Beranda blog Halaman 1247

Boba Bags Jadi Produk Unggulan Bontang Baru, Wali Kota: Patut Dicontoh

0

BONTANG – Kelurahan Bontang Baru mengeluarkan produk unggulan “Boba Bags” yang dilaunching Wali Kota Bontang Basri Rase, Senin (7/2/2022) di Pendopo Rujab Wali Kota. Produk ini mendapatkan apresiasi yang membanggakan dan sejalan dengan salah satu visi Pemkot Bontang meningkatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Boba Bags yang diinisiasi Lurah Bontang Baru Rully Adi Putra ini berhasil menggaet perhatian para tamu undangan. Pasalnya, tas yang dibuat para rerajin dari Kelurahan Bontang Baru ini memiliki kualitas baik, variatif, dan dibandrol dengan harga terjangkau.

Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Bontang Baru Nikita Adriyani, mengungkapkan, kehadiran Boba Bags menjadi suatu kebanggaan bagi para anggota PKK. Ia berterima kasih kepada stakeholder yang selama ini telah mendukung ide ini.

“Ini suatu upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi Kelurahan Bontang Baru. Kami berdayakan seluruh elemen yang dapat mewujudkan ide ini. Rasa syukur dan terima kasih saya ucapkan kepada PT Pupuk Kaltim yang selama ini terus mendukung dalam bentuk apapun,” ungkapnya.

Lurah Bontang Baru Rully Adi Putra mengatakan, produk unggulan ini menyasar ke berbagai segmen pasar, baik pelajar, ibu-ibu, dan lainnya. Soal harga, sesuai dengan kualitas dan tingkat kesulitan dalam proses pembuatan. Selain variatif, Boba Bags juga bisa dipesan dengan keinginan pembeli. “Tas ini dapat dipesan sesuai dengan keinginan pembeli, dan untuk harga kami bandrol dengan harga Rp 149 ribu saja, ” katanya.

Wali Kota Bontang Basri Rase dalam sambutannya mengatakan produk ini merupakan langkah dari Kelurahan Bontang Baru dalam berbenah menghadapi ibu kota negera (IKN) 2024. Berbenah agar nantinya Kota Bontang dapat menjadi central UMKM.

“2024 kita perlu berbenah, dan saya yakin ketika kita siap menyambut IKN, nantinya Kota Bontang akan menjadi central UMKM seperti yang saya harapkan, ” ucapnya.

Dana stimulan tiap tahun, diharapkan dapat digunakan dengan sebaik mungkin dengan memberdayakan masyarakat. Seperti pembelian alat menjahit, alat pembuat sepatu, dan alat-alat pendukung lainnya.

“Ini perlu menjadi contoh bagi kelurahan lain. Gunakan dana stimulan itu untuk membeli alat yang bisa menghasilkan produk, agar tiap daerah nanti punya segmen UMKM masing-masing, ” tandasnya. (ahr)

Korbankan Aset untuk Bangun Mall Pelayanan Publik, DPRD Sebut Buang-buang Duit

0
Faisal, Anggota Komisi III DPRD Bontang

BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal mempertanyakan urgensi pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP), sehingga harus mengorbankan Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan).

Secara pelayanan ke masyarakat, MPP dinilainya baik. Namun ia menyayangkan mengapa harus ada kantor perangkat daerah dikorbankan. Apabila itu terjadi, pastinya akan banyak aset Disdamkartan yang dikorbankan.

“Setelah dibongkar, baru bangun lagi. Buang-buang duit ini. Sudah banyak OPD (organisasi perangkat daerah) tidak punya kantor. Ini malah yang sudah punya kantor mau digusur. Jangan paksakan diri,” ucapnya dalam rapat antara Komisi III DPRD Bontang bersama Pemkot Bontang. Senin (7/2/2022).

Ia menyarankan agar pembangunan MPP mencari lokasi lain selain di lahan Disdamkartan. Apabila pembangunan MPP tidak terlalu mendesak, Faisal minta dilakukan penundaan pembangunan. Meski rencana gedung 4 lantai senilai Rp 17 miliar itu telah dianggarkan.

“Kenapa tidak bangun di lahan lain. Carikan tempat lain dulu kalau mau bangun di sana. Banyak lahan Pemkot kosong. Kalau belum dilelang kan masih bisa ditunda dulu. Atau sekalian batalkan kalau memang tidak urgen,” katanya.

Asisten II Sekretaris Kota (Sekkot) Bontang, Zulkifli menyampaikan, berbagai lokasi telah ditinjau. Salah satunya lahan Pemkot Bontang yang berada tidak jauh dari Kantor KPU di Jalan Awang Long. Namun dinilai kurang representatif untuk dibangun MPP.

Luasan lahan Pemkot Bontang yang berada di Disdamkartan Bontang memiliki luas sekitar 4 hektare. Selama ini penataan kantor di lokasi itu kurang tertata.

Adapun tiga OPD yang berada di lokasi itu ialah Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Disdamkartan dan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan).

“Jadi kami ingin sekalian melakukan penataan sebenarnya. Itulah kenapa lokasi itu dipilih untuk MPP,” ujarnya.

Kata Zulkifli, Disdamkartan bersedia pindah, asalkan dibangunkan kantor baru. Rencananya lokasi pembangunan Disdamkartan bakal dilakukan di atas lahan yang sama. Tetapi, pembangunan gedungnya digeser sedikit ke bagian belakang. Zulkifli mengakui untuk akses jalan pada lokasi tersebut memang sedikit lebih kecil.

Namun, akses jalan tersebut bakal dilakukan pelebaran nantinya. Sehingga tidak menggangu akses mobilitas Disdamkartan. Ia menegaskan tidak ada maksud untuk menggusur kantor Disdamkartan.

“Jadi proses pembangunan MPP berjalan, akses Damkar juga tetap jalan dalam bekerja. Memang akan ada beberapa ruangan kepala bidang yang harus dibongkar. Tapi bangunan depan dari Damkar akan tetap kami pertahankan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pembangunan MPP merupakan kesepakatan Pemkot Bontang bersama Kemenpan-RB dan sifatnya wajib. “Perencanaannya MPP ini sudah ada sejak pemerintahan sebelumnya (Neni-Basri),” ujarnya. (ahr)

Kasus Covid-19 Naik Lagi, Wali Kota Basri Batasi Perjalanan Dinas

0
Walikota Bontang Basri Rase

BONTANG – Tingginya penambahan angka kasus Covid-19 membuat Pemkot Bontang membatasi aktivitas di lingkungan pemerintahan.

Wali Kota Bontang, Basri Rase, meminta kepada seluruh organisasi perangkat daerah untuk melakukan evaluasi seluruh kegiatan, bahkan bila dimungkinkan untuk menghentikan, demi mencegah tersebarnya Covid-19.

“Kita sudah memasuki gelombang Covid-19 ketiga. Ini perlunya kesadaran dari berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Dan saya akan membatasi perjalanan dinas bagi yang tidak terlalu urgent (mendesak),” ucapnya kepada awak media, Senin (7/2/22) di Pendopo Rujab.

Basri berpesan agar masyarakat, dan pemerintah terus berupaya menekan angka kasus Covid-19 dengan cara selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) dalam setiap kegiatan.

Terlebih Kota Bontang sudah masuk dalam wilayah kategori PPKM level 2. “Saya akan rapat lagi dengan Bu Sekda terkait hal ini, terutama yang menjadi perhatian pula yaitu save house yang ada di Guntung,” tandasnya.

Menurut data dari Promkes Kota Bontang Per tanggal 7 Februari 2022 kasus aktif Covid-19, kini telah mencapai 70 kasus aktif, yang sebelumnya per tanggal 6 Februari 2022 sebanyak 52 kasus aktif. (ahr)

Boba Bags Jadi Produk Unggulan Kelurahan Bontang Baru

0

BONTANG – Kelurahan Bontang Baru mengeluarkan produk unggulan “Boba Bags” yang dilaunching Wali Kota Bontang Basri Rase, Senin (7/2/2022) di Pendopo Rujab Wali Kota. Produk ini mendapatkan apresiasi yang membanggakan dan sejalan dengan salah satu visi Pemkot Bontang meningkatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Boba Bags yang diinisiasi Lurah Bontang Baru Rully Adi Putra ini berhasil menggaet perhatian para tamu undangan. Pasalnya, tas yang dibuat para rerajin dari Kelurahan Bontang Baru ini memiliki kualitas baik, variatif, dan dibandrol dengan harga terjangkau.

Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Bontang Baru Nikita Adriyani, mengungkapkan, kehadiran Boba Bags menjadi suatu kebanggaan bagi para anggota PKK. Ia berterima kasih kepada stakeholder yang selama ini telah mendukung ide ini.

“Ini suatu upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi Kelurahan Bontang Baru. Kami berdayakan seluruh elemen yang dapat mewujudkan ide ini. Rasa syukur dan terima kasih saya ucapkan kepada PT Pupuk Kaltim yang selama ini terus mendukung dalam bentuk apapun,” ungkapnya.

Lurah Bontang Baru Rully Adi Putra mengatakan, produk unggulan ini menyasar ke berbagai segmen pasar, baik pelajar, ibu-ibu, dan lainnya. Soal harga, sesuai dengan kualitas dan tingkat kesulitan dalam proses pembuatan. Selain variatif, Boba Bags juga bisa dipesan dengan keinginan pembeli.

“Tas ini dapat dipesan sesuai dengan keinginan pembeli, dan untuk harga kami bandrol dengan harga Rp 149 ribu saja, ” katanya.

Wali Kota Bontang Basri Rase dalam sambutannya mengatakan produk ini merupakan langkah dari Kelurahan Bontang Baru dalam berbenah menghadapi ibu kota negera (IKN) 2024. Berbenah agar nantinya Kota Bontang dapat menjadi central UMKM.

“2024 kita perlu berbenah, dan saya yakin ketika kita siap menyambut IKN, nantinya Kota Bontang akan menjadi central UMKM seperti yang saya harapkan, ” ucapnya.

Dana stimulan tiap tahun, diharapkan dapat digunakan dengan sebaik mungkin dengan memberdayakan masyarakat. Seperti pembelian alat menjahit, alat pembuat sepatu, dan alat-alat pendukung lainnya.

“Ini perlu menjadi contoh bagi kelurahan lain. Gunakan dana stimulan itu untuk membeli alat yang bisa menghasilkan produk, agar tiap daerah nanti punya segmen UMKM masing-masing, ” tandasnya. (ahr)

Bontang Peringati Hari Gizi Nasional, Wali Kota: Germas Harus Jadi Budaya

0

BONTANG – WaIi Kota Bontang Basri Rase menyampaikan pentingnya tugas pemerintah dalam menekan jumlah angka stunting, obesitas, dan penyakit tidak menular (PTM). Dia meminta agar Peringatan Hari Gizi Nasional menjadi momentum dalam menggalakkan semangat hidup sehat di kalangan masyarakat.

“Hari ini menjadi momentum yang baik, dan tidak hanya berhenti sampai saat ini. Sehingga Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Red.) bukan hanya menjadi event. Tapi menjadi kebiasaan, menjadi budaya. Bersama membangun gizi dan kesehatan masyarakat menuju Kota Bontang yang lebih hebat dan beradab,” ujarnya saat memberi sambutan pada puncak Peringatan Hari Gizi Nasional Ke-62 dan Penggerakan Germas Kecamatan Bontang Barat, Sabtu (5/2/22).

Basri juga menyampaikan apresiasinya kepada PT KPI yang telah mendukung terselenggaranya acara. “Terimakasih kepada PT KPI yang telah membantu banyak pemerintah dalam masalah kesehatan,” ujarnya.

Peringatan Hari Gizi Nasional yang digelar di halaman Rumah Tongkonan Kelurahan Kanaan, diadakan oleh Puskesmas Bontang Barat. Hadiri saat acara Ketua TP PKK Bontang Hapidah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Toetoek Pribadi Ekowati dan General Manager HRD & GA PT KPI Budi Hermawan.

Kadinkes Toetoek Pribadi Ekowati pada kesempatan itu mengatakan 10-20 tahun belakang, Indonesia dilanda masalah kesehatan yang dinamakan triple burden. Masih ada penyakit infeksi contohnya demam berdarah, tuberkolosis, malaria dan sejenisnya. Ada pula penyakit jenis baru seperti flu babi hingga Covid-19.

Berbagai jenis penyakit infeksi tersebut bertambah sehingga menjadi beban bagi pelayanan kesehatan yaitu penyakit tidak menular (PTM). PTM hadir biasanya pada usia yang tidak muda lagi karena akumulasi perilaku buruk saat masa muda. Contohnya hipertensi, diabetes melitus, kolesterol, dan sebagainya.

“Kondisi ini merupakan masalah yang harus dihadapi bidang kesehatan. PTM pun memerlukan waktu penanganan. Dalam masa periodik tertentu, PTM harus terkontrol. PTM bisa dicegah dengan Germas seperti ini,” ucapnya.

Peringatan Hari Gizi juga dibarengi dengan kegiatan senam bersama dan screening kesehatan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Bontang Barat. (kmf/adv)

Rayakan HUT ke-14 Partai Gerindra, Agus Haris Siap Menangi Pemilu 2024

0
Ketua Partai Gerindra Bontang Agus Haris memimpin apel sekaligus kegiatan donor darah massal dalam memperingati HUT ke-14, di Sekretariat Partai, Kompleks Halal Square, Minggu (6/2/2022).

BONTANG – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) kini genap berusia 14 tahun. Selaras pesan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, untuk mewujudkan Indonesia yang maju, HUT kali ini mengusung tema “Bersama Membangun Bangsal”.

Di Bontang, HUT ke-14 Gerindra dipusatkan di Sekretariat Partai Gerindra, Kompleks Halal Square, Minggu (6/2/2022). Selain diisi dengan apel bersama, dilaksanakan pula donor darah massal.

Ketua Partai Gerindra Bontang Agus Haris mengatakan, salah satu program unggulan partainya yang terus dilaksanakan secara konsisten adalah pemberian asupan susu kepada anak usia 0-5 tahun.

Agus menyebut, pemberian susu akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa.

“Program unggulan yang konsisten itu pemberian susu kepada anak-anak. Itu sesuai dengan penelitian di Jepang bahwa susu menjadi salah satu faktor dalam mempercepat kerja otak,” ungkapnya.

Menurutnya, berbagai tantangan didepan akan terus mengadang dan perlu dihadapi dengan kekuatan serta kebersamaan. Oleh karena itu, Agus Haris mengajak seluruh kader dan juga simpatisan untuk bersama melewatinya.

“Saya ingin mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk berkontribusi dalam pembangunan negara. Karena kita tahu bahwa Indonesia punya banyak tantangan, baik ekonomi, politik, budaya, termasuk teknologi, yang perlu kita sikapi dengan bijak,” ujarnya.

Yang juga menjadi perhatiannya adalah, bagaimana menjaga keharmonisan antar-sesama kader. Tentu keharmonisan menjadi salah satu penentu sebuah partai politik bisa terus maju mencapai visi dan misinya.

“Komunikasi yang positif serta koordinasi yang baik. Dan itu akan mengurangi gesekan yang kerap terjadi antar-sesama. Ini menunjukkan bahwa kita sepaham dengan Pancasila untuk bisa membawa perubahan bagi Indonesia, ” tegasnya.

Pada Pemilu 2024 nanti, Agus Haris memastikan dia siap mengantarkan kader-kader terbaik untuk dapat meneruskan estafet perjuangan dalam pembangunan daerah. Gerindra Bontang, kata Agus, dipastikan tak hanya menyasar satu golongan pemilih
tapi seluruh segmen.

“InsyaAllah, dari seluruh pengurus yang ada di 15 kelurahan, kami siap untuk dapat 7 kursi, apalagi saat ini populasi milenial sedang kuat-kuatnya. Kami akan menggaet kaum milenial,” tandasnya. (ahr/adv)

 

Grand Opening Sunday Market di BSD, Wali Kota Basri Ajak Cintai Kuliner Nusantara 

0
Grand Opening Sunday Market ditandai pemotongan pita oleh Wali Kota Bontang Basri Rase dan Wakil Wali Kota Bontang Najirah.

BONTANG – Wali Kota Bontang Basri Rase menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ‘Sunday Market BSD’ yang digelar Kelurahan Gunung Elai dan RT 41. Dikatakannya, kegiatan positif ini dapat membangkitkan kembali ekonomi masyarakat.

“Dengan adanya Sunday Market turut membantu pemerintah dalam pengembangan ekonomi kerakyatan di Kota Bontang,” tutur Basri Rase yang hadir dalam kegiatan Sunday Market BSD, di RT 41 Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) Bontang, Minggu (6/2/2022).

Grand Opening Sunday Market BSD ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan Wali Kota Basri Rase bersama Wakil Wali Kota Najirah, didampingi Camat Bontang Utara Sutrisno, Lurah Gunung Elay Sulistyo dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Bontang.

Basri meminta, kegiatan seperti Sunday Maket, bisa dilaksanakan rutin guna meningkatkan rasa cinta akan masakan kuliner Nusantara. “Di sini juga dapat menciptakan resep-resep kuliner yang inovatif, enak, sehat dan bergizi di masyarakat. Bersama kita pasti bisa, lebih kuat, lebih hebat dan beradab,” tandasnya.

Sementara Najirah berharap semakin banyak pihak yang merasakan manfaat baik dari program Sunday Market BSD. “Tentu saja dengan tetap waspada pada Covid yang masih saja mengintai,” tuturnya.

Sunday Market garapan Warga RT 41 bekerjasama dengan Kelurahan Gunung Elai, Bontang Utara ini merupakan upaya memberdayakan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19 sekaligus mendukung salah satu visi dan misi Wali Kota Bontang.

Lurah Gunung Elai Sulistyo, mengatakan Sunday Market akan digelar tiap hari Minggu. “Di wilayah RT 41, banyak yang berjualan secara online. Untuk itu ide dari warga RT 41 untuk membuat lapak jualan tiap Minggu kami sambut dengan baik, karena untuk kesejahteraan masyarakat bersama, ” ungkapnya. “Sunday Market” akan digelar di sepanjang parkiran pujasera tahap 6 BSD.

Sementara Ketua RT 41 Wahyudi mengatakan, kegiatan ini hasil kerjasama antara RT, dasawisma, dan Kelurahan Gunung Elai. Ia berharap, “Sunday Market” bisa meningkatkan kesejahteraan warganya.

“Saat Sunday Market tersedia 16 lapak jualan di antaranya ada jajanan pasar, kue kering, nasi bakar, dan makanan lainnya. Ditambah dengan 2 lapak yang disediakan oleh kelurahan,” pungkasnya. (ahr)

Pengedar Sabu di Loktuan Dijemput Polisi saat Makan di Depan Rumah

0
Tersangka AS(44) setelah di amankan di Mapolres Bontang bersama barang bukti narkotika jenis sabu.

BONTANG – Seorang pengedar sabu-sabu di Jl RE Martadinata, Loktuan, ditangkap polisi pada Jumat (4/2/2022) dini hari. AS, inisial pengedar tersebut, dibekuk saat tengah santai menikmati malam di depan rumahnya.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi, melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Tatok Tri Haryanto mengatakan, sebelum ditangkap pria 45 tahun itu sudah diintai cukup lama.

Setelah didapat bukti yang cukup, barulah polisi mendatangi rumah pelaku.”Dia (AS) itu pengangguran, kita tangkap saat serang santai di depan rumah,” ungkap Tatok.

Dari hasil penggeledahan rumah, lanjut Tatok, ditemukan 2 bungkus plastik berisi sabu seberat 7,26 gram, pipet dan alat isap atau bong, disembunyikan dalam sebuah baju.

Selain barang bukti tersebut, polisi juga menyita satu unit ponsel merek Vivo, yang diduga selama ini menjadi alat transaksi sabu

Penemuan sabu dan barang-barang tadi, membuat AS tak bisa mengelak lagi. Dia hanya bisa pasrah saat dibawa polisi ke Mapolres Bontang.

Status pengangguran ini kemudian jadi tersangka karena diduga telah melanggar Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 ayat 2 Undang undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang ancaman hukumannya 6 hingga 20 tahun penjara. (ahr)

Berdayakan Pelaku UMKM di Tengah Pandemi, RT 41 Gunung Elai Gelar Sunday Market

0

BONTANG – Warga RT 41 bekerjasama dengan Kelurahan Gunung Elai, Bontang Utara, menggelar “Sunday Market”, Minggu (6/2/2022). Kegiatan ini sebagai upaya memberdayakan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19 sekaligus mendukung salah satu visi dan misi wali kota Bontang.

Lurah Gunung Elai Sulistyo, mengungkapkan kegiatan ini salah satu upaya untuk membangkitkan kembali perekonomian para UMKM yang sempat redup. Sunday Market katanya, akan digelar tiap hari Minggu.

“Di wilayah RT 41, banyak yang berjualan secara online. Untuk itu ide dari warga RT 41 untuk membuat lapak jualan tiap Minggu kami sambut dengan baik, karena untuk kesejahteraan masyarakat bersama, ” ungkapnya kepada mediakaltim.com, Jumat (4/2/2022).

“Sunday Market” akan digelar di sepanjang parkiran pujasera tahap 6 BSD. Saat grand opening Minggu nanti dikhususkan terlebih dahulu untuk pembeli di sekitaran BSD.

“Sementara untuk grand opening nanti khusus untuk para warga BSD dulu. Minggu depan kami akan coba agar Sunday Market bisa dibuka untuk umum,” jelasnya.

Sementara Ketua RT 41 Wahyudi mengatakan, kegiatan ini hasil kerjasama antara RT, dasawisma, dan Kelurahan Gunung Elai. Ia berharap, “Sunday Market” bisa meningkatkan kesejahteraan warganya.

“Saat Sunday Market tersedia 16 lapak jualan di antaranya ada jajanan pasar, kue kering, nasi bakar, dan makanan lainnya. Ditambah dengan 2 lapak yang disediakan oleh kelurahan,” pungkasnya. (ahr)

Masjid Terapung Tinggal Peresmian, Faisal Minta Pengelola Libatkan Warga Sekitar

0

BONTANG – Masjid terapung yang dinamakan Masjid Al Muhajirin di Kampung Selambai Loktuan tinggal menunggu penetapan pengelola masjid. Anggota Komisi III DPRD Bontang Faisal, mengatakan kesepakatan untuk pengurus atau pengelola masjid perlu melibatkan imam dan para takmir setempat, apalagi yang pernah menjadi pengurus Masjid Al Muhajirin terdahulu.

“Penetapan pengelola masjid ini harus melibatkan masyarakat setempat, karena bagaimanapun juga masjid ini berada di wilayah pemukiman Kampung Selambai,” ucapnya saat dikonfirmasi mediakaltim.com, Jumat (3/2/202).

Walaupun demikian katanya, pemerintah tak bisa melepas begitu saja. Dinas PUPRK masih perlu memantau dan melakukan pengawasan. “Karena untuk biaya operasional dan perawatan masjid harus tetap dibantu, nanti biar masyarakat yang turun di lapangan untuk perawatan,” ujarnya.

Faisal juga mengatakan, masjid terapung akan menjadi ikon Kota Bontang yang akan banyak dikunjungi masyarakat, apalagi para wisatawan. Maka perlu adanya diskusi dengan dinas terkait, seperti Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) untuk bersiap menghadapi pengunjung saat masjid telah diresmikan.

Faisal juga berharap saat Ramadan bulan depan, masyarakat bisa menikmati indahnya beribadah di masjid terapung tersebut. Karena itu masjid ini harus diresmikan secepatnya. “Dalam waktu dekat saya bersama Sekda, Dinas PUPRK dan dinas terkait lainnya akan membahas soal penetapan pengelola masjid terapung,” terangnya.

Dia juga berharap sepanjang pinggir masjid nantinya diberdayakan para UMKM sekitar Kampung Selambai dan Loktuan agar dapat membantu perekonomian yang sempat redup akibat pandemi Covid-19. “Kalau saya ingin nanti pelaku UMKM bisa buka lapak di dekat masjid, dan mengutamakan masyarakat sekitar Kampung Selambai dan juga Loktuan,” tandasnya. (ahr)