Beranda blog Halaman 1249

48 Peserta di Bontang Jadi P3K Guru, Lengkapi Berkas Paling Lambat 4 Februari

0

BONTANG – Sebanyak 48 peserta calon Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) dinyatakan lolos seleksi kompetensi tahap kedua (tahap akhir).

Rinciannya, 3 guru jenjang TK, 2 guru jenjang SMP, dan 43 guru jenjang SD. Informasi itu disampaikan melalui Surat Keputusan Wali Kota Bontang No 810/06/BKPSDM.02 tentang hasil seleksi kompetensi dan persyaratan pengusulan nomor induk PPPK guru tahap kedua, di lingkungan Pemkot Bontang Tahun Anggaran 2021.

“Peserta yang dinyatakan lulus, agar segera melengkapi berkas pengusulan untuk penerbitan Nomor Induk PPPK guru tahap dua dalam bentuk softcopy dan hardcopy. Paling lambat 4 Februari 2022,” tulis Wali Kota Bontang, Basri Rase dalam surat tersebut, Senin (31/01/2022).

Adapun kelengkapan dokumen yang harus diunggah yakni pasfoto terbaru pakaian formal dengan latar belakang berwarna merah, ijazah asli yang digunakan sebagai dasar melamar jabatan, daftar riwayat hidup yang telah ditandatangani dan bermaterai, hingga surat pernyataan berisi 5 poin.

Kelima poin itu di antaranya, tidak pernah dipidana, tidak pernah diberhentikan atau berkedudukan sebagai CPNS, PNS, PPPK, TNI, POLRI atau pegawai swasta termasuk BUMN dan BUMD. Berikutnya tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis, serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI atau negara lain yang ditentukan oleh pemerintah. “Setelah diunggah, fisik (hardcopy) kelengkapan dokumen wajib diserahkan ke Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Bontang,” jelas Basri.

Seluruh tahapan pelaksanaan seleksi pengadaan PPPK guru, sambung Basri, tidak dipungut biaya alias gratis. Bagi pelamar yang memberikan keterangan tidak benar atau palsu pada saat berbagai tahapan pelaksanaan, Pemkot berhak membatalkan kelulusannya dan memberhentikan statusnya sebagai PPPK guru. “Keputusan panitia seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” tandasnya. (bms)

Warga Loktuan Ditemukan Gantung Diri di Kandang Ayam

0

BONTANG – Warga Jalan Makassar RT 25, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan geger. Penyebabnya, seorang pria berinisial SAU (24) ditemukan tewas gantung diri di salah satu kandang ayam milik warga, Minggu (30/1/2022).

Menurut keterangan Kapolsek Bontang Selatan Iptu Suyoko, penyebab pemuda tersebut mengakhiri hidupnya diduga karena depresi. Apalagi pada 2019 lalu, korban pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). “Berdasarkan identitas, korban merupakan warga Jalan Kapal Pinisi Loktuan. Istrinya kerja di luar negeri, dan sudah punya satu anak,” ucapnya, Senin (31/1/2021).

Dari hasil keputusan keluarga korban, mereka meminta proses autopsi tidak dilakukan kepada jenazah. Sehingga, langsung dimakamkan. Ditambahkan Babinsa Tanjung Laut, Serka Dwi Siswanto, sebelum memutuskan gantung diri, korban sempat mengirimkan pesan permintaan maaf melalui Whatsapp kepada salah satu temannya. Permintaan maaf itu disertai gambar tali yang akan dia digunakan untuk menggantung lehernya. “Akhirnya dicek oleh temannya dan kondisinya (tubuh korban) sudah tergantung,” bebernya.

Korban sempat dibawa ke RS Amalia. Setelah itu, dibawa ke rumah saudaranya di RT 55 Kelurahan Berebas Tengah. Sekitar pukul 20.30 Wita, korban kemudian dimakamkan di TPU Pisangan. (bms)

Posbindu Telihan Bersinar Diluncurkan, Wawali Najirah Ajak Tekan Risiko Penyakit Tak Menular

0
Wali Kota Bontang bersama seluruh kader saat Launching Posbindu Telihan Bersinar, Senin (31/01/2022). (Annisa/media kaltim)

BONTANG – Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Telihan Bersinar resmi diluncurkan Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Senin (31/01/2022). Peluncuran berlangsung di Balai Pertemuan Umum RT 03, sekaligus menjadi Posbindu kedua yang ada di Kelurahan Telihan.

Posbindu Telihan Bersinar dibentuk untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh terhadap masyarakat.

Lurah Gunung Telihan Rosman mengharapkan, keberadaan Posbindu bisa membantu masyarakat untuk mengetahui sejak dini kondisi kesehatan mereka tiap bulan.

Di tempat itu pula, kader Posbindu akan diberikan pelatihan agar dapat memberikan pelayanan dengan baik.

“Minimal masyarakat yang mungkin penyakitnya belum diketahui, bisa dideteksi oleh kader Posbindu ini. Dan mereka harus diberikan pelatihan, supaya saat menjalankan tugas paham apa yang menjadi tugasnya,” ucapnya.

Kehadiran dua Posbindu di Kelurahan Telihan, menurut Camat Bontang Barat Anwar Sadat, diharapkan mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kinerja para kader.

“Alhamdulillah di Telihan sudah ada dua, kami mohon teman-teman puskesmas dan kader, tidak salah dalam melaksanakan tugas dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Terima kasih kepada PT Badak dan PKT atas bantuan peralatan medis dan peralatan lainnya,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Bontang Najirah, mengapresiasi hadirnya Posbindu Telihan Bersinar. Ia berharap seluruh kader dapat bekerja secara profesional agar dapat menekan angka risiko penyakit tidak menular. Najirah juga mengajak masyarakat agar rutin memeriksakan kesehatan untuk mewujudkan keluarga yang lebih sehat.

“Saya yakin seluruh kader dapat bekerja secara profesional. Saya juga mengajak masyarakat Gunung Telihan dan sekitarnya. Mari kita memeriksakan kesehatan kita ke Posbindu, secara rutin tiap bulan,” ajaknya. (ahr)

Wawali Najirah Resmikan Posbindu, Cegah Penyakit Tak Menular

0

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah meresmikan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Telihan Bersinar, Senin (31/01/22). Dengan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Hapidah, Najirah secara resmi menetapkan beroperasinya Posbindu Bersinar di gedung pertemuan RT 3 di kawasan Hop 5 tersebut.

Lurah Gunung Telihan Roswan dalam sambutannya berharap Posbindu ini bisa berdampak pada pelayanan masyarakat. “Semoga Posbindu ini bisa membuat pelayanan meningkat. Rencananya juga yang bertugas nanti kita berikan pelatihan,”ucapnya.

Sementara Najirah mengajak masyarakat sekitar untuk dapat secara aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. “Saya mengajak masyarakat di Gunung Telihan rutin memeriksakan kesehatan di Posbindu untuk dapat mencegah terjadinya penyakit tidak menular,” ucap Najirah.

Ia juga menekankan, penyebaran penyakit tidak menular berpotensi untuk melemahkan keadaan sosial ekonomi. Karena itu, Posbindu hadir dalam konsep pencegahan penyakit tidak menular berbasis masyarakat.

Posbindu Bersinar dapat diakses oleh masyarakat sekitar dengan rentang usia 15-50 tahun secara gratis. Diharapkan penyakit tidak menular dapat dideteksi sedini mungkin, sehingga mengurangi potensi penyakit yang lebih parah.

Pada akhir kegiatan, Wali Kota Bontang Basri Rase menyempatkan hadir guna meninjau langsung keberadaan Posbindu Bersinar Kelurahan Gunung Telihan. (adv)

“Rantang Kasih” untuk Lansia, Dijadwalkan Pekan Kedua Februari

0
Bahtiar Mabe (ist)

BONTANG – Program Rantang Kasih atau pemberian paket makanan gratis kepada para lanjut usia (lansia) berstatus miskin dijadwalkan mulai pekan kedua Februari 2022. Program ini salah satu janji politik pasangan Basri Rase-Najirah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-PM) Bontang, Bahtiar Mabe mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk penyediaan makanan siap saji, rantang, biaya operasional, dan biaya kebutuhan lainnya. “Ada 88 lansia yang masuk kategori mendapatkan bantuan makanan gratis ini,” kata Bahtiar.

Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang merealisasikan program tersebut, pihaknya bersama rombongan yang lain juga telah melaksanakan studi banding ke dua kota di Jawa Timur, yang sudah lebih dulu menerapkan program ini, yakni Banyuwangi dan Surabaya. “Tujuan ke sana (Surabaya dan Banyuwangi) untuk belajar bagaimana sistem pelaksanaannya,” jelasnya.

Lebih lanjut Bahtiar memaparkan, program ini tidak sepenuhnya harus dibebankan kepada APBD. Tetapi, juga bisa berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun corporate social responsibility (CSR) perusahaan. Program ini juga bisa menggunakan sistem tender, swakelola, atau belanja langsung pengadaan, dengan memberdayakan warung dan ojek di sekitar lokasi.

“Rencananya, para lansia akan diberi makan dua kali sehari, yakni pukul 10.00 Wita dan pukul 17.00 Wita dengan pemberdayaan kelompok masyarakat di kecamatan,” tandasnya. (bms)

Diseret Buaya di Pantai Teluk Singkama, Bocah asal Bontang Berhasil Selamat

0
Riskianto Papa, Bocah (12) saat diberikan pertolongan di Klinik Pertamina. (Ist)

SANGATTA – Riskianto Papa, bocah asal Jalan Suparman RT 49 Kelurahan Belimbing Bontang Barat diterkam buaya saat sedang asyik berenang di Pantai Teluk Singkama, Sangatta Selatan, Minggu, (30/1/2023) sekitar pukul 12.30 Wita.

Ajaibnya, bocah 12 tahun itu selamat walau sempat diseret ke tengah laut oleh buaya yang diperkirakan sepanjang 2,5 meter itu. Walau berhasil menyelamatkan diri, predator raksasa itu meninggalkan bekas gigitan di tangan Riskianto.

Informasi yang berhasil didapat mediakaltim.com menyebutkan, korban bersama keluarga dan saudaranya berangkat dari Bontang untuk berlibur di Pantai Pasir Putih. Setibanya di lokasi korban langsung bermain bola di bibir pantai.

Bosan bermain bola, mereka lantas menuju ke laut untuk berenang. Pada awalnya beberapa anak itu masih berenang di pinggir pantai, namun lama kelamaan agak ke tengah. Disaat itulah, korban berenang agak berjauhan dengan saudaranya-saudaranya.

“Pamannya sebenarnya sudah melihat buaya itu. Jadi pamannya meneriaki korban, ngasih tau ada buaya di belakang. Cuma korban nggak ngerti, nggak lama disambar sama buaya itu,” jelas Kapolsek Sangatta Utara, AKP Rihard Nixon Sihombing saat dikonfirmasi.

Berdasarkan penuturan saksi, korban sempat dibawa ke tengah laut, ditarik hingga timbul-tenggelam. Disaat itulah keluarga yang berada di bibir pantai langsung meminta pertolongan kepada warga. Hingga akhirnya korban dilepaskan oleh buaya tersebut.

“Gak tau bagaimana itu ceritanya korban bisa lepas. Dia akhirnya bisa kembali ke pantai dan segera ditolong oleh warga dan dibawa ke Klinik Pertamina,” tambah Kapolsek.

Akibat serangan buaya tersebut, korban mengalami robek akibat gigitan buaya di tangan sebelah kanan serta lebam di pinggang kanan. Bocah beruntung itu mendapat 1 jahitan dalam dan 8 jahitan di luar.

Kapolsek telah mengarahkan Bhabinkamtibmas untuk bekerja sama dengan Kepala Desa agar membuat plang pengumuman larangan berenang di pantai. Dirinya juga mengharapkan kepada warga yang ingin berlibur di sepanjang pantai agar selalu waspada. (ref)

Masih Uji Coba, ETLE Statis Segera Difungsikan

0
ETLE statis yang terpasang di depan Denarhanud 002/ABC. (Bams/Media Kaltim).

BONTANG – Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis yang terpasang di depan Denarhanud Rudal 002/ABC bakal difungsikan dalam waktu dekat. Kabid Penyelenggaraan E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang, Taufiqurrakhman menuturkan, sampai saat ini alat tersebut masih berstatus uji coba. “Masih ada kendala teknis sehingga belum bisa difungsikan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (30/1/2022).

Nantinya pengaturan pengoperasian server dari pihak penyedia juga bakal dilakukan. Terakhir sebelum diberlakukan, pihaknya juga bakal kembali melaksanakan koordinasi dengan Satlantas Polres Bontang. “Target bisa rampung awal Februari,” terangnya.

Adapun jenis pelanggaran yang dapat ditindak melalui ETLE statis ini yaitu, pengendara tidak menggunakan sabuk pengaman, bermain handphone saat berkendara, melawan arus, dan tidak menggunakan helm. Kamera akan merekam nomor polisi kendaraan saat melintas di kawasan ETLE statis. (bms)

Kontainer Sangkut Kabel PLN, Disorot DPRD karena Melintas Siang Hari

0

BONTANG – Sebuah truk trailer membawa muatan kontainer tersangkut kabel PLN, saat melintas di depan Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Jalan Jenderal Soedirman, Sabtu (29/1). Untungnya tidak ada korban atas insiden ini.

Namun demikian, kejadian ini sempat sedikit menghambat arus lalu lintas dan menjadi sorotan warga. Pasalnya, truk tersebut melanggar jam operasional saat melintas di jalur kota.

“Maaf yaa, bukannya aturan di Kota Bontang kontainer 40 feet di jam kerja dilarang melintas di jalan kota ya? Seharusnya kan melintas di atas jam 10 malam,” ucap akun instagram @riobagas_24 mengomentari video truk tersangkut kabel yang telah beredar di mendia sosial.

“Tadi lewat sini pas berhenti di sampingku, ya Allah sawan. Langsung kuingat kecelakaan di Balikpapan itu,” timpal akun @indriwati26.

Sorotan serupa disampaikan Anggota DPRD Bontang Faisal. “Seharusnya kejadian di Balikpapan baru-baru ini menjadi pelajaran untuk Kota Bontang agar kendaraan berat tidak beroperasi pagi sampai sore hari di dalam kota. Mohon aparat dan dinas terkait sedikit tegas dengan aturan yang sudah ada,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub), Welly Sakius mengakui, truk trailer itu sudah masuk kategori kendaraan bertonase besar yang mengangkut peti kemas dengan 40 kaki. “Kalau melintas melanggar jam operasional,” ucap Welly kepada wartawan.

Dijelaskannya, untuk kendaraan bertonase besar untuk jam operasional dilarang melintas di wilayah kota antara pukul 21.00 Wita – 06.00 Wita. “Diatas jam itu dilarang,” katanya.

Namun demikian, masih ada toleransi, bila bagi kendaraan bertonse berat yang beroperasi di atas jam itu, harus dikawal polisi Satlantas.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Edy Haruna mengatakan pihaknya hanya memberikan teguran kepada sopir truk. Kabel yang putus, setelah tersangkut di badan kontainer sudah diperbaiki.

Menurut Eddy, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kejadian serupa dan laka lantas, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pengusaha logistik dan Dinas Perhubungan. (mk)

Diperkirakan Sudah 3 Hari, Wanita Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Rumahnya

0
Tim Inafis Polres Bontang saat memeriksa jenazah wanita paruh baya yang ditemukan tewas di rumahnya. (ist)

BONTANG – Wanita paruh baya berinisial UP (57) ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Surabaya, RT 19, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Jumat (28/1/2022) sekitar pukul 17.30 Wita.

UP ditemukan dalam keadaan tengkurap mengenakan kaus berwarna biru dan celana pendek. Posisinya berada di pintu rumah bagian samping. Badannya sudah membiru, wajahnya menghitam, serta mengeluarkan bau tak sedap.

Kapolsek Bontang Barat, Iptu Khoiri mengatakan, kepolisian mendapatkan laporan dari warga sekitar pukul 18.30 Wita dan langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Berdasarkan informasi kerabat korban, diperkirakan sudah meninggal sejak tiga hari lalu,” ujar Kapolsek.

Tim Inafis Polres Bontang sudah memeriksa lokasi dan jenazah. Dari pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan. Namun diketahui, UP pernah memiliki riwayat penyakit tifus dan liver, serta pernah dirawat intensif di RSUD Taman Husada Bontang. (bms)

Tak Layak, Armada DLH Butuh Peremajaan, Tahun Ini Usulkan Truk Konvektor

0
Armada pengangkut sampah milik DLH Bontang. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Sebagian armada pengangkut sampah dan penunjang kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang sudah tidak layak dan butuh peremajaan. Hal tersebut disampaikan Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo.

“Saat ini kami memiliki 11 unit truk sampah, tiga unit Arm Roll dan dua unit pikap. Bisa dibilang yang layak dan tidak layak fifty-fifty (50:50),” kata Heru saat dikonfirmasi belum lama ini.

Ke depan, pihaknya mengusulkan adanya peremajaan. Beberapa di antaranya yakni pengadaan truk konvektor yang bisa berfungsi sebagai pengepres sampah. Kelebihan lainnya truk konvektor itu yakni lebih ramah lingkungan, lebih efektif dan efisien, serta mengurangi dampak bau tak sedap jika dibandingkan dengan truk terbuka biasa.

”Di PT Badak dan PKT sudah pakai itu. Harapan kami maunya bisa direalisasikan tiga unit. Tetapi kalau tidak bisa (akibat keterbatasan anggaran) ya satu atau dua unit dulu,” pintanya.

Seharusnya, sambung Heru, pengadaan tiga armada itu bisa terealisasi. Sebab tahun lalu Bontang berhasil mendapat kucuran Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat sebanyak Rp 4,8 miliar. Ini berkat Kota Taman meraih predikat sebagai Kota Peduli Sampah.

“Jadi tidak pakai APBD. Apalagi kita (Bontang) sudah meraih penghargaan Clean Land tingkat ASEAN. Jadi minimal harus punya konvektor,” tandasnya. (bms)