Beranda blog Halaman 469

Ini Komitmen DKUMPP pada Koperasi Merah Putih

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan dan pendampingan bagi para pengurus koperasi agar lebih solid, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.

“Semoga kehadiran Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi gerakan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ungkap Kepala Bidang Koperasi DKUMPP, Takwin.

Pembinaan itu diberikan, lantaran DKUMPP sadar program ini akan mampu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Karena itu DKUMPP akan terus membina dan mengawasi agar berjalan dengan baik sesuai tujuan awalnya.

“Hadirnya Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, sehingga angka pencari kerja di Bontang dapat menurun dengan adanya unit-unit usaha di setiap koperasi,” ujarnya.

Selain membuka peluang kerja, keberadaan koperasi tersebut diyakini dapat memperkuat perputaran ekonomi di tingkat kelurahan.

Menurutnya, koperasi ini akan berperan dalam meningkatkan daya tukar petani dan nelayan, memutus mata rantai kemiskinan, serta membantu menekan inflasi daerah.
Diketahui, Kota Bontang menjadi daerah pertama di Indonesia yang telah menyelesaikan proses badan hukum Koperasi Merah Putih, sejak 14 Juni 2025 lalu.

Penulis/Editor: Yusva Alam

DKUMPP Libatkan ASN Pengawasan Produk Halal

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Pengawasan produk halal menjadi tanggung jawab bersama, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi Usaha Kecil Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Muh Ridwan.

Ia menyebut jika selama ini, pendampingan halal kepada pelaku usaha telah difasilitasi oleh para pendamping bersertifikat yang bekerja sama dengan DKUMPP, termasuk dari bidang perindustrian. Namun, ke depan, fungsi pengawasan juga akan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk ASN yang telah dilatih.

Nantinya, pengawasan halal ini difokuskan pada produk-produk yang telah memiliki sertifikat halal dan telah beredar di pasaran, seperti minimarket, pusat perbelanjaan, hingga toko-toko kecil. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa sertifikat halal yang dimiliki produk tersebut benar-benar sesuai dengan standar yang berlaku, dan tidak hanya sebagai formalitas belaka.

“Pengawasan ini sangat penting, agar konsumen mendapatkan jaminan bahwa produk yang mereka beli benar-benar halal sesuai ketentuan. Ini menjadi tugas bersama, bukan hanya pendamping, tapi juga pengawas dari ASN yang sudah dibekali pengetahuan,” ungkapnya.

Diketahui, DKUMPP menggelar pelatihan pengawasan halal khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Hotel Puri Senyiur Samarinda, beberapa waktu lalu. Pelatihan ini merupakan salahsatu program untuk melatih SDM ASN dalam pengawasan produk halal.

Penulis/Editor: Yusva Alam

DKUMPP Alihkan Perhatian ke Pengawasan Produk Halal

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Pasca pendampingan proses sertifikasi halal bagi pelaku usaha beberapa waktu lalu, saat ini Dinas Koperasi Usaha Kecil Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang beralih ke pengawasan halal.

Salahsatu program DKUMPP adalah dengan menggelar pelatihan pengawasan halal khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Hotel Puri Senyiur Samarinda, beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Perindustrian DKUKMPP Bontang, Muh Ridwan mengatakan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal dalam pembentukan tim pengawasan produk halal di lingkungan Pemkot Bontang.

“Kegiatan ini harapannya bisa menjadi terobosan baru, karena sebelumnya DKUMPP lebih banyak fokus pada pelatihan dan pendampingan proses sertifikasi halal bagi pelaku usaha, bukan aspek pengawasannya,” jelasnya.

Katanya, dalam pelatihan kali ini, para ASN diberikan pemahaman mendalam tentang peran strategis dalam memastikan produk yang beredar di pasaran benar-benar telah tersertifikasi halal dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Sebelumnya, kami lebih banyak menyelenggarakan pelatihan terkait pendampingan halal. Tapi ke depan, ASN juga akan menjadi bagian dari tim pengawasan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut jika selama ini, pendampingan halal kepada pelaku usaha telah difasilitasi oleh para pendamping bersertifikat yang bekerja sama dengan DKUMPP, termasuk dari bidang perindustrian. Namun, ke depan, fungsi pengawasan juga akan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk ASN yang telah dilatih dalam kegiatan ini.

Nantinya, pengawasan halal ini difokuskan pada produk-produk yang telah memiliki sertifikat halal dan telah beredar di pasaran, seperti minimarket, pusat perbelanjaan, hingga toko-toko kecil. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa sertifikat halal yang dimiliki produk tersebut benar-benar sesuai dengan standar yang berlaku, dan tidak hanya sebagai formalitas belaka.

“Pengawasan ini sangat penting, agar konsumen mendapatkan jaminan bahwa produk yang mereka beli benar-benar halal sesuai ketentuan. Ini menjadi tugas bersama, bukan hanya pendamping, tapi juga pengawas dari ASN yang sudah dibekali pengetahuan hari ini,” tandasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Musda VI PAN Samarinda Tetapkan Suparno Sebagai Ketua DPD Baru

0
Suparno terpilih sebagai Ketua DPD PAN Kota Samarinda periode 2025–2030 dalam Musda ke-VI di Hotel Amaris Samarinda. (Ist)

SAMARINDA – Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Samarinda digelar di Hotel Amaris, Sabtu (8/11/2025). Dari forum tersebut, Suparno resmi terpilih sebagai formatur Ketua DPD PAN Kota Samarinda untuk periode 2025–2030.

Terpilihnya Suparno menjadi momentum baru bagi partai berlambang matahari putih itu di Kota Tepian. Para kader berharap kepemimpinannya mampu mengembalikan gairah perjuangan PAN di kancah politik lokal, terutama menjelang Pemilu 2029 mendatang.

Dalam sambutannya, Suparno menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan dan memperkuat basis dukungan partai di seluruh daerah pemilihan (Dapil) di Samarinda. Ia menyebut target utamanya adalah memastikan PAN memiliki wakil di setiap Dapil.

“Kami berupaya agar lima Dapil semua terisi. Komitmen kami adalah menambah satu kursi lagi di parlemen kota,” ujarnya dengan nada optimistis usai terpilih.

Bagi Suparno, kunci utama mencapai target politik tersebut adalah soliditas kader. Ia menilai PAN harus memperkuat konsolidasi di tingkat akar rumput dan lebih aktif turun ke masyarakat, bukan hanya menjelang pemilu.

“Soliditas dan kerja nyata di lapangan akan menjadi fokus utama kami. PAN harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjelang pemilu,” tegasnya.

Sejumlah kader PAN menyambut positif terpilihnya Suparno. Mereka menilai, dengan rekam jejaknya yang aktif dalam kegiatan sosial dan politik di Samarinda, Suparno mampu membawa energi baru bagi partai.

Kini, PAN Samarinda menatap lima tahun ke depan dengan penuh optimisme. Dengan kepemimpinan yang baru, partai ini berharap bisa memperkuat pengaruhnya di parlemen daerah dan menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Kota Tepian.

Terkait penyusunan struktur pengurus baru, Suparno menargetkan proses itu rampung dalam tujuh hari ke depan. “Kita akan garap itu, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, dan jajaran bidang lainnya,” tutupnya. (Ref)

Editor: Agus S

PAN Kaltim Rampungkan Musda, Kombinasi Wajah Lama dan Figur Baru Warnai Kepemimpinan Daerah

0

SAMARINDA – Suhu politik Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Timur mulai menghangat. Setelah rampungnya Musyawarah Daerah (Musda) serentak di seluruh kabupaten/kota, tongkat estafet kepemimpinan partai berlambang matahari itu resmi berganti. Dari 10 daerah, muncul kombinasi menarik antara wajah lama dan figur baru yang siap membawa energi segar bagi partai.

Beberapa daerah kini dipimpin tokoh baru dengan latar belakang politik beragam. Di Kabupaten Berau, Suriadi Marzuki terpilih sebagai Ketua DPD PAN. Ia bukan sosok asing di panggung politik, karena sebelumnya aktif di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sementara di Kabupaten Paser, kursi ketua kini dipegang Hj. Ridhawati Suryana Putri, politisi senior sekaligus putri dari mantan Bupati Paser dua periode, Ridwan Suwidi. Sebelumnya, Ridhawati juga dikenal sebagai kader Partai Demokrat.

Ketua DPW PAN Kaltim, Erwin Izharuddin, menyambut positif bergabungnya dua figur berpengalaman tersebut. Ia menilai kehadiran mereka akan memperkuat mesin politik partai di daerah masing-masing.

“Kami bersyukur di dua daerah itu ketambahan kader yang luar biasa. Mereka berkomitmen untuk menaikkan jumlah kursi di daerah yang mereka pimpin,” ujar Erwin, Minggu (9/11/2025).

Erwin yang juga menjabat Ketua Badan Saksi Nasional DPP PAN menegaskan, pengalaman politik keduanya sudah teruji. “Kiprah mereka tidak diragukan lagi. Saya yakin, mereka akan membawa perubahan positif bagi PAN di daerah,” ujarnya.

Sementara di sejumlah wilayah lain, Musda menghadirkan wajah-wajah lama yang kini naik kelas. Di Samarinda, Suparno yang sebelumnya menjabat sekretaris DPD kini dipercaya menjadi ketua menggantikan Jasno. Adapun Jasno kini mendapat amanah baru sebagai Sekretaris Wilayah (Sekwil) DPW PAN Kaltim. Di Bontang, kursi ketua beralih ke Muhammad Irfan, menggantikan Ridwan.

“Semua ketua terpilih harus satu komando dengan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. Kami berharap mereka bisa menjalankan amanah dengan baik,” tegas Erwin.

Menariknya, di dua daerah—Bontang dan Kutai Barat—DPW PAN Kaltim juga menunjuk ketua harian untuk memperkuat struktur organisasi. Di Bontang, posisi itu diisi dr. Yuniarti Arbain, sementara di Kutai Barat dijabat Syamsuddin.

Namun, Erwin tak menampik bahwa tantangan besar menanti para ketua baru. Ia menyoroti masih adanya beberapa daerah di Kaltim yang belum berhasil menempatkan kader PAN di legislatif. Karena itu, salah satu fokus utama yang harus dilakukan adalah memperkuat konsolidasi internal dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Ketua DPD PAN yang baru harus menjawab tugas itu. Tingkatkan jumlah kursi yang ada, dan di daerah yang belum memiliki kursi, harus bekerja keras agar PAN bisa punya wakil di DPRD,” ujarnya menegaskan.

Erwin juga meminta seluruh ketua DPD segera membentuk tim kepengurusan yang solid serta memperluas struktur partai hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.

“Sering turun ke masyarakat. Dengarkan keresahan mereka. Jangan tunggu menjelang pemilu baru bergerak. PAN harus hadir sejak sekarang di tengah rakyat,” pesannya.

Berikut daftar ketua DPD PAN terpilih di Kaltim periode 2025–2030:

  • Bontang: H. Muhammad Irfan
  •  Samarinda: Suparno
  • Kutai Timur: Yosep Udau
  •  Kutai Barat: H. Sopiansyah
  • Berau: Suriadi Marzuki
  • Balikpapan: H. Ardiansyah Noor
  • Penajam Paser Utara: Zainal Arifin
  • Paser: Hj. Ridhawati Suryana Putri
  • Mahakam Ulu: Abdurrahman Agus
  • Kutai Kartanegara: Aini Faridah

Editor: Agus S

Kronologis Kecelakaan Maut di Tanjakan SMKN 1

0
1 korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut. (Dwi S)

BONTANG – Pihak kepolisian merilis kronologis kecelakaan yang terjadi Minggu (9/11/2025) dini hari tadi. Kecelakaan lalu lintas itu terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo atau tepatnya di tanjakan SMKN 1.

Peristiwa tersebut melibatkan truk Mitsubishi KT 8718 DL dan sepeda motor Yamaha NMAX KT 6365 QK yang dikendarai oleh dua pelajar berusia 15 tahun masing masing Sdri AS (15) selaku pengemudi dan Sdri ASR (15) sebagai penumpang sepeda motor.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, kecelakaan terjadi saat truk yang dikemudikan terduga DM (30), hendak mendahului beberapa sepeda motor yang melaju beriringan. Dugaan sementara, saat terduga DM melakukan manuver, sepeda motor Yamaha NMAX yang berada di sisi kiri tersangkut pada pengait tali belt truk, sehingga mengakibatkan benturan atau tabrak samping.

Proses penyelidikan Laka Lantas saat ini masih berjalan, untuk memastikan urutan kejadian secara utuh dan mengetahui faktor penyebab kecelakaan.

Kapolres Bontang melalui Kasat Lantas AKP Purwo Asmadi menyampaikan “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atas insiden ini. Seluruh informasi yang kami sampaikan bersumber dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi. Penyidik masih bekerja memastikan penyebab kecelakaan secara komprehensif”. (Rls)

Editor: Yusva Alam

Bupati Ponorogo Resmi Tersangka, KPK Bongkar Suap Jabatan dan Proyek RSUD Harjono

0
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko digiring penyidik ke ruang konferensi pers setelah resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka suap jabatan dan proyek RSUD Ponorogo. (Sumber: YT KPK)

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait jabatan dan proyek di RSUD Harjono Ponorogo. Penetapan ini dilakukan setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Jumat, 7 November 2025, dan turut menyeret sejumlah pejabat daerah.

Dalam konferensi pers, Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, mengumumkan empat orang tersangka, yakni Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (SUG), Sekda Ponorogo Agus Pramono (AGP), Direktur RSUD Harjono Yunus Mahatma (YUM), dan rekanan proyek RSUD bernama Sucipto (SC).

“Setelah ditemukan kecukupan alat bukti, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu SUG, AGP, YUM, dan SC,” ujar Asep Guntur di Gedung Merah Putih KPK, Minggu (9/11/2025).

Kasus ini berawal dari informasi yang diperoleh Yunus Mahatma mengenai rencana perombakan jabatan di RSUD Harjono. Untuk mempertahankan posisinya, ia berkoordinasi dengan Sekda Agus Pramono dan menyiapkan sejumlah uang sebagai upaya mempertahankan jabatan direktur.

Pada Februari 2025, Yunus menyerahkan uang Rp400 juta kepada Sugiri melalui ajudannya. Kemudian, pada periode April hingga Agustus 2025, Yunus kembali memberikan Rp325 juta kepada Agus Pramono yang diduga berperan sebagai perantara. Penyerahan ketiga terjadi pada November 2025, dengan tambahan Rp500 juta melalui kerabat Sugiri, sehingga total uang yang diterima mencapai Rp1,25 miliar.

“Dalam proses penyerahan uang ketiga pada 7 November 2025, tim KPK melakukan kegiatan tangkap tangan dan mengamankan 13 orang,” ungkap Asep.

Sebelum OTT, Sugiri sempat meminta dana Rp1,5 miliar pada 3 November dan kembali menagihnya pada 6 November. Yunus kemudian mencairkan Rp500 juta dari Bank Jatim yang akhirnya diamankan sebagai barang bukti.

Selain suap jabatan, KPK juga menemukan indikasi aliran dana dari proyek RSUD Ponorogo tahun 2024 senilai Rp14 miliar yang ditangani oleh Sucipto sebagai rekanan resmi. “YUM kemudian menyerahkan uang tersebut kepada SUG melalui ADC Bupati dan ELW, adik dari Bupati Ponorogo,” kata Asep.

KPK juga mengungkap adanya dugaan gratifikasi lain yang diterima Sugiri, yaitu Rp225 juta dari Yunus sepanjang 2023 hingga 2025 dan Rp75 juta dari pihak swasta berinisial EK.

Keempat tersangka kini ditahan selama 20 hari pertama, terhitung sejak 8 hingga 27 November 2025, di Rutan Cabang Merah Putih KPK.

Sugiri dan Yunus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 11, dan Pasal 12B UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara Yunus juga dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b serta Pasal 13 UU Tipikor atas dugaan pemberian suap. Adapun Sucipto dikenai Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b dan Pasal 13 UU Tipikor terkait pemberian fee proyek. (MK)

Editor: Agus S

Borneo FC Bidik Kemenangan ke-10 Saat Tantang Semen Padang di Agus Salim Stadium

0
Tim Borneo FC Samarinda latihan di Stadion Segiri Samarinda. (Inst : Borneo FC)

SAMARINDA – Borneo FC Samarinda bertekad memperpanjang rekor kemenangan beruntun mereka menjadi sepuluh kali saat menghadapi tuan rumah Semen Padang dalam lanjutan pekan ke-11 Liga 1 di Stadion H. Agus Salim, Padang, Minggu (9/11/2025).

Meski Semen Padang saat ini berada di dasar klasemen, tim berjuluk Pesut Etam itu enggan meremehkan lawan. Pelatih kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, menegaskan bahwa posisi di klasemen bukan jaminan hasil mudah bagi timnya.

“Posisi di klasemen bukan jaminan seratus persen bagi kami untuk memenangkan pertandingan. Kami tetap harus kerja keras agar bisa meraih angka penuh atas Semen Padang,” ujar Fabio.

Pelatih asal Brasil itu menilai Semen Padang memiliki kekuatan yang solid, terlebih dengan keuntungan tampil di kandang sendiri. Ia juga menyoroti kehadiran beberapa mantan pemain Borneo FC di skuad Kabau Sirah, yang diyakini memahami karakter permainan timnya.

“Mereka tim kuat, apalagi di tim itu ada mantan pemain Borneo, tentu dia tahu kekuatan kami. Kondisi fisik pemain kami juga belum pulih 100 persen karena baru bertanding lawan Dewa United pada 5 November lalu,” jelasnya.

Kewaspadaan serupa juga diungkapkan oleh stopper andalan Borneo FC, Komang Teguh. Ia menyoroti kapten Semen Padang, Leo Gintara—mantan rekan setimnya di Borneo—sebagai sosok yang patut diwaspadai.

“Di tim Semen Padang ada mantan rekan kami, Leo Gintara. Kami tahu kemampuan Leo, makanya kami harus kerja keras agar bisa memenangkan pertandingan,” ujar Komang.

Borneo FC kini memuncaki klasemen sementara Liga 1 dengan performa nyaris sempurna, sementara Semen Padang tengah berjuang keluar dari zona degradasi. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama memiliki motivasi tinggi, satu untuk mempertahankan dominasi, dan lainnya untuk bertahan di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia. (MK).

Editor: Agus S

Saksi Mata Duga Sopir Towing Penabrak Korban Meninggal di Tanjakan SMKN 1 Dalam Kondisi Mabuk

0
Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Saksi mata yang melihat secara langsung kejadian kecelakaan lalu lintas di Jalan Cipto Mangunkusumo, atau tepatnya di tanjakan SMKN 1 menduga, sopir mobil derek atau towing yang menabrak korban dalam kondisi mabuk.

Sopir mobil tersebut mengendarai kendaraannya dengan kecepatan di atas rata-rata dan secara ugal-ugalan, hingga sampai menyerempet pengendara Honda Scoopy Putih dengan nomor polisi KT 4453 QJ, dan pengendara Yamaha NMX Hitam dengan nomor polisi KT 6363 QK di tanjakan SMKN 1 arah menuju kota, dari arah Loktuan.

“Tadi kami sempat kejar mobil tersebut, tapi dia berhasil lolos. Mobilnya kabur ke arah kota. Kami pun kejar sampai tidak dapat, sangking lajunya dia bawa kendaraan,” ucap salah satu saksi yang tak ingin disebut namanya, Minggu (9/11/2025), sekitar pukul 01.20 Wita.

Saksi menambahkan, jika di dalam mobil tersebut ada terdapat tiga orang laki-laki. Diketahui mobil towing tersebut berwarna hijau, dengan nomor polisi KT 4781.

“Agak rada-rada memang yang bawa mobilnya, seperti dalam keadaan mabuk. Tadi pas kami kejar, sempat lihat di dalam mobil kalau ada tiga orang dengan sopirnya. Tidak lama mobil langsung laju, kita pun tak dapat saat ngejar,” jelasnya.

Sementara di lokasi kejadian, pengendara Honda Scoopy Putih langsung meninggal di tempat dalam kondisi kepala pecah, serta tulang patah. Sedangkan pengendara Yamaha NMX mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya dengan kondisi tak sadarkan diri.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Mobil Derek Serempet 2 Pengendara Motor di Tanjakan SMKN 1, 1 Korban Meninggal dan 1 Tak Sadarkan Diri

0
Korban kecelakaan yang terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Cipto Mangunkusumo, tepatnya di tanjakan SMKN 1 Bontang, Minggu (9/11/2025) dini hari sekitar pukul 00.55 Wita.

Iqbal salah satu saksi mata menjelaskan, kecelakaan terjadi disebabkan oleh mobil derek dengan nomor polisi KT 4781 melintas dengan keadaan laju, sehingga menyerempet dua pengendara sepeda motor, yakni pengendara Honda Scoopy Putih dan juga pengendara Yamaha NMX Hitam.

“Iya tadi pas kebetulan lewat, mobil ini laju dan langsung serempet motor Scoopy sama NMX yang lagi ada di sebelahnya. Sampai tadi ada yang kejar, tapi tidak di dapat. Mobilnya berhasil lolos,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Dari pantauan redaksi Radar Bontang di lokasi, pengendara Honda Scoopy meninggal di tempat dalam kondisi kepala pecah disertai beberapa patah tulang. Sedangkan yang satunya lagi pengendara Yamaha NMX Hitam tak sadarkan diri, dengan banyak luka di sekujur tubuhnya.

“Ini kedua korbannya mau dibawa ke Rumah Sakit PKT, untuk mendapatkan penanganan medis. Dibawa menggunakan ambulans,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam