,” tuturnya. (ahr/mk)

Libur Lebaran, Polsek Marang Kayu Tingkatkan Pengamanan Pantai Kersik

0

BONTANG – Mencegah gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, Polsek Marang Kayu melaksanakan pengamanan Obyek Wisata Pantai Biru Desa Kersik Kecamatan Marang Kayu, Minggu (08/05/2022)

Kegiatan Pengamanan di obyek wisata tersebut melibatkan petugas gabungan dari Polsek Marang Kayu bersama Pos Koramil Marang Kayu dan anggota Linmas

Kapolsek Marang Kayu AKP Slamet Riyadi mengatakan, Polsek Murang Kayu sengaja memperketat pengamanan obyek wisata  Pantai Biru Kersik  pada liburan Lebaran 1443 H bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas dan penyebaran Covid-19 di obyek wisata.

”Kami  bersinergi dalam melaksanakan pengamanan dengan  melibatkan personel Polsek Marang Kayu, Pos Koramil Marang Kayu dan anggota Linmas,” ungkap AKP Slamet Riyadi

Kapolsek menambahkan, selain melaksanakan pengamanan tersebut juga mengantisipasi agar tidak terjadi kemacetan dengan melakukan rekayasa lalu lintas. ”Kami mengimbau pengunjung wisata agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak serta mengikuti program vaksinasi baik dosis 1, 2 dan dosis 3 (booster),” pungkasnya. (hms)

Harga Rp 30 Ribu Termasuk Honor Pengantar Makanan, Klarifikasi Kepala Dinsos-PM Soal Program Rantang Kasih

0
Pemberian simbolis program rantang kasih kepada lansia beberapa waktu lalu.

BONTANG – Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Bontang, Bakhtiar Mabe mengklarifikasi soal program ‘Rantang Kasih’ Basri-Najirah yang sempat disorot Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. Andi Faiz sempat menyebut menu rantang kasih  kurang layak bagi lansia dengan kisaran harga Rp 30 ribu per porsi untuk satu orang. Padahal, menurut Andi Faiz, pembiayaan program rantang kasih mencapai Rp 2 miliar.

Bakhtiar Mabe menjelaskan, menu rantang kasih seharga Rp 30 ribu, bukanlah harga dari keseluruhan menu makanan yang disediakan bagi lansia. Melainkan, harga Rp 30 ribu itu, sudah termasuk biaya pengantaran dan honor dari pengantar makanan atau rantang kasih.

Disebutkan, Dinsos-PM mempercayakan kepada kelompok masyarakat (Pokmas) dari tiga kecamatan di Bontang untuk mengelola program itu.

“Jadi ini yang perlu diluruskan, Rp 30 ribu itu bukanlah harga utuh untuk menu makan. Jadi terbagi menjadi beberapa item. Harga makanan kisaran  Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu satu porsi. Dan Rp 10 ribu untuk biaya operasional, pembelian ATK buat laporan dan honor pokmas. Pokmas tidak boleh untung di menu makanan,” paparnya saat dikonfirmasi Jumat (6/5/2022).

Lansia penerima rantang kasih, mendapat jatah makan dua kali dalam satu hari, dan makanan  diantar langsung oleh masing-masing Pokmas di tiap wilayah.

Kemudian terkait pemilihan menu dalam rantang, Pokmas hanya melaksanakan saran dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang. Dimana, Dinkes yang menentukan standar gizi makanan yang diperlukan lansia, seperti memenuhi unsur hewani, nabati dan lainnya. “Setiap hari itu jenis menu makanannya juga berbeda-beda, tidak itu-itu terus,” jelasnya.

Bakhtiar Mabe mengaku sudah melakukan konfirmasi terhadap Pokmas yang dimaksud oleh Ketua DPRD Bontang, sewaktu menunjukkan foto menu rantang kasih yang hanya berisikan telur mata sapi, satu iris buah, satu tempe dan seporsi tumis kacang panjang beserta nasi. Tetapi jawaban dari yang bersangkutan menyatakan itu tidak benar. “Sudah saya tanya tapi tidak ada yang mengaku, tapi nanti saya cari tahu lagi karena ada fotonya ‘kan,” ucapnya.

Bakhtiar Mabe menegaskan jika itu benar maka pihaknya tidak segan memberikan teguran hingga sanksi. Rencananya pekan depan bakal melakukan evaluasi sambil menunggu jadwal kesiapan jadwal Wali Kota Bontang. “Pastinya dirapatkan dulu, kalau tidak bisa mengubah (standar yang ditentukan) ya akan kami ganti (Pokmas). Tapi ‘kan ada yang namanya teguran pertama, kedua dan ketiga,” tutupnya.(ahr)

Habiskan Anggaran Rp 2 Miliar, Menu Rantang Kasih Cuma Nasi, Telur, Tempe, dan Tumis

0
Ini dia penampakan Lauk pauk rantang kasih yang disorot dewan.

BONTANG – Program Rantang Kasih yang digaungkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase dan Hj Najirah kembali disorot DPRD Bontang.

Kali ini datang dari Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam. Ia menyayangkan menu makanan untuk warga lanjut usia (lansia) yang dinilai sangat sederhana.

Pria yang akrab disapa Andi Faiz memperlihatkan menu makanan Program Rantang Kasih hanya berisi nasi putih, telur mata sapi, tempe goreng, tumis kacang panjang dan seiris pepaya.

Menu makanan itu disalurkan di Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, Kamis (5/5/2022). “Alhamdulillah menu spesial di hari yang fitri, Rantang Kasih perlu perbaikan ke depannya. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda evaluasi buat perbaikan pelaksanaan rantang kasih,” sindir Andi Faiz digrup WhatsApp, Kamis (5/5/2022).

Politikus Partai Golkar itu tidak hanya sekali mengkritisi menu dari program rantang kasih. Di awal April 2022 lalu, ia juga mengeluarkan kritikan serupa.

Dia menilai menu makanan dengan anggaran Rp 2 miliar itu tidak sesuai dengan yang diperkirakan. Dengan harga paket makanan senilai Rp 30 ribu per porsi seharusnya penerima manfaat ini bisa mendapatkan makanan yang layak.

“Menu makanan seperti ini buat lansia sangat tidak layak. Buang-buang anggaran dengan biaya besar tapi tidak maksimal,” tandasnya.(ahr)

Lebaran Serentak 2 Mei, Menag: Semoga Jadi Cerminan Kebersamaan Umat Islam

0

JAKARTA– Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1443 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 2 Mei 2022, besok. Pemerintah berharap umat Islam di Indonesia dapat merasakan Idul Fitri secara bersama-sama.

“Kita berharap dengan hasil sidang isbat ini, seluruh umat Islam di Indonesia dapat merasakan Idul Fitri secara bersama-sama,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas, dalam sidang isbat yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Minggu (1/5/2022).

Menag Yaqut juga berharap Idul Fitri kali ini dapat menjadi cerminan kebersamaan umat Islam di Indonesia. Ia pun ingin kebersamaan itu bisa menjadi wujud kebersamaan sesama anak bangsa dalam menatap masa depan Indonesia.

“Semoga ini menjadi cerminan kebersamaan umat Islam di Indonesia dan kebersamaan ini mudah-mudahan jadi wujud dari kebersamaan kita sebagai sesama anak bangsa untuk menatap masa depan bangsa ini lebih baik secara bersama-sama,” ucapnya.

Seperti diketahui, pemerintah menetapkan1 Syawal 1443 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 2 Mei 2022. Ketetapan itu dikeluarkan berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag).

Sidang isbat digelar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (1/5/2022). Sidang isbat dihadiri terbatas secara fisik karena masih dalam kondisi pandemi Corona. Sejumlah undangan mengikuti sidang isbat secara online.

Sidang isbat dipimpin oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Sidang isbat juga dihadiri oleh pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, ormas Islam, hingga ahli astronomi. (*/dtc)

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1443 H Jatuh pada 2 Mei

0

JAKARTA – Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1443 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 2 Mei 2022. Ketetapan itu dikeluarkan berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag).

Sidang isbat digelar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (1/5/2022). Sidang isbat dihadiri terbatas secara fisik karena masih dalam kondisi pandemi Corona. Sejumlah undangan mengikuti sidang isbat secara online.

Sidang isbat dipimpin oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Sidang isbat juga dihadiri oleh pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, ormas Islam, hingga ahli astronomi.

“Berdasarkan hisab posisi hilal seluruh Indonesia sudah di atas ufuk serta laporan hilal sudah terlihat. Secara mufakat tadi 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh pada hari Senin tanggal 2 Mei 2022 Masehi,” ujar Yaqut.

Keputusan itu diambil setelah mendengarkan paparan dari tim Tim Unifikasi Kalender Hijriah serta laporan rukyat dari seluruh Indonesia. Rukyat sendiri digunakan untuk konfirmasi terhadap hisab dan kriteria yang digunakan.

Sebagai informasi, penentuan awal Syawal kini mengikuti kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Kriteria ini merupakan pembaruan dari kriteria sebelumnya, yakni 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat yang mendapat masukan dan kritik. (*/dtc)

Babinsa Koramil 0908-01/Loktuan Terlibat Pengamanan di Posko Lebaran

0

BONTANG– Babinsa Koramil 01/Loktuan, Kodim 0908/Bontang melaksanakan tugas  pengamanan di posko lebaran dalam rangka membantu tugas kepolisian sebelum dan sesudah lebaran. Pengamanan rutin tahunan ini, sebagai upaya untuk memberikan rasa nyaman bagi masyarakat, saat merayakan Idulfitri 1443 Hijriah.

Serka Purnomo selaku anggota Pos Pengamanan wilayah Bontang tepatnya di Pos pengamana lebaran Pelabuhan Loktuan mengatakan, hal tersebut dilakukan  guna membantu tugas Kepolisian dalam pengamanan menjelang dan sesudah lebaran.

“Kami berharap masyarakat tetap waspada terhadap apapun. Terus berhati-hati dan kami  siap menjaga 24 jam guna melayani masyarakat agar tetap aman dan nyaman saat berlebaran,” ungkapnya, Sabtu (30/04/2022).

Disamping it,  ia juga tidak hentinya mengingatkan warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan serta menjalani vaksinasi covid-19. Sebab, dua hal itu penting untuk menjaga diri dari penyebaran Covid-19,” ucap Serka Purnomo. (PendimBtg)

Pejabat Dilarang Open House, Hanya Masyarakat yang Diizinkan 

0

BONTANG– Menjelang Idulfitri 1443 Hijriah, Pemkot Bontang menerbitkan aturan batasan 75% untuk kapasitas masjid yang melangsungkan salat id.

Aturan itu tertulis dalam Surat Edaran nomor 188.65/594/BPBD/2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 di Kota Bontang.

Selain itu, perihal petunjuk teknis tercantum pada Surat Edaran Kementerian Agama Nomor 08 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Pada Bulan Ramadan Dan Idul Fitri Tahun 1443 Hijriah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bontang, M Izzat Solihin mengatakan, pelaksanaan salat id harus dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Setiap pengurus masjid diminta menugaskan anggotanya untuk memeriksa jamaah sebelum masuk ke dalam tempat salat.

“Boleh melaksanakan, mengikuti aturan Tim Satgas Covid-19 Bontang dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” kata M Izzat saat dikonfirmasi, Sabtu (30/4/2022).

Diketahui, ada sekira 154 masjid  di Bontang, namun hingga kini baru 81 masjid yang telah melapor dan akan menggelar salat id.

Selain pembatasan kapasitas jemaah, untuk mencegah   gangguan keamanan dan ketertiban, akan ada petugas keamanan yang berjaga di setiap masjid.  “Agar berjalan khidmat setiap jamaah diminta menjaga kekhusukan dalam beribadah,” sambungnya.

SE Kementerian Agama juga melarang open house bagi para pejabat pemerintah daerah. Sementara bagi masyarakat umum diperbolehkan dengan mematuhi prokes ketat. (ahr)