Beranda blog Halaman 582

Nusron Wahid: Jangan Biarkan Rakyat Hanya Jadi Penonton di Tanahnya Sendiri

0
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid saat didampingi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat diwawancarai media. (Foto: Hanafi/MKN)

SAMARINDA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kemitraan antara perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dengan masyarakat sekitar. Ia menekankan bahwa perusahaan sawit di Kalimantan Timur wajib memenuhi ketentuan penyediaan plasma minimal 20 persen bagi warga di sekitar wilayah konsesi.

Pernyataan itu disampaikan Nusron saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah Bidang Pertanahan dan Tata Ruang se-Kaltim di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Jumat (24/10/2025). Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Samarinda Andi Harun, Bupati Kutai Kartanegara, Bupati Kutai Barat, serta pimpinan daerah lainnya.

“Perusahaan sawit wajib hukumnya memenuhi plasma minimal 20 persen. Jangan sampai rakyat hanya jadi penonton di tanahnya sendiri,” tegas Nusron di hadapan peserta rakor.

Ia menilai masih banyak perusahaan yang belum menunaikan kewajiban tersebut, meski telah lama menikmati hak guna usaha. Menurutnya, kebijakan plasma harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal melalui pengelolaan langsung oleh petani. “Plasma harus benar-benar dikelola rakyat, bukan hanya di atas kertas,” ujarnya.

Nusron menegaskan pemerintah pusat tidak akan tinggal diam terhadap perusahaan yang melanggar aturan. “Kalau masih membandel, kami tindak. Perlu, akan kami cabut hak HGU-nya,” tegasnya lagi.

Pemerintah juga akan menghentikan izin perusahaan perkebunan yang terbukti sengaja tidak menyediakan lahan plasma, serta menindak tegas perusahaan yang beroperasi di kawasan hutan secara ilegal atau mengonversi lahan tanpa izin. ATR/BPN bersama kementerian teknis lainnya akan melakukan audit menyeluruh terhadap status dan pemanfaatan lahan, terutama di wilayah perkebunan besar seperti Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Paser, dan Berau.

Kebijakan plasma ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, mendorong pemerataan ekonomi daerah, serta mengurangi konflik lahan yang masih marak terjadi di Kalimantan Timur. Nusron juga meminta seluruh kepala daerah di Kaltim untuk mendukung percepatan program reforma agraria, termasuk sertifikasi lahan dan penataan kawasan.

“Semua kebijakan reforma agraria tidak bisa jalan tanpa dukungan Pemprov maupun Pemkab/Pemkot,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Kemkomdigi Percepat Penyusunan Aturan Perlindungan Anak di Ruang Digital

0
Sekretaris Ditjen Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Mediodecci Lustarini. (Dok. Kemkomdigi)

JAKARTA — Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mempercepat penyusunan aturan teknis untuk memperkuat tata kelola perlindungan anak di ruang digital. Langkah ini dilakukan melalui Uji Petik rancangan awal Peraturan Menteri pelaksana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Mediodecci Lustarini, menjelaskan bahwa rancangan peraturan menteri (permen) pelaksana PP Tunas berisi enam materi utama, meliputi pengawasan tata kelola perlindungan anak di ruang digital, penilaian profil risiko, serta pengaturan batas dan rentang usia anak.

“Rancangan ini menjadi turunan langsung dari PP Tunas dan berfungsi untuk memperkuat sistem perlindungan anak di dunia digital melalui mekanisme pengawasan yang terukur,” ujarnya di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Uji Petik rancangan awal ini digelar secara virtual dengan fokus pada dua aspek penting: pengawasan dan penilaian profil risiko. Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan platform digital, lembaga perlindungan anak, pemerhati isu digital, serta asosiasi industri, guna menghimpun masukan dari berbagai pihak agar regulasi yang disusun relevan dan dapat diimplementasikan secara efektif.

Ketua Tim Hukum dan Kerja Sama Kemkomdigi, Josua Sitompul, memaparkan bahwa rancangan awal aturan pelaksana PP Tunas mengatur mekanisme pengawasan melalui kegiatan pemantauan dan penelusuran, penerimaan laporan dan aduan, pemeriksaan, serta pengendalian.

“Rancangan ini juga telah menetapkan indikator risiko dalam penggunaan produk dan layanan digital. Indikator tersebut akan dibahas lebih lanjut setelah mendapat masukan dari pemangku kepentingan,” kata Josua.

Ia menambahkan bahwa rancangan aturan ini memberikan fleksibilitas bagi platform digital dalam menerapkan mitigasi risiko sesuai karakteristik layanan masing-masing. Mitigasi dapat dilakukan melalui penguatan fitur privasi dan keamanan berbasis desain, serta mendorong keterlibatan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak di ruang digital.

“Kurangnya pemahaman terhadap risiko digital dapat mengancam keselamatan dan kesehatan anak. Karena itu, PP Tunas menekankan pentingnya tata kelola yang menjamin anak dapat mengakses dunia digital dengan aman, sehat, dan terlindungi dari konten berbahaya,” tegas Josua.

Ia menuturkan, RPM Amanat PP Tunas juga akan mengatur pelaksanaan pengawasan teknis oleh Kemkomdigi. Dalam proses penyusunannya, kementerian membuka ruang audiensi dengan berbagai pihak, termasuk platform digital global, untuk memahami dan mengadaptasi fitur perlindungan anak yang efektif.

“Pembahasan resmi rancangan ini dengan kementerian dan lembaga terkait direncanakan berlangsung awal tahun depan. Kami optimistis regulasi ini dapat membangun ruang digital yang lebih aman dan kondusif bagi anak-anak Indonesia,” tutup Josua. (MK)

Editor: Agus S

Dua Dokter RSUD Taman Husada Resmi Dilantik

0
Dua dokter RSUD Taman Husada Bontang yang resmi dilantik. (Ist).

BONTANG – Dua dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang secara resmi dilantik dan pengambilan sumpah atau janji jabatan fungsional utama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot), Jumat (24/10/2025) di Ruang Kerja Wali Kota Bontang, Kelurahan Bontang Lestari.

Keputusan ini didasarkan oleh keputusan resmi, Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 31/M Tahun 2025 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Ahli Utama.

Berdasarkan keputusan tersebut, dua dokter yang resmi dilantik merupakan Dr. Dian Ariyani Tarigan, Sp.P yang diangkat sebagai Dokter Ahli Utama RSUD Taman Husada, dan Drg. Hena Ratnasari, Sp.KGA sebagai Dokter Gigi Ahli Ahli Utama RSUD Taman Husada.

“Saya sampaikan apresiasi kepada dua dokter spesialis yang baru saja dilantik, berharap agar pelayanan kesehatan di Bontang semakin baik, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ucap Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Neni juga menekankan akan pentingnya kaderisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkot, mengingat banyak ASN yang akan memasuki masa pensiun. Sehingga mendorong agar jabatan fungsional dapat diperpanjang hingga usia 65 tahun, demi menjaga keberlanjutan pelayanan publik. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

AI Didorong Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Indonesia, Bukan Ancaman Pekerjaan

0
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan sambutan dalam acara “AI for Indonesia 2025 by Kumparan” di Djakarta Theater, Kamis (23/10/2025). (Dok. Kemkomdigi)

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa kecerdasan artifisial (AI) harus dipandang sebagai peluang besar bagi perekonomian nasional, bukan sebagai ancaman bagi tenaga kerja manusia.

“Dikabarkan kecerdasan artifisial akan menggantikan sekitar 85 juta pekerjaan pada tahun 2025. Namun pada saat yang sama, AI juga berpotensi menciptakan 90 juta pekerjaan baru di berbagai bidang. Karena itu, AI perlu diwaspadai, tetapi tidak perlu ditakuti,” ujar Meutya dalam acara AI for Indonesia 2025 by Kumparan di Ballroom Djakarta Theater, Kamis (23/10/2025).

Menurutnya, Indonesia termasuk salah satu negara paling optimistis dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Ia menyebut masyarakat Tanah Air memiliki kesiapan tinggi untuk menerima inovasi digital tanpa rasa takut berlebihan. “Berdasarkan berbagai survei, Indonesia dinilai sebagai negara yang mampu menerima AI dengan baik. Itu pertanda positif,” ucapnya.

Meutya menekankan pentingnya menempatkan AI sebagai alat bantu yang memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya. “Kita coba melihat dan membicarakan AI dari perspektif yang berbeda. Bukan sekadar data dan angka, melainkan bagaimana AI bisa dimaknai sebagai alat bantu yang memperkuat manusia,” ujarnya.

Pemerintah, kata Meutya, kini tengah menyusun Peta Jalan Nasional AI yang akan menjadi panduan strategis lintas sektor serta dasar kebijakan pengembangan kecerdasan buatan di Indonesia. “Insyaallah pada awal tahun 2026, Peraturan Presiden tentang peta jalan ini sudah dapat diterbitkan dan menjadi pedoman bagi kita semua,” jelasnya.

Selain kebijakan, pemerataan akses digital juga menjadi prioritas agar manfaat AI dapat dirasakan secara luas. Pemerintah telah melelang frekuensi 1,4 GHz untuk memperluas jaringan internet nasional dan menghadirkan layanan yang lebih terjangkau.

“Yang juga penting adalah bagaimana membuat AI berikutnya menjadi inklusif. Demokrasi teknologi menuntut tanggung jawab bersama. Ketika pemanfaatannya dilakukan dengan baik, AI akan membawa kebaikan bagi semua,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Pencarian Remaja Terseret Arus di Sungai Karang Mumus Diperluas Hingga 5 Kilometer

0
Tim SAR melakukan pencarian menggunakan Speed boat di perairan Sungai Karang Mumus. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap Muhammad Pajar, remaja yang dilaporkan terseret arus Sungai Karang Mumus di kawasan Jalan Kesehatan Dalam, Samarinda. Memasuki hari kedua, Sabtu (25/10/2025), operasi pencarian diperluas hingga 5 kilometer ke arah hilir sungai, setelah sebelumnya hanya direncanakan sejauh 2 kilometer.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menjelaskan bahwa pencarian dimulai sejak pukul 07.00 Wita. Perpanjangan area penyisiran menjadi 5 kilometer diambil sebagai langkah antisipasi terhadap derasnya arus sungai yang berpotensi membawa korban lebih jauh dari lokasi awal.

“Dapat kami informasikan, telah dilakukan pencarian mulai dari jam 7 pagi tadi, dilakukan penyisiran sejauh rencana awal 2 km, tapi berhubung kita pertimbangkan derasnya arus, kita perpanjang menjadi 5 km ke arah hilir,” ujar Mardi di lokasi kejadian.

Ia mengungkapkan, tantangan terbesar yang dihadapi tim di lapangan adalah arus sungai yang kuat serta kondisi cuaca yang sempat berawan dan diguyur hujan sejak pagi. “Arus yang cukup kuat dari hulu ke hilir membuat tim harus lebih waspada,” tambahnya.

Dalam operasi hari kedua ini, pihak keluarga korban turut diikutsertakan dalam perahu penolong untuk menyaksikan langsung upaya pencarian. Hal ini dimaksudkan agar keluarga mengetahui bahwa seluruh proses dilakukan secara maksimal.

Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, BPBD Samarinda, relawan, dan masyarakat setempat. Sebanyak tiga unit perahu karet (rubber boat) dikerahkan, dengan personel yang bergantian sif selama proses pencarian berlangsung.

Terkait metode pencarian, Mardi menjelaskan bahwa tim fokus pada penyisiran tepi sungai dan jalur air menggunakan perahu karet. “Untuk penyelaman kita pertimbangkan tidak efektif karena kondisi arus yang deras. Kalaupun dipaksakan akan membahayakan keselamatan penolong,” tegasnya.

Operasi pencarian dijadwalkan berlangsung hingga pukul 17.30 Wita dan akan dilanjutkan kembali keesokan harinya apabila korban belum ditemukan. (MK)

Editor: Agus S

Tips Penyembuhan Penyakit TBC dari Dokter RSUD Bontang

0
Kepala Unit PKRS RSUD Taman Husada, Sunarti, A.Md.Keb., SKM. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Penyakit Tuberkulosis (TBC) menjadi salahsatu penyakit yang dapat menular dengan cepat melalui udara. Namun begitu, terdapar beberapa langkah dalam penyembuhannya.

Kepala Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Taman Husada, Sunarti, A.Md.Keb., SKM, menjelaskan, bahwa penderita TBC harus mendapatkan dukungan penuh atau pendampingan dari pihak keluarga, dalam mengingatkan jadwal meminum obat.

Minum obat secara rutin dalam artian, yang mengalami TBC harus meminum obat setiap harinya di jam yang sama, semisalkan meminum obat di pukul 07.00 Wita, harus berlanjut setiap harinya dalam waktu 6 bulan.

“Mereka yang terpapar TBC pun harus meminum obat dengan rutin, dengan jangka waktu paling sebentar sekitar 6 bulan, tanpa berhenti. Jika terputus sekali saja, harus mulai dari awal lagi, pengobatannya,” jelasnya saat di konfirmasi.

Bagi penderita TBC, untuk melakukan pengobatan dan mendapatkan obat tersebut bisa didapatkan secara gratis, tanpa adanya biaya. Bahkan bagi masyarakat yang mengalami TBC tak perlu khawatir, sebab TBC ini bukan penyakit keturunan dan bisa disembuhkan.

“Jadi kami himbau untuk masyarakat yang terkena TBC, agar bisa segera berobat. Semuanya gratis dari obat sampai pengobatannya, sayang jika tidak dimanfaatkan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Dikira Jatuh ke Parit, Warga Gang Arwana Digigit Buaya

0

BONTANG – Warga Gang Arwana dikejutkan oleh insiden tak biasa pada Jumat (24/10/2025) pagi. Seorang pria yang semula dikira terpeleset ke parit ternyata menjadi korban gigitan buaya.
Korban yang diketahui bernama Budi mengalami luka di bagian kaki akibat serangan reptil tersebut. Warga sekitar segera menolong dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.
Petugas dari BPBD dan BKSDA Kaltim turun ke lokasi untuk melakukan pencarian buaya yang diduga berasal dari sungai belakang permukiman warga.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
📱 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Kenali Gejala TBC, Bila Mengalami Segera Periksa!

0
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Bagi masyarakat yang mengalami tanda-tanda atau gejala Tuberkulosis (TBC), bisa segera melakukan pengobatan dengan segera dan memeriksakan diri di Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat.

Gejala bagi penderita TBC biasanya mengalami seperti nafsu makan yang menurun, berkeringat dingin di malam hari, batuk yang berkepanjangan, demam atau meriang, sesak napas, berat badan mulai menurun, bahkan jika sudah parah batuknya bercampur dengan darah.

“Maka bagi masyarakat yang mengalaminya, sangat dianjurkan untuk segera periksa ke faskes terdekat. Karena untuk pengobatannya pun gratis, dan obatnya juga gratis,” ucap Kepala Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Taman Husada, Sunarti, A.Md.Keb., SKM, Jumat (24/10/2025).

Terlebih lagi, untuk penyakit TBC ini tak memandang usia. Mulai dari bayi maupun lanjut usia, semuanya rentan untuk terkena penyakit TBC bila kondisi fisiknya lagi tidak fit.

“Ini penyakit menular yang disebarkan melalui udara, maka sangat dianjurkan untuk penderita TBC untuk bisa selalu memakai masker,” tambahnya.

Penyakit TBC biasanya menyerang bagian paru-paru, akan tetapi TBC juga bisa menyerang bagian lainnya di sekitaran tubuh, seperti tulang, kelenjar getah bening, maupun usus. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Pembangunan Lapangan Mini Soccer HOP 1 Capai 65,63 Persen, Lebih Cepat dari Target

0
Proyek pembangunan Lapangan Mini Soccer HOP 1. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Progres pembangunan sarana olahraga Lapangan HOP 1 yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang menunjukkan capaian positif.

Hingga minggu lalu, realisasi fisik proyek tersebut telah mencapai 65,63 persen, melampaui target rencana sebesar 63,47 persen.

Kepala Dinas PUPR Kota Bontang, Edy Prabowo, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan adanya deviasi positif sebesar 2,16 persen.

“Realisasi fisik sampai minggu lalu sudah mencapai 65,63 persen dari rencana 63,47 persen. Artinya, ada deviasi positif 2,16 persen,” ujar Edy, Jumat (24/10/2025).

Proyek pembangunan lapangan mini soccer HOP 1 ini bersumber dari APBD Kota Bontang tahun anggaran 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp10,93 miliar. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Samudra Prima Mandiri sebagai kontraktor, dan CV Karya Pratama Consultant bertindak sebagai konsultan pengawas.

Pekerjaan ini memiliki masa pelaksanaan 170 hari kalender sejak kontrak ditandatangani pada 7 Juli 2025.

Edy menambahkan, hingga saat ini pelaksanaan proyek berjalan lancar dan sesuai jadwal. Ia optimistis pembangunan lapangan tersebut dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai sarana olahraga yang representatif.

“Kami berharap proyek ini bisa rampung sesuai target dan segera dimanfaatkan oleh warga Bontang,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Gelar Kegiatan Donor Darah di Peringatan HUT Arsada dan RSUD Taman Husada

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Asosiasi Rumah Sakit Daerah (Arsada) ke-25 dan HUT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang ke-23, digelar kegiatan donor darah, Senin (3/11/2025) mendatang, sekitar pukul 08.00-13.00 Wita.

Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Humas, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman menyampaikan bahwa, kegiatan akan berlangsung di Ruang Nusa Indah, tepatnya di Lantai 5 Gedung Angsana RSUD Taman Husada.

“Iya kegiatan ini untuk umum, dan bagi 100 orang pendonor pertama serta berhasil mendonorkan darahnya, nantinya akan mendapatkan souvenir menarik,” ucapnya, Jumat (24/10/2025).

Adapun bagi para pendonor darah, harus mengikuti persyaratan sebagai berikut, seperti usia minimal 17 tahun, berat badan proporsional, serta dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

“Mari masyarakat ikut serta dalam mendonorkan darahnya, karena setetes darah yang anda berikan sangat berarti bagi yang membutuhkan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam