Beranda blog Halaman 199

Wisata Sungai Terik Diserbu Pengunjung, Lokasi Strategis Jadi Andalan

0
Aktifitas masyarakat di Wisata Sungai Terik. (Nash/Media Kaltim)

PASER – Wisata Sungai Terik di Desa Sungai Terika, Kecamatan Batu Sopang, menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat selama musim libur Lebaran 2026. Tingginya kunjungan dipengaruhi akses lokasi yang mudah dijangkau serta letaknya yang strategis di jalur utama penghubung Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Aliran sungai yang berasal dari kawasan tebing di Desa Rantau Buta ini menawarkan suasana alam yang masih asri. Lokasinya yang tidak jauh dari jalan poros membuat banyak pengunjung memilih singgah untuk beristirahat sekaligus menikmati wisata air.

Salah satu pengunjung, Muhammad Riski Hidayah, mengaku memilih Sungai Terik karena kemudahan akses serta jaraknya yang relatif dekat dari pusat kota.

“Aksesnya mudah karena dekat dari jalan poros dan jaraknya juga tidak jauh dari Tanah Grogot, waktu tempuh sekitar satu jam,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Selain akses yang mudah, fasilitas di kawasan wisata ini juga dinilai cukup memadai. Pengelola menyediakan gazebo, toilet, hingga penyewaan perlengkapan bermain air seperti ban.

“Fasilitasnya lumayan lengkap, ada kamar mandi dan toilet, serta penyewaan ban untuk anak-anak,” tambahnya.

Untuk menikmati wisata ini, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Biaya yang dikeluarkan hanya untuk parkir kendaraan dan penggunaan fasilitas tambahan.

Tarif parkir ditetapkan sebesar Rp5.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp2.000 untuk roda dua. Sementara gazebo disewakan Rp50.000 per petak, toilet Rp3.000 sekali masuk, dan penyewaan ban Rp15.000.

Dengan kombinasi akses mudah, fasilitas yang cukup lengkap, serta biaya yang terjangkau, Wisata Sungai Terik terus menjadi pilihan utama masyarakat untuk mengisi waktu libur bersama keluarga. (MK)

Pewarta: Nash
Editor: Agus S

Puncak Arus Balik, Penumpang di Terminal Sangatta Melonjak

0
Terpantau Terminal Sangatta Diserbu Pemudik Balik, 4 Bus ke Samarinda Langsung Full. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Puncak arus balik Lebaran 2026 mulai terasa di Terminal Sangatta. Lonjakan penumpang yang signifikan membuat armada bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) tujuan Samarinda dipadati penumpang hingga penuh.

Pada Rabu (25/3/2026), tercatat empat unit bus diberangkatkan dari Terminal Sangatta dengan total 120 penumpang. Seluruh kursi terisi, bahkan permintaan tiket terus meningkat seiring berakhirnya masa libur Idulfitri.

Koordinator Terminal Sangatta, Sukirman, mengatakan setiap bus rata-rata mengangkut sekitar 30 penumpang dan seluruhnya dalam kondisi penuh.

“Pagi ini ada empat bus yang berangkat, semuanya terisi penuh. Total sekitar 120 penumpang menuju Samarinda,” ujarnya.

Berdasarkan data angkutan Lebaran 2026, peningkatan jumlah penumpang mulai terlihat sejak H+1. Pada H+2 dan H+3, arus balik tercatat cukup tinggi dengan jumlah kedatangan masing-masing 192 dan 193 orang, sementara keberangkatan mencapai 148 dan 158 orang.

Sebaliknya, saat arus mudik, puncak terjadi pada H-3 atau 18 Maret 2026 dengan total 155 penumpang datang dan 174 penumpang berangkat dalam sehari.

Pihak terminal memperkirakan lonjakan arus balik masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Petugas Posko Angkutan Lebaran pun terus melakukan pemantauan dan pencatatan guna memastikan kelancaran serta keamanan perjalanan penumpang.

Sukirman juga mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi kepadatan dengan datang lebih awal ke terminal. “Kami sarankan penumpang datang lebih cepat, terutama di jam sibuk, agar tidak kehabisan tiket dan perjalanan tetap lancar,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Arus Mudik Lebaran Jalur Laut (2): Dari Surabaya ke Kediri hingga Jember Tanpa Macet Panjang

0
Antrean kendaraan di Gerbang Tol Probolinggo Timur saat arus mudik tetap padat namun lancar. Foto: Agus S/Media Kaltim

Pagi itu, Kamis (19/4) pukul 07.00 WIB, kapal akhirnya sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Penumpang mulai bersiap turun, membawa barang masing-masing. Antrean terbentuk di lorong kapal. Semua berjalan pelan, menunggu giliran.

Penumpang berdesakan di lorong kapal saat menunggu giliran turun usai sandar. Foto: Agus S/Media Kaltim

Di dalam kapal, suasana sempat padat. Koper, ransel, hingga kardus dibawa bersamaan. Tidak ada yang terburu-buru, tapi semua ingin segera turun.

Kepadatan penumpang di tangga kapal saat proses turun berlangsung secara bertahap. Foto: Agus S/Media Kaltim

Di dek kendaraan, situasinya lebih teratur. Truk, mobil pribadi, dan sepeda motor keluar satu per satu. Petugas mengatur ritme.

Meski kapal sudah sandar, penumpang dan kendaraan tidak bisa langsung keluar. Proses bongkar muat membutuhkan waktu. Sekitar satu jam sejak kapal merapat, baru kami benar-benar bisa keluar dari kapal.

Proses bongkar kendaraan di dalam kapal saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Foto: Agus S/Media Kaltim

Begitu roda kendaraan menyentuh darat, saya langsung membuka Google Maps. Tujuan kami adalah Kediri, menjemput putra ketiga kami yang telah menyelesaikan masa pengabdian di Pondok Pesantren Gontor 3.

Arus kendaraan cukup padat, didominasi mobil pribadi. Tapi tidak sampai macet. Kami masuk jalur tol dari arah Surabaya. Lalu lintas relatif lancar. Kendaraan bisa melaju stabil, meski di beberapa titik terlihat kepadatan.

Perjalanan menuju Kediri ditempuh sekitar tiga jam. Kami hanya satu kali singgah di rest area. Tidak lama. Sekadar istirahat dan memastikan kondisi tetap siap melanjutkan perjalanan.

Sampai di Kediri, kami tidak berlama-lama. Langsung menuju lokasi Gontor 3. Anak kami sudah menunggu. Pertemuan singkat, lalu kami lanjut lagi. Kini dalam satu mobil sudah lengkap—istri dan tiga anak saya.

Tujuan berikutnya Kabupaten Jember, tepatnya Desa Sukomakmur, Dusun Mundurejo, Kecamatan Umbulsari.

Dari Kediri, perjalanan dilanjutkan melalui jalur tol dari arah Jombang, lalu keluar di Gerbang Tol Probolinggo Timur. Setelah itu, perjalanan diteruskan melalui Leces, Lumajang, menuju arah Tanggul.

Antrean kendaraan di Gerbang Tol Probolinggo Timur saat arus mudik tetap padat namun lancar. Foto: Agus S/Media Kaltim

Sepanjang perjalanan, arus kendaraan tetap padat, tapi lancar. Tidak ada kemacetan panjang. Ini yang terasa berbeda. Mudik tetap ramai, tapi tidak menumpuk di satu titik.

Perjalanan dari Kediri ke Jember ditempuh sekitar lima jam. Kami tiba di Mundurejo sekitar pukul 17.15 WIB.

Di rumah, suasana biasa saja. Istri memang tidak memberi tahu orang tuanya soal kedatangan kami. Yang tahu hanya adik dan sepupunya.

Begitu mobil kami masuk dan parkir di halaman, belum ada yang keluar. Orang tua terlihat di belakang rumah, melihat mobil kami. Awalnya belum menyadari.

Setelah melihat lebih dekat, baru sadar bahwa putri dan cucu-cucunya yang datang. Tidak ada sambutan khusus. Tidak ada persiapan.

Kami langsung masuk ke rumah, sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Perjalanan hari itu selesai. Dari laut, pelabuhan, hingga jalan darat, semuanya berjalan dalam satu rangkaian.

Dan seperti yang saya tulis sejak awal, mudik bukan hanya soal sampai. Tapi bagaimana perjalanan itu dijalani. (Bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Sungai Terik Diserbu Wisatawan, Puncak Lebaran Capai 1.000 Pengunjung

0
Aktivitas masyarakat di objek Wisata Sungai Terik. (Nash/Media Kaltim)

PASER – Objek Wisata Sungai Terik mengalami lonjakan kunjungan signifikan selama libur Lebaran 2026. Jumlah pengunjung bahkan menembus lebih dari 1.000 orang per hari pada puncak libur.

Pengelola Sungai Terik, Agung, mengatakan peningkatan kunjungan mulai terlihat sejak hari pertama Lebaran pada Sabtu (21/3/2026). Rata-rata kunjungan harian mencapai lebih dari 500 orang dan terus meningkat hingga puncaknya.

“Kunjungan rata-rata itu lebih dari 500 orang per hari, dan puncaknya hari Senin kemarin sampai 1.000 orang lebih,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Lonjakan ini dipengaruhi oleh daya tarik alam Sungai Terik yang masih asri serta pengelolaan kawasan yang semakin tertata sejak mulai dikembangkan secara serius pada 2022.

Lokasinya yang berada di jalur poros penghubung Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan juga menjadi faktor pendukung tingginya kunjungan. Banyak wisatawan memilih singgah untuk beristirahat sekaligus menikmati suasana alam.

Menariknya, pengelola tidak menerapkan tiket masuk bagi pengunjung. Kebijakan ini dilakukan agar wisata Sungai Terik tetap terbuka untuk semua kalangan.

Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir dan penggunaan fasilitas tambahan. Tarif parkir ditetapkan Rp5.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp2.000 untuk roda dua.

Selain itu, tersedia fasilitas pendukung seperti toilet dengan tarif Rp3.000, penyewaan ban Rp15.000, serta gazebo yang dapat disewa seharga Rp50.000.

“Tidak ada tiket masuk, hanya biaya parkir dan fasilitas saja,” jelas Agung.

Meski tidak memungut biaya masuk, pengelola berharap kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan tetap tinggi, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami berharap pengunjung bisa menjaga kebersihan. Karena tidak ada tiket masuk, jadi mohon pengertiannya,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Nash
Editor: Agus S

Hindari Macet, Kapolri Minta Pemudik Manfaatkan WFA

0
Kapolri Listyo Sigit Prabowo membuka one way nasional arus balik Lebaran 2026 di GT Kalikangkung, Jateng. (Dok. Polri)

JATENG — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) guna mengantisipasi kepadatan arus balik Lebaran 2026.

Imbauan tersebut disampaikan saat pembukaan rekayasa lalu lintas one way nasional di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026).

Menurut Sigit, fleksibilitas kerja melalui WFA dapat membantu masyarakat mengatur waktu perjalanan kembali, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada puncak arus balik.

“Kalau ada masyarakat yang ingin memilih waktu balik, bisa memanfaatkan tanggal 25, 26, 27. Ini penting agar puncak arus balik bisa terurai,” ujarnya.

Selain itu, Polri bersama sejumlah pemangku kepentingan telah menyiapkan berbagai strategi pengamanan arus balik, salah satunya dengan penerapan one way nasional dari KM 414 Tol Kalikangkung hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek.

Rekayasa lalu lintas tersebut juga didukung dengan pengoperasian tol fungsional serta pengaturan arus kendaraan untuk mencegah terjadinya bottleneck di jalur menuju Jakarta.

“Kami mengatur agar tidak terjadi bottleneck saat kendaraan mendekati Jakarta, termasuk dengan penggunaan tol fungsional dan rekayasa lalu lintas lainnya,” jelasnya.

Kapolri juga mengingatkan pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Ia mengimbau agar pengendara tidak memaksakan diri jika lelah dan memanfaatkan fasilitas rest area maupun pos pelayanan yang telah disediakan.

“Kalau sudah lelah, sebaiknya istirahat. Jangan memaksakan diri karena keselamatan tetap yang utama,” tegasnya.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

800 Jemaah Gunakan Tol IKN, 168 Kendaraan Padati Akses Masjid Negara

0
Tol Balikpapan–IKN saat digunakan jemaah menuju Salat Idulfitri di Masjid Negara. (Doc. BBPJN Kaltim)

NUSANTARA – Tol fungsional Ibu Kota Nusantara (IKN) memainkan peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat pada momentum Salat Idulfitri 1447 Hijriah. Akses jalan yang dibuka lebih awal sejak pukul 04.30 Wita berhasil memobilisasi sekitar 800 jemaah dari Balikpapan menuju Masjid Negara IKN.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung suksesnya pelaksanaan salat Idulfitri perdana di IKN.

“Sesuai sosialisasi sebelumnya, ruas Tol Fungsional IKN dibuka untuk mendukung masyarakat yang ingin melaksanakan salat Id di Masjid Negara IKN,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Data lalu lintas menunjukkan, sebanyak 168 kendaraan tercatat melintas menuju kawasan masjid. Rinciannya, 59 kendaraan melalui Gerbang Tol Akses IKN 1B, sementara 109 kendaraan lainnya melalui Gerbang Tol Manggar.

Pembukaan akses tol sejak dini hari dinilai efektif dalam memastikan jemaah dapat tiba tepat waktu dengan perjalanan yang lebih aman dan nyaman. Selain itu, BBPJN juga memastikan kesiapan sarana pendukung selama operasional tol fungsional tersebut.

“Kami memastikan kondisi jalan laik fungsi, penerangan memadai, serta dukungan pengaturan lalu lintas dan patroli untuk menjaga keselamatan pengguna jalan,” jelas Yudi.

Pemanfaatan tol fungsional ini diharapkan terus memberikan manfaat nyata, tidak hanya pada momentum keagamaan, tetapi juga dalam mendukung konektivitas menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN di berbagai kegiatan nasional ke depan.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

ASN dan PPPK Pemkab Kutim Sambut Positif Kebijakan WFA

0
Ilustrasi ASN bekerja dengan sistem WFA. (Ilustrasi-AI)

SANGATTA – Penerapan sistem Work From Anywhere (WFA) di lingkungan pemerintahan mulai mendapat respons dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemkab Kutim.

Kebijakan ini dinilai memberi fleksibilitas kerja tanpa mengurangi tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.

Sejumlah ASN di Kutai Timur (Kutim) menyebut, WFA menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi kerja, terutama dalam kondisi tertentu seperti cuaca ekstrem, kemacetan, atau kebutuhan mendesak keluarga.

“Kalau dari sisi kami, WFA ini cukup membantu. Pekerjaan tetap bisa diselesaikan tepat waktu, apalagi sekarang banyak sistem sudah berbasis digital,” ujar Elly Handayani salah satu ASN di Pemerintahan Kutim, Rabu (25/3/2026).

Hal serupa disampaikan oleh tenaga PPPK di Misbah sektor pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa fleksibilitas kerja memberikan ruang untuk mengatur waktu lebih efektif, tanpa mengganggu kewajiban utama.

“Selama ada aturan yang jelas dan pengawasan tetap berjalan, WFA ini sangat mendukung. Yang penting target kerja tercapai,” katanya.

Meski demikian, baik ASN maupun PPPK sepakat bahwa penerapan WFA perlu diiringi dengan kedisiplinan tinggi dan sistem monitoring yang ketat. Hal ini untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga diharapkan dapat menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti jaringan internet yang stabil serta platform kerja digital yang terintegrasi.

Dengan penerapan yang tepat, WFA dinilai bukan hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga dapat menjadi bagian dari transformasi sistem kerja birokrasi yang lebih modern, adaptif, dan efisien.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Soroti Sampah di Beras Basah, Minta Pelanggar Dapat Sanksi Sosial

0
W‌ali Kota Bontang saat melakukan sidak di Kantor Dispopar. (Syakurah)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyoroti persoalan sampah di Pulau Beras Basah selama libur Lebaran.

Ia menerima laporan bahwa masih banyak wisatawan yang tidak mengindahkan imbauan untuk membawa kembali sampah ke darat, bahkan ditemukan ada yang mengubur sampah di lokasi wisata tersebut.

Menanggapi hal itu, Neni mempertanyakan kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) terkait ketersediaan CCTV yang memantau aktivitas pengunjung di kawasan tersebut. Ia menilai, jika terdapat rekaman pelanggaran, perlu diberikan sanksi sosial sebagai efek jera.

“Kita perlu tampilkan orang-orang yang tidak bisa menjaga lingkungan, padahal sudah difasilitasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, menyatakan pihaknya akan segera melaporkan hasil rekaman CCTV kepada wali kota sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.

Ia juga menjelaskan, ke depan pengelolaan CCTV akan diserahkan kepada pihak ketiga agar pengawasan di destinasi wisata dapat berjalan lebih optimal. Pasalnya, saat ini sistem CCTV di beberapa lokasi wisata belum terintegrasi secara maksimal.

“CCTV di Berbas Tengah dipantau dari TC Berbas, sedangkan di Beras Basah dilihat di lokasi juga. Dari kantor Dispopar terkendala jaringan yang belum stabil, sehingga belum terhubung langsung,” jelasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tabrak Truk Trailer di Jalan Poros Samarinda–Bontang, Pemotor Perempuan Asal Bontang Meninggal Dunia

0

BONTANG – Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Jalan Poros Samarinda–Bontang, tepatnya di KM 43 wilayah Desa Suka Damai, Kecamatan Muara Badak, Rabu (25/3/2026) pagi.

Seorang perempuan berinisial AS yang merupakan warga Bontang, kehilangan nyawa setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan sebuah truk trailer.

Diketahui kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.15 Wita. Saat itu, truk trailer bermuatan alat berat yang dikemudikan AD tengah melaju dari arah Samarinda menuju Bontang.

Di saat bersamaan, korban melintas dari arah berlawanan seorang diri menggunakan sepeda motor. Namun nahas, dalam kondisi yang diduga kurang waspada, korban justru menghantam sisi samping kendaraan besar tersebut.

Akibat benturan tersebut, korban mengalami cedera fatal di bagian kepala. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.

Petugas Patroli Jalan Raya yang tiba di lokasi segera melakukan penanganan, termasuk mengevakuasi korban serta mengamankan sopir truk dan kendaraannya.

Ipda Jatmiko dari Patroli Jalan Raya (PJR) menyampaikan, bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

“Sopir dan kendaraan sudah kami amankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya. Kasus ini kini ditangani oleh petugas di Pos Lantas Tanah Datar.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pelaku Penikaman di Jalan Tomat Berhasil Ditangkap, Polisi Amankan Pisau sebagai Barang Bukti

0
Pelaku penikaman di Jalan Tomat, berhasil diamankan pihak kepolisian. (Ist).

BONTANG – Kasus penikaman yang terjadi di Jalan Tomat, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, akhirnya menemui titik terang, dimana pelaku berinisial SY (47), salah satu warga Gunung Telihan berhasil diamankan oleh tim gabungan kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Randy Anugrah Putranto, mengungkapkan bahwa pelaku berhasil ditangkap, Kamis (19/3/2026), di kawasan Pasar Telihan. Penangkapan dilakukan setelah penyelidikan intensif oleh tim gabungan Sat Reskrim Polres Bontang, bersama anggota Reskrim dari Polsek Bontang Utara, Bontang Selatan, dan Bontang Barat.

“Pelaku berhasil kami amankan tanpa perlawanan setelah sebelumnya dilakukan pendekatan persuasif,” ujar AKP Randy saat dikonfirmasi.

Kasus ini sempat menyita perhatian warga setempat sebab kejadian ini terjadi di pinggir jalan, tepatnya Rabu (18/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 Wita. Korban berinisial NB (34) ditemukan dalam kondisi terluka akibat tusukan, sehingga korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan hasil dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengembangan penyelidikan dari petugas di lokasi kejadian, polisi mengarah pada SY sebagai terduga pelaku.

Kemudian, petugas langsung bergerak untuk menghubungi pelaku hingga akhirnya bersedia untuk bertemu di kawasan Pasar Telihan, dan berujung penangkapan.

“Dari tangan pelaku, kami telah mengamankan barang bukti berupa satu bilah pisau yang diketahui milik pelaku. Pisau tersebut ditemukan, sudah dengan posisi menancap di helm milik korban saat kejadian,” jelasnya.

Saat ini, SY telah diamankan di Mapolres Bontang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi turut menjerat pelaku dengan pasal penganiayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam