Beranda blog Halaman 201

Anak 6 Tahun Nyaris Tenggelam di Beras Basah, Sempat Lemas dan Dilarikan ke Rumah Sakit

0
Korban saat hendak dibawa ke RS. (Ist).

BONTANG– Seorang anak perempuan berusia 6 tahun, salah satu warga Penajam, nyaris tenggelam saat bermain air di kawasan Pulau Beras Basah, Rabu (25/3/2026), sekitar pukul 10.00 Wita.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban baru tiba di lokasi bersama keluarganya. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, korban langsung bermain air bersama sepupunya. Namun, karena terlalu asyik berenang, korban sempat tidak terpantau oleh keluarga.

Beberapa saat kemudian, korban terlihat dalam kondisi lemas di dalam air. Beruntung, keberadaan korban langsung cepat disadari, sehingga segera mendapat pertolongan dari orang di sekitar lokasi.

“Korban berhasil diselamatkan dan langsung mendapatkan penanganan awal. Meski tidak mengalami luka serius, korban dilaporkan dalam kondisi lemas akibat kejadian ini,” ucap Ismail, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang.

Selanjutnya, pihak kesehatan segera membawa korban ke Rumah Sakit (RS) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pihak keluarga diimbau untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di area perairan guna menghindari kejadian serupa.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Sidak OPD, Pastikan Pelayanan Optimal Pasca Lebaran

0
Neni saat melakukan sidak di beberapa OPD. (Syakurah)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, melakukan sidak ke beberapa OPD pada hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran, yakni RSUD, DPK, Dispopar, BPBD dan Disdamkarkan.

Sidak ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal, meski sebagian pegawai masih dalam masa cuti atau belum kembali bekerja.

Neni menyebut tingkat kehadiran pegawai secara umum masih dalam batas wajar, yakni sekitar 5 persen yang belum hadir. Ia mencontohkan, jika dari 100 pegawai terdapat sekitar satu orang yang belum masuk, kondisi tersebut masih bisa ditoleransi.

“Secara umum masih sekitar 5 persen. Kalau dari 100 orang mungkin hanya satu yang belum hadir. Itu masih wajar,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Namun, ia juga menemukan ada unit pelayanan yang tingkat ketidakhadirannya sedikit di atas angka tersebut. Meski begitu, Neni memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu pelayanan karena adanya sistem saling dukung antarpegawai.

“Memang ada yang lebih dari 5 persen, tapi tidak ada masalah. Tadi disampaikan semua saling backup, jadi pelayanan tetap berjalan,” tambahnya.

Neni menegaskan, pemantauan kinerja terutama pelayanan publik, seperti kesehatan dan administrasi.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kasus Dugaan Penipuan Menimpa Selebgram Naomi Sachie Belum Temui Titik Terang

0

SANGATTA – Kasus dugaan penipuan yang menimpa selebgram Naomi Sachie kian berlarut. Meski telah dilaporkan ke pihak kepolisian, hingga kini belum ada titik terang terkait penyelesaian perkara tersebut.

Peristiwa ini bermula dari kedekatan Naomi dengan Fajriani, yang disebut sebagai mantan karyawan di Erafone. Awalnya, Fajriani kerap datang dengan cerita kesulitan hidup dan memohon bantuan keuangan.

Merasa iba, Naomi pun memberikan pinjaman. Hubungan keduanya kemudian semakin dekat hingga berlanjut ke kerja sama bisnis. Fajriani menjalankan usaha berupa dana pinjaman dan kredit handphone dengan meminjam modal dari Naomi.

Kesepakatan pun dibuat. Fajriani diwajibkan mengembalikan dana sesuai waktu dan nominal yang telah disepakati. Pada awalnya, pembayaran berjalan lancar. Namun, seiring waktu, pembayaran mulai tersendat hingga akhirnya macet.

Hingga kini, Fajriani disebut masih memiliki sisa pokok utang sebesar Rp218,2 juta yang belum dilunasi kepada Naomi.

“Awalnya saya bantu karena iba, dia datang dengan cerita kesulitan hidup. Tapi lama-lama justru kepercayaan saya disalahgunakan,” ungkap Naomi Sachie kepada Radar Bontang, Selasa (24/3/2026).

Kekecewaan Naomi semakin dalam mengingat kedekatan hubungan mereka. Ia bahkan sempat memberikan kejutan ulang tahun berupa bouquet uang yang sempat viral di media sosial sebagai bentuk perhatian kepada Fajriani.

Namun, alih-alih berterima kasih, Naomi justru mengaku dituding mencari popularitas.

“Emang prestasi kamu apa sampai aku mau pansos ke kamu? Tahun 2015 kamu masih bocil SD, saya sudah endorse beberapa produk,” tegasnya.

Tak tinggal diam, Naomi sempat melaporkan kasus ini ke polisi. Namun, proses hukum yang berjalan belum membuahkan hasil.

Upaya penyelesaian juga sempat dilakukan melalui pertemuan langsung pada awal Februari lalu. Dalam pertemuan tersebut, Naomi bersama asistennya didampingi seorang kanit bernama Yoyo. Sementara Fajriani hadir bersama kekasihnya, Rustan, yang disebut bekerja sebagai satpam di Bank Negara Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Fajriani disebut tidak banyak bicara dan lebih banyak tertunduk. Justru sang kekasih yang aktif memberikan penjelasan.

“Dia tidak berani banyak bicara, hanya tertunduk. Malah pacarnya yang lebih banyak menyampaikan,” ujar Naomi.

Pada akhir pertemuan, Fajriani berjanji akan melunasi seluruh sisa utang paling lambat akhir Februari. Namun, janji tersebut tidak ditepati. Setelah melewati batas waktu yang disepakati, Fajriani justru menghilang dan sulit dihubungi.

Ironisnya, Naomi juga mengungkap adanya unggahan di media sosial yang diduga dibuat Fajriani untuk membangun opini seolah utang tersebut telah lunas.

“Dia malah buat story di Instagram bilang utangnya sudah lunas. Tapi story itu disembunyikan dari saya dan teman-teman dekatnya. Seolah ingin memperbaiki citra di media sosial,” tegas Naomi.

Kasus ini tidak hanya menimpa Naomi. Sejumlah korban lain juga mulai bermunculan dengan modus serupa.

Salah satunya Brygta yang mengalami kerugian sebesar Rp13 juta. Modusnya, Fajriani mengaku memiliki teman yang ingin kredit handphone, namun menggunakan data palsu atas nama Mulia. Setelah ditelusuri, Mulia mengaku tidak pernah melakukan kredit, dan handphone tersebut diduga digunakan oleh Fajriani sendiri.

Korban lainnya adalah Askia, yang merupakan rekan kerja Fajriani. Dalam kasus ini, Fajriani membeli iPhone 15 menggunakan skema cicilan atas nama Askia. Namun hingga kini masih terdapat sisa pembayaran sebesar Rp8,9 juta yang belum dilunasi.

Saat ini, Naomi berharap adanya itikad baik dari pihak Fajriani untuk menyelesaikan kewajibannya. Ia juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Fajriani atau Yani agar segera menghubunginya, mengingat yang bersangkutan sudah sulit ditemui dan dihubungi.

“Kalau ada yang melihat atau mengetahui keberadaannya, saya harap bisa menghubungi saya. Karena sampai sekarang dia sudah sangat sulit dihubungi,” tutup Naomi.

Kasus ini pun menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam urusan pinjam-meminjam, bahkan dengan orang yang sudah dikenal dekat sekalipun.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kapolres Kutim Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran Gang Family

0
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto turun langsung memberikan bantuan ke korban bencana kebakaran. (Istimewa)

SANGATTA – Musibah kebakaran kembali melanda permukiman warga di Sangatta Utara. Sedikitnya lima unit rumah di Gang Family 3 RT 024, Desa Sangatta Utara, hangus dilalap api.

Kobaran api yang cepat membesar juga menghanguskan dua barakan dengan total enam pintu serta beberapa rumah tunggal milik warga. Bahkan, sejumlah bangunan di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan akibat dampak panas dan jilatan api.

Merespons kejadian tersebut, Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Fauzan Arianto bergerak cepat turun ke lokasi sekaligus menyalurkan bantuan kepada para korban terdampak.

Pendataan langsung dilakukan oleh Kapolsek Sangatta Utara bersama personel di lapangan. Dari hasil sementara, korban terdampak di antaranya penghuni barakan milik Kongsun dan Iir Rosidah, serta rumah milik Uli Rudin dan Yuwono yang turut ludes terbakar.

Selain itu, beberapa warga lain seperti Rudi, Novi, dan Sulanto juga mengalami kerusakan pada bagian rumah mereka.

Sebagai bentuk kepedulian, bantuan diserahkan langsung oleh Kapolres kepada para korban. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang tengah menghadapi situasi sulit pascakebakaran.

“Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga para korban diberikan ketabahan. Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kami agar bisa sedikit membantu meringankan beban warga,” ujar AKBP Fauzan Arianto, Selasa (24/3/2026).

Ia juga menegaskan, jajaran Polres Kutai Timur akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan lanjutan. Di sisi lain, masyarakat diimbau lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat.

“Pastikan instalasi listrik aman dan tidak meninggalkan sumber api yang berpotensi memicu kebakaran. Pencegahan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Saat ini, kondisi di lokasi kejadian mulai kondusif. Warga bersama aparat masih melakukan pembersihan puing serta berupaya menyelamatkan barang-barang yang tersisa.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah musibah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus dukungan moril bagi para korban yang tengah bangkit dari keterpurukan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Niat Bantu Perbaiki Kapal, Remaja di Tanjung Limau Jadi Korban Serangan Buaya

0
Kondisi korban gigitan buaya. (Ist)

BONTANG – Seorang remaja menjadi korban serangan buaya saat membantu ayahnya memperbaiki kapal di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (24/3/2026) siang.

Salah satu saksi mata, Malik menjelaskan bahwa kronologi remaja yang menjadi korban serangan buaya bermula, dari sang anak yang sedang membantu ayahnya memperbaiki kapal yang rusak, di sekitaran pukul 15.00 Wita.

Saat sang anak sedang membantu untuk memperbaiki kapalnya di pinggiran perairan, ternyata ada seekor buaya yang sudah mengintai dirinya, dimana posisi buaya sudah berada di dekat korban tanpa disadari korban.

“Anak ini ceritanya lagi bantu bapaknya perbaikan kapal di pinggiran, tidak tahu kalau ada buaya palingan ya, jadi tiba-tiba langsung diserang. Bukan anak kecil, anak ini sudah agak besar. Untuk umurnya saya kurang tahu sekitaran umur berapa,” jelasnya saat ditemui.

Adanya insiden tersebut, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Korban pun mendapatkan beberapa luka akibat serangan buaya, tepat di bagian dahinya dan juga leher.

“Buayanya yang menyerang cukup besar, kemungkinan ada sekitar dua meter. Entah itu bekas cakaran atau gigitan, lukanya di dahi sama leher. Jadi pas habis nyerang anak ini, buayanya langsung pergi. Anaknya juga sudah dibawa ke rumah sakit” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemukiman di Gang Family Hangus Terbakar, Bupati Kutim Turun Beri Bantuan

0
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat turun langsung ke lokasi kebakaran di Gang Family. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Amukan si jago merah kembali melanda permukiman warga di Gang Family III, RT 24, Sangatta, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah bangunan dan memaksa belasan warga kehilangan tempat tinggal.

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 10 kepala keluarga terdampak. Rinciannya, dua rumah ludes terbakar, satu rumah mengalami kerusakan pada dua kamar, serta enam pintu barakan ikut dilalap api.

Merespons kejadian itu, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, langsung turun ke lokasi pada Selasa (24/3/2026). Ia memastikan penanganan korban berjalan cepat sekaligus menyalurkan bantuan bersama lintas instansi.

Dalam peninjauan tersebut, Pemkab Kutim menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kutim serta Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur. Sinergi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak.

Dinas Sosial menyalurkan bantuan berupa sandang dan pangan. Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada anak-anak korban kebakaran dengan menyiapkan seragam, sepatu, hingga perlengkapan sekolah.

Sementara itu, Baznas Kutim memberikan bantuan dalam bentuk dana. Ketua Baznas Kutim, Masnip Sofwan, menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari pemotongan TPP ASN di lingkungan Pemkab Kutim.

“Dana zakat yang dihimpun dari masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk bantuan. Salah satunya untuk korban kebakaran ini,” ujarnya.

Bupati Ardiansyah menegaskan, pemerintah hadir untuk memastikan warga terdampak segera mendapatkan bantuan sekaligus dukungan moril. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik.

“Sebagian besar kebakaran, sekitar 90 persen, dipicu arus pendek. Karena itu, pengelolaan jalur listrik di rumah harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kunjungan Beras Basah Tembus 2.600 Orang, Cuaca Bersahabat Dukung Lonjakan Wisata

0
Kondisi Pulau beras Basah di hari Selasa (24/3/2025). (istimewa)

BONTANG – Lonjakan wisatawan ke Pulau Beras Basah selama libur Lebaran terus terjadi. Berdasarkan laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, total pengunjung dalam dua hari pemantauan mencapai 2.677 orang

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari kunjungan pada Minggu (22/3/2026) sebanyak 1.295 orang dan laporan sementara Selasa (24/3/2026) hingga pukul 12.00 WITA sebanyak 1.382 orang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bontang, Ismail, mengatakan tingginya angka kunjungan didukung oleh kondisi cuaca yang relatif stabil dan bersahabat.

“Cuaca didominasi cerah berawan dengan angin dari arah timur laut dan gelombang berkisar 0,3 hingga 0,5 meter. Ini cukup aman untuk aktivitas wisata dan penyeberangan,” ujarnya.

Pada pemantauan Selasa pagi, gelombang tercatat sekitar 0,5 meter dengan kondisi air laut pasang. Memasuki siang hari, tinggi gelombang tetap stabil di angka yang sama, sementara air laut mulai surut.

Sementara itu, sebaran pengunjung pada hari kedua didominasi warga Bontang sebanyak 881 orang, disusul Kutai Timur 188 orang, Samarinda 154 orang, Balikpapan 100 orang, Kutai Kartanegara 50 orang, dan Kutai Barat 9 orang.

BPBD Kota Bontang juga memastikan, selama dua hari pemantauan tidak ditemukan adanya kejadian bencana maupun insiden di kawasan wisata tersebut.

“Alhamdulillah nihil kejadian. Seluruh aktivitas berjalan aman dan terkendali,” tambah Ismail.

Dalam pelaksanaan pengawasan, BPBD menurunkan 7 personel pada hari kedua untuk melakukan pemantauan di area pelabuhan dan pulau, sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk operator kapal wisata di Tanjung Laut Indah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kesadaran Wisatawan Rendah, Sampah Masih Jadi Masalah di Beras Basah Saat Libur Lebaran

0
Sampah yang berserakan di Beras Basah. (istimewa)

BONTANG – Permasalahan sampah di destinasi wisata unggulan Kota Bontang, Pulau Beras Basah, kembali mencuat, terutama saat momen libur panjang seperti Lebaran. Lonjakan jumlah pengunjung kerap diikuti dengan meningkatnya volume sampah yang ditinggalkan di kawasan pulau.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Eko Mashudi, menegaskan bahwa pengelolaan sampah di Pulau Beras Basah saat ini masih menjadi tanggung jawab masing-masing pengunjung.

Ia menjelaskan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hanya dapat membantu penanganan sampah setelah dibawa kembali ke daratan. Hal ini disebabkan keterbatasan sarana, terutama tidak adanya kapal khusus untuk mengangkut sampah dari pulau-pulau kecil.

“DLH mau bantu mengurus jika sudah dibawa ke darat, karena mereka tidak memiliki kapal pengangkut sampah ke pulau-pulau kecil,” ujarnya, Selasa (24/3/2025).

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi dasar diterapkannya program Gerakan sampahku itu tanggung jawabku (GESIT), yang mengedepankan prinsip tanggung jawab individu terhadap sampah yang dihasilkan.

“Salah satu program GESIT itu. Karena wisatawan membawa makanan dan minuman dari darat, maka harus bertanggung jawab membawa kembali sampahnya untuk dikelola dengan baik,” tegasnya.

Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan besar. Eko mengakui bahwa membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan bukan perkara mudah.

“Memang membangun kesadaran masyarakat itu susah sekali, mengubah mindset-nya. Capek, lelah, panas, tapi masih saja banyak yang berdebat ketika diajak menjaga kebersihan,” ungkapnya.

Fenomena ini semakin terlihat saat libur Lebaran, ketika jumlah wisatawan meningkat drastis. Sampah plastik, sisa makanan, hingga botol minuman kerap terlihat berserakan di kawasan pantai, merusak keindahan alam yang menjadi daya tarik utama Pulau Beras Basah.

Pemerintah pun terus mengimbau para wisatawan untuk lebih peduli terhadap lingkungan, dengan tidak meninggalkan sampah di lokasi wisata serta membawa kembali sampah ke daratan.

“Kami juga mendatangi rombongan dan memberikan plastik sampah, agar mereka dapat merapikan sampah yang mereka miliki,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pesan-pesan Bunda Neni di Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 H

0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menyalami jemaah wanita usai melaksanakan salat id. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Agung Al-Hijrah, Sabtu (21/03/2026) pagi. Wali kota menyampaikan beberapa pesan saat sambutan.

Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan proses pembinaan spiritual dan moral yang diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih bertakwa, berempati, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Idulfitri, lanjutnya, menjadi momentum untuk kembali pada fitrah sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah, wathaniyah, dan insaniyah.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan bahwa nilai-nilai yang tumbuh selama Ramadan seperti kejujuran, solidaritas, dan semangat berbagi merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkarakter.

Dalam konteks pembangunan daerah, Pemerintah Kota Bontang terus berkomitmen mewujudkan identitas sebagai “Kota Taman” yang tertib, agamis, mandiri, aman, dan nyaman. Upaya tersebut juga sejalan dengan visi Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan sebagai daerah mitra IKN.

Berbagai program prioritas pun terus dijalankan, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga penguatan nilai sosial dan inovasi daerah.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Si Jago Merah Lalap 6 Barakan dan 2 Rumah Tunggal di Samgatta Uttara

0
Kebakaran hebat kembali terjadi di Sangatta Utara, Gang Family III. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Gang Family III Blok P.U Buntu, RT 24, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 18.20 WITA.

Api yang dengan cepat membesar menghanguskan total delapan bangunan, terdiri dari enam barakan dan dua rumah tunggal. Informasi tersebut disampaikan warga setempat, Mama Rafa, yang berada di lokasi saat kejadian.

Menurutnya, api pertama kali terlihat membesar dan dengan cepat merembet ke bangunan lain yang berdempetan di kawasan tersebut.

Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Namun, besarnya kobaran api membuat sebagian besar bangunan tidak dapat diselamatkan.

“Api cepat sekali menyebar, kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang,” ungkap salah seorang warga.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Aparat terkait masih melakukan penyelidikan dan pendataan terhadap jumlah kerugian serta dampak yang ditimbulkan.

Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini. Sementara itu, pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam