Beranda blog Halaman 1250

Puluhan Layanan Publik Bisa Diakses lewat Aplikasi “BontangKu”

0
Tampilan Aplikasi BontangKu. (tangkapan layar)

BONTANG – Super aplikasi (super apps) bernama “BontangKu” siap diluncurkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dalam waktu dekat. Kabid Penyelenggara E-Government Diskominfo Taufiqurrahman mengatakan, aplikasi ini dapat mengakses puluhan layanan publik hanya melalui genggaman tangan, sehingga dapat memudahkan masyarakat.

Adapun layanan publik yang tersedia seperti pemantauan Closed Circuit Television (CCTV) melalui program Integrasi Tampilan Informasi Pemantauan (INTIP), Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum (JDIH), informasi kebencanaan, Arsip Elektronik (E-Arsip), informasi Covid-19, perizinan digital, Sistem Informasi Pengadaan Barang atau Jasa (Simbaja).

Layanan lainnya yaitu Sistem Informasi Pengellaan Data Statistik Terpadu (Simpatiku), Sistem Informasi Manajemen Pegawai (Simpeg), Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N), atau Elektronik Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (E-LAPOR). Juga ada tata naskah (takah),informasi WiFi terdekat, informasi destinasi wisata Bontang, hingga infromasi pemberitaan.

“Saat ini aplikasi masih terus dipersiapkan. Peluncuranya masih menunggu waktu yang pas,” ujarnya saat dikonfirmasi belum lama ini. (bms)

Kecewa Tak Diberdayakan Perusahaan, Ratusan Sopir Truk Gelar Aksi Demo

0
Ratusan truk mengular di sepajang Jalan Pupuk Raya Kelurahan Guntung.

BONTANG – Ratusan sopir truk lokal yang tergabung dalam Persatuan Leveransir Bahan Bangunan (PLBB) Bontang menggelar aksi demonstrasi, Kamis (27/1/2022). Dengan membawa kendaraan truk masing-masing, mereka tampak mengular hingga tiga kilometer lebih dari Jalan Pupuk Raya sebelum Pos Hotel Equator yang menjadi lokasi utama aksi.

Dalam aksi itu, mereka menuntut pemberdayaan sopir lokal terhadap kegiatan penimbunan di lingkungan kerja PT Pupuk Kaltim. Termasuk salah satunya pembangunan pabrik Kaltim Amoniak Nitrat (KAN) di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE).

Mereka kecewa lantaran perusahaan beserta kontraktor perusahaan lebih memprioritaskan truk dari luar Bontang. “Tahun lalu sudah ada kesepakatan bahwa ketika ada kegiatan pengangkutan atau penimbunan, kami dilibatkan. Tapi sekarang itu tidak dilakukan,” kata Sekretaris PLBB, Ludin Limbong.

Aksi ini, kata dia, juga dilakukan lantaran PLBB tak menemukan titik terang dengan perusahaan meski telah berdiskusi. Padahal sebelumnya, mereka mengaku pernah diberdayakan. Namun belakangan terakhir, mereka hanya terlibat sebagai penonton.

Dalam aksi itu, ratusan pendemo dipertemukan dengan perwakilan PT Pupuk Kaltim beserta perwakilan PT Wijaya Karya (Wika) sebagai salah satu subkontraktor. Namun hingga aksi berakhir, kesepakatan final belum menemukan titik terang. Pertemuan dilanjutkan Jumat (28/1/2022).

Perwakilan PT Wika, Alif mengaku, pihaknya membantah jika disebut tidak memberdayakan sopir truk lokal. Sebab tiga subkontraktor yang telah ditunjuk, seluruhnya perusahaan asal Bontang. Ketiganya yakni PT Rajawali Perkasa Teknik, PT Mitra Nusantara Energi, dan PT Krida Sejahtera Jaya. “Kami sudah meminta ketiga perusahaan ini agar menggandeng PLBB,” tandasnya. (bms)

Terseret Arus Air, Bocah di Loktuan Ditemukan Meninggal di Gorong-Gorong

0
Kondisi korban saat dievakuasi lalu dibawa ke RS PKT. (ist)

BONTANG – Seorang anak laki-laki berinisial Fi (8) ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong kawasan Jalan Kapal Layar 3, RT 22, Kelurahan Loktuan, Kamis (27/1/2022) sore. Saluran air tempat Fi meninggal, lokasinya tak jauh dari rumah korban.

Bhabinkamtibmas Loktuan, Aipda Ahmad Bajuri mengatakan, sebelum ditemukan meninggal, bocah kelas 2 SD itu bermain air hujan di dalam saluran air bersama 5 temannya. “Saat itu main perosotan. Tapi karena aliran airnya deras, korban terseret arus hingga masuk ke gorong-gorong,” kata Bajuri saat dikonfirmasi.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 17.00 Wita itu, baru disadari warga ketika ada yang berteriak minta tolong. Namun belum sempat ditolong, nyawa siswa SD kelas 2 tersebut sudah tak bisa diselamatkan. Korban akhirnya dibawa ke RS PKT dengan kondisi badan membiru dan sudah tak bernyawa.

Atas kejadian ini, Aipda Bajuri mengimbau kepada warga dan orang tua, agar lebih berhati-hati saat memantau anak yang bermain di tengah guyuran hujan deras serta aliran air. Sebab hal itu bisa berujung celaka. “Harapannya kejadian serupa tidak terulang lagi,” pungkasnya. (bms)

Masuk Nominasi SNI, Pasar Tamrin Terus Perbaiki Kekurangan

0
Pasar Tamrin Bontang (dok)

BONTANG – Tahun ini, Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) masuk nominasi sebagai pasar dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Terpilihnya Pasar Tamrin menjadi salah satu dari 10 pasar yang ada di kabupaten/kota se-Kaltim.

Kasubbag Tata Usaha UPT Pasar, Kamil mengatakan, saat ini pihaknya terus fokus terhadap pembenahan agar bisa meraih predikat itu. Kata dia, butuh penyesuaian terhadap 32 indikator atau rekomendasi dari tim penilai.

Audit penilaian pun dilaksanakan sebanyak tiga kali ditambah dengan tahapan finalisasi. “Saat ini sudah audit kedua kalinya,” ujarnya, Kamis (27/1/2022).

Dari hasil audit itu, pihaknya kini terus memperbaiki kekurangan yang disampaikan tim penilai. Kamil menyebut, ada sejumlah item penilaian yang bisa dibenahi, dan ada pula yang sulit dibenahi lantaran faktor kondisi di lapangan. Seperti halnya masalah penataan atau zonasi. “Idealnya tidak boleh dicampur antara kelompok jualan kering, basah, dan yang khusus,” sebutnya.

Permasalahan yang terjadi, tata letak pasar saat ini sudah banyak diisi pedagang. Bila harus berpindah, tentu akan menyulitkan pedagang lagi nantinya. Di sisi lain, sejumlah sarana dan infrastruktur juga masih banyak perlu dibenahi agar sesuai standar.

“Seperti lantai. Tidak boleh licin dan bergenang. Saluran parit juga perlu dibenahi,” terangnya.

Sejauh ini, sambung Kamil, tersisa dua indikator penilaian utama dan dua indikator penilaian penunjang yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi UPT Pasar. Salah satu cara agar penilaian ini terpenuhi, harus didukung dengan anggaran. “Kami optimistis Bontang (Pasar Tamrin) bisa masuk kategori SNI,” tandasnya.

Untuk diketahui Badan Standardisasi Nasional (BSN) menerbitkan SNI Pasar Rakyat mulai 2015 dengan tujuan sebagai pedoman dalam mengelola dan membangun pasar rakyat serta memberdayakan komunitas pasar. Pengelolaan pasar yang baik dan profesional diharapkan dapat meningkatkan perlindungan terhadap konsumen dan pasar dapat bersaing dengan pusat perbelanjaan lainnya seperti mal, plaza, dan pusat perdagangan lainnya. (bms)

Tapal Batas Sidrap, Pemkot-DPRD Tunggu Putusan Mendagri

0
Wakil Ketua II DPRD Bontang, Agus Haris

BONTANG – Pemkot bersama DPRD Bontang masih menunggu surat balasan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal tersebut berkaitan dengan surat yang dikirimkan Gubernur Kaltim sejak 26 Oktober 2021 lalu, perihal permintaan revisi Peraturan Mendagri Nomor 25 Tahun 2005 tentang penentuan batas wilayah atau tapal batas Bontang dengan Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Gubernur masih menyepakati keputusan bahwa Sidrap berpindah menjadi bagian dari wilayah Bontang,” kata Wakil Ketua II DPRD Bontang, Agus Haris.

Kendati begitu, politisi Gerindra ini menyebut, akan ada potensi munculnya gugatan. Mengingat sebelumnya Kutim pernah menolak. Di sisi lain, apabila hasil putusan Kemendagri berpihak pada Kutim, tentu Pemkot Bontang harus menyiapkan langkah hukum berikutnya. “Ini untuk antisipasi. Makanya diadakan rapat. Sambil menunggu hasil putusan Kemendagri,” katanya.

(Sekda) Bontang, Aji Erlynawati

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, Aji Erlynawati. Menurutnya, apa yang disampaikan Agus Haris turut didukung. Persiapan mengenai langkah-langkah kajian, hingga komunikasi dengan Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutim perlu disusun. “Masyarakat Sidrap adalah warga Bontang yang harus dilayani. Tetapi karena ada masalah ini sehingga pelayanan yang diberikan belum bisa maksimal,” ujarnya. (bms)

Jadi Pesulap dan Badut, Menguntungkan sekaligus Bikin Bahagia

0

Berprofesi sebagai badut, Master of Ceremony (MC), dan pesulap merupakan kebanggaan bagi Rhoma, yang kerap disapa Oma. Baginya, menjadi badut adalah profesi yang menguntungkan dan menyenangkan.

Mungkin bagi sebagian orang masih menganggap hiburan badut dan sulap merupakan hiburan yang tabu dan membosankan. Namun, Oma membuktikan bahwa menjadi badut adalah hal yang menyenangkan dan dapat memberikan banyak manfaat.

Hal itu disampaikannya dalam Podcast “Meja Tamu” alias Media Kaltim-Praja Tatap Muka dengan tema “Dunia Sulap Bisa Bikin Bahagia” yang tayang di kanal Youtube Praja TV Bontang, Rabu (26/01/2022). Podcst ini kerjasama antara mediakaltim.com bersama Radio Praja TV, serta didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang.

“Ketika kita bisa menghibur orang lain dan mereka senang lalu tertawa, ada kepuasan tersendiri bagi saya, saya juga semakin merasa senang, ” ucapnya.

Menggeluti dunia sulap sejak 2009, berawal dari rasa penasaran Oma pada salah satu buku sulap yang ia baca. Sejak saat itu ia terus mempelajari secara otodidak trik-trik dalam sulap. Bahkan dirinya sudah sempat mengikuti salah satu ajang kompetisi sulap nasional yang ditayangkan di RCTI.

“Sejak 2009 belajar sulap dan makin ke sini makin penasaran dan memutuskan untuk otodidak. Alhamdulillah sudah beberapa kali menjuarai kompetisi sulap di beberapa kota, dan sempat masuk kedalam 20 besar ajang kompetisi sulap nasional, ” jelasnya.

Makin ditekuni, akhirnya sulap menjadi bagian dari hobi Oma. Tahun 2016 dirinya mencoba profesi lainnya sebagai badut. Dengan menjadi badut, ia bisa meneruskan hobi sulapnya sekaligus melatih mental saat tampil di depan umum.

“Tahun 2016 saya melihat peluang jadi badut ini menjanjikan, jadi menjadi badut ini sekaligus bisa memainkan atraksi sulap yang selama ini udah dipelajari,” katanya.

Di Bontang, badut masih memiliki sedikit peminat dibandingkan kota- kota lain. Oma pun terus menggeluti kariernya di Kota Samarinda, bahkan sudah pernah sampai ke Banjarmasin menjadi salah satu narasumber.

“Alhamdulillah, saya berkarier di Samarinda karena hiburan badut di sana sudah cukup familier. Dari mulai acara ulang tahun sampai acara family gathering semua menggunakan jasa badut sebagai hiburan” ujarnya.

Perjalanan karier Oma menjadi badut sudah melewati berbagai suka dan duka. Baginya membuat orang lain bisa tersenyum karena hiburan yang ia sajikan merupakan hal yang membuatnya puas dalam setiap penampilan.

“Suka dukanya banyak ya, saya merasa sangat senang ketika saya bisa membuat orang lain bahagia dengan penampilan saya. Dukanya, saat itu pernah alat-alat sulap yang harusnya dibawa malah tertinggal dan akhirnya memainkan sulap dengan peralatan yang ada di sekitar, ” kata Oma.

Menurutnya, berprofesi sebagai badut merupakan hal yang menyenangkan dan menguntungkan. Dari badut, dirinya sudah pernah mendapatkan honor sebesar 14 juta rupiah.

“Angka tertinggi yang pernah saya dapatkan yaitu 14 juta, tapi lagi-lagi tergantung kepada klien dan jenis trik sulap yang saya mainkan. Biasanya untuk acara ulang tahun yang ada di rumah mulai 500 ribu rupiah, ” tandasnya. (ahr)

Jalan Tembus Pupuk Raya Gelap Gulita, Kepala Dishub: Penyebabnya Kabel PJU Kendur

0
PJU di Jalan Eks Pupuk Raya.

BONTANG – Sejumlah Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Jalan Dr Cipto Mangunkusumo (Eks Pupuk Raya) terpantau banyak yang padam. Kondisi itu khususnya terjadi dari simpang Hotel Bintang Sintuk menuju simpang Loktuan.

Kondisi ini sempat disorot Faisal, anggota Komisi III DPRD Bontang. Politisi Nasdem itu menyebut, akan memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mempertanyakan kendala dan mencarikan solusinya. Sebab jika dibiarkan terus, dinilai membahayakan bagi pengguna jalan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dishub Bontang Akhmad Suharto menyampaikan, jika penyebab padamnya PJU di lokasi tersebut karena kabel kendur. Ditambah belum lama ini juga terdapat insiden kecelakaan tunggal yang berdampak pada robohnya tiang listrik di median jalan. “Segera akan kami perbaiki,” ucapnya, (26/1/2021).

Diakui Akhmad Suharto, untuk memperbaiki PJU itu, pihaknya saat ini terkendala mobil crane yang saat ini posisinya sedang masuk bengkel. Namun jika ke depan belum selesai, maka bisa menggunakan opsi peminjaman atau penyewaan mobil crane dari pihak lain. “Tunggu mobil crane dulu untuk memperbaiki dan merapikan kabel-kabelnya,” katanya. (bms)

Musrenbang Bontang Kuala, Perbaikan Trotoar Jadi Prioritas

0
Trotoar di jalan menuju terminal Bontang Kuala. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Dari 30 usulan prioritas yang terhimpun dalam Program Musyawaran Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Bontang Kuala di 2023 mendatang, perbaikan dan peningkatan trotoar menjadi salah satu yang diprioritaskan.

Trotoar yang dimaksud yakni di sepanjang Jalan Kapten Piere Tendean mulai gerbang masuk, hingga ke Terminal Bontang Kuala. Suiza Ixan Saputro, Lurah Bontang Kuala mengatakan, usulan tersebut menjadi prioritas lantaran berkaitan dengan penanganan banjir rob atau banjir akibat pasang air laut. “Yang mana ketika banjir rob pasang, trotoar ini sering dimanfaatkan warga atau pengunjung untuk akses jalan. Sekarang banyak yang sudah rusak sehingga perlu perbaikan,” ujarnya, (26/1/2022).

Di sisi lain, kata Suiza, kontur tanah pada badan jalan kini juga mengalami penurunan level hingga 30 sentimeter. Hal ini membuat air laut lebih tinggi ketika sedang pasang. Sehingga sulit dilalui kendaraan bermotor. “Pengajuan ini sudah masuk juga ke SIPD (Sistem Informasi Pembangunan Daerah). Semoga di tingkat kecamatan dan kota nanti bisa terealisasi,” katanya.

Ditanya soal besaran anggaran yang dibutuhkan, Suiza mengaku belum tahu secara pasti, sebab masih dalam proses kalkulasi. Adapun upaya lain dari penanganan evakuasi dari dampak banjir rob ini adalah, peninggian jembatan kayu di beberapa RT yang ada di permukiman atas laut. (bms)

Tumbuhkan Semangat Gotong Royong lewat Arisan Pagar Sukma

0

BONTANG – Paguyuban Warga Sukoharjo Makmur (Pagar Sukma) Kota Bontang, kembali menggelar arisan rutin dan silaturahmi, Selasa (25/1/2022) malam. Kali ini juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga, sebagai umpan balik atas program dan kegiatan kelurahan. Sehingga antara warga selalu terjalin komunikasi dan persatuan paguyuban.

Kegiatan awal 2022 itu dilaksanakan di kediaman Sumarno selaku korlap Bontang Barat, di Jalan Soekarno Hatta (Jalan Flores). Kegiatan rutin ini sebagai wahana silaturahmi sebulan sekali. Selain itu juga dijadikan media musyawarah untuk membahas kebutuhan dan permasalahan di dalam paguyuban.

“Jadi maksud dan tujuannya dari peseduluran sejati, seje rogo tunggal rogo,” terang Maryono, sekretaris Pagar Sukma. Dalam acara itu, Maryono yang juga menjabat Lurah Satimpo mengadakan sosialisasi agar warga Sukma mengikuti vaksin dosis ketiga sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Sementara Ketua Paguyuban, Eko Agustoro menambahkan, dalam arisan Pagar Sukma hadir lebih seratus orang dan tetap menjaga protokol kesehatan (prokes). Pertemuan rutin ini katanya, merupakan upaya untuk meningkatkan kebersamaan sehingga muncul perasaan sebagai bagian dari keluarga besar serta memunculkan semangat gotong royong.

“Dengan demikian interaksi sosial warga tetap terjalin, minimal warga mempunyai media sosialisasi dan silaturahmi sesama warga meskipun bersifat interaksi formal. Namun dari pertemuan inilah kemudian interaksi formal tersebut menjadi interaksi informal ketika warga menjalani kehidupan sehari-hari bersama warga Pagar Sukma,” paparnya. (dar)

Pertanyakan Pembangunan MPP di Kawasan Kantor Dinas PMK, Komisi III Panggil Pemkot

0
Abdul Malik (ist)

BONTANG – Rencana pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP), di kawasan Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, dipertanyakan Komisi III DPRD Bontang.

Wakil Ketua Komisi III, Abdul Malik mengatakan, dari hasil pengumpulan informasi yang dilakukan pihaknya saat kunjungan lapangan, diketahui belum terdapat gambaran yang jelas dari pemkot terkait lokasi alternatif Kantor Disdamkartan. Bila ingin dialihfungsikan, lanjut Malik, semestinya bangunan baru itu harus memiliki sejumlah fasilitas seperti yang ada sekarang.

Seperti kolam air, gudang penyimpanan alat, tempat parkir armada, hingga lokasi mudah diakses. Sehingga ketika terjadi kebakaran, petugas tetap bisa melaksanakan fungsinya dengan baik. “Idealnya justru dibangunkan dulu (Gedung Disdamkartan) baru bangunan lama dibongkar dan didirikan MPP,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (25/1/2022).

Politisi PKS ini menilai, aktivitas pemadaman kebakaran menjadi salah satu kebutuhan pokok. Untuk itu, pada Februari mendatang, pihaknya bakal kembali memanggil tim pemkot untuk menindaklanjuti kelanjutan program ini. Harapannya, ketika MPP dibangun, tidak sampai mengganggu pelayanan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. (bms)