BONTANG – Aplikasi PRISMA menjadi inovasi baru yang memperkuat kualitas layanan publik di Bontang. Terobosan ini sekaligus mengantarkan Fauzi Achmad meraih predikat peserta terbaik pada Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS tahun 2025.
Pemberian bingkisan ke pasien yang baru saja lahiran. (Ist).
BONTANG – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23, RSUD Taman Husada Bontang memberikan bingkisan khusus ke bayi yang baru saja lahir, bertepatan dengan hari jadi RSUD di Rabu (12/11/2025).
Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Humas, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman menyampaikan bahwa dalam kegiatan pemberian bingkisan tersebut, menjadi salah satu bentuk kepedulian serta rasa syukurnya atas perjalanan panjang RSUD Taman Husada Bontang dalam memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat.
“Ini adalah salah satu bentuk apresiasi dari kami, yang dimana pemberian bingkisan ke pasien yang baru saja melakukan lahiran, jadi bersamaan dengan hari jadi RSUD Taman Husada,” ucapnya saat ditemui.
Pemberian bingkisan diserahkan langsung oleh Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD Taman Husada, dr Niken Titisurianggi, di ruangan bersalin. Hal tersebut menjadi momentum bahagia antara dokter serta orang tua.
“Di kegiatan pemberian bingkisan ini juga sebagai tanda dalam mempererat hubungan silaturahmi, antara pihak rumah sakit dengan pasien. Jadinya momen berbagi kebahagiaan,” tambahnya.
Sebagian dokter yang menangani pasien saat lahiran sangat berharap, agar bayi yang telah lahir, tumbuh sehat, kuat, serta nantinya akan menjadi generasi penerus yang membawa keberkahan bagi keluarga. (Dwi/Adv)
Kemeriahan acara puncak HUT ke-23 RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).
BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang menggelar acara puncak dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23, acara berlangsung dengan meriah. Kegiatan tersebut bertempat di Ruang Nusa Indah, Lantai 5 Gedung Angsana, Rabu (12/11/2025) siang.
Kegiatan tersebut dipadati oleh seluruh jajaran pegawai serta tamu undangan. Dalam kegiatan tersebut, dilengkapi dengan semangat, penuh canda tawa, serta dengan kehangatan kekeluargaan antar sesama pegawai maupun tamu undangan.
“Iya hari ini adalah sebagai hari puncak dari rangkaian HUT RSUD, dimana nantinya ada pembagian hadiah yang kami lakukan. Hadiah lomba secara internal antar pegawai, maupun lomba untuk peserta diluar,” ucap Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Humas, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman.
Diketahui, untuk peserta dari luar yang mengikuti lomba, yakni adalah lomba video pendek. Sedangkan lomba untuk para pegawai di lingkungan RSUD Taman Husada, seperti lomba senam, lomba kreasi tabola bale, serta berbagai kompetisi lainnya.
“Kalau lomba antar pegawai itu melibatkan perwakilan antar unit, atau ruangan. Jadi lombanya ada dua setmen, peserta dari luar, dan juga lomba bagi pegawai,” tambahnya.
Syariful Rahman juga menambahkan, melalui momentum ini diharapkan semangat kebersamaan dan kerjasama antar pegawai semakin kuat, sehingga RSUD Taman Husada Bontang bisa terus berkomitmen, untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kota Bontang khususnya. (Dwi/Adv)
BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan “Kompensasi Pelayanan” bagi masyarakat yang merasa pelayanan tidak sesuai dengan standar waktu dan mutu yang telah ditetapkan.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan, kompensasi ini diberikan sebagai bentuk tanggung jawab dan penghargaan terhadap masyarakat yang menggunakan layanan di kantor DPMPTSP.
“Kami ingin memastikan pelayanan yang diberikan selalu prima. Namun apabila dalam pelaksanaannya terjadi keterlambatan atau tidak sesuai standar, masyarakat berhak mendapatkan kompensasi, salah satunya berupa souvenir,” jelasnya.
Dalam ketentuan yang tertera di meja layanan, disebutkan bahwa apabila petugas tidak melayani setelah masyarakat menunggu selama 10 menit tanpa informasi atau penjelasan, maka pemohon berhak atas permintaan maaf dan minuman.
Sementara jika pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan standar waktu, masyarakat juga berhak memperoleh bentuk kompensasi lainnya seperti souvenir, prioritas layanan berikutnya, hingga evaluasi internal dari pihak dinas.
Ia menegaskan, kebijakan ini merupakan langkah nyata untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah, sekaligus memacu semangat pegawai agar lebih disiplin dan responsif.
“Kami ingin masyarakat merasa dihargai. Kompensasi ini bukan soal hadiah, tapi soal tanggung jawab dan komitmen untuk terus memperbaiki diri,” tambahnya.
BONTANG – Komitmen terhadap pengelolaan arsip yang tertib dan profesional kembali membuahkan hasil. Pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Hana, berhasil menorehkan prestasi sebagai peringkat ke-8 Arsiparis Teladan pada ajang penilaian kearsipan tingkat kota tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Kearsipan yang digelar di Pendopo Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, pada 11 November 2025. Tercatat, ada 33 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turut berkompetisi dalam ajang ini.
Menurut Hana, capaian ini menjadi kejutan sekaligus kebanggaan tersendiri. Ia mengaku tidak menyangka bisa menembus sepuluh besar, mengingat proses penilaian berlangsung cukup ketat dan menyeluruh.
“Alhamdulillah, dari 33 peserta saya bisa meraih posisi ke delapan. Ini jadi pengalaman berharga untuk terus memperbaiki sistem kearsipan di instansi kami,” ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, peserta diuji melalui beberapa tahapan, mulai dari tes tertulis, praktik pengarsipan, hingga wawancara. Aspek penilaian mencakup ketelitian, pemahaman terhadap regulasi kearsipan, serta konsistensi dalam pengelolaan dokumen.
Hana menambahkan, arsip bukan sekadar kumpulan dokumen, tetapi juga bukti tanggung jawab dan akuntabilitas lembaga publik. “Jika arsip tidak dikelola dengan baik, pelayanan akan terganggu. Karena itu, penataan arsip harus jadi prioritas,” terangnya.
Kepala DPMPTSP Bontang, Aspiannur, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Hana menjadi bukti nyata bahwa pegawai DPMPTSP memiliki semangat tinggi untuk terus meningkatkan kompetensi, tidak hanya dalam urusan perizinan, tetapi juga tata kelola administrasi.
“Prestasi ini semoga menjadi inspirasi bagi seluruh pegawai untuk terus berinovasi dan profesional dalam bekerja,” tuturnya.
Para pelajar SMKN 2 saat mengunjungi UMKM Center. (ist)
BONTANG – Siswa Siswi SMKN 2 Bontang mengunjungi UMKM Center, Rabu (12/11/2025) kemarin. Para pelajar SMK ini ingin menggenapkan pelajaran di sekolah dengan turun langsung ke lapangan melihat teknik-teknik berwirausaha.
Agus Arianto, Pengawas Koperasi UMKM Ahli Muda Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang menjelaskan, bahwa kunjungan para pelajar SMKN 2 Bontang ke UMKM Center ini, dalam rangka belajar pengemasan dan display produk.
“Kunjungan ini masuk dalam proses belajar mengajar. Biasanya teori di kelas sekarang langsung turun ke lapangan,” ujarnya.
Kegiatan kunjungan semacam ini dapat membuka minat siswa untuk berwirausaha. Utamanya lulusan SMK yang memang diprioritaskan pasca lulus sekolah bisa langsung membuka usaha.
“Sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan wirausaha-wirausaha baru,” imbuhnya.
Dijelaskannya, bahwa UMKM center yang dikelola oleh DKUMPP Bontang ini, selain menjadi tempat penjualan produk-produk UMKM juga sebagai tempat display produk.
Selain itu juga dapat menjadi tempat edukasi, bagi pelajar yang ingin belajar tentang tata cara display produk dari pengusaha-pengusaha lokal Bontang.
HARI terakhir, Minggu (9/11), saya memulai pagi dengan langkah santai. Tidak ada target khusus selain menikmati sisa waktu di Singapura dengan cara berjalan, melihat, dan menyerap suasana. Dari Hotel Boss, saya dan istri berjalan kaki menuju Kampong Glam.
Pagi itu udara masih lembut. Toko-toko mulai membuka pintu, dan lorong-lorong kecil Arab Street dipenuhi wangi roti panggang dan teh hangat. Kami sarapan di salah satu kafe kecil: satu nasi goreng ayam kampung, dua set roti bakar dengan telur setengah matang, dan teh susu panas atau teh tarik. Kalau dirupiahkan sekitar dua ratus ribuan. Angka yang cukup lumrah di Singapura. Tapi suasananya membuat semuanya terasa pas.
* Sarapan nasi goreng ayam kampung, pas di lidah.
Dari sana, kami menuju Masjid Sultan. Kubah emas masjid itu terlihat dari kejauhan, berdiri megah di tengah kawasan Bugis. Halamannya penuh wisatawan dari berbagai negara; sebagian memakai jubah yang dipinjamkan pengurus masjid.
Saya memotret beberapa sudut yang menenangkan: lorong dengan kipas langit-langit yang berputar pelan, deretan rak buku kecil di area pengunjung, hingga kelompok turis yang mendengarkan penjelasan tentang sejarah Islam di Singapura.
Di dalam masjid ada mesin cenderamata. Saya membeli satu coin bergambar Masjid Sultan—12 USD atau sekitar Rp144 ribu. Mahal, tapi sebagai jejak perjalanan, rasanya wajar.
Keluar dari kompleks masjid, kami berjalan ke Haji Lane. Lorong sempit penuh mural warna-warni, toko-toko indie, dan butik kecil yang menjual pakaian unik. Turis muda berseliweran. Sebagian sibuk berfoto; sebagian lain duduk di bangku kecil sambil memegang kopi dari kafe terdekat.
Pagi di Victoria Street menuju Kampong Glam.
Saya sempat berbincang dengan dua wisatawan Indonesia dari Medan. “Bang, di sini enak kali buat cuci mata. Harga tetap Singapura, tapi suasananya bikin lupa capek,” kata mereka sambil tertawa. Tak jauh dari situ, wisatawan dari Surabaya menimpali, “Singapura tuh rapi banget. Serasa rumah kedua, cuma dompet harus kuat.”
Menjelang siang, kami bergerak ke arah barat kota menuju kawasan JEM dan IMM, dua mal besar yang terhubung jembatan. Suasananya ramai, tapi tertib. Saya langsung masuk Adidas karena sedang ada promo besar: beli tiga barang, diskon 50%. Mumpung cocok dan harganya turun, saya ambil tiga sekalian.
Di kasir, saya bertemu keluarga dari Batam. Mereka bilang, “Pak, di IMM pilihannya lebih banyak dan ukuran lengkap. Makanya ramai orang Indonesia ke sini.” Memang benar—IMM terasa seperti pusat diskon besar yang tak ada habisnya.
Suasana antrean di Bebek Goreng Pak Ndut, JEM Singapore.Suasana antrean di Bebek Goreng Pak Ndut, JEM Singapore.
Beberapa brand yang familiar di mal-mal Kaltim juga ada di sini: BreadTalk, sampai Bebek Goreng Pak Ndut pun ada. Kami sempat mampir beli roti sebelum melanjutkan keliling. Waktu berjalan cepat, dan tiba-tiba langit sore mulai berubah warna.
Kami makan malam di area mal, menikmati sisa waktu sambil menutup hari terakhir di Singapura. Tidak ada yang terburu-buru. Hanya duduk berdua dengan istri, berbagi cerita ringan sambil melihat orang-orang lalu-lalang. Turis yang menenteng belanjaan, pekerja yang baru pulang, dan keluarga kecil yang menikmati malam seperti kami.
* Promo di gerai Fila, IMM Mall.
Perjalanan masih panjang. Besok pagi kami akan meninggalkan Singapura menuju Kuala Lumpur lewat jalur darat. Cara yang belum pernah saya coba sebelumnya. Ada rasa penasaran, sekaligus antusias, karena jalur darat selalu menawarkan pemandangan dan dinamika yang berbeda.
Saya sudah beberapa kali ke Kuala Lumpur beberapa tahun lalu. Pernah masuk lewat jalur udara dari Balikpapan, pernah juga lewat jalur laut dari Nunukan. Setiap kedatangan selalu membawa cerita berbeda. Maka perjalanan kali ini membuat saya bertanya-tanya, seperti apa wajah Malaysia hari ini? Apakah kotanya berubah? Apakah ritmenya semakin cepat? Atau justru ada hal-hal baru yang menunggu untuk ditemukan? (bersambung)
SANGATTA — Tragedi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mengguncang warga Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur (Kutim). Seorang wanita meninggal dunia setelah menjadi korban pembakaran yang dilakukan oleh suaminya sendiri.
Peristiwa memilukan ini memantik perhatian luas, termasuk dari jajaran kepolisian. Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga korban sekaligus menegaskan komitmen Polres Kutim untuk menegakkan keadilan.
“Atas nama pribadi dan jajaran Polres Kutai Timur, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban. Kami pastikan proses hukum terhadap pelaku akan berjalan secara profesional dan transparan,” ujar AKBP Fauzan, Rabu (12/11/2025).
Kapolres menegaskan, tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa dibenarkan. Ia juga mengajak masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melaporkan jika menemukan kasus serupa.
“Kami minta warga tidak takut melapor. Polres Kutim siap melindungi dan menindak setiap bentuk kekerasan, terutama terhadap perempuan dan anak,” tegasnya.
Saat ini, pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, tindakan keji tersebut diduga dipicu oleh permasalahan rumah tangga yang memuncak hingga berujung tragis.
Polres Kutim berkomitmen mengusut tuntas kasus ini hingga tuntas demi memberikan keadilan bagi korban dan keluarga.
“Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” tutup AKBP Fauzan Arianto.
BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegur Dinas Ketenagakerjaan setelah data pencari kerja tidak bisa ditampilkan saat inspeksi mendadak. Kondisi ini dinilai menghambat transparansi pelayanan dan pendataan tenaga kerja di daerah.
BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan agar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) meningkatkan pengawasan terhadap proses rekrutmen tenaga kerja, terutama saat pembukaan lowongan Turn Around (TA) di perusahaan.
Hal itu disampaikan Neni usai melakukan sidak ke Kantor Disnaker Bontang, Selasa (11/11/2025). Ia menekankan pentingnya pelayanan publik yang transparan dan adil bagi seluruh pencari kerja.
“Tolong berikan pelayanan yang maksimal dan transparan. Banyak warga mengeluarkan biaya untuk mengurus persyaratan kerja, jadi jangan sampai mereka merasa dirugikan,” katanya.
Ia meminta Disnaker memastikan proses seleksi tenaga kerja, tidak menimbulkan kesan diskriminatif dan dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat.
Selain itu, Neni juga menegaskan akan menggelar evaluasi lanjutan dengan menghadirkan Disnaker dan perwakilan perusahaan, untuk membahas langkah konkret peningkatan pelayanan tenaga kerja di Kota Bontang.
“Kita akan membahas perbaikan sistem agar rekrutmen tenaga kerja berjalan lebih terbuka dan akuntabel,” pungkasnya.