Beranda blog Halaman 198

Wali Kota Soroti Sampah di Beras Basah, Minta Pelanggar Dapat Sanksi Sosial

0
W‌ali Kota Bontang saat melakukan sidak di Kantor Dispopar. (Syakurah)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyoroti persoalan sampah di Pulau Beras Basah selama libur Lebaran.

Ia menerima laporan bahwa masih banyak wisatawan yang tidak mengindahkan imbauan untuk membawa kembali sampah ke darat, bahkan ditemukan ada yang mengubur sampah di lokasi wisata tersebut.

Menanggapi hal itu, Neni mempertanyakan kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) terkait ketersediaan CCTV yang memantau aktivitas pengunjung di kawasan tersebut. Ia menilai, jika terdapat rekaman pelanggaran, perlu diberikan sanksi sosial sebagai efek jera.

“Kita perlu tampilkan orang-orang yang tidak bisa menjaga lingkungan, padahal sudah difasilitasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, menyatakan pihaknya akan segera melaporkan hasil rekaman CCTV kepada wali kota sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.

Ia juga menjelaskan, ke depan pengelolaan CCTV akan diserahkan kepada pihak ketiga agar pengawasan di destinasi wisata dapat berjalan lebih optimal. Pasalnya, saat ini sistem CCTV di beberapa lokasi wisata belum terintegrasi secara maksimal.

“CCTV di Berbas Tengah dipantau dari TC Berbas, sedangkan di Beras Basah dilihat di lokasi juga. Dari kantor Dispopar terkendala jaringan yang belum stabil, sehingga belum terhubung langsung,” jelasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tabrak Truk Trailer di Jalan Poros Samarinda–Bontang, Pemotor Perempuan Asal Bontang Meninggal Dunia

0

BONTANG – Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Jalan Poros Samarinda–Bontang, tepatnya di KM 43 wilayah Desa Suka Damai, Kecamatan Muara Badak, Rabu (25/3/2026) pagi.

Seorang perempuan berinisial AS yang merupakan warga Bontang, kehilangan nyawa setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan sebuah truk trailer.

Diketahui kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.15 Wita. Saat itu, truk trailer bermuatan alat berat yang dikemudikan AD tengah melaju dari arah Samarinda menuju Bontang.

Di saat bersamaan, korban melintas dari arah berlawanan seorang diri menggunakan sepeda motor. Namun nahas, dalam kondisi yang diduga kurang waspada, korban justru menghantam sisi samping kendaraan besar tersebut.

Akibat benturan tersebut, korban mengalami cedera fatal di bagian kepala. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.

Petugas Patroli Jalan Raya yang tiba di lokasi segera melakukan penanganan, termasuk mengevakuasi korban serta mengamankan sopir truk dan kendaraannya.

Ipda Jatmiko dari Patroli Jalan Raya (PJR) menyampaikan, bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

“Sopir dan kendaraan sudah kami amankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya. Kasus ini kini ditangani oleh petugas di Pos Lantas Tanah Datar.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pelaku Penikaman di Jalan Tomat Berhasil Ditangkap, Polisi Amankan Pisau sebagai Barang Bukti

0
Pelaku penikaman di Jalan Tomat, berhasil diamankan pihak kepolisian. (Ist).

BONTANG – Kasus penikaman yang terjadi di Jalan Tomat, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, akhirnya menemui titik terang, dimana pelaku berinisial SY (47), salah satu warga Gunung Telihan berhasil diamankan oleh tim gabungan kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Randy Anugrah Putranto, mengungkapkan bahwa pelaku berhasil ditangkap, Kamis (19/3/2026), di kawasan Pasar Telihan. Penangkapan dilakukan setelah penyelidikan intensif oleh tim gabungan Sat Reskrim Polres Bontang, bersama anggota Reskrim dari Polsek Bontang Utara, Bontang Selatan, dan Bontang Barat.

“Pelaku berhasil kami amankan tanpa perlawanan setelah sebelumnya dilakukan pendekatan persuasif,” ujar AKP Randy saat dikonfirmasi.

Kasus ini sempat menyita perhatian warga setempat sebab kejadian ini terjadi di pinggir jalan, tepatnya Rabu (18/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 Wita. Korban berinisial NB (34) ditemukan dalam kondisi terluka akibat tusukan, sehingga korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan hasil dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengembangan penyelidikan dari petugas di lokasi kejadian, polisi mengarah pada SY sebagai terduga pelaku.

Kemudian, petugas langsung bergerak untuk menghubungi pelaku hingga akhirnya bersedia untuk bertemu di kawasan Pasar Telihan, dan berujung penangkapan.

“Dari tangan pelaku, kami telah mengamankan barang bukti berupa satu bilah pisau yang diketahui milik pelaku. Pisau tersebut ditemukan, sudah dengan posisi menancap di helm milik korban saat kejadian,” jelasnya.

Saat ini, SY telah diamankan di Mapolres Bontang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi turut menjerat pelaku dengan pasal penganiayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Penikaman di Jalan Tomat Gegerkan Warga, Polisi Pastikan Pelaku Dapat Diamankan

0
Lokasi penikaman di Jalan Tomat, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara. (Ist).

BONTANG – Seorang pria ditemukan bersimbah darah di Jalan Tomat, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (18/3/2026) malam.

Unit Pamapta I, Polres Bontang, melalui Ipda Muh Arif Hidayat membenarkan adanya peristiwa penikaman tersebut. Ia menjelaskan bahwa laporan awal telah diterima melalui layanan darurat 110.

Arif menjelaskan, setelah pihaknya menerima laporan saat menjalankan tugas piketnya di sekitar pukul 22.30 Wita, Unit Pamapta I bersama petugas piket Reskrim, dan regu patroli langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sesampainya di lokasi, petugas segera melakukan tindakan cepat, termasuk mengevakuasi korban ke Rumah Sakit (RS) untuk mendapatkan penanganan medis.

“Kami turut mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, seperti sepeda motor, helm, serta sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk korban,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi, guna mengungkap kronologi serta motif di balik peristiwa tersebut.

Adanya kejadian tersebut Arif memastikan bahwa penanganan kasus telah berjalan sesuai prosedur. Terkait pelaku, Arif menyebut apabila pihaknya akan mengamankan pelaku dalam waktu singkat.

“Terkait pelaku bisa langsung konfirmasi ke Reskrim saja. Sebab informasinya sebelum 24 jam dari kejadian, pelakunya sudah berhasil tertangkap,” tambahnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, serta segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan, melalui layanan kepolisian yang tersedia.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Anak 6 Tahun Nyaris Tenggelam di Beras Basah, Sempat Lemas dan Dilarikan ke Rumah Sakit

0
Korban saat hendak dibawa ke RS. (Ist).

BONTANG– Seorang anak perempuan berusia 6 tahun, salah satu warga Penajam, nyaris tenggelam saat bermain air di kawasan Pulau Beras Basah, Rabu (25/3/2026), sekitar pukul 10.00 Wita.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban baru tiba di lokasi bersama keluarganya. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, korban langsung bermain air bersama sepupunya. Namun, karena terlalu asyik berenang, korban sempat tidak terpantau oleh keluarga.

Beberapa saat kemudian, korban terlihat dalam kondisi lemas di dalam air. Beruntung, keberadaan korban langsung cepat disadari, sehingga segera mendapat pertolongan dari orang di sekitar lokasi.

“Korban berhasil diselamatkan dan langsung mendapatkan penanganan awal. Meski tidak mengalami luka serius, korban dilaporkan dalam kondisi lemas akibat kejadian ini,” ucap Ismail, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang.

Selanjutnya, pihak kesehatan segera membawa korban ke Rumah Sakit (RS) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pihak keluarga diimbau untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di area perairan guna menghindari kejadian serupa.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Sidak OPD, Pastikan Pelayanan Optimal Pasca Lebaran

0
Neni saat melakukan sidak di beberapa OPD. (Syakurah)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, melakukan sidak ke beberapa OPD pada hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran, yakni RSUD, DPK, Dispopar, BPBD dan Disdamkarkan.

Sidak ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal, meski sebagian pegawai masih dalam masa cuti atau belum kembali bekerja.

Neni menyebut tingkat kehadiran pegawai secara umum masih dalam batas wajar, yakni sekitar 5 persen yang belum hadir. Ia mencontohkan, jika dari 100 pegawai terdapat sekitar satu orang yang belum masuk, kondisi tersebut masih bisa ditoleransi.

“Secara umum masih sekitar 5 persen. Kalau dari 100 orang mungkin hanya satu yang belum hadir. Itu masih wajar,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Namun, ia juga menemukan ada unit pelayanan yang tingkat ketidakhadirannya sedikit di atas angka tersebut. Meski begitu, Neni memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu pelayanan karena adanya sistem saling dukung antarpegawai.

“Memang ada yang lebih dari 5 persen, tapi tidak ada masalah. Tadi disampaikan semua saling backup, jadi pelayanan tetap berjalan,” tambahnya.

Neni menegaskan, pemantauan kinerja terutama pelayanan publik, seperti kesehatan dan administrasi.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kasus Dugaan Penipuan Menimpa Selebgram Naomi Sachie Belum Temui Titik Terang

0

SANGATTA – Kasus dugaan penipuan yang menimpa selebgram Naomi Sachie kian berlarut. Meski telah dilaporkan ke pihak kepolisian, hingga kini belum ada titik terang terkait penyelesaian perkara tersebut.

Peristiwa ini bermula dari kedekatan Naomi dengan Fajriani, yang disebut sebagai mantan karyawan di Erafone. Awalnya, Fajriani kerap datang dengan cerita kesulitan hidup dan memohon bantuan keuangan.

Merasa iba, Naomi pun memberikan pinjaman. Hubungan keduanya kemudian semakin dekat hingga berlanjut ke kerja sama bisnis. Fajriani menjalankan usaha berupa dana pinjaman dan kredit handphone dengan meminjam modal dari Naomi.

Kesepakatan pun dibuat. Fajriani diwajibkan mengembalikan dana sesuai waktu dan nominal yang telah disepakati. Pada awalnya, pembayaran berjalan lancar. Namun, seiring waktu, pembayaran mulai tersendat hingga akhirnya macet.

Hingga kini, Fajriani disebut masih memiliki sisa pokok utang sebesar Rp218,2 juta yang belum dilunasi kepada Naomi.

“Awalnya saya bantu karena iba, dia datang dengan cerita kesulitan hidup. Tapi lama-lama justru kepercayaan saya disalahgunakan,” ungkap Naomi Sachie kepada Radar Bontang, Selasa (24/3/2026).

Kekecewaan Naomi semakin dalam mengingat kedekatan hubungan mereka. Ia bahkan sempat memberikan kejutan ulang tahun berupa bouquet uang yang sempat viral di media sosial sebagai bentuk perhatian kepada Fajriani.

Namun, alih-alih berterima kasih, Naomi justru mengaku dituding mencari popularitas.

“Emang prestasi kamu apa sampai aku mau pansos ke kamu? Tahun 2015 kamu masih bocil SD, saya sudah endorse beberapa produk,” tegasnya.

Tak tinggal diam, Naomi sempat melaporkan kasus ini ke polisi. Namun, proses hukum yang berjalan belum membuahkan hasil.

Upaya penyelesaian juga sempat dilakukan melalui pertemuan langsung pada awal Februari lalu. Dalam pertemuan tersebut, Naomi bersama asistennya didampingi seorang kanit bernama Yoyo. Sementara Fajriani hadir bersama kekasihnya, Rustan, yang disebut bekerja sebagai satpam di Bank Negara Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Fajriani disebut tidak banyak bicara dan lebih banyak tertunduk. Justru sang kekasih yang aktif memberikan penjelasan.

“Dia tidak berani banyak bicara, hanya tertunduk. Malah pacarnya yang lebih banyak menyampaikan,” ujar Naomi.

Pada akhir pertemuan, Fajriani berjanji akan melunasi seluruh sisa utang paling lambat akhir Februari. Namun, janji tersebut tidak ditepati. Setelah melewati batas waktu yang disepakati, Fajriani justru menghilang dan sulit dihubungi.

Ironisnya, Naomi juga mengungkap adanya unggahan di media sosial yang diduga dibuat Fajriani untuk membangun opini seolah utang tersebut telah lunas.

“Dia malah buat story di Instagram bilang utangnya sudah lunas. Tapi story itu disembunyikan dari saya dan teman-teman dekatnya. Seolah ingin memperbaiki citra di media sosial,” tegas Naomi.

Kasus ini tidak hanya menimpa Naomi. Sejumlah korban lain juga mulai bermunculan dengan modus serupa.

Salah satunya Brygta yang mengalami kerugian sebesar Rp13 juta. Modusnya, Fajriani mengaku memiliki teman yang ingin kredit handphone, namun menggunakan data palsu atas nama Mulia. Setelah ditelusuri, Mulia mengaku tidak pernah melakukan kredit, dan handphone tersebut diduga digunakan oleh Fajriani sendiri.

Korban lainnya adalah Askia, yang merupakan rekan kerja Fajriani. Dalam kasus ini, Fajriani membeli iPhone 15 menggunakan skema cicilan atas nama Askia. Namun hingga kini masih terdapat sisa pembayaran sebesar Rp8,9 juta yang belum dilunasi.

Saat ini, Naomi berharap adanya itikad baik dari pihak Fajriani untuk menyelesaikan kewajibannya. Ia juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Fajriani atau Yani agar segera menghubunginya, mengingat yang bersangkutan sudah sulit ditemui dan dihubungi.

“Kalau ada yang melihat atau mengetahui keberadaannya, saya harap bisa menghubungi saya. Karena sampai sekarang dia sudah sangat sulit dihubungi,” tutup Naomi.

Kasus ini pun menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam urusan pinjam-meminjam, bahkan dengan orang yang sudah dikenal dekat sekalipun.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kapolres Kutim Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran Gang Family

0
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto turun langsung memberikan bantuan ke korban bencana kebakaran. (Istimewa)

SANGATTA – Musibah kebakaran kembali melanda permukiman warga di Sangatta Utara. Sedikitnya lima unit rumah di Gang Family 3 RT 024, Desa Sangatta Utara, hangus dilalap api.

Kobaran api yang cepat membesar juga menghanguskan dua barakan dengan total enam pintu serta beberapa rumah tunggal milik warga. Bahkan, sejumlah bangunan di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan akibat dampak panas dan jilatan api.

Merespons kejadian tersebut, Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Fauzan Arianto bergerak cepat turun ke lokasi sekaligus menyalurkan bantuan kepada para korban terdampak.

Pendataan langsung dilakukan oleh Kapolsek Sangatta Utara bersama personel di lapangan. Dari hasil sementara, korban terdampak di antaranya penghuni barakan milik Kongsun dan Iir Rosidah, serta rumah milik Uli Rudin dan Yuwono yang turut ludes terbakar.

Selain itu, beberapa warga lain seperti Rudi, Novi, dan Sulanto juga mengalami kerusakan pada bagian rumah mereka.

Sebagai bentuk kepedulian, bantuan diserahkan langsung oleh Kapolres kepada para korban. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang tengah menghadapi situasi sulit pascakebakaran.

“Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga para korban diberikan ketabahan. Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kami agar bisa sedikit membantu meringankan beban warga,” ujar AKBP Fauzan Arianto, Selasa (24/3/2026).

Ia juga menegaskan, jajaran Polres Kutai Timur akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan lanjutan. Di sisi lain, masyarakat diimbau lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat.

“Pastikan instalasi listrik aman dan tidak meninggalkan sumber api yang berpotensi memicu kebakaran. Pencegahan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Saat ini, kondisi di lokasi kejadian mulai kondusif. Warga bersama aparat masih melakukan pembersihan puing serta berupaya menyelamatkan barang-barang yang tersisa.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah musibah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus dukungan moril bagi para korban yang tengah bangkit dari keterpurukan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Niat Bantu Perbaiki Kapal, Remaja di Tanjung Limau Jadi Korban Serangan Buaya

0
Kondisi korban gigitan buaya. (Ist)

BONTANG – Seorang remaja menjadi korban serangan buaya saat membantu ayahnya memperbaiki kapal di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (24/3/2026) siang.

Salah satu saksi mata, Malik menjelaskan bahwa kronologi remaja yang menjadi korban serangan buaya bermula, dari sang anak yang sedang membantu ayahnya memperbaiki kapal yang rusak, di sekitaran pukul 15.00 Wita.

Saat sang anak sedang membantu untuk memperbaiki kapalnya di pinggiran perairan, ternyata ada seekor buaya yang sudah mengintai dirinya, dimana posisi buaya sudah berada di dekat korban tanpa disadari korban.

“Anak ini ceritanya lagi bantu bapaknya perbaikan kapal di pinggiran, tidak tahu kalau ada buaya palingan ya, jadi tiba-tiba langsung diserang. Bukan anak kecil, anak ini sudah agak besar. Untuk umurnya saya kurang tahu sekitaran umur berapa,” jelasnya saat ditemui.

Adanya insiden tersebut, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Korban pun mendapatkan beberapa luka akibat serangan buaya, tepat di bagian dahinya dan juga leher.

“Buayanya yang menyerang cukup besar, kemungkinan ada sekitar dua meter. Entah itu bekas cakaran atau gigitan, lukanya di dahi sama leher. Jadi pas habis nyerang anak ini, buayanya langsung pergi. Anaknya juga sudah dibawa ke rumah sakit” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemukiman di Gang Family Hangus Terbakar, Bupati Kutim Turun Beri Bantuan

0
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat turun langsung ke lokasi kebakaran di Gang Family. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Amukan si jago merah kembali melanda permukiman warga di Gang Family III, RT 24, Sangatta, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah bangunan dan memaksa belasan warga kehilangan tempat tinggal.

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 10 kepala keluarga terdampak. Rinciannya, dua rumah ludes terbakar, satu rumah mengalami kerusakan pada dua kamar, serta enam pintu barakan ikut dilalap api.

Merespons kejadian itu, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, langsung turun ke lokasi pada Selasa (24/3/2026). Ia memastikan penanganan korban berjalan cepat sekaligus menyalurkan bantuan bersama lintas instansi.

Dalam peninjauan tersebut, Pemkab Kutim menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kutim serta Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur. Sinergi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak.

Dinas Sosial menyalurkan bantuan berupa sandang dan pangan. Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada anak-anak korban kebakaran dengan menyiapkan seragam, sepatu, hingga perlengkapan sekolah.

Sementara itu, Baznas Kutim memberikan bantuan dalam bentuk dana. Ketua Baznas Kutim, Masnip Sofwan, menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari pemotongan TPP ASN di lingkungan Pemkab Kutim.

“Dana zakat yang dihimpun dari masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk bantuan. Salah satunya untuk korban kebakaran ini,” ujarnya.

Bupati Ardiansyah menegaskan, pemerintah hadir untuk memastikan warga terdampak segera mendapatkan bantuan sekaligus dukungan moril. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik.

“Sebagian besar kebakaran, sekitar 90 persen, dipicu arus pendek. Karena itu, pengelolaan jalur listrik di rumah harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam