Beranda blog Halaman 546

Layanan DPMPTSP Bontang Dinilai Sangat Baik, IKM Capai 93,18 Persen

0
Kepala DPMPTSP Aspiannur mendampingi Wali Kota Bontang saat berkunjung ke DPMPTSP. (Syakurah)

BONTANG – Pelayanan publik di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi semester II tahun ini, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan DPMPTSP mencapai 93,18 persen, menandakan kualitas layanan yang sangat baik.

Kepala DPMPTSP Bontang, Aspiannur, mengatakan capaian ini tidak lepas dari peningkatan sarana dan prasarana pelayanan, seperti ketersediaan perangkat komputer dan sistem digital yang mendukung percepatan proses perizinan.

“Alhamdulillah, pelayanan kami berjalan lancar. Dukungan fasilitas sudah memadai, jadi secara internal tidak ada hambatan berarti,” ujarnya.

Meski demikian, Aspiannur mengakui masih terdapat sedikit kendala teknis yang bersumber dari sistem Online Single Submission (OSS) pusat. Sistem ini sempat mengalami gangguan karena adanya penyesuaian regulasi dari PP Nomor 5 ke PP Nomor 28, yang menyebabkan proses pelayanan sedikit melambat.

“Gangguan terjadi karena proses maintenance dan penyesuaian aturan baru di OSS. Namun hal itu bersifat nasional, bukan dari kami di daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengingatkan agar capaian tinggi tersebut terus diimbangi dengan komitmen pelayanan yang prima.

“Sebagaimana kita ingin dilayani dengan baik oleh orang lain, kita juga harus memberikan pelayanan terbaik. Kalau itu jadi prinsip kita, insyaallah hasilnya juga akan terbaik,” tegasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tarik Minat Investor, Promosikan Potensi Investasi di Bandara hingga Media Nasional

0
Kepala DPMPTSP, Aspiannur. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang terus berupaya menarik minat investor, dengan memperluas jangkauan promosi potensi daerah. Beragam sektor unggulan menjadi fokus utama dalam strategi promosi yang dilakukan.

Kepala DPMPTSP Bontang, Aspiannur, mengatakan pihaknya kini aktif melakukan publikasi potensi investasi melalui berbagai kanal, baik lokal maupun nasional. Salah satunya dengan memanfaatkan videotron di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda.

“Kebetulan promosi di bandara ada, kami sewa videotron di Bandara Samarinda. Lewat media itu, kami menampilkan video-video terkait infrastruktur dan potensi investasi yang ada di Bontang,” jelasnya.

Selain promosi di bandara, DPMPTSP juga menggandeng media nasional seperti TV One, Kompas TV, dan CNN Indonesia untuk menayangkan materi promosi investasi Kota Bontang.

“Kami juga masuk ke media nasional sebagai bentuk iklan dan informasi investasi Bontang,” tambahnya.

Langkah promosi tersebut, kata Aspian, telah menunjukkan hasil positif. Beberapa investor mulai menunjukkan ketertarikan terhadap sejumlah peluang usaha yang ditawarkan, terutama melalui jaringan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

“Tahun kemarin ada yang datang lewat Kadin. Biasanya mereka tertarik di bidang industri,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Persil Swasta Mulai Bergerak di IKN, Vitka Delifood dan Pakuwon Tunjukkan Aktivitas Pembangunan

0
Persil milik Vitka Delifood mulai dipasang papan nama, sementara milik Pakuwon sudah berdiri halte bus. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA – Sejumlah persil investasi swasta murni di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan tanda-tanda aktivitas pembangunan. Meski sebagian baru sebatas pemasangan pagar kawasan dan papan nama, langkah ini menandai dimulainya keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan kota masa depan Indonesia tersebut.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa seluruh investor yang telah menandatangani kerja sama dengan pemerintah diwajibkan untuk menandai lokasi persilnya.
“Kami sudah instruksikan semua investor yang sudah tanda tangan kerja sama dengan kami untuk pasang papan nama persilnya. Biar orang tahu posisinya dan mau dibangun apa,” ujarnya di Kantor Otorita IKN akhir bulan lalu.

Salah satu contohnya, tak jauh dari Balai Kota Nusantara, lahan milik PT Vitka Delifood seluas 1,27 hektare telah dipagari dan dipasang papan nama bertuliskan rencana pembangunan restoran dan kantor, termasuk Rumah Makan Padang Sederhana. Proses penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala OIKN Basuki Hadimuljono dan Komisaris Utama PT Vitka Delifood, Asman Abnur, dilakukan di Menara Mandiri, Jakarta, pada 27 Agustus 2025. Lokasi proyek tersebut berada di STA 4+950 Jalan 6C.1.

Selain itu, PT Pakuwon Nusantara Abadi juga tengah membangun halte bus atau Bus Interchange di atas lahan seluas 0,66 hektare yang terletak tepat di seberang Swissotel Nusantara. Pembangunan ini menjadi salah satu fasilitas pendukung utama transportasi publik di kawasan tersebut.

Dalam tinjauan lapangan bersama Komisi II DPR RI dan mitra kerja, Basuki juga menjelaskan perkembangan di kawasan financial center KIPP 1B.
“Ini bank-bank ini sudah groundbreaking. Mereka segera bangun, nunggu jalan yang dikerjakan ini selesai Desember,” terang Basuki di lokasi.

Langkah awal dari sejumlah investasi swasta murni ini menjadi sinyal positif bahwa minat dunia usaha terhadap IKN semakin nyata. Pembangunan yang dimulai dari persil swasta ini diharapkan menjadi pemantik bagi percepatan realisasi investasi di berbagai sektor penunjang IKN. (MK)

Editor: Agus S

Lulusan SMK Jadi Penyumbang Pengangguran Tertinggi di Kaltim

0
Ilustrasi murid SMK. (Ist)

SAMARINDA – Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur, fakta mengejutkan muncul: lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) justru menjadi kelompok penyumbang pengangguran tertinggi di daerah ini.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK per Agustus 2025 mencapai 7,72 persen, tertinggi di antara semua jenjang pendidikan. Padahal, SMK sejatinya dirancang untuk mencetak tenaga kerja siap pakai.

Namun kenyataannya, banyak lulusan yang belum terserap industri meski pemerintah daerah tengah mendorong hilirisasi dan digitalisasi ekonomi.
“Dari setiap 100 orang angkatan kerja di Kaltim, masih ada sekitar lima sampai enam orang yang belum memiliki pekerjaan,” ungkap Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana.

Secara keseluruhan, angka pengangguran di Kaltim tidak mengalami lonjakan tajam. BPS mencatat TPT sebesar 5,18 persen pada Agustus 2025, naik tipis 0,04 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, jumlah penduduk bekerja berkurang sekitar 6.700 orang, dengan total pekerja kini 1,96 juta orang.

Sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan bermotor masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 19,05 persen atau sekitar 375 ribu orang. Sementara itu, sektor pengadaan listrik, gas, dan pengelolaan limbah menjadi yang terkecil, hanya 0,59 persen atau sekitar 11.500 pekerja.

Selain SMK, kelompok sarjana dan lulusan SMA juga mengalami peningkatan angka pengangguran. TPT sarjana naik 1,35 persen poin, sedangkan SMA naik 0,38 persen poin. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak lagi menjadi jaminan utama untuk memperoleh pekerjaan di tengah perubahan industri yang semakin menuntut keahlian digital dan efisiensi tenaga kerja.

Sebaliknya, kelompok lulusan SD ke bawah mencatat TPT terendah, yakni 2,48 persen, dengan tren penurunan yang konsisten.

Menurut Yusniar, tantangan utama Kaltim saat ini bukan hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi menyeimbangkan kebutuhan industri dengan kemampuan tenaga kerja lokal.
“Perdagangan tumbuh cepat, tapi sektor industri dan energi belum maksimal menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan vokasi agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia industri (link and match). Banyak perusahaan kini beralih ke sistem otomatisasi dan efisiensi, sehingga tenaga kerja baru, terutama lulusan SMK, dituntut memiliki keterampilan yang lebih spesifik dan adaptif.

BPS juga mencatat peningkatan jumlah setengah pengangguran — pekerja yang belum sepenuhnya bekerja sesuai jam atau keahlian ideal. Angkanya naik dua tahun berturut-turut: 1,17 persen poin dari 2023 ke 2024, dan kembali naik 1,05 persen poin pada 2025.

Pada Agustus 2025, setengah pengangguran laki-laki tercatat 5,86 persen dan perempuan 5,29 persen, keduanya meningkat dari tahun sebelumnya.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa meski ekonomi Kaltim terus tumbuh, pasar kerja belum sepenuhnya pulih. Pemerintah daerah dihadapkan pada pekerjaan rumah besar: memastikan pendidikan vokasi seperti SMK benar-benar menghasilkan lulusan yang sesuai kebutuhan industri. Jika tidak, lulusan yang semestinya siap kerja justru akan terus terjebak dalam lingkaran pengangguran di tanah yang kaya sumber daya ini. (MK)

Editor: Agus S

Kaltim Raih Penghargaan Nasional di HKN ke-61, Angka Stunting Turun dan Layanan Kesehatan Diperkuat

0
Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji saat memimpin Apel peringatan HKN tingkat Provinsi Kaltim digelar di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (12/11/2025). (Foto: Nuzul/MK)

SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang kesehatan. Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025, pemerintah pusat melalui Wakil Presiden RI memberikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Kaltim atas keberhasilan menurunkan angka stunting secara signifikan.

Apel peringatan HKN tingkat Provinsi Kaltim digelar di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (12/11/2025), dan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji. Dalam kesempatan itu, Seno membacakan amanat Menteri Kesehatan RI yang menyoroti kemajuan pembangunan kesehatan di daerah.

“Prevalensi stunting nasional menurun, meski belum besar tapi menunjukkan tren positif. Ini tanda bahwa kesehatan masyarakat terus membaik. Kaltim termasuk provinsi dengan capaian kesehatan yang cukup baik,” ujar Seno.

Wagub menegaskan bahwa Pemprov Kaltim akan terus memperkuat sektor kesehatan melalui pemerataan layanan dan peningkatan fasilitas. Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan dua rumah sakit baru pada tahun 2026, masing-masing di Samarinda dan Kutai Barat.

“Dua rumah sakit baru itu akan memperluas akses layanan kesehatan masyarakat. Kami targetkan mulai dibangun tahun depan,” tegasnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dr. Ronny Setiawati, menambahkan bahwa capaian penurunan angka stunting menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan di Benua Etam. Berdasarkan hasil Studi Gizi Indonesia (SGI) 2024, prevalensi stunting di Kaltim turun dari 22,9 persen menjadi 22,2 persen, atau menurun sebesar 0,7 persen poin dibanding tahun sebelumnya.

“Penurunannya memang belum terlalu besar, tetapi trennya jelas positif. Beberapa kabupaten seperti Kutai Kartanegara dan Paser mencatat penurunan yang cukup signifikan,” ungkap dr. Ronny.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltim menerima penghargaan nasional dari pemerintah pusat, yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI kepada Gubernur Kaltim di Jakarta. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen Pemprov Kaltim dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan layanan kesehatan masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Timur. (MK)

Editor: Agus S

Murah! Harga Santan Segitiga Dijual Rp 5 Ribu di Pasar Murah Berbas Pantai

0
Stand menjual sembako murah. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang menggelar pasar murah bertajuk ‘warung tekan inflasi on the spot’ Selasa (11/11/2025) di Lapangan Bola Berbas Pantai.

Selain bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kaltim, DKUMPP juga mengajak mitra-mitra distributor.

Penelaah Teknis Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri DKUMPP Bontang, Karresa, menyebutkan, DKUMPP mengajak mitra-mitra distributor untuk ikut berkontribusi di pasar murah ini. Seperti pantai subur, irama dunia, dan masih banyak yang lain.

“Karena itu harga yang dijual sesuai HET dan harga distributor. Bisa di bawah harga pasaran,” ungkap Karessa.

Sales Produk Sasa, Reza menjelaskan, pihaknya merupakan salahsatu distributor yang ikut berkontribusi di pasar murah garapan DKUMPP ini. Bahkan sudah beberapa kali pihaknya ikut serta.

Di stand yang dikelolanya, terdiri dari Distributor Aksan Jaya dan Pulau Baru. Stand tersebut khusus menjual sembako dengan harga di bawah pasaran.

“Kami jual harga modal jadi bisa murah. Seperti harga santan segitiga di pasaran Rp 7 rb dijual Rp 5 rb. Lalu ada minyak kita 2 L di pasaran Rp 42 rb kami jual Rp 37 rb,” bebernya.

Ia menyebut beberapa barang favorit yang sering diburu warga seperti minyak, kopi, tisu, nori (rumput laut snack anak-anak).

“Kami sudah beberapa kali ikut. Kemarin di Kanaan warga antusias. Sekarang di Berbas Pantai warga lebih antusias lagi membeli. Mungkin karena tanggal muda ya,” candanya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

350 Tabung Elpiji 3 Kg Tersedia di Pasar Murah Berbas Pantai

0
Warga antre membeli elpiji 3 kg di pasar murah DKUMPP Bontang. (Yusva Alam)

BONTANG – Salahsatu barang kebutuhan pokok paling diburu dalam pasar murah adalah tabung gas elpiji 3 kilogram. Hal ini berlaku pula di gelaran pasar murah bertajuk ‘warung tekan inflasi on the spot’ garapan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUMPP) Kota Bontang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim di Lapangan Bola Berbas Pantai, Selasa (11/11/2025).

Penelaah Teknis Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri DKUMPP Bontang, Karresa, mengungkapkan pihaknya menyiapkan sebanyak 350 tabung LPG 3 kilogram khusus untuk masyarakat pesisir dalam kegiatan pasar murah tersebut.

“Elpiji melon ini diutamakan untuk warga pesisir, tapi tak menutup kemungkinan warga daerah lain juga bisa membelinya,” ujarnya.

Sementara itu, Ica, perwakilan dari PT Pantai Subur selaku salah satu distributor LPG yang terlibat, menjelaskan bahwa pendistribusian LPG 3 kg dalam kegiatan pasar murah dilakukan secara tertib dan tepat sasaran.

“Yang berhak dilayani adalah warga yang membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK), agar bantuan ini benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak,” ujar Ica.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta ini, diharapkan kegiatan “Warung Tekan Inflasi On The Spot” dapat menjadi langkah nyata menjaga stabilitas harga dan membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Ini Daftar Barang dan Harga di Pasar Murah Berbas Pantai

0
Warga Berbas Pantai membeli barang kebutuhan pokok di pasar murah DKUMPP. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang menggelar pasar murah bertajuk ‘warung tekan inflasi on the spot’ Selasa (11/11/2025) di Lapangan Bola Berbas Pantai.

Bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kaltim, barang-barang kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah ini benar-benar murah, di bawah harga pasaran.

Penelaah Teknis Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri DKUMPP Bontang, Karresa, menjelaskan, pasar murah ini digelar bertujuan sebagai upaya intervensi pemerintah, agar barang-barang kebutuhan pokok tidak melambung tinggi.

“Biar barang pokok tidak langka. Karena kalau langka harga-harga pasti melambung,” imbuhnya.

Karenanya harga-harga barang yang dijual di kegiatan ini sangat murah. Sebagian barang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagiannya lagi harga distributor.

“Pastinya harganya jauh di bawah harga pasaran,” ungkapnya.

Ia menambahkan, beberapa barang kebutuhan pokok yang paling diburu, pihaknya menyediakan stok cukup banyak. Seperti Beras SPHP sebanyak 4 ton, lalu beras premium 2 ton, dan elpiji 3 kg sebanyak 350 tabung.

Berikut daftar barang yang tersedia serta harga:

Beras 5 kg premium punokawan Rp 77 rb
Tepung Kompas Rp 11 rb
Beras SPHP 60 rb
Gula Vit 18 rb
Minyak premium Nutura 1 L 18.500 rb
Telur 1 piring 60 rb
Minyak kita 1 L 15.700 rb
Bawang merah 35 rb
Minyak saro 2 L 37 rb
Bawang putih 32 rb
Gas elpiji 3 kg 21 rb (syarat serahkan fotocopy KTP dan KK).

Penulis/Editor: Yusva Alam

Kolaborasi DKUMPP dan DPPKUKM Kaltim Gelar Pasar Murah di Berbas Pantai

0
Kegiatan pasar murah DKUMPP Bontang di Lapangan Bola Berbas Pantai. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang kembali menggelar pasar murah bertajuk ‘warung tekan inflasi on the spot’ Selasa (11/11/2025) di Lapangan Bola Berbas Pantai.

Kali ini DKUMPP Bontang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kaltim serta didukung Kelurahan Berbas Pantai.

Penelaah Teknis Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri DKUMPP Bontang, Karessa menjelaskan, bahwa kegiatan pasar murah ini rutin digelar DKUMPP Bontang setiap bulannya. Pihaknya menargetkan 12 kali kegiatan dalam 1 tahun ini.

“Pasar murah kali ini ke-11 kalinya. Kebetulan bekerjasama dengan DPPKUKM Kaltim yang juga bertepatan mengadakan pasar murah di daerah-daerah seperti Bontang dan Kutim,” ungkapnya.

Masih sama dengan sebelum-sebelumnya, pasar murah ini digelar bertujuan sebagai upaya intervensi pemerintah, agar barang-barang kebutuhan pokok tidak melambung tinggi.

“Biar barang pokok tidak langka. Karena kalau langka harga-harga pasti melambung,” imbuhnya.

Karenanya harga-harga barang yang dijual di kegiatan ini sangat murah. Sebagian barang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagiannya lagi harga distributor.

“Pastinya harganya jauh di bawah harga pasaran,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

PRISMA, Inovasi Pelayanan Publik Bontang yang Antarkan Fauzi Achmad Jadi Peserta Terbaik Latsar CPNS

0
Fauzi Achmad Haruna, Pranata Komputer Ahli Pertama DPMPTSP, pemilik inovasi PRISMA. (Syakurah)

BONTANG – Fauzi Achmad Haruna, Pranata Komputer Ahli Pertama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang berhasil meraih Predikat Terbaik I dalam Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan VI yang digelar di Samarinda, Kalimantan Timur.

Fauzi memiliki inovasi bernama PRISMA atau Pelaporan dan Statistik Mal Pelayanan Publik. Inovasi ini merubah sistem manual dalam pelaporan dan statistik kunjungan MPP, menjadi digital dan berbentuk website, serta ada antrian digital secara terpadu yang menggabungkan semua gerai/dinas di MPP Kota Bontang.

Inovasi ini diciptakan selama periode habituasi LATSAR tanggal 27 September – 30 Oktober 2025 dan di presentasikan dalam seminar impelemtasi aktualisasi di Pusjar SKPP LAN RI tanggal 7 November dan mendapat nilai terbaik peringkat 1.

“Alhamdulillah minggu lalu saya menerima predikat tersebut,” ujarnya.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur mengapresiasi hal tersebut. Inovasi yang dikembangkan Fauzi dapat memberikan kemudahan bagi pengunjung MPP yang ingin melakukan pelayanan.

“Kadang pengunjung MPP kan bingung mau kemana, dengan adanya Prisma ini dapat diarahkan,” pungkasnya.

Adapun, pihaknya akan mendukung perkembangan inovasi tersebut, dengan melakukan pengadaan alat yang mendukung Inovasi itu berkembang dan dapat berjalan.

“Anggaran untuk alatnya akan kita usahakan tentunya, karena ini menggunakan mesin untuk ticketing,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam