Beranda blog Halaman 583

Mahasiswa KKN Unmul Gelar Pasar Satu Hari di Kanaan, Neni Sebut Sebagai Sarana Pelestarian Budaya dan Penguat Identitas Sosial

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri Pasar Satu Hari, di Kanaan. (Ist).

BONTANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar kegiatan Pasar Satu Hari, yang berlangsung di Rumah Adat Toraja, Kelurahan Kanaan, Bontang Barat, Sabtu (16/8/2025) kemarin. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka langsung oleh, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Saat sambutan, Neni menyampaikan bahwa kegiatan di Pasar Satu Hari ini bukan hanya menghadirkan aspek ekonomi saja, akan tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya dan penguat identitas sosial.

Terlebih lagi untuk pemilihan lokasi di Rumah Adat Toraja, Kanaan, memiliki makna dengan simbol yang mendalam, dimana rumah adat bukan hanya sekedar tempat berkumpul, tetapi juga sebagai lambang persatuan nilai tradisi.

“Dan ini juga sebagai warisan leluhur yang perlu dijaga, dan diwariskan ke generasi berikutnya,” ucapnya.

Kegiatan berbasis masyarakat seperti ini, sebagai salah satu bentuk pemberdayaan. Pemberdayaan bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi juga menciptakan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kapasitas, dan membangun jejaring yang bermanfaat.

“Sehingga, kami akan terus mendorong inisiatif-inisiatif yang positif. Khususnya yang berorientasi pada penguatan ekonomi kerakyatan, dan pelestarian budaya lokal,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Dapat Remisi HUT RI, 23 Narapidana Lapas ll A Bontang Langsung Bebas

0
Pemberian remisi terhadap 23 narapidana. (Syakurah)

BONTANG – Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI sebanyak 23 Narapidana mendapatkan remisi tahanan dan langsung dibebaskan.

Penyerahan remisi bertepatan upacara perayaan Hari Kemerdekaan RI, Minggu (17/8/2025) di Pendopo Wali Kota Bontang.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Riza Mardani, mengatakan remisi ini termasuk Remisi Umum (RU) dan Remisi Dasawarsa (RD). Dari 1.840 narapidana, terdapat 1.378 narapidana yang mendapat RU.

“Setalah mendapatkan remisi potongan masa tahanan, 23 orang narapidana langsung bebas,” katanya.

Penerima remisi didominasi oleh kasus narkotika. Berikut rincian jumlah remisi umum yang diberikan kepada 1.378 orang; Jumlah RU I 1.352 orang dan RU II 26 orang 15 orang di antaranya langsung bebas dan 12 orang masih menjalani subsider.

Untuk jumlah remisi Dasawarsa terdapat 1.583 orang, dengan rincian RD I 1.491 orang, RD II 20 orang 8 di antaranya bebas langsung dan 12 masih menjalani subsider. RD pidana denda I sebanyak 72 orang. Adapun RD pidana denda II nihil.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni berharap dengan adanya remisi seperti mereka dapat menjadi lebih baik, “Jangan sia-siakan kesempatan yang telah diberikan ini, semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” katanya.

Ia berharap mereka dapat kembali berbaur dengan masyarakat, dan tidak hanya mengurung diri saja, jangan merasa minder karena pernah menjadi narapidana, namun kembali bersosialisasi menjadi warga seutuhnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Aneka Rebusan dan Ragam Lomba Semarakkan Perayaan HUT RI ke-80 Warga BSD

0
Perayaan HUT RI ke-80 warga BSD di Lapangan Bundaran. (Ist)

BONTANG – Gema perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus dilakukan di mana-mana. Begitu juga di Perumahan Bumi Sekatup Damai (BSD), Kelurahan Gunung Elai, Bontang Utara. Warga dari 15 RT bergembira merayakan acara Semarak Kemerdekaan HUT RI ke 80 pada Minggu, 17 Agustus 2028 di Lapangan Bundaran BSD, sama seperti tahun sebelumnya.

Lebih dari 150 orang berbaju nuansa merah putih dan baju adat menggelar upacara kemerdekaan. Upacara berlangsung lancar dalam cuaca mendung. Mulai dari pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks proklamasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

Seusai upacara, dilanjutkan makan bersama dengan menu aneka rebusan seperti jagung, singkong, ketela, pisang, kacang, jenang kacang hijau. Murah meriah dan menyehatkan. Warga saling mengobrol menambah keakraban.

Lomba-lomba yang sifatnya menyenangkan dilakukan. Lomba anak-anak ada lomba makan kerupuk, memasukkan pensil ke botol, balap kelereng dan baju adat. Lomba ibu-ibu meliputi lomba kata berantai, estafet balon, memindahkan bola dan pakaian adat. Lomba untuk bapak-bapak, lomba menangkap belut dan memasukkan ke botol, lomba memasak. Meriah dan suasana kekeluargaan. Anak-anak bermain dan ada yang main layangan di lapangan

Di samping lomba, diadakan juga bazar UMKM dari warga BSD. Aneka jualan menempati stand di lapangan bunderan. Di antaranya stan jus, es teh jumbo, gado-gado, tahu tek, kentang goreng, aneka cemilan.

Semarak sesuai nama acara dan warga gembira. Walaupun diwarnai dengan hujan gerimis kecil, warga tetap antusias mengikuti acara. (*/sb)

Editor: Yusva Alam

Wali Kota Kenakan Pakaian Adat Dayak di HUT RI ke-80

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memakai baju adat Dayak. (Dwi).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengenakan pakaian adat Dayak khas Kalimantan Timur, di upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-80, yang berlokasi di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Minggu (17/8/2025).

Adapun untuk Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris turut terlihat menggunakan pakaian adat Mandar, Sulawesi Barat.

“Untuk hari ini ada instruksi memakai pakaian adat, pastinya ini sangat menarik sekali,” ucapnya saat ditemui.

Terlebih lagi, Neni membeberkan untuk kegiatan upacara penurunan bendera nantinya, dirinya akan berganti menggunakan pakaian adat yang berbeda. Hal itu pun masih dirahasiakan.

“Penurunan bendera nanti kita berganti lagi dengan pakaian adat yang berbeda. Belum tau pakai baju adat apa, semua masih dirahasiakan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Apresiasi Paskibraka Bontang, Pemkot Akan Kirim Belajar di Kampung Inggris

0
Wali Kota Bontang, Neni memberi selamat usai pengibaran bendera. (Syakurah)

BONTANG – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Bontang akan dihadiahi oleh Pemerintah Kota Bontang belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris selama sebulan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dedi Harianto mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan para anggota paskibraka dan mereka semua telah menyetujuinya.

“Kami memberikan reward mereka yang benar-benar bermanfaat, salah satunya belajar ke Kampung Inggris ini,” terangnya

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan terdapat dua pilihan, pertama Kampung Inggris yang berada di Bogor atau di Kediri.

“Belum tahu pastinya nanti akan dimana, yang pasti mereka akan disana selama sebulan,” pungkasnya.

Nantinya pihak Kesbangpol akan melakukan koordinasi ke sekolah-sekolah terkait pembelajaran bahasa Inggris mereka diluar daerah tersebut.

“Kita akan tanyakan juga apakah mereka masih harus ikut pelajaran bahas Inggris di sekolah atau tidak,” terangnya.

Nantinya, selama setahun menjadi purna paskibraka mereka akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintah, misalnya seminar kepemudaan maupun diskusi pemuda.

“Selain Kesbangpol, kita juga berkolaborasi dengan Dispopar dan Disdikbud Bontang untuk melibatkan para Paskib dalam berbagai kegiatan,” katanya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Neni Terharu, Anggota Paskibraka Berhasil Kibarkan Merah Putih di Tengah Gerimis Hujan

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat ditemui. (Dwi).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni sangat mengapresiasi proses berjalannya pengibaran bendera sang Merah Putih, dimana proses tersebut berjalan dengan lancar dan sempurna di tengah-tengah cuaca yang kurang mendukung.

Saat upacara pengibaran bendera berlangsung, para petugas yang berada di lapangan sempat dilanda gerimis. Akan tetapi, hal tersebut tak mematahkan semangat petugas di lapangan.

“Anak-anak kita baru saja mengibarkan bendera, luar biasa bendera berkibar dengan sempurna, dan itu tidak mudah. Bunda sangat mengapresiasi sekali,” ucapnya, Minggu (17/8/2025).

Neni berpesan bahwa setiap proses perjalanan masih sangat panjang, dimana kita harus terus bekerja, berjuang, berkarya, dan berprestasi untuk membangun negeri yang bersatu demi Indonesia maju.

“Jangankan hujan, para pahlawan saja rela berjuang demi tumpah darah untuk kemerdekaan kita. Jadi kalaupun hujan tidak masalah, saya tetap sangat terharu dan bangga,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Meski Gerimis, Proses Upacara 17 Agustus Berlangsung Sukses

0
Proses kenaikan bendera merah putih saat 17 Agustus di Stadion Bessai Berinta Lang-lang. (Syakurah)

BONTANG – Bendera merah putih berhasil dibentangkan, Minggu (17/8/2025) di Lapangan Bessai Berinta Lang-lang di tengah hujan yang mengguyur lapangan selama upacara berlangsung.

Pembawa baki, Naisya Vidya Al Safira Putri menerima bendera yang diserahkan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni selaku inspektur upacara, yang kemudian berhasil dikibarkan Ahmad Azka Syaifullah sebagai danpok, Muhammad Shadra Shiraz selaku pembentang bendera dan Vhiego Fauzan Damba selaku penggerek bendera.

Neni terlihat menggunakan pakaian adat Dayak, yang menjadi identitas suku di Kepulauan Kalimantan bersama dengan Anggota DPD RI, Andi Sofyan Hasdam yang turut mengenakan pakaian yang sama.

Sementara itu Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengenakan pakaian adat khas Sulawesi Barat yang juga didampingi oleh sang istri.

Adapun peserta yang turut BPBD, TNI, Polri, Perwakilan Pelajar, Satpol PP, serta Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah.

Neni mengapresiasi keberhasilan para pengibar dan semua yang turut membantu berjalannya acara.

“Alhamdulillah anak-anak berhasil mengibarkan bendera tanpa kesalahan,” katanya

Sayangnya masyarakat tidak dapat menyaksikan langsung upacara berlangsung lantaran hujan terus turun selama proses kenaikan bendera. Namun bagi masyarakat yang sempat melewatkan, terdapat siaran langsung yang dapat ditonton di PKTV. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Sejumlah Titik di Bontang Masih Terendam Banjir, Pemkot Siapkan Pembangunan Polder

0
Sejumlah Titik di Bontang Masih Terendam Banjir, Pemkot Siapkan Pembangunan Polder
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Dwi).

BONTANG – Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus berupaya untuk mencari jalan keluar agar dapat mengatasi permasalahan banjir. Lantaran ketika hujan deras turun, di sejumlah titik wilayah Bontang masih saja terendam banjir.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, pihaknya akan menyiapkan proyek pembangunan polder yang berada di Tanjung Laut dan Bontang Kuala (BK).

Untuk pembangunan polder di Tanjung Laut, pembebasan lahan akan segera dikerjakan pada tahun ini, akan tetapi untuk bangunan polder secara fisiknya dikerjakan pada 2026 mendatang.

“Untuk perencanaan semua kita inginnya secara maksimal, seperti lahannya sudah selesai diurus segala macam, jangan sampai berhenti di tengah. Saya tidak mau, ini harus benar-benar clear dan aman. Kalau sudah baru kami kerjakan,” ucapnya, Jumat (15/8/2025).

Sementara itu pembangunan polder di wilayah BK, Neni menyatakan jika sangat diwajibkan untuk segera dibangun. Sebab, untuk mengatur aliran arus sungai yang meluap, dan sebagai pemecah aliran di wilayah Pisangan.

“Kita memikirkan bagaimana caranya air itu mengalir menuju sungai, kalaupun ada sungai yang kecil dan sempit nantinya bisa dilebarkan. Sebab drainase yang sudah dibangun hampir mencapai 70-80 persen,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Rapat Paripurna ke-14 Penandatanganan Nota Kesepakatan, APBD 2026 Senilai Rp 2,8 Triliun

0
Rapat Paripurna ke-14 masa sidang III terkait Penandatanganan Nota Kesepakatan Wali Kota dan DPRD Bontang. (Dwi).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang menggelar Rapat Paripurna ke-14 dengan Masa Sidang ke III dalam rangka Penandatanganan Nota Kesepakatan, terkait Kebijakan Umum (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Kegiatan berlangsung di Auditorium Tiga Dimensi, Jumat (15/8/2025) yang turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, Ketua dan Wakil DPRD Bontang beserta dengan para jajaran, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lurah, camat, hingga instansi lainnya.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa untuk APBD Bontang sekitar Rp 2,8 triliun. Sementara untuk belanja modal, pemkot mengasumsikan sekitar Rp 1,3 triliun, dan proyek belanja operasi Rp 1,8 triliun.

Saat penyampaiannya, Neni mengatakan untuk proyek pembangunan Danau Kanaan, nantinya akan menelan anggaran sekitar Rp 274 miliar, dengan skema tahun jamak yang akan dikerjakan selama 3 tahun.

“Kita telah sepakati bersama, dengan yang pengembangan Danau Kanaan. Adapun untuk asumsi ini bisa bersifat naik dan turun,” ucapnya.

Secara rinci, pembangunan fisik dan pagunya sekitar Rp 267 miliar. Terhitung lagi dengan biaya pengawasan teknisnya sekitar Rp 5 miliar, dan biaya pengelolaan kegiatan sekitar Rp 1 miliar.

Adapun untuk pendapatan daerah sekitar Rp 3,1 miliar, dan pendapatan transfer Rp 2,2 triliun. Serta alokasi belanja daerah di 2026 mendatang telah diasumsikan sebesar Rp 2,8 triliun. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

41 Paskibraka Kota Bontang Dikukuhkan, Besok Siap Kibarkan Merah Putih

0
Pengukuhan Paskibraka Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – 41 pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Kota Bontang resmi dikukuhkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Jumat (15/8/2025).

Bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, 41 Paskibraka didampingi oleh masing-masing wali mereka mengucapkan ikrar paskibra sebagai komitmen menjalankan tugas sebagai pengibar bendera.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan, setelah pengukuhan ini, para paskibraka masih memiliki tugas yang berat yakni pengibaran bendera merah putih yang akan dilakukan pada 17 Agustus besok.

“Tugasnya masih berat, harus mengibarkan merah putih dengan sempurna,” katanya.

Ia belum dapat menilai bagaimana pengibaran akan berlangsung, namun Neni yakin dengan hasil latihan yang telah mereka lalui, para paskibraka harusnya bisa menampilkan dan memberikan hasil yang semaksimal mungkin.

Penetapan 41 putra-putri terbaik Kota Bontang dari SMA/SMK/MA terpilih yang menjadi anggota Paskibraka ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bontang Nomor: 200.1.2/270/BAKESBANGPOL/2025.

“Proses seleksi berlangsung ketat, mencakup aspek fisik, mental, dan pengetahuan kebangsaan,” tutupnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam