Beranda blog Halaman 1251

Gunung Elai Terendam Banjir, Kantor Kelurahan Jadi Tempat Penampungan Pengungsi

0
Kondisi Kelurahan yang dijadikan tempat pengungsian.(Annisa/Radar Bontang)

BONTANG – Banjir kembali menggenangi beberapa wilayah di Kota Bontang, sejak Selasa (25/1/2022) sore. Di antara yang terdampak yaitu Kelurahan Gunung Elai. Di Kelurahan Gunung Elai yang terdampak banjir di antaranya RT 19, RT 18, RT 13, RT 16, RT 43, dan RT 44. Yang paling terdampak yaitu RT 43.

Kelurahan Gunung Elai dibantu Ibu-ibu PKK, para RT, dan pegawai Kecamatan Bontang Utara membuka dapur umum untuk membantu para korban terdampak banjir. Selasa malam mereka bahu-membahu memasak makanan yang akan segera disalurkan.

“Jadi kami membuka dapur umum untuk memasak kebutuhan makanan para korban banjir. Setelah selesai akan langsung kami distribusikan, ” ucap Lurah Gunung Elai Sulistyo saat ditemui di Kantor Kelurahan, Selasa (25/1/2022) malam.

Lokasi Dapur Umum Kelurahan Gunung Elai (Annisa/Media Kaltim)
Selain dapur umum, kantor Kelurahan Gunung Elai juga menjadikan tempat tinggal pengungsian sementara warga RT 44 yang juga terdampak banjir. “Kami jadikan kantor sebagai tempat pengungsian sementara. Saat ini sudah ada 5 KK yang mengungsi di sini, ” jelas Sulistyo.

Ketua PKK Kecamatan Bontang Utara Catur, Ratna Juarsih, mengatakan dapur umum ini dibuat dengan swadaya berbagai pihak. Selasa malam didistribusikan 100 bungkus makanan kepada korban banjir.

“Malam ini (Selasa malam, Red.) kami masak seadanya dulu karena ini mendadak. Ada mi, telur balado, dan tempe orek, sementara dibuat 100 bungkus untuk malam ini. Untuk besok pagi sepertinya akan lebih banyak lagi,” ujarnya.

Salah satu pengungsi, Murtifah, warga RT 44 mengatakan air masuk ke dalam rumahnya sejak magrib. Dia langsung mengikuti arahan lurah untuk segera mengungsi. “Langsung saya mengungsi sama anak-anak ke sini (kantor lurah), ” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, curah hujan yang cukup tinggi sejak Selasa (25/1/2022) dinihari membuat beberapa wilayah di Kota Bontang tergenang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang Zainuddin menjelaskan, banjir kali ini tidak hanya karena curah hujan yang tinggi, melainkan banjir kiriman daerah lain seperti dari Kutai Timur (Kutim). (ahr)

Bangun MPP, DLH Minta Lokasi Alternatif Tak Timbulkan Masalah Baru

0
Lokasi workshop, gudang, dan kantor milik DLH yang ada di belakang Kantor Disdamkartan Bontang. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ikut berkomentar terkait rencana dibangunnya Mal Pelayanan Publik (MPP) tahun ini di kawasan Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang.

Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo mengatakan, pihaknya mendukung kebijakan pemkot tersebut. Namun terkait pemindahan ke lokasi alternatif, harus dipikirkan secara matang agar tidak menimbulkan masalah baru.

Heru menyampaikan, di lokasi halaman sebelah kanan Kantor Disdamkartan, juga dipakai untuk lokasi parkir armada angkutan sampah. Di bagian belakang kantor, juga terdapat workshop, gudang, dan kantor milik DLH, dimana ketiganya saling berkaitan.

Jika dipindah ke kawasan dekat pemukiman, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah sosial seperti kebisingan dan bau tak sedap. Sementara bila dipindah di kawasan Bontang Lestari, dinilai tidak efektif. “Petugas pengangkut sampah kami sudah bekerja sejak jam 2 subuh. Kalau dipindahkan ke lokasi yang jauh dari kota, tentu tidak efisien,” bebernya saat dikonfirmasi, Selasa (25/1/2022).

Jangan sampai jika salah kebijakan, sambung Heru, bisa berdampak pada tidak diraihnya kembali penghargaan seperti Adipura atau Clean Land tingkat ASEAN, akibat kinerja yang kurang maksimal. “Mungkin alternatifnya bisa di di belakang kantor Damkar. Disitu ada parkiran bus yang bisa kita (DLH) pakai untuk memarkirkan armada kami,” usulnya. (bms)

Kota Taman Terendam Lagi, Waspadai Banjir Kiriman!

0
Banjir merendam sejumlah kawasan di Kota Bontang.

BONTANG – Belum genap sebulan, Kota Taman kembali dilanda banjir. Banjir terjadi karena curah hujan cukup tinggi, yang mengguyur sejak Selasa (25/01/2022) pagi.

Kepala BPBD Bontang Zainuddin mengungkapkan, banjir kali ini tidak hanya karena curah hujan yang tinggi, melainkan kiriman dari daerah lain seperti Kutim.

“Kalau untuk curah hujan, tadi pagi hujan tidak terlalu deras. Hanya saja kita dapat kiriman air juga dari atas, dari daerah Kutim, ” jelasnya kepada mediakaltim.com saat dihubungi, Selasa (25/01/2022) sore.

Menurut pantauan BPBD, banjir mulai naik sekitar pukul 15.00 Wita, dan terus naik hingga Selasa malam, padahal hujan sudah berhenti.
Disebutkan, beberapa lokasi yang saat ini terendam banjir adalah Jalan Ahmad Yani, Jalan Tomat, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pattimura, dan Jalan Tari Enggang.

“Banjirnya sudah naik dari jam 3 sore, dan sampai sekarang tim kami terus standby untuk memantau terus ketinggian air, ” ucapnya.

Wakil Wali Kota Bontang Najirah meninjau lokasi banjir, Selasa (25/1) malam.

Selain itu, letak geografis Kota Bontang juga memengaruhi terjadinya banjir. Menurut Zainuddin, beberapa lokasi yang rendah, sudah langganan banjir sehingga warga diharapkan waspada dengan banjir kiriman.

“Di beberapa daerah yang sudah langganan banjir perlu siaga, tapi semoga saja air tidak tambah naik hingga besok (Rabu),” katanya.

Saat ini, tim BPBD terus memantau ketinggian air di beberapa lokasi terdampak. Jika hujan tidak turun, maka bisa dipastikan malam ini banjir akan surut. Sebaliknya, jika hujan turun dengan deras, bisa jadi Bontang akan kembali terendam.

“Di kilometer 5,5 jika air sudah surut, InsyaAllah akan surut banjir malam ini. Tapi kalau hujan bisa jadi akan banjir lagi” tandasnya. (ahr)

Lima Tahun Buron, Polres Bontang Ringkus Pemalsu Dokumen di Madiun

0
Tim Rajawali Sat Reskrim Polres Bontang saat menangkap pelaku LE di Madiun. (ist)

BONTANG – Tim Rajawali Satuan Reskrim Polres Bontang berhasil menangkap LE, pelaku tindak pidana pemalsuan dokumen.

Pria berusia 30 tahun itu diringkus di rumahnya di Dusun Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Minggu (23/1/2022). Kapolres Bontang melalui Kasi Humas Kompol Suyono mengatakan, pelaku sudah buron sejak dua tahun lima bulan yang lalu.

“Keberadaaanya diketahui setelah mendapat laporan dari korban FIR. Warga Jalan Perumahan Kledan Mas RT 06, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang,” beber Suyono.

Pelaku, lanjut Suyono, sebelumnya bekerja di salah satu perusahaan leasing di Bontang. Modus penipuannya, LE memalsukan dokumen salah satu syarat pengajuan pinjaman, atas nama seorang nasabah. Yang mana jumlah pengajuan pinjaman, di luar batas kemampun nasabah dalam hal mengangsur pembayaran sesuai pokok utang yang diajukan.

Ketika perusahaan leasing menagih, nasabah yang bersangkutan membantah pernah mengajukan pinjaman. Saat dicari, pelaku sudah kabur ke luar daerah. “Akibatnya perusahaan mengalami kerugian hingga Rp 255.725.749,” terangnya.

Kini LE beserta barang bukti diamankan di Mapolres Bontang untuk menjalani penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, LE dijerat Pasal 263 KUHPidana tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (bms)

Telan Rp 17 Miliar, Mal Pelayanan Publik Akan Dibangun di Lahan Kantor Disdamkartan

0
Lokasi Kantor Disdamkartan yang akan dialihfungsikan menjadi Gedung MPP. (Bams/Radar Bontang)

BONTANG – Pemkot Bontang berencana membangun Mall Pelayanan Publik (MPP) pada tahun 2022. Tujuannya mempermudah masyarakat dalam mengurus berbagai perizinan dan pelayanan dalam satu gedung atau satu lokasi.

Noni Agetha, Kabid Sarana dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) mengatakan, MPP dibangun di atas lahan seluas 9.900 meter per segi, dengan luas bangunan 4.944 meter per segi.

Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 17 miliar dengan skema tahun tunggal (single year). “Mulai DED (Detail Engineering Design) dan anggarannya sudah siap semua,” ujarnya, saat ikut meninjau lapangan bersama Komisi III DPRD Bontang, (24/1/2022).

Bangunan empat lantai itu, direncanakan akan didirikan di kawasan kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), Jalan Piere Tendean, Kelurahan Bontang Kuala.

Saat ini, pihaknya bersama tim masih menyusun strategi agar aktivitas Disdamkartan serta Bidang Pertamanan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang ada di lokasi tersebut tidak terganggu.

Sehingga tetap bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. “Untuk alternatifnya belum bisa kami pastikan. Kami masih akan rapatkan lagi dengan Sekda. Yang pasti, akan ada solusinya,” terangnya.

Menanggapi kebijakan itu, Kasubbag Umum Disdamkartan Bontang, Sarkani menyampaikan, pihaknya pada dasarnya siap mengikuti apa yang telah direncanakan pemkot.

Namun untuk lokasi alternatif, diharapkan bisa ideal seperti yang dimiliki Disdamkartan saat ini. Mulai dari segi parkiran armada yang luas, dan tersedia sumber air. “Info dari Bapelitbang kami akan dipindah di belakang (Kantor Disdamkartan),” tandasnya. (bms)

Sempat Kesulitan Dapat Material, Perbaikan Jembatan Bontang Kuala Molor

0
Pekerjaan perbaikan jembatan kayu di kawasan RT 04 Bontang Kuala. Foto: Radar Bontang

BONTANG – Ketiadaan material papan dan balok ulin, sempat menjadi kendala proses perbaikan jembatan di wilayah permukiman atas laut Kelurahan Bontang Kuala (BK). Ditambah faktor cuaca yang tidak mendukung. Alhasil, Program Produta 2021 di beberapa RT di BK molor hingga akhir Januari 2022.

Kendati begitu, kini material sudah tersedia dan pengerjaannya dipastikan rampung dalam beberapa hari ke depan. Hal itu disampaikan M Aras, Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kuala Laut Sejahtera. “Kalau perbaikan jembatan sudah selesai. Sisa pengerjaan pagar di RT 10,” ujarnya di sela kunjungan lapangan Komisi III DPRD Bontang, Senin (24/1/2022).

Dia mengatakan, dalam program yang ditangani pokmas yang dia pimpin, ada tujuh jenis kegiatan. Tiga di antaranya perbaikan jembatan, lalu pembuatan pagar, pengadaan tandon air, pembuatan parit, dan pembangunan gapura. Dia memastikan pekerjaan yang dilakukan dengan melibatkan unsur masyarakat setempat, sesuai dengan ketentuan.

Ditambahkan anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdu Samad, usai meninjau ke lokasi pembangunan jembatan kayu di RT 03, 04 , dan 10 Bontang Kuala, pihaknya memastikan pekerjaan pagar yang belum rampung di RT 10, bisa selesai dalam lima hari ke depan. “Nanti saya akan kontrol lagi untuk memastikan,” bebernya

Adanya keluhan masyarakat yang menyebut pekerjaan perbaikan jembatan belum rampung karena volume yang belum terpenuhi, dia memastikan volume pekerjaan yang dilaksanakan sudah sesuai ketentuan. “Nanti kekurangannya sepanjang 20 meter yang arah ke masjid (RT 06) itu, akan dimasukkan dalam kegiatan Dinas Perkim (DPKPP) tahun ini. Saya sudah koordinasi dengan kepala Perkim tadi,” tutur Politisi Hanura itu. (bms)

Perbaikan Jembatan Bontang Kuala untuk Atasi Banjir Rob

0
Lurah Bontang Kuala, Suiza Ixan Saputro. (Bams/Radar Bontang)

BONTANG – Perbaikan jembatan kayu di beberapa RT yang ada di wilayah perumahan atas laut, salah satu fungsi utamanya untuk penanganan banjir rob.Dengan ditinggikannya jembatan, diharapkan bisa menjadi lokasi evakuasi saat air laut pasang. Demikian disampaikan Lurah Bontang Kuala, Suiza Ixan Saputro.

“Jadi warga bisa langsung selamatkan barang-barangnya di jembatan itu. Kalau jembatannya ikut terendam juga, akhirnya tidak ada tempat evakuasi warga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (24/1/2022).

Perbaikan jembatan ini, sambung Suiza, dilakukan secara swakelola oleh kelompok masyaraikat. Dari jembatan tiga RT yang diperbaiki, nilai perbaikan masing-masing RT berbeda. Untuk di RT 03 sebesar Rp 50,5 juta. Di RT 04 sebesar Rp 46,6 juta, dan di RT 10 sebesar Rp 56,3 juta.

Bahkan dengan sistem swadaya masyarakat, realisasi pekerjaan perbaikan jembatan justru melebihi dari target yang telah ditentukan. “Sekarang semua jembatannya sudah bisa dilewati,” terangnya.

Diakuinya, ketiadaan material di Bontang dan keterlambatan datangnya material dari luar daerah, menjadi kendala dalam perbaikan jembatan ini. Pekerja harus menunggu 3-4 minggu baru material tiba di Kota Taman. Namun ketika material kini sudah ada, dia optimistis pekerjaan pagar di RT 10 sudah bisa dirampungkan dalam beberapa hari ke depan. (bms)

Jabat Lagi Kepala Satpol PP, Ahmad Yani Bangga Berada Diantara Orang-orang Pilihan

0
Jabat Lagi Kepala Satpol PP, Ahmad Yani Bangga Berada Diantara Orang-orang Pilihan

BONTANG – Masa jabatan Ahmad Yani dalam mengemban tugas sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPND) Bontang selesai sudah. Selanjutnya Ahmad Yani menempati pos baru menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang.

Sebelum menjadi Kepala BPBD, Ahmad Yani pernah menjabat Kepala Satpol PP, setelah itu dirinya diberi amanah menjadi Kepala BPBD selama sekitar 7 tahun.

“Tanggal 5 Maret 2015 saya dilantik, dan per tanggal 17 Januari 2022 saya resmi dimutasi jadi Kepala Satpol PP. Sebanyak 2.547 hari saya mengemban amanah ini,” katanya, Senin(24/01/2022).

Dirinya mengungkapkan rasa haru sekaligus bahagia, karena semenjak menjabat sebagai Kepala BPBD, ia merasa beruntung berada di tengah orang-orang pilihan.

“Yang jelas saya bersyukur dan bangga berada diantara orang-orang pilihan Allah SWT. Ke 41 anggota saya dari mulai terbentuk sampai sekarang tetap setia, hanya pejabat struktural yang berubah, karena pekerjaan disini yang dibutuhkan kualitas bukan kuantitas, “ungkapnya.

Pria kelahiran Kubar, 31 Desember 1968 ini, mengaku bahwa pekerjaan serta amanah yang diembannya merupakan pekerjaan yang mulia karena bekerja dengan mengedepankan rasa kemanusiaan.

“Satu hal, ketika kita menjadi orang pilihan Allah SWT. Hal itu menjadi modal untuk bekerja karena ini soal kemanusiaan. Implementasinya yaitu ketika ada bencana, sebelum itu terjadi kita sudah hadir. Setelah kejadian pun kita tetap hadir, ” jelasnya.

Berbagai rintangan, suka dan duka telah dilewatinya bersama dengan seluruh staf dan anggota. Yang paling diingat, ketika ia baru dilantik sebagai Kepala BPBD, dan dalam kondisi tidak punya peralatan yang cukup, terjadi musibah tenggelamnya Kapal Titian Muhibah dengan rute Bontang menuju Mamuju.

“Kami sedang latihan tenda di Berbas Pantai, belajar apa sih bencana dan penanganannya. Tiba-tiba Allah SWT memberikan hadiah besar yaitu tenggelamnya Kapal Titian Muhibah, saat itu kami tidak ada anggaran, kantor, personal dan peralatan, bahkan kurang ilmunya, tapi saat itu harus ditangani dan telah menjadi isu nasional,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, perjalanan BPBD Bontang dibawah kepemimpinan Ahmad Yani terus menunjukkan eksistensi, profesional, dan totalitasnya dalam bekerja menanggulangi dan siap siaga terhadap bencana. Berbagai inovasi dan prestasi membawa BPBD Bontang menjadi contoh bagi OPD lain, dan juga role model untuk BNPB Pusat.

“Itu yang membangun kami, dan sampai akhirnya bisa jadi yang terbaik se-Indonesia, mensinergikan semua, saya kemarin dipanggil Desember dengan pusat, InsyaAllah kinerja dan sistem kami akan menjadi role model untuk BNPB pusat,” terangnya.

Ahmad Yani berpesan semoga semangat yang telah terbangun tetap terus terjaga sampai kapanpun. “Bentuk kekeluargaan kami sangat erat sehingga ada ikatan batin antara kami dan itu harus terus menjadi semangat bagi kita semua,” tandasnya. (ahr)

Baru Dua Bulan Bebas, Residivis Edarkan Sabu, Kembali Ditangkap Polisi

0
Busman dan barang bukti diamankan di Mapolsek Bontang Selatan (ist)

BONTANG – Baru dua bulan menghirup udara bebas, residivis kasus narkotika bernama Busman (46) kembali berulah. Dia ditangkap Unit Reskrim Polsek Bontang Selatan di kediamannya, Jalan sutan Syahrir RT 08, Kelurahan Tanjung Laut, Sabtu (22/1/2022) pukul 20.30 Wita, karena mengedarkan sabu-sabu.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasi Humas Kompol Suyono mengatakan, saat rumahnya digeledah, polisi menemukan 23 bungkus plastik berisi sabu-sabu dengan berat kotor 6,97 gram.

Selain itu juga ada barang bukti satu korek gas, satu alat hisap (bong), satu HP, empat plastik klip, dan uang tunai Rp 222.000. “Seluruh barang bukti itu diakui kepemilikannya oleh pelaku,” terang Suyono.

Menurut pengakuan pelaku kepada polisi, sabu-sabu tersebut didapat dari Samarinda. Dia memesan kepada seseorang, lalu barang haram itu dikirim lewat jalur darat. Alasan pelaku nekat menjalankan bisnis haram ini karena terhimpit ekonomi. Apalagi saat ini dia tidak memiliki pekerjaan alias menganggur.

Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 114 Ayat 1 Junto Pasal 112 Ayat 1, Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman empat tahun penjara. (bms)

Dua Rumah Terdampak Tanah Longsor, Babinsa Ikut Evakuasi

0
Babinsa bersama warga membantu membersihkan sisa longsoran yang menimpa rumah warga di RT 05 Tanjung Laut. (ist)

BONTANG – Musibah tanah longsor menimpa dua rumah warga di lingkungan RT 05, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Minggu (23/1/2022). Dua rumah tersebut rusak, terutama di bagian ruang tamu. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Menurut keterangan Mujianti, ketua RT 05 Tanjung Laut, penyebab musibah longsor itu yaitu kontur tanah yang terlalu lunak. Apalagi tidak ada parit di sekeliling rumah, sehingga air sering tertahan dalam tanah di sekitar rumah. “Posisi rumah juga berada di turunan,” terangnya.

Usai kejadian itu, warga setempat dibantu aparat kelurahan dan Babinsa, langsung membantu mengevakuasi dan membersihkan sisa-sisa longsoran. “Usai dapat laporan, kami langsung tanggap membantu warga. Dalam kondisi seperti ini, kami tentu sangat dibutuhkan,” ucap Babinsa Tanjung Laut, Serka Dwi Siswanto. (bms)