Beranda blog Halaman 198

Retribusi Wisata Bontang Kuala Dievaluasi, Penarikan Tiket Sementara Dihentikan

0
Spanduk aksi protes yang dibuat masyarakat. (Ist).

BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta ke Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar), untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan retribusi wisata di kawasan Bontang Kuala (BK).

Hal itu merupakan hasil rapat bersama yang digelar sebelumnya, yang dimana dewan meminta penarikan retribusi dihentikan untuk sementara waktu selama satu pekan ke depan, sambil menunggu evaluasi dan penyusunan regulasi baru.

“Kita minta keputusan hasil rapat kemarin, bahwa Dispopar untuk satu minggu ini melakukan evaluasi terhadap kebijakan retribusinya. Nanti baru disusun regulasi baru dan disosialisasikan kepada masyarakat,” ucapnya, Senin (11/5/2026).

Selain itu, Ketua DPRD Bontang turut menegaskan, penghentian tersebut bukan berarti retribusi dihapuskan sepenuhnya, melainkan hanya dihentikan sementara agar aturan baru bisa disiapkan dengan lebih matang.

Menurutnya, penarikan retribusi seharusnya dilakukan saat pengunjung memasuki kawasan pelataran di kawasan BK. Sebab, fasilitas tersebut dibangun menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Karena pelataran BK itu dibangun menggunakan APBD, jadi memang berhak ditarik retribusinya ketika masyarakat masuk ke kawasan pelataran itu,” tambahnya.

Andi Faizal juga menjelaskan, di kawasan BK pada awalnya merupakan pemukiman warga, sebelum berkembang menjadi destinasi wisata. Karena itu, ia menilai penarikan retribusi paling efektif dilakukan di area pelataran, bukan di kawasan pemukiman warga.

“Memang kawasan BK ini lahir duluan pemukimannya, baru ada wisatanya. Jadi yang paling efektif bagi kami di kawasan pelataran BK inilah ditarik retribusinya,” jelasnya.

Sehingga dewan meminta agar skema tarif retribusi dikaji ulang. Nantinya, sistem penarikan kemungkinan tidak lagi dihitung per orang, melainkan per kendaraan bermotor.

“Untuk nominalnya mungkin akan berubah, bukan lagi per orang tetapi per motor. Kita minta Dispopar membuat kajiannya dulu. Jatahnya dalam satu minggu kedepan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Belum Bisa Putihkan Bangunan Langgar GSB, Terkendala Aturan Pusat

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang hingga kini belum dapat menerapkan kebijakan pemutihan, terhadap bangunan yang melanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB), khususnya di kawasan jalan protokol.

Jabatan Fungsional Penata Perizinan DPMPTSP Bontang, Idrus, mengatakan persoalan tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Wali Kota Bontang.

Ia menjelaskan, banyak bangunan di sepanjang jalur nasional mulai dari Tugu Selamat Datang hingga pusat kota, berdiri tidak sesuai ketentuan sempadan yang diatur dalam Perda Tata Ruang.

“Dalam aturan, garis sempadan bangunan itu 17,5 meter. Tapi di lapangan memang banyak bangunan lama yang posisinya tidak sesuai lagi,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah menghadapi dilema. Di satu sisi bangunan telah lama berdiri dan digunakan masyarakat, namun di sisi lain aturan terbaru mengenai Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) tidak memberikan ruang untuk kebijakan pemutihan.

Idrus menyebut Wali Kota Bontang sempat mempertanyakan kemungkinan legalisasi bangunan lama, agar tetap dapat memiliki dokumen perizinan sekaligus berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

Namun, hal itu belum memungkinkan karena regulasi yang berlaku saat ini mengacu pada PP Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.

“Kalau dulu saat masih IMB mungkin ada kebijakan tertentu. Tapi sekarang sistemnya PBG dan ketentuannya langsung dari pusat, jadi daerah tidak bisa mengambil kebijakan sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, solusi terhadap persoalan tersebut hanya dapat dilakukan melalui revisi aturan tata ruang atau koordinasi dengan kementerian terkait, agar ada penyesuaian kebijakan

“Kalau tidak ada perubahan aturan, maka pemutihan tetap tidak bisa dilakukan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Garis Sempadan Bangunan merupakan batas minimum jarak bangunan terhadap jalan, sungai, pantai, jaringan utilitas, maupun batas lahan tertentu yang ditetapkan pemerintah daerah demi menciptakan kawasan yang tertib, aman, dan teratur. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Sirnas C Bupati Open Kutim 2026 Diikuti 504 Atlet se-Indonesia

0
Atlet dari 15 Provinsi siapa berlaga di Sirnas C. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Sebanyak 504 atlet bulutangkis dari 15 provinsi di Indonesia ambil bagian dalam Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bupati Open Kutai Timur (Kutim) 2026, yang resmi digelar di GOR Kudungga Sangatta, Senin (11/5/2026).

Turnamen nasional yang berlangsung selama enam hari, mulai 11 hingga 16 Mei 2026 itu resmi dibuka Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim, Ketua DPRD Kutim, Ketua KONI Kutim, serta jajaran Forkopimda.

Ketua PBSI Kutim, Daniel Politius Sebayang mengatakan, Sirnas C Bupati Open menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga bulutangkis di Kalimantan Timur, khususnya Kutim.

Menurutnya, ajang tersebut merupakan Sirnas pertama yang digelar di Kalimantan Timur dengan Kutim dipercaya menjadi tuan rumah.

“Kami sangat bersyukur kegiatan ini bisa terlaksana. Terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan penuh sehingga event nasional ini dapat berlangsung di Kutim,” ujar Daniel.

Ia menyebutkan, total atlet yang ikut bertanding mencapai 504 orang dari 15 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 atlet berasal dari Kutim dan turun di berbagai kelompok umur.

“Ini menjadi kesempatan besar bagi atlet muda Kutim untuk menambah pengalaman bertanding melawan atlet dari berbagai daerah. Tentu ini sangat baik untuk pembinaan dan peningkatan prestasi mereka,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi pelaksanaan turnamen nasional tersebut. Ia berharap Sirnas C Bupati Open tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga memberi dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, kedatangan ratusan atlet, official, dan pendamping dari luar daerah akan ikut menggerakkan sektor usaha masyarakat, mulai dari perhotelan, kuliner hingga UMKM lokal.

“Pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan olahraga seperti ini. Selain meningkatkan prestasi atlet, kegiatan ini juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat Kutim,” ucap Ardiansyah.

Sebagai informasi, Sirnas C Bupati Open Kutim 2026 memperebutkan total hadiah sebesar Rp276 juta dan diikuti peserta dari berbagai klub bulutangkis di Indonesia.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

SIRNAS C Diharap Dongkrak Prestasi Atlet dan Ekonomi Masyarakat

0
Pembukaan SIRNAS C Bupati Open Kutai Timur 2026 resmi dilaksanakan. (Ist)

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman optimistis pelaksanaan Sirkuit Nasional (SIRNAS) C Bupati Open Kutai Timur 2026, mampu mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi, sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Hal itu disampaikan Ardiansyah saat menghadiri pembukaan SIRNAS C Bupati Open Kutai Timur 2026 di Gedung Serba Guna Stadion Kudungga Sangatta, Jalan Soekarno-Hatta.

Menurutnya, kejuaraan bulu tangkis tingkat nasional yang untuk pertama kalinya digelar di Sangatta tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga di Kutai Timur, khususnya cabang bulu tangkis.

“Kejuaraan Sirnas C ini menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga di Kutai Timur, khususnya cabang bulu tangkis. Kami berharap ke depan event yang lebih besar lagi dapat dilaksanakan di daerah ini,” ujar Ardiansyah, Senin (11/5/2026).

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya mendukung pembinaan atlet muda melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga kompetitif. Dengan adanya kejuaraan nasional seperti SIRNAS C, para atlet daerah diharapkan memiliki ruang untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan prestasi.

Tak hanya dari sisi olahraga, Ardiansyah menilai event nasional tersebut juga berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta, official dan tamu dari berbagai daerah dinilai mampu menghidupkan sektor UMKM, kuliner, perhotelan hingga jasa transportasi.

“Dengan adanya event seperti ini tentu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu saya mengajak seluruh insan olahraga untuk terus menjunjung tinggi sportivitas,” katanya.

Sementara itu, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul yang hadir sebagai perwakilan provinsi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan berskala nasional tersebut di Kutai Timur.

Menurutnya, kegiatan olahraga seperti SIRNAS menjadi wadah positif untuk mencetak atlet-atlet berprestasi sekaligus mempererat persaudaraan antar daerah.

“Selamat datang kepada seluruh klub dan peserta dari berbagai daerah yang telah hadir di Kutai Timur. Saya berharap para atlet dapat terus berprestasi hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” ujar Anggara Sitompul.

Ia juga mengingatkan seluruh panitia, wasit dan peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan fair play selama pertandingan berlangsung.

“Kepada seluruh panitia, wasit dan pemain agar tetap menjaga sportivitas dalam bertanding. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” tambahnya.

Ardiansyah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kejuaraan tersebut, mulai dari panitia, PBSI, KONI hingga unsur Forkopimda.

Ia berharap Kutai Timur ke depan semakin dipercaya menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala nasional maupun regional.

Pembukaan SIRNAS C Bupati Open Kutai Timur 2026 berlangsung meriah dan dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmi, Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah, unsur TNI-Polri, PBSI Kaltim, KONI Kutim serta tamu undangan lainnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Sidokkes Polres Kutim Turun Langsung Uji Menu MBG, Jaga Kualitas Makanan

0
Sebelum Dibagikan ke Siswa, Menu MBG Polres Kutim Jalani Uji Kelayakan. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Polres Kutai Timur (Kutim) memastikan seluruh makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) aman dan layak dikonsumsi, sebelum dibagikan kepada para pelajar. Langkah itu dilakukan melalui pemeriksaan langsung oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Kutim di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Senin (11/5/2026).

Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya mencegah makanan tidak layak konsumsi sekaligus memastikan kualitas gizi tetap terjaga hingga diterima siswa di sekolah.

Tim Sidokkes Polres Kutim yang dipimpin Bripda Widi Faris Santosa bersama personel Siwas dan Provos melakukan uji organoleptik terhadap seluruh menu MBG. Pemeriksaan meliputi bentuk, warna, aroma hingga rasa makanan yang akan didistribusikan.

Dari hasil pemeriksaan, seluruh menu dinyatakan memenuhi standar kelayakan konsumsi dan aman untuk disalurkan kepada para penerima manfaat.

Menu MBG yang diperiksa terdiri dari nasi putih, telur stim asam manis, tempe orek, tumis sawi wortel dan buah semangka. Selain menu utama, dapur SPPG juga menyiapkan 18 porsi makanan khusus bagi siswa yang memiliki alergi makanan dengan komposisi berbeda.

Sebanyak 1.247 penerima manfaat menerima program MBG tersebut, terdiri dari siswa SDN 011, SDN 015, TK Kemala Bhayangkari Sangatta hingga para guru di masing-masing sekolah.

Distribusi makanan dilakukan menggunakan dua unit kendaraan operasional MBG Polres Kutim menuju sekolah penerima manfaat.

Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah mengatakan pemeriksaan makanan menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas makanan tetap terjaga sebelum dikonsumsi para siswa.

“Kami ingin memastikan makanan yang dibagikan benar-benar aman, sehat dan layak dikonsumsi oleh siswa maupun tenaga pendidik,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan terhadap kebersihan dapur, kualitas bahan makanan hingga proses distribusi akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga mutu pelayanan program MBG.

“Program ini bukan hanya soal pembagian makanan, tetapi juga memastikan kandungan gizi, kebersihan dan keamanan pangan tetap terjamin,” jelasnya.

Ia berharap program MBG dapat membantu mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan semangat belajar para siswa di Kutai Timur.

“Harapan kami, program ini memberikan manfaat positif bagi kesehatan anak-anak sekaligus mendukung kualitas pendidikan,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Persib Comeback Dramatis Tumbangkan Persija di Segiri

0
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak saat sesi konferensi pers usai laga di Stadion Segiri Samarinda. Foto: Dimas/Media Kaltim

SAMARINDA – Persib Bandung sukses mengamankan kemenangan penting dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia menghadapi Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore.

Maung Bandung berhasil melakukan comeback dramatis dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 atas rival abadinya tersebut.

Hasil itu membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 75 poin sekaligus semakin dekat mengunci gelar juara musim ini.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui pertandingan berlangsung sangat ketat dan penuh tekanan sehingga kedua tim sulit menampilkan permainan yang benar-benar indah secara teknis.

“Saya sudah katakan sebelumnya, ini bukan pertandingan yang indah untuk ditonton secara estetika. Kedua tim bekerja sangat keras. Namun, dengan dua gol yang dicetak Adam Alis, kami sangat puas pulang dengan tiga poin,” ujar Bojan usai pertandingan.

Persija sempat unggul lebih dulu di babak pertama sebelum Persib bangkit pada paruh kedua pertandingan.

Pahlawan kemenangan Persib adalah Adam Alis yang mencetak dua gol sekaligus memastikan tiga poin penting bagi tim asal Bandung tersebut.

Adam mengakui pertandingan berjalan sangat berat, terutama di babak pertama saat timnya terlihat kesulitan mengimbangi permainan Persija.

“Pertandingan yang sangat berat. Kami sangat kelelahan di babak pertama. Beruntung di babak kedua kami bangkit dan saya bisa membalikkan kedudukan,” ungkap Adam Alis.

Menariknya, mantan pemain yang pernah memperkuat klub di Samarinda itu mengaku merasa memiliki kecocokan tersendiri bermain di Stadion Segiri.

“Motivasi lebih sebenarnya tidak ada, mungkin saya memang cocok main di sini,” candanya.

Adam bahkan sempat berseloroh meminta dua laga sisa Persib dimainkan di Samarinda karena merasa Stadion Segiri membawa keberuntungan baginya.

Meski menjadi penentu kemenangan, Adam menegaskan target utama Persib bukan soal pencetak gol, melainkan memastikan gelar juara musim ini bisa segera diamankan.

“Tidak penting siapa yang mencetak gol. Yang paling krusial adalah tim dapat tiga poin. Sekarang kami fokus penuh ke dua pertandingan berikutnya. Kami ingin segera mengunci gelar juara,” tegasnya.

Persib kini hanya membutuhkan sedikit poin lagi di sisa kompetisi untuk memastikan trofi juara resmi mendarat di Bandung. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Persib Comeback Dramatis Tumbangkan Persija di Segiri

0
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak saat sesi konferensi pers usai laga di Stadion Segiri Samarinda. Foto: Dimas/Media Kaltim

SAMARINDA – Persib Bandung sukses mengamankan kemenangan penting dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia menghadapi Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore.

Maung Bandung berhasil melakukan comeback dramatis dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 atas rival abadinya tersebut.

Hasil itu membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 75 poin sekaligus semakin dekat mengunci gelar juara musim ini.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui pertandingan berlangsung sangat ketat dan penuh tekanan sehingga kedua tim sulit menampilkan permainan yang benar-benar indah secara teknis.

“Saya sudah katakan sebelumnya, ini bukan pertandingan yang indah untuk ditonton secara estetika. Kedua tim bekerja sangat keras. Namun, dengan dua gol yang dicetak Adam Alis, kami sangat puas pulang dengan tiga poin,” ujar Bojan usai pertandingan.

Persija sempat unggul lebih dulu di babak pertama sebelum Persib bangkit pada paruh kedua pertandingan.

Pahlawan kemenangan Persib adalah Adam Alis yang mencetak dua gol sekaligus memastikan tiga poin penting bagi tim asal Bandung tersebut.

Adam mengakui pertandingan berjalan sangat berat, terutama di babak pertama saat timnya terlihat kesulitan mengimbangi permainan Persija.

“Pertandingan yang sangat berat. Kami sangat kelelahan di babak pertama. Beruntung di babak kedua kami bangkit dan saya bisa membalikkan kedudukan,” ungkap Adam Alis.

Menariknya, mantan pemain yang pernah memperkuat klub di Samarinda itu mengaku merasa memiliki kecocokan tersendiri bermain di Stadion Segiri.

“Motivasi lebih sebenarnya tidak ada, mungkin saya memang cocok main di sini,” candanya.

Adam bahkan sempat berseloroh meminta dua laga sisa Persib dimainkan di Samarinda karena merasa Stadion Segiri membawa keberuntungan baginya.

Meski menjadi penentu kemenangan, Adam menegaskan target utama Persib bukan soal pencetak gol, melainkan memastikan gelar juara musim ini bisa segera diamankan.

“Tidak penting siapa yang mencetak gol. Yang paling krusial adalah tim dapat tiga poin. Sekarang kami fokus penuh ke dua pertandingan berikutnya. Kami ingin segera mengunci gelar juara,” tegasnya.

Kemenangan atas Persija menjadi modal penting bagi Persib Bandung untuk semakin dekat mengangkat trofi juara musim 2025/2026. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Drama Keluarga tentang Alzheimer Ini Sold Out di Banyak Kota

0
Poster film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”. Foto: Istimewa

SAMARINDA — Antusiasme penonton terhadap film drama keluarga “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” terus meningkat menjelang penayangan resminya pada 13 Mei 2026.

Film produksi Rapi Films, Screenplay Films dan Vortera Studios itu bahkan dilaporkan sold out di sejumlah kota dalam program “Nonton Duluan” yang digelar serentak di 40 kota di Indonesia.

Di Samarinda, penonton memadati CGV Plaza Mulia pada Minggu (10/5/2026) untuk menyaksikan lebih awal kisah emosional keluarga Yuke dan Kesha sebelum tayang nasional.

Film karya sutradara Kuntz Agus dengan skenario tulisan Alim Sudio tersebut mengangkat tema tentang caregiving, kehilangan ingatan, dan pentingnya memori keluarga.

Cerita berfokus pada Kesha yang diperankan Yasmin Napper, seorang mahasiswi film yang sedang memasuki fase dewasa dan ingin hidup mandiri.

Namun kehidupannya berubah ketika sang ibu, Yuke Yolanda yang diperankan Lulu Tobing, mulai kehilangan ingatan akibat penyakit Alzheimer.

Di tengah konflik keluarga dan hubungan antar saudara, Kesha harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ibunya perlahan mulai melupakan berbagai kenangan penting dalam hidup mereka.

Film ini juga dibintangi Sofia Shireen, Jordan Omar, dan Ibnu Jamil.

Suasana haru terasa sepanjang pemutaran film di Samarinda. Sejumlah penonton tampak menangis dan teringat momen kebersamaan bersama keluarga mereka masing-masing.

Salah seorang penonton, Anggi, mengaku datang bersama keluarganya untuk menonton film tersebut.

Menurutnya, film itu memberikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kenangan bersama orang-orang tercinta.

“Filmnya relate sekali sama kehidupan keluarga. Saya datang sama keluarga dan jujur banyak adegan yang bikin teringat masa kecil sama orang tua. Setelah nonton rasanya ingin lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga,” ujarnya.

Penonton lainnya, Rio, juga mengaku tersentuh setelah menyaksikan film tersebut.

Ia menilai kisah yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mampu menyampaikan pesan emosional secara kuat.

“Jarang ada film keluarga yang emosinya sampai seperti ini. Banyak adegan yang bikin saya sadar kalau waktu bersama keluarga itu sangat berharga,” katanya.

Selain menghadirkan drama keluarga yang menyentuh, film ini juga mengajak penonton untuk lebih menghargai setiap memori dan waktu bersama orang-orang terdekat.

Tiket program “Nonton Duluan” masih dapat dipesan melalui aplikasi M-TIX, TIX ID, CGV dan Cinepolis sebelum penayangan serentak nasional pada 13 Mei 2026. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Mahasiswa Kritik Pembubaran Nobar Film “Pesta Babi” di Sejumlah Daerah

0
Suasana penayangan film dokumenter “Pesta Babi” di Rumah Ladang, Samarinda. Foto: Istimewa

SAMARINDA – Penayangan film dokumenter “Pesta Babi” di Rumah Ladang, Samarinda, Sabtu (9/5/2026), menjadi ruang diskusi terbuka terkait kebebasan berpendapat, isu lingkungan, hingga hak masyarakat adat di tengah pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kegiatan tersebut berlangsung di tengah munculnya pembubaran pemutaran film serupa di sejumlah daerah dan kampus di Indonesia.

Ketua BEM Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Mulawarman, Tian Rado, menyayangkan adanya pembatasan terhadap pemutaran film dokumenter tersebut di beberapa wilayah.

“Di beberapa tempat saat melakukan nobar film ini terjadi pembubaran, bahkan di kampus di kota Ternate, Mataram, dan di berbagai tempat lainnya birokrat kampus sampai aparat melakukan pembubaran karena menganggap film tersebut sifatnya provokatif,” ujarnya.

Diskusi bersama peserta usai pemutaran film “Pesta Babi” di Samarinda. Foto: Istimewa

Menurut Tian, tindakan tersebut tidak hanya menyangkut persoalan teknis kegiatan, tetapi juga menyentuh ruang kebebasan berekspresi dan penyampaian kritik di lingkungan akademik.

Ia menilai mahasiswa memiliki hak untuk bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan isu kemanusiaan dan lingkungan.

“Apa yang sudah kita lakukan dan pelihara sampai hari ini, saya kira adalah bentuk kesehatan jiwa dan pikiran karena kita perlu curiga terhadap segala hal yang ditawarkan oleh pemerintah,” katanya.

Film “Pesta Babi” sendiri mengangkat persoalan konflik antara pembangunan PSN dengan hak masyarakat adat di Papua Selatan, khususnya terkait kerusakan hutan sagu milik suku Marind, Awyu, dan Muyu.

Tian menilai kondisi serupa juga dapat dilihat di Kalimantan Timur, terutama dalam relasi antara pemerintah dan industri ekstraktif.

“Kita melihat ketidakberdayaan pemerintah di hadapan oligarki, yang mana pemerintah hari ini seperti menjadi alat untuk kemudian melakukan eksploitasi dengan dalih pembangunan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dampak sosial dari kawasan industri tambang terhadap generasi muda, terutama terkait rendahnya minat melanjutkan pendidikan karena tergiur pekerjaan sektor tambang.

“Anak-anak muda yang hidup di lingkungan tambang melihat upah yang diberikan itu menjamin, sehingga minim yang mempunyai niat untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus dari bangku sekolah,” ujarnya.

Menurut Tian, kondisi tersebut secara perlahan membentuk pola ketergantungan dan menggeser nilai budaya masyarakat.

“Kehidupan masyarakat yang kental dengan budaya dan tradisi berusaha digeser dengan gaya hidup yang dapat menguntungkan kapitalis. Itu bentuk ketergantungan,” katanya.

Ia menilai sistem pendidikan saat ini juga mulai kehilangan fungsi membangun daya kritis mahasiswa.

“Pendidikan terkesan seperti disepelekan, padahal produksi bukan untuk memenuhi kebutuhan manusia, tetapi memperbudak manusia, yang mana kita memang dilatih untuk taat dan patuh terhadap sistem,” ucapnya.

Dalam film tersebut, sutradara Dandhy Laksono menggunakan istilah Pork Barrel Politics atau Politik Gentong Babi untuk mengkritik eksploitasi sumber daya alam demi kepentingan elite politik.

Meski menuai tudingan terkait pendanaan asing, Dandhy disebut tetap terbuka dengan mencantumkan seluruh kolaborator seperti Greenpeace, Pusaka Bentala Rakyat, dan WatchDoc dalam kredit film.

Di tengah berbagai tekanan dan pembatasan, diskusi dan pemutaran film “Pesta Babi” di Samarinda justru menunjukkan tingginya antusiasme publik terhadap ruang-ruang diskusi alternatif mengenai isu lingkungan, demokrasi, dan masyarakat adat. (MK)

Penulis: Abika Ramadhan
Editor: Agus S

Pemkab Kubar Tindaklanjuti Temuan Audit BPK RI

0
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin didampingi Pj Sekda Kamius Junaidi saat menerima hasil temuan pemeriksaan dari Tim Audit BPK RI Perwakilan Kaltim. Foto: Istimewa

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menggelar Exit Meeting bersama Tim Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kaltim terkait pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kutai Barat, Jumat (8/5/2026) lalu itu dihadiri langsung Bupati Kutai Barat Frederick Edwin didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kamius Junaidi, para asisten, serta Kepala Inspektorat Kutai Barat.

Exit meeting tersebut menjadi agenda penyampaian hasil pemeriksaan yang telah dilakukan Tim Audit BPK RI selama kurang lebih 35 hari.

Dalam kesempatan itu, Pj Sekda Kamius Junaidi menyampaikan apresiasi kepada Tim Audit BPK RI sekaligus permohonan maaf apabila selama proses pemeriksaan terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Ia menegaskan seluruh hasil pemeriksaan akan menjadi bahan evaluasi penting bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah.

“Hal-hal yang menjadi catatan dalam pemeriksaan ini tentu akan menjadi perhatian bersama untuk melakukan perbaikan dalam pengelolaan pemerintahan dan keuangan daerah,” ujar Kamius.

Sementara itu, Tim Audit BPK RI Perwakilan Kaltim menyampaikan sejumlah temuan dan catatan yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera ditindaklanjuti.

Beberapa poin yang menjadi sorotan di antaranya laporan aset tetap yang belum dilengkapi dokumen sumber pengerjaan, akun hutang jangka pendek yang belum tercatat, kekurangan volume dan kelebihan pembayaran perjalanan dinas, hingga hibah yang terindikasi menimbulkan kerugian.

Tim audit menjelaskan hasil pemeriksaan tersebut telah disampaikan kepada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bahan tindak lanjut dan perbaikan ke depan.

Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin menegaskan pemeriksaan yang dilakukan BPK RI merupakan bagian penting dalam memperbaiki sistem tata kelola pemerintahan agar semakin profesional dan akuntabel.

Menurutnya, pengelolaan keuangan daerah yang baik menjadi salah satu indikator terciptanya pemerintahan yang bersih dan terpercaya.

“Pemeriksaan ini bukan semata mencari kesalahan, namun menjadi bagian dari proses perbaikan sistem agar tata kelola pemerintahan semakin baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Frederick Edwin juga menekankan seluruh unsur pemerintahan memiliki tanggung jawab bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, profesional, dan akuntabel.

Di akhir kegiatan, Bupati Kutai Barat secara resmi menerima hasil temuan pemeriksaan dari Tim BPK RI Perwakilan Kaltim sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S