Beranda blog Halaman 468

Pemkot Alokasikan Anggaran Rp 1,5 Miliar Bantu Korban Banjir Sumatra

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk bantuan bencana banjir di Sumatera dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini disampaikan saat acara pembukaan Pupuk Kaltim Fest 2025, di Area Parkir GOR PKT, Jumat (26/12/2025) malam.

Bersamaan dengan itu, Pupuk Kaltim pun juga mendonasikan bantuan kemanusiaan sebesar Rp 100 juta, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang sejalan dengan visi Pemkot Bontang.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Pupuk Kaltim melalui bantuan kemanusiaan. Terlebih lagi melalui kegiatan Pupuk Kaltim Fest ini, tidak hanya mendukung UMKM lokal saja, tetapi juga menguatkan nilai kepedulian sosial,” ucapnya.

Perlu diketahui, Pupuk Kaltim Fest 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai sarana kegiatan sosial dan penggalang dana.

Donasi dapat dilakukan melalui scan barcode yang ditampilkan di layar LED, dan di sisi panggung. Maupun secara langsung melalui tenant Yayasan Baiturrahman yang dibuka mulai dari 26 sampai 31 Desember 2025.

“Ini sebagai salah satu kegiatan sinergi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat Bontang,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wawali Target Turunkan Angka Stunting, Meski Sudah Lampaui Target Nasional

0
Wawali saat hadiri rakor Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) di Auditorium 3D. (Ist)

BONTANG – Wawali Agus Haris menargetkan penurunan angka stunting dari 15,7 persen menjadi 12,5 persen pada 2026. Hal itu diungkapan saat membuka Rapat Koordinasi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) di Auditorium 3D Bontang Utara, Selasa (23/12) pagi.

Disebutkan, saat ini angka stunting Kota Bontang berada di kisaran 15 persen, sudah melampaui target nasional sebesar 18 persen pada 2030. Namun Agus Haris mengingatkan, agar capaian tersebut tidak membuat semua pihak berpuas diri, mengingat Bontang masih berada di peringkat ketiga di Kalimantan Timur.

“Penanganan stunting ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Menurutnya, program penanganan stunting secara masif akan didukung kolaborasi lintas sektor, termasuk OPD, perusahaan, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pelataran Bontang Kuala Jadi Pilihan Warga Bontang dan Sekitarnya Berwisata Akhir Tahun

0
Kondisi Bontang Kuala saat musim libur. (Syakurah)

BONTANG – Pelataran Bontang Kuala menjadi salahsatu jujugan favorit wisata di Bontang, saat libur akhir tahun ini. Padatnya pengunjung, baik lokal maupun luar daerah menjadi bukti Pelataran Bontang Kuala semakin diminati untuk tempat bersantai bersama keluarga.

Salah satu pengunjung yang datang dari luar Bontang, Hikmah bersama keluarga datang dari Kaubun, Kutai Timur.

Momen libur sekolah membawanya sekeluarga ke Bontang untuk mengunjungi sanak keluarga, hingga akhirnya Sabtu (27/12/2025) sore mereka mengunjungi Pelataran Bontang Kuala.

“Biasanya saya sampai depan saja makan Gami atau beli oleh-oleh, baru ini masuk. Dulu sempat mau kesini tapi katanya lagi renovasi jadi baru ini masuk ke dalam,” pungkasnya.

Ia mengungkapkan, jika kembali berkunjung ke Bontang akan mendatangi tempat ini lavi, “mungkin karena baru buka jadi belum ada tempat untuk duduk-duduk, warung juga belum ada,” tambahnya.

Nala salah satu warga Bontang sendiri baru mengetahui pelataran telah dibuka setelah Pesta Laut diselenggarakan beberapa waktu lalu. Ia mengaku sering mengunjungi pelataran. Dengan adanya penambahan fasilitas umum ia merasa tempat tersebut lebih baik untuk didatangi.

“Apalagi ada toilet dan musala, jadi tidak perlu numpang lagi di warung sekitar kalau mau buang air,” tambahnya.

Ia menambahkan, kebutuhan lampu-lampu untuk penerangan di malam hari juga perlu diperbanyak, lantaran pengunjung sering di sana hingga malam hari.

Dari pantauan lapangan, para pedagang belum mengisi lapak yang tersedia. Adapun penjual makanan mainan masih membuka lapak mereka di daerah parkiran. Warga yang berkunjung menggunakan lapak-lapak yang kosong sebagai tempat mereka untuk duduk-duduk menikmati pelataran.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jelang Tutup Tahun, BNN Kaltim Gencarkan Razia Jalur Transportasi dan THM di Balikpapan

0
Razia gabungan BNN dan aparat lintas sektor di salah satu tempat hiburan malam di Kota Balikpapan menjelang pergantian tahun 2025. Foto: Istimewa

BALIKPAPAN – Menjelang pergantian tahun 2025, Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur meningkatkan intensitas pengawasan terhadap potensi peredaran narkoba. Bersama BNN kabupaten/kota se-Kaltim dan aparat lintas sektor, razia gabungan digelar untuk mempersempit ruang gerak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di ruang publik.

Pada Rabu (25/12/2025), Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur berkolaborasi dengan BNN kabupaten/kota serta Kantor Wilayah Bea dan Cukai Kaltimtara melaksanakan razia serentak di sejumlah titik strategis di Kota Balikpapan. Lokasi pengawasan meliputi Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Pelabuhan Semayang, dan Terminal Batu Ampar.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kaltim, Tejo Yuantoro, menjelaskan bahwa operasi ini difokuskan pada jalur masuk utama yang rawan dimanfaatkan sebagai pintu peredaran narkoba, baik melalui jalur udara, laut, maupun darat. Selain pemeriksaan barang bawaan dan penumpang, petugas juga melakukan tes urine secara acak.

“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan seluruh sampel urine negatif dan tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).

Pengawasan kemudian dilanjutkan pada 26 Desember hingga dini hari 27 Desember 2025 dengan menyasar tempat hiburan malam. Dalam operasi lanjutan ini, BNNP Kaltim bersama BNNK Balikpapan, Ditresnarkoba Polda Kaltim, Polresta Balikpapan, Bea Cukai, serta unsur Polisi Militer TNI menggelar razia di tiga lokasi hiburan malam di Kota Balikpapan.

Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kota Balikpapan, Bonifasio Rio Rahadianto. Dari hasil pemeriksaan terhadap 88 orang pengunjung dan pekerja tempat hiburan malam, satu orang dinyatakan positif narkoba.

“Yang bersangkutan selanjutnya akan menjalani asesmen untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan,” jelas Bonifasio.

Ia menegaskan, razia gabungan ini bersifat preventif sekaligus represif, terutama pada momen akhir tahun ketika aktivitas masyarakat meningkat dan potensi penyalahgunaan narkoba dinilai lebih tinggi.

BNN, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkoba, khususnya di wilayah perkotaan dan pusat aktivitas publik. (ap)

Editor: Agus S

Pelabuhan Loktuan Dinilai Perlu Sistem Early Warning Peredaran Narkoba

0
Pelabuhan Loktuan. (ist)

BONTANG – Pelabuhan Loktuan dinilai memerlukan sistem early warning atau deteksi dini, guna mencegah masuknya narkoba ke Kota Bontang. Minimnya alat pengawasan dan pengecekan penumpang disebut menjadi celah rawan peredaran barang haram dari luar daerah.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang, Lulyana Ramdhani, mengungkapkan, sampai sekarang belum terdapat sistem pemeriksaan yang memadai terhadap penumpang maupun barang bawaan saat aktivitas turun-naik kapal di Pelabuhan Loktuan.

“Waktu pengecekan kemarin, penumpang kapal maupun barang bawaannya tidak dilakukan pengecekan, semuanya lalu lalang begitu saja,” ujarnya.

Menurutnya, pelabuhan merupakan salah satu pintu masuk utama orang dan barang dari luar daerah, sehingga sangat membutuhkan sistem deteksi dini untuk mencegah peredaran narkotika sebelum masuk ke wilayah kota.

Ia menambahkan, momentum tertentu seperti musim libur dan hari besar keagamaan, termasuk Natal dan Tahun Baru, menjadi waktu yang rawan dimanfaatkan, lantaran peningkatan penumpang yang berpotensi membuka celah peredaran narkoba.

“Ketika arus penumpang meningkat, pengawasan juga harus diperkuat. Kalau tidak, ini bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

BNNK Bontang menilai pengelola pelabuhan setidaknya perlu menyediakan fasilitas dasar seperti metal detector atau alat pemindai barang. Menurut Lulyana, keberadaan alat tersebut merupakan bentuk early warning system untuk menekan risiko peredaran narkoba.

Ia menyebut pihaknya telah beberapa kali menyampaikan rekomendasi kepada pemangku kepentingan terkait. Namun, hingga kini belum terlihat implementasi di lapangan.

“Sayangnya sampai hari ini belum ada alat yang digunakan,” tegasnya.

Ke depan, BNNK Bontang berencana kembali melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait guna membahas penguatan sistem pengawasan di Pelabuhan Loktuan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pulang Berkebun Warga Gunung Elai Diserang Buaya, Korban Dirujuk ke Samarinda

0
Saat pemantauan perbantuan warga yang diterkam buaya. (ist)

BONTANG – Seorang warga di Kelurahan Gunung Elai diserang buaya saat melintas di jembatan titian, Jumat (27/12/2025) sore. Korban diketahui bernama Suardi (74) warga RT 37.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bontang, Ismail menyatakan melalui laporan petugas lapangan, pihaknya telah melakukan pemantauan ke lokasi kejadian usai menerima informasi dari masyarakat.

Berdasarkan kronologis yang dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu korban baru pulang dari kebun dan hendak kembali ke rumah dengan melewati jembatan titian. Namun, aret alat yang digunakan berkebun jatuh ke sungai. Korban kemudian turun untuk mengambilnya.

“Pada saat turun ke sungai itulah korban tiba-tiba diserang buaya. Korban sempat berteriak minta tolong,” ungkapnya.

Teriakan korban didengar oleh anaknya dan warga sekitar yang kemudian segera memberikan pertolongan. Korban berhasil diselamatkan, namun mengalami luka cukup serius.

“Korban mengalami patah tangan, luka di jari tangan dan kaki akibat gigitan buaya,” lanjutnya.

Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Samarinda untuk perawatan lebih lanjut.

BPBD Bontang mengakui bahwa keberadaan buaya di sejumlah wilayah perairan Kota Bontang semakin meresahkan warga. Selama ini, BPBD baru memasang plang peringatan bahaya buaya di beberapa titik seperti Guntung, Selambai, dan Bontang Kuala.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot dan DPRD Bontang Sepakati Penarikan Tiga Raperda, Regulasi Dinilai Perlu Disesuaikan

0
Pemkot dan DPRD Bontang Sepakati Penarikan Tiga Raperda, Regulasi Dinilai Perlu Disesuaikan

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang bersama DPRD Kota Bontang resmi menyepakati penarikan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Rapat Paripurna Ke-3 Masa Persidangan II Tahun 2025. Rapat digelar pada Rabu pagi (24/12/2025) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long.

Rapat paripurna dihadiri Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Wakil Wali Kota Agus Haris, dan dipimpin Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, didampingi Wakil Ketua DPRD Maming. Sebanyak 18 pimpinan dan anggota DPRD Kota Bontang tercatat hadir mengikuti jalannya rapat.

Selain unsur legislatif dan eksekutif, rapat paripurna juga dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bontang, para asisten dan staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah, camat dan lurah, perwakilan Forkopimda, instansi vertikal, unsur perusahaan, perbankan, serta perwakilan partai politik.

Ketua DPRD Kota Bontang menjelaskan bahwa agenda utama rapat paripurna tersebut adalah pengambilan keputusan terhadap penarikan tiga Raperda, yakni Raperda tentang Sistem Kesehatan Daerah, Raperda tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal, serta Raperda tentang Pendirian Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat (Perseroda). Ia menegaskan, penarikan Raperda hanya dapat dilakukan melalui persetujuan bersama antara DPRD dan kepala daerah.

Rapat diawali dengan penyampaian laporan hasil pembahasan Raperda tentang Sistem Kesehatan Daerah oleh perwakilan Komisi A DPRD Kota Bontang, Arfian Arsyad. Sementara itu, laporan pembahasan Raperda tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal serta Raperda tentang Pendirian PT Bank Perkreditan Rakyat (Perseroda) disampaikan oleh perwakilan Komisi B DPRD Kota Bontang, Winardi.

Dalam rapat tersebut, Wali Kota Bontang menyampaikan pendapat akhir atas keputusan DPRD terkait penarikan Raperda. Ia menjelaskan, dua Raperda inisiatif Pemerintah Kota Bontang ditarik karena belum memenuhi prasyarat regulasi dan kesiapan perencanaan.

Untuk Raperda Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal, Wali Kota menyebut regulasi tersebut harus mengacu pada Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM). RUPM Kota Bontang sebelumnya hanya berlaku hingga 2025 dan telah berakhir, sementara dokumen RUPM yang baru masih dalam proses penyusunan. Kondisi ini menyebabkan Raperda belum dapat diproses sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2019 dan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2012, sehingga tidak dapat dimasukkan dalam Program Pembentukan Perda Tahun 2026.

Sementara itu, penarikan Raperda tentang Pendirian Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat (Perseroda) dilakukan karena adanya perubahan status lembaga keuangan daerah. Sejak 1 Januari 2025, PT BPR Bontang Sejahtera telah berubah menjadi PT Bank Perekonomian Rakyat berdasarkan keputusan Otoritas Jasa Keuangan. Selain itu, rencana peningkatan status menjadi BUMD Perseroda memerlukan tahapan lanjutan yang panjang, mulai dari pembentukan tim pendirian, kajian kelayakan, persetujuan Menteri Dalam Negeri, hingga penyusunan Perda pendirian dan penyertaan modal. Pemerintah daerah juga mempertimbangkan risiko keuangan serta kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami tekanan.

Selain dua Raperda tersebut, DPRD Kota Bontang dan Pemerintah Daerah juga sepakat menarik Raperda tentang Sistem Kesehatan Daerah yang merupakan Raperda inisiatif DPRD. Penarikan dilakukan sesuai ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 sebagai bagian dari penyesuaian regulasi.

Ketua DPRD Kota Bontang menegaskan, penarikan Raperda ini merupakan langkah korektif agar setiap regulasi daerah yang dibentuk benar-benar sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dan kondisi aktual daerah.

Selanjutnya, Sekretaris DPRD Kota Bontang, Yessy Waspo Prasetyo, membacakan Keputusan DPRD Kota Bontang Nomor 38 Tahun 2025 tentang Penarikan Raperda Sistem Kesehatan Daerah, Keputusan Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penarikan Raperda Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal, serta Keputusan Nomor 40 Tahun 2025 tentang Penarikan Raperda Pendirian Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat (Perseroda).

Dalam ketentuan keputusan tersebut ditegaskan bahwa Raperda yang ditarik dikembalikan kepada Pemerintah Daerah, tidak dapat diajukan kembali pada masa sidang yang sama, dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, 24 Desember 2025.

Rapat paripurna ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Persetujuan Bersama Kepala Daerah dan DPRD Kota Bontang terhadap penarikan tiga Raperda, yang ditandatangani oleh Wali Kota Bontang bersama Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bontang.

Dalam pendapat akhirnya, Wali Kota Bontang menyatakan bahwa penarikan Raperda merupakan langkah kehati-hatian agar kebijakan daerah memiliki dasar hukum yang kuat dan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kota Bontang, lanjutnya, berkomitmen menyempurnakan seluruh kajian dan perencanaan sebelum kembali mengajukan Raperda pada waktu yang tepat. (MK)

Editor: Agus S

Wali Kota dan DPRD Bontang Sepakati Tujuh Raperda, dari Pesantren hingga BUMD

0
Wali Kota dan DPRD Bontang Sepakati Tujuh Raperda, dari Pesantren hingga BUMD

BONTANG — Pemkot Bontang bersama DPRD Kota Bontang resmi menyepakati tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Rapat Paripurna Ke-4 Masa Persidangan II Tahun 2025. Rapat berlangsung pada Rabu siang (24/12/2025) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long.

Rapat paripurna tersebut dihadiri Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, dan dipimpin Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam didampingi Wakil Ketua DPRD, Maming. Sebanyak 18 pimpinan dan anggota DPRD Kota Bontang tercatat hadir mengikuti jalannya rapat.

Turut hadir pula Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bontang, para asisten dan staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah, camat dan lurah, perwakilan Forkopimda, instansi vertikal, unsur perusahaan dan perbankan, serta perwakilan partai politik.

Agenda utama rapat paripurna adalah penyampaian laporan hasil pembahasan tujuh Raperda oleh masing-masing komisi dan panitia khusus DPRD. Laporan Komisi A terkait Raperda Penyelenggaraan/Fasilitasi Pesantren serta Raperda Penyelenggaraan Rumah Susun disampaikan oleh Muhammad Yusuf.

Selanjutnya, Komisi B melalui Junaidi menyampaikan laporan pembahasan Raperda Penyelenggaraan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan, serta Raperda Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro. Sementara itu, laporan Komisi C mengenai Raperda Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan serta Raperda Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan disampaikan oleh Alfin Rausan Fikry.

Adapun laporan Panitia Khusus DPRD Kota Bontang terkait Raperda tentang Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha dan Jasa disampaikan oleh Sumardi.

Mewakili Wali Kota Bontang, Wakil Wali Kota Agus Haris menyampaikan pendapat akhir kepala daerah atas persetujuan DPRD terhadap tujuh Raperda tersebut. Dalam pernyataannya, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas proses pembahasan yang telah dilakukan secara mendalam dan kolaboratif.

Pemerintah Kota Bontang, lanjut Agus Haris, menyatakan persetujuan penuh agar seluruh Raperda yang telah disepakati dapat segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Ia menegaskan bahwa Perda tersebut akan menjadi landasan hukum penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam pendapat akhir itu, pemerintah daerah juga menekankan komitmen untuk melaksanakan seluruh Perda sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Seluruh kepala perangkat daerah diminta segera menindaklanjuti dengan penyusunan Peraturan Wali Kota sebagai aturan pelaksana.

Tujuh Raperda yang disetujui meliputi Penyelenggaraan/Fasilitasi Pesantren; Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan; Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan; Penyelenggaraan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan; Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro; Penyelenggaraan Rumah Susun; serta Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha dan Jasa.

Pada akhir rapat, Sekretaris DPRD Kota Bontang Yessy Waspo Prasetyo membacakan tujuh keputusan DPRD tentang persetujuan Raperda. Rapat kemudian ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Persetujuan Bersama antara Kepala Daerah dan DPRD Kota Bontang, yang menjadi dasar hukum penetapan tujuh Raperda tersebut menjadi Peraturan Daerah. (MK)

Editor: Agus S

Wali Kota Buka Pupuk Kaltim Fest 2025, UMKM hingga Aksi Kemanusiaan

0

BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, membuka secara resmi Pupuk Kaltim Fest 2025 yang digelar di Area Parkir GOR PKT PC VI, Jalan Alamanda, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Jumat malam (26/12/2025). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-48 PT Pupuk Kalimantan Timur yang berlangsung hingga 31 Desember 2025.

Pupuk Kaltim Fest merupakan agenda tahunan yang konsisten mengusung pemberdayaan masyarakat dan pelaku UMKM. Tahun ini, kegiatan tersebut mengangkat tema Charity for Sumatra sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana banjir di Pulau Sumatera, dengan menggabungkan hiburan, ekonomi kerakyatan, dan aksi sosial dalam satu rangkaian acara.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam pembukaan kegiatan ini, di antaranya Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam, Komandan Kodim 0908/Bontang Letkol Inf Ardiansyah, unsur Forkopimda Kota Bontang, instansi vertikal, serta jajaran manajemen PT Pupuk Kalimantan Timur. Hadir pula Direktur Utama Gus Rizal bersama para direktur dan pimpinan organisasi internal perusahaan.

Rangkaian pembukaan diawali dengan penampilan Marching Band Pupuk Kalimantan Timur (MBPKT). Pada kesempatan tersebut, PT Pupuk Kalimantan Timur menyerahkan bantuan kemanusiaan Charity for Sumatra secara simbolis kepada Pemerintah Kota Bontang senilai Rp100 juta. Selain itu, MBPKT juga menerima piala penghargaan atas prestasi internasionalnya setelah meraih tiga gelar juara pada ajang Thailand World Music Championships 2025.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pupuk Kaltim Fest 2025 yang berjalan tertib dan meriah. Ia menilai kegiatan ini mencerminkan sinergi yang kuat antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Marching Band PKT yang dinilai telah membawa nama Kota Bontang ke level internasional melalui prestasi di Thailand. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya membanggakan perusahaan, tetapi juga masyarakat Bontang dan Kalimantan Timur secara umum.

Selain aspek prestasi dan hiburan, Neni Moerniaeni menekankan pentingnya nilai kepedulian sosial dalam kegiatan ini. Ia menyebut bantuan kemanusiaan dari PT Pupuk Kalimantan Timur sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Bontang yang turut mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar dari APBD untuk membantu korban bencana banjir di Sumatera.

Acara pembukaan Pupuk Kaltim Fest 2025 ditutup dengan penampilan Pasming Based dan DJ Hendra. Selama lima hari pelaksanaan, festival ini akan diisi oleh artis nasional, band lokal, dan musisi Kota Bontang, disertai mini stage pada sore hari, area UMKM, serta puluhan tenant makanan dan minuman. (MK)

Editor: Agus S

Harga Batubara Menjelang Tutup Tahun Masih Tertekan, Sinyal Pelemahan Permintaan Makin Jelas

0
Tongkang batu bara yang melintasi Sungai Mahakam Samarinda, (K. Irul Umam/mediakaltim).

SAMARINDA — Pergerakan harga batubara global menjelang akhir 2025 belum menunjukkan tanda pemulihan berarti. Di tengah ketidakpastian permintaan jangka panjang, harga batubara masih bertahan di bawah level USD 110 per ton dan cenderung bergerak terbatas.

Berdasarkan data Trading Economics, harga batubara tercatat berada di kisaran USD 109 per ton pada 24 Desember 2025. Angka ini memang mencatat kenaikan harian sekitar 2,93 persen, namun secara umum tren harga masih berada dalam tekanan.

Dalam sebulan terakhir, harga batubara tercatat turun sekitar 1,93 persen. Secara tahunan, koreksinya jauh lebih dalam dengan penurunan mencapai 12,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menempatkan harga batubara di dekat level terendah dalam beberapa pekan terakhir.

Tekanan harga ini sejalan dengan proyeksi melemahnya permintaan global. Dalam laporan tahunan batubara 2025, International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan batubara dunia pada 2025 masih berpeluang tumbuh tipis sekitar 0,5 persen hingga mencapai rekor 8,85 miliar ton. Namun setelah itu, laju permintaan diproyeksikan stagnan sebelum mulai menurun mendekati 2030.

IEA menilai penurunan tersebut tidak terlepas dari perubahan struktur energi global. Ekspansi energi terbarukan yang semakin agresif, peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga nuklir, serta peran gas alam cair atau LNG yang terus menguat, mulai menggeser dominasi batubara sebagai sumber energi utama.

Faktor lain yang turut membayangi prospek batubara adalah arah kebijakan negara-negara konsumen utama. Tiongkok, yang selama ini menjadi konsumen, produsen, sekaligus importir batubara terbesar dunia, kembali menegaskan komitmennya untuk mencapai puncak konsumsi batubara sebelum 2030. Kebijakan ini dipandang akan memberikan tekanan tambahan terhadap permintaan global dalam jangka menengah hingga panjang.

Jika melihat ke belakang, koreksi harga saat ini kontras dengan situasi beberapa tahun lalu. Trading Economics mencatat harga batubara sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level USD 457,80 per ton pada September 2022, saat krisis energi global mendorong lonjakan permintaan dan gangguan pasokan. Namun sejak periode tersebut, harga terus mengalami penyesuaian seiring normalisasi pasar dan pergeseran kebijakan energi di berbagai negara.

Dengan kombinasi tren transisi energi dan kebijakan konsumsi yang semakin ketat, pasar batubara global diperkirakan masih akan bergerak hati-hati. Menjelang pergantian tahun, pelaku pasar pun cenderung bersikap wait and see, sambil mencermati arah permintaan dan kebijakan energi dunia ke depan. (um)

Editor: Agus S