Beranda blog Halaman 1248

Rampung, Warga Berharap Masjid Terapung Selambai Bisa Digunakan sebelum Ramadan

0
Penampakan Masjid Terapung Al Muhajirin yang telah rampung. (annisa/media kaltim)

BONTANG – Masjid terapung di Kampung Selambai, Loktuan telah rampung. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang masih menunggu pembentukan pengelola masjid sebelum masjid megah tersebut diresmikan.

Masyarakat di Kampung Selambai menginginkan masjid terapung segera diresmikan agar bisa digunakan untuk ibadah berjamaah. Penjual makanan di Pujasera Selambai, Anugrah, mengaku sangat menantikan peresmian masjid terapung yang bakal menjadi ikon Kota Bontang itu.

“Senang sekali kalau masjid ini cepat diresmikan karena kami sudah menunggu untuk bisa salat di sana,” kata Anugrah saat ditemui mediakaltim.com, Jumat (3/2/2022).

Anugrah juga berharap dengan hadir masjid terapung ini, dapat membuat Kampung Selambai semakin ramai pengunjung dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar Loktuan dan Selambai.

“Semoga kalau sudah bisa digunakan, banyak orang yang ingin ke sana, dan pujasera di sini bisa semakin ramai pengunjung,” harapnya.

Sementara, Ketua RT 03 Syahriani, mengungkapkan soal kepengurusan pengelola masjid perlu melibatkan masyarakat setempat. “Perlu ada kerja sama dalam pengelolaan masjid, tapi tetap dalam pengawasan pemerintah,” ucapnya.

Antusiasme juga datang dari nelayan Kampung Selambai, Nor Akbar Al-Islamie. Ia mengatakan Ramadan yang akan datang akan menjadi titik balik masyarakat, berbondong-bondong untuk beribadah di masjid tersebut.

“Saya senang sekali kalau bisa dibuka masjidnya sebelum bulan Ramadan. Saya yakin bulan Ramadan pasti jamaah akan ramai beribadah di sana,” katanya.

Soal pengelola masjid yang masih dalam proses pembentukan, ia mengatakan sebaiknya melibatkan para imam maupun takmir Masjid Al Muhajirin terdahulu sebelum terjadi kebakaran. “Tapi kembali lagi dengan keputusan pemerintah, baiknya seperti apa,” tegasnya.

Akbar sempat menyoal tata letak masjid terapung yang terlalu berhimpitan dengan pelabuhan dan kapal yang bersandar sehingga sedikit mengganggu pemandangan masjid yang berdiri megah.

“Karena masjidnya terlalu mepet, jadi kalo kita liat dari pelabuhan, viewnya sedikit terganggu dengan kapal bongkar muat yang bersandar. Mungkin bisa jadi pertimbangan nanti, bagaimana pemerintah menyikapi hal itu. Termasuk soal tempat parkir,” tandasnya.

Seperti diketahui, perencanaan pembangunan masjid ini rampung pada 2018 dan kemudian pada 2019 dilakukan pengerjaan tahap I senilai Rp 33,2 miliar. Pada 2020 dilanjutkan pengerjaan tahap II dengan anggaran mencapai Rp 28,2 miliar, dan proyek finishing pada 2021 ini senilai Rp 10,3 miliar.

Masyarakat mengusulkan nama masjid terapung ini Al Muhajirin, sama dengan nama masjid di sekitar lokasi yang sebelumnya digusur dan dipindahkan ke lantai dua pelabuhan Loktuan. (ahr)

Bantu Penderita Covid-19, Warga RT 07 Kelurahan Belimbing Galang Dana

0
Perumahan RT 07 Kelurahan Belimbing Jalan Anggrek. (annisa/media kaltim)

BONTANG – Warga di lingkungan RT 07 Kelurahan Belimbing berinisiatif mengumpulkan dana sumbangan dari masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan warga yang positif Covid-19 dan tengah menjalani isolasi mandiri.

Ketua RT 07 Khudori, mengatakan ide ini muncul ketika salah satu warganya terkonfirmasi positif Covid-19. Dia mengajak warga berdiskusi untuk mengumpulkan dana dari warga.

“Ide awalnya dari saya, saya coba diskusi sama warga dan mereka setuju, alhamdulillah bisa berjalan sampai sekarang, ” ucapnya.

Besaran sumbangan, lanjut Khudori, tidak dipaksakan. Tergantung kerelaan warga. “Terserah warga mau iuran berapa, yang penting ikhlas. Biasanya kami langsung list di grup bagi yang sudah ikut iuran,” jelasnya.

Sejauh ini, penghimpunan dana sumbangan terus dilakukan untuk membantu warga sekitar. Bahkan dana yang dikumpulkan hingga bisa membantu pengadaan gudang di RT 07.

“Alhamdulillah kami gunakan dananya untuk memberikan makanan serta buah kepada warga yang isoman. Sampai sekarang dananya masih cukup bahkan berlebih,” ujarnya.

Mengapresiasi hal tersebut, Lurah Belimbing Dwi Andriyani mengatakan yang dilakukan RT 07 sebagai langkah yang baik. Ia berharap hal seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi percontohan.

“Ini suatu langkah yang baik, jadi tidak hanya bergantung bantuan dari pemerintah. Semoga bisa jadi percontohan untuk RT lainnya, ” tandasnya. (ahr)

Kelurahan Belimbing Masuk Zona Oranye, Ada 3 Kasus Aktif, Satu Keluarga Jalani Isoman

0
Kelurahan Belimbing, sebagai posko siaga Covid-19.

BONTANG – Kasus aktif Covid-19 di Kelurahan Belimbing Kecamatan Bontang Barat bertambah 3 orang. Kasus ini berasal dari keluarga yang baru saja melakukan perjalanan ke luar daerah. Hal itu dibenarkan Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Kota Bontang Adi Permana, Kamis (03/02/2022).

Berdasarkan data promkes kasus aktif Covid1-19 per Rabu (2/2/2022) ada 29 orang. Tersebar di 7 kelurahan, di antaranya Kelurahan Belimbing, Kelurahan Berbas Tengah, Kelurahan Gunung Elai, Kelurahan Satimpo, Kelurahan Api-api, Kelurahan Tanjung Laut, dan Kelurahan Tanjung Laut Indah.

Sebanyak 13 kasus berada di Kelurahan Belimbing. Dua orang di antaranya dalam perawatan. Sedangkan 27 orang melakukan isolasi secara mandiri. “Rata rata karena riwayat perjalanan ke luar daerah. Penyebaran murni dari hasil tracing (pelacakan) terkonfirmasi sebelumnya,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Lurah Belimbing, Dwi Andriyani mengatakan, kasus aktif di wilayahnya tersebar di 4 RT. Kasus aktif tambahan 3 orang yang membuat zona oranye di Kelurahan Belimbing merupakan hasil tracing dan berasal dari satu keluarga, baik istri atau anak.

“Mulai dari RT 4, 5, 13 dan 42 tersebar para warga yang terkonfirmasi positif. Sebanyak 2 RT berada di dalam perumahan PKT,” kata Dwi.

Yang terkonfirmasi positif Covid-19 tak menimbulkan gejala yang berat sehingga cukup melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. “Alhamdulillah tidak ada gejala parah jadi mereka isoman di rumah sambil dipantau RT setempat. Bagi yang berpergian ke luar kota, kami minta tetap patuhi aturan yaitu melaporkan kondisi setelah melakukan perjalanan,” tandasnya. (ahr)

DJP Ungkap Pengemplang Pajak Rp 2,5 Miliar

0
Tersangka HP, saat diserahkan ke Kejari Bontang, Kamis (03/02/2022)

Bukti Setor Pajak Tak Diserahkan, Tersangka Dilimpahkan ke Kejari Bontang

BONTANG – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kanwil DJP Kaltimtara) melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti kasus perpajakan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang, Kamis (3/02/2022).

Tersangka kasus perpajakan berinisial HP itu, merupakan Direktur PT HEN yang diduga telah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 2.574.998.342.

Kepala Bidang Pemeriksaan Penagihan Intelijen dan Penyidikan DJP Kaltimtara Windu Kumoro mengatakan, pihaknya telah menyerahkan tersangka HP berikut barang bukti ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim melalui Kejari Bontang untuk diproses hukum.

“Perbuatan tersangka dilakukan pada masa pajak periode Januari 2015 hingga Desember 2016 berlokasi di KPP Pratama Kota Bontang,” kata Windu Kumoro, di Aula KPP Pratama Bontang, Kamis (3/2/2022).

Windu Kumoro menjelaskan, HP diduga kuat terlibat tindak pidana perpajakan karena tidak menyetorkan faktur pajak yang telah dilunasi oleh lawan transaksi yaitu PT CKP dan PT EDP.

“HP ini diduga tidak menyetorkan faktur yang telah dibayar lunas oleh lawan transaksi dan HP mengatakan uang pajak yang disetorkan oleh lawan transaksi digunakan untuk kebutuhan operasional kantor,” jelas Windu.

Akibat perbuatannya, HP diduga kuat melanggar Pasal 39 ayat (1) huruf d dan Pasal 39 ayat (1) huruf i Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Untuk itu, HP terancam pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun, serta denda paling sedikit 2 kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar, dan paling banyak 4 kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar sesuai Pasal 39 ayat (1) huruf i.

PPNS Kanwil DJP Kaltimtara juga telah menyita salah satu aset wajib pajak berupa lahan seluas 10.000 meter per segi di Samarinda. Tanah yang ditaksir bernilai Rp 825 juta tersebut disita dari wajib pajak dengan disaksikan oleh perangkat desa setempat pada 20 November 2021.

Keseriusan DJP dalam menindak tegas pelanggar hukum yang merugikan negara menunjukkan bahwa DJP terus dan aktif bergerak melindungi negara, sekaligus memberikan deterrent effect kepada setiap individu maupun badan hukum yang berniat melakukan kecurangan dalam pelaporan dan penyetoran pajak kepada negara.

Windu berharap upaya penegakan hukum di bidang perpajakan ini, akan meningkatkan kesadaran wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya secara baik dan benar.

“Pada akhirnya, penerimaan negara dari sektor perpajakan semakin meningkat,” tandasnya.(ahr/adv)

Forum Penulis Bontang Bangkitkan Gairah Kepenulisan Anak Bontang

0

BONTANG – Forum Penulis Bontang (FPB) yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah telah dilaunching pada tanggal 5 Januari 2022 lalu.

Keberadaan FPB ini diharapkan menjadi wadah bagi anak-anak Bontang dalam mengembangkan kemampuan menulis.

Ketua FPB, Sriningsih Hutomo mengatakan terbentuknya FPB ini juga menjadi wadah silaturahmi bagi para penulis yang ada di Kota Bontang. Dimana para anggotanya, datang dari berbagai profesi dan juga dari berbagai genre tulisan.

“Jadi anggota kami tidak hanya berprofesi sebagai guru, ada yang kerja di instansi BUMN, ada yang berprofesi sebagai wirausaha, genre tulisannya pun macam-macam dari mulai romance, misteri, dan juga edukasi,” kata Ning dalam Podcast “MejaTamu” dengan tema “Tantangan Penulis Di Era Digital” yang tayang di kanal youtube Praja TV, Rabu (2/2/2022) kerjasama Media Kaltim dengan Diskominfo Bontang.

Dirinya mengaku senang karena para anggota yang tergabung dalam FPB merupakan penulis-penulis hebat yang telah menghasilkan karya-karya yang luar biasa.

“Kami ini bergabung dari mulai yang kolonial sampe milenial ada, jadi kami bisa saling bertukar pikiran dan ilmu dalam menghasilkan karya-karya terbaik kami,” jelasnya.

Adapun targetnya, FPB mampu membangkitkan semangat dan gairah kepenulisan terhadap anak-anak di Kota Bontang, terutama untuk anak SMA/K/MA/Sederajat.

“Harapannya anak-anak di Bontang bisa semangat dalam hal menulis, apapun itu, mulai menulis puisi, cerpen, dan karya satra lainnya,” ucapnya.

Untuk bergabung menjadi anggota FPB, tidak memerlukan persyaratan khusus, hanya dengan memiliki satu karya tulis baik puisi maupun cerpen, sudah bisa bergabung dan belajar bersama FPB.

“Kami disini bukan penulis yang ahli, namun kami terus saling belajar, bertukar ilmu jadi kami bisa menambah wawasan baru,” ujarnya.

Ning yang merupakan Guru di SMA Negeri 3 Bontang dan juga aktif sebagai penulis di Platform Digital Noveltoon mengatakan menulis menjadi hobi yang telah ia lakukan sejak duduk dibangku perkuliahan. Seiring berjalannya waktu, ia terus bergabung ke dalam komunitas-komunitas penulis dan berkembang didalamnya. Hingga saat ini, dirinya telah menghasilkan karya-karya yang luar biasa.

Yang terbaru, Ning baru saja lolos pada kurasi Antologi Puisi Penyair Nusantara HUT Jakarta dan Betawi dengan judul puisi “Teka Teki” pada 2021 lalu. Salah satu novelnya yang berjudul “Malam Bungkam” Yang tayang di beberapa platform digital berhasil lolos dengan popularitas 16,6 ribu dan 2.657 tayangan.

Hal ini membuktikan bahwa profesinya sebagai seorang guru tak lantas membuat dirinya lupa dengan hobi menulisnya. Justru ini menjadi acuan baginya agar tetap bisa semangat menulis dan menginspirasi para anggota FPB dan anak-anak di Kota Bontang.

“Bagi saya, menulis dapat saya jadikan bekal saya sebagai seorang guru. Dengan menulis saya tetap bisa menuangkan ide saya dan juga menuangkan nilai edukasi yang bermanfaat bagi para pembaca,” ujarnya.

Ia berharap, FPB dapat berkembang seiring berjalannya waktu yang terus mengarah ke era digitalisasi. Jadi menulis dapat dilakukan dimanapun, kapanpun, karena kemudahan menulis yang didukung oleh kemajuan teknologi. (ahr)

Sudah Diteken Gubernur, UMK Bontang 2022 Naik Jadi Rp 3,2 Juta

0
Abdu Safa Muha

BONTANG – Upah Minimum Kota (UMK) Kota Bontang di tahun 2022 mengalami kenaikan Rp 43.781. Dari tahun sebelumnya Rp 3.182.706 menjadi Rp 3.226.486.

Kenaikan UMK ini mulai berlaku sejak keputusan tersebut dikeluarkan 18 Januari 2022 kemarin, yang dituangkan dalam surat bernomor. 51/K.14/2022 ditandatangani oleh Gubernur Kaltim Isran Noor.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Bontang Abdu Safa Muha menjelaskan, kenaikan upah itu sesuai dengan usulan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Bontang yang beranggotakan unsur pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja.

Hasilnya, penyesuaian UMK itu mengacu pada nilai inflasi Kaltim sebesar 1,68 % dan pertumbuhan ekonomi Kaltim 1,11 %.

“Surat keputusan itu juga sudah dikirim ke Forum CSR (Corporate Social and Respon sibility) perusahaan dan lembaga kerja sama tripartit,” katanya. Disnaker Kota Bontang berharap seluruh perusahaan bisa menjalankan keputusan kenaikan UMK ini.

Dalam surat keputusan ini juga dijelaskan larangan bagi perusahaan untuk mengurangi atau menurunkan gaji pekerja. “Kalau ada perusahaan yang tidak mengikuti, kami akan beri peringatan,” ujarnya. (ahr)

Minyak Goreng Harga Rp 11.500, Berlaku Pedagang Ngaku Nyaris Rugi

0
Wali Kota Bontang Basri Rase bersama DKP3 meninjau ke Pasar Taman Rawa Indah Bontang ketika harga terkerek naik, belum lama ini.

BONTANG – Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi merilis aturan terkait harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng yang berlaku mulai 1 Februari 2022. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penetapan HET Minyak Goreng Sawit.

Dalam Pasal 2 dijelaskan minyak goreng terdiri dari minyak goreng curah, minyak goreng kemasan sederhana, dan minyak goreng kemasan premium.

Sementara, dalam Pasal 3 dituliskan bahwa pemerintah menetapkan HET untuk minyak goreng curah sebesar Rp11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp14 ribu per liter.

“Besaran HET termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tulis pemerintah dalam Pasal 3 Ayat 3.

Dengan aturan ini, maka semua pengecer wajib menjual minyak goreng kepada konsumen sesuai HET. Konsumen yang dimaksud adalah masyarakat, termasuk usaha mikro dan usaha kecil.

Nantinya, Kementerian Perdagangan akan melaksanakan pembinaan terhadap penerapan HET. Lalu, menteri perdagangan akan memberikan delegasi pelaksanaan pembinaan kepada direktur jenderal.

Pembinaan dilaksanakan sesuai dengan peraturan menteri perdagangan yang mengatur mengenai minyak goreng sawit wajib kemasan.

Sebagai informasi, aturan HET minyak goreng dikeluarkan setelah harga komoditas itu melambung beberapa waktu terakhir. Harga minyak goreng sebelumnya bahkan sempat tembus Rp20 ribu per liter.

Setelah itu, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp7,6 triliun untuk mendistribusikan minyak goreng kemasan Rp14 ribu liter ke ritel modern mulai Rabu (19/1) lalu. Kemudian, distribusi minyak goreng murah dilakukan sepekan setelah itu ke pasar tradisional.

Namun, stok minyak goreng di sejumlah ritel modern masih kosong. Selain itu, pasokan minyak goreng Rp14 ribu di pasar tradisional juga belum merata.

PEDAGANG NYARIS MERUGI

Pedagang sembako di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Bontang mengaku, nyaris merugi imbas pemberlakuan harga minyak goreng murah, yang diberlakukan Selasa (1/2/2022).

Untungnya, distributor menjanjikan, stok minyak goreng harga mahal akan diretur. “Janjinya akan diretur. Kalau tidak ditarik, ya tidak akan laku. Kami juga nggak mungkin jual murah,” ucap Suparni, Pedagang Sembako di Pasar Tamrin.

Untuk minyak goreng murah, ia menjual dengan skema dua daftar harga. Yakni minyak goreng murah dari distributor dijual Rp 25.600 per kemasan 2 liter.

Sementara sisa stok lama yang harga modalnya mahal, dijual Rp 40 ribu lebih, untuk per kemasan 2 liter.

Sementara itu, Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang Nurhidayah mengatakan saat ini, minyak goreng harga murah secara bertahap akan disalurkan distributor ke pedagang.

Setelah merata diterima pedagang, maka stok minyak harga mahal akan diretur distributor. “Ini mengantisipasi pedagang tidak rugi imbas pemberlakukan standar harga murah minyak goreng,” pungkasnya. (ahr/mk)

Masjid Al Khoir dan Rumah Quran Dibangun di Perumahan Bukit Sintuk

0
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al Khoir oleh Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Selasa (01/02/2022). (Annisa/media kaltim)

BONTANG – Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Khoir telah dilaksanakan Selasa (01/02/2022) di Area Perumahan Bukit Sintuk. Pembangunan masjid ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan ibadah jamaah perumahan.

Selain itu, masjid ini juga dibangun karena kapasitas masjid yang saat ini berdiri sudah tidak cukup menampung jamaah.

Untuk itu sejak 2 tahun lalu, takmir masjid sudah mulai merencanakan pembangunan masjid yang lebih luas.

Saiful Huda, Ketua Panitia Pembangunan Masjid mengungkapkan dulunya masjid yang sehari-hari padat oleh jamaah ini, hanya sebuah musholla yang terus direnovasi seiring berjalannya waktu, namun hal itu juga tak cukup menampung banyaknya jamaah.

“Dulu mushola kecil, lalu kami renov sedikit sedikit tapi karena jamaah semakin banyak tetap tidak cukup, bahkan tiap bulan Ramadhan kami sampai sewa tenda untuk jamaah yang berada di luar masjid,” ungkapnya.

Adapun lahan seluas 2.000 meter persegi yang akan digunakan untuk lokasi pembangunan masjid. Nantinya, bangunan masjid yang saat ini akan dibongkar dan dijadikan lahan parkir serta rumah Qur’an.

“Setelah masjid jadi, bangunan masjid lama akan kami bongkar untuk lahan parkir, dan sebagian bangunan lainnya kami alih fungsikan sebagai rumah Qur’an,” ucapnya.

Targetnya, waktu pembangunan masjid ini bisa rampung dalam kurun waktu setahun. Dan untuk sumber anggaran, selain mendapatkan anggaran dari Kesra Provinsi, anggaran juga masuk dari masyarakat yang berdonasi.

“Alhamdulillah kemarin kami dapat dana Rp 100 juta dari Kesra Provinsi, dan sampai saat ini sudah banyak masyarakat yang mulai ikut berdonasi tidak hanya dalam bentuk uang, tapi juga bentuk bahan bahan bangunan,” ujarnya.

Apresiasi pun disampaikan Wakil Wali Kota Bontang Najirah.”Ini adalah suatu kebanggaan bagi masyarakat, semoga tempat ibadah kita ini menjadi tempat yang bagus dan megah. Insya allah dalam tahun ini saya yakin bisa selesai,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati yang juga merupakan warga Perumahan Bukit Sintuk mengatakan ini merupakan langkah yang baik apalagi dengan antusias dan partisipasi masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini selesai peletakan batu pertama mudah mudahan bisa cepat pengerjaannya, dan segera bisa digunakan oleh masyarakat,” ujarnya. (ahr)

Gelar Musda IV Salimah Bontang, Muthmainnah Terpilih Jadi Ketua, Gantikan Sarifah Sobah

0
Sarifah Sobah (kanan) menyerahkan Lpj kepada pimpinan Sedang (foto atas), Muthmainnah terpilih sebagai ketua Salimah PD Bontang.

BONTANG – Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kota Bontang yang menjadi jembatan penyegaran pengurus digelar di Aula MTs Alam Bontang, Selasa, (1/2/2022)

Musda Salimah IV kali ini mengusung tema ‘Bersama Salimah Bontang Mewujudkan Keluarga Hebat dan Beradab’. Hadir para pengurus, calon pengurus Salimah periode 2022-2027, dan pengurus Salimah Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

Lagu Indonesia raya dan Mars Salimah mengawali semangat pembukaan Musda, dilanjutkan laporan ketua panitia serta sambutan pimpinan daerah dan pimpinan wilayah.

Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Kaltim Indraswari Cahyaningtyas menyampaikan bahwa organisasi yang sehat diawali dari munculnya empati, atensi dan responsif yang positif serta dukungan penuh dari keluarga.

Acara inti diawali pembacaan tata tertib (tatib) sidang oleh pimpinan siding, dilanjutkan Laporan Pertanggung Jawaban (Lpj) Ketua PD Salimah Kota Bontang Sarifah Sobah, S.T., M. Eng.

Dalam LPJ-nya Ibu Sarifah memaparkan program kegiatan yang terlaksana sejak Tahun 2017 sampai dengan 2021. Jenis kegiatan meliputi; seminar parenting, kunjungan ke pasien RSUD, tabliq akbar, Peringatan Maulid Nabi, Salimah Berbagi, Peduli Gempa, Khotamil Quran dan parenting, berbagi bingkisan untuk ibu dan BOS Salimah.

Setiap kegiatan dilaporkan secara detail mulai dari nama kegiatan, tempat pelaksanaan, tujuan, tanggal pelaksanaan, peserta dan rincian dana.

Selesai paparan Lpj, dilanjutkan tanggapan peserta sidang. Setelah Lpj dinyatakan diterima, sidang dilanjutkan melakukan musyawarah dan pemilihan ketua PD Salimah Bontang.

Hasil pemilihan secara aklamasi menetapkan Muthmainnah, S.Pd. Aud sebagai ketua Salimah periode 2022-2027. Ketua terpilih langsung dilantik oleh Ketua PW Salimah Kaltim Indraswari Cahyaningtyas secara virtual.

Dalam sambutannya, Mutmainnah menyampaikan bahwa organisasi yang kokoh adalah organisasi yang mengikuti koridor aturan dengan mengkondisikan diri secara rapi. “Salimah harus bersinergi dengan berbagai pihak agar dapat memaksimalkan perannya dalam meningkatkan kualitas keluarga, perempuan, anak di Kota Bontang,” pungkasnya. (hms/sal)

 

Musrenbang Bontang Utara, Penanganan Banjir Jadi Prioritas

0
Foto bersama saat Musrenbang Bontang Utara di Pendopo Rujab Wali Kota (ist)

BONTANG – Sebanyak 43 usulan prioritas dihasilkan dalam Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Bontang Utara. Dari 43 usulan yang dihimpun 6 kelurahan di wilayah Bontang Utara, sebanyak 40 usulan di antaranya berkaitan dengan pekerjaan fisik.

Seperti perbaikan drainase, dan pembangunan turap di sejumlah kelurahan yang rawan banjir. Sementara 3 usulan lain berkaitan dengan sosial dan budaya. “Penanganan banjir masih prioritas. Usulan ini akan memudahkan pemkot memetakan target wilayah mana saja yang mendesak,” kata Aji Erlynawati, Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, ditemui di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Senin (31/1/2021).

Wanita yang akrab disapa Iin itu menyebut, tidak semua usulan bisa diakomodasi melalui APBD. Sehingga perlu ada pemanfaatan sumber anggaran lain. Seperti Dana Alokasi Khusus (DAK), Bankeu Pemprov Kaltim, ataupun dana CSR perusahaan. (bms)