Beranda blog Halaman 581

Jemput Bola, Kecamatan Bontang Selatan Lakukan Perekaman KTP El ke Kelurahan Bontang Lestari

0
Proses perekaman KTP El di Kelurahan Bontang Lestari. (ist)

BONTANG – Kecamatan Bontang Selatan melakukan kegiatan jemput bola perekaman KTP Elektronik (KTP El) kepada kelurahan yang berada di wilayahnya.

Camat Bontang Selatan, Kamsal mengatakan bahwa Selasa (19/8/2025) kemarin pihaknya melakukan perekaman KTP El di Kelurahan Bontang Lestari.

Perekaman ini dilakukan lantaran memastikan seluruh warganya telah terdata, terutama kepada anak yang akan berusia 17 tahun. Tidak hanya itu mereka juga langsung mengunjungi beberapa rumah yang mengajukan kebutuhan perekaman KTP El.

“Ada juga informasi dari Disdukcapil, warga sakit dan butuh KTP, jadi kami langsung kesana untuk melakukan perekaman,” pungkasnya.

Untuk perekaman KTP El ini dilakukan oleh pihak kecamatan, namun untuk peralatannya langsung dari pihak Disdukcapil.

“Kami berupaya agar seluruh warga terdata, sehingga kalau ada kebutuhan yang memerlukan penggunaan data, mereka juga bisa mendapatkan manfaat,” katanya.

Selanjutnya mereka akan berkeliling ke kelurahan-kelurahan lainnya. Kegiatan ini selalu mereka lakukan tiap tahun memastikan masyarakat 100 persen memiliki KTP El. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Ajak Masyarakat Kembali Belanja di Gedung Pasar, Lukman: Penertiban Sekaligus Penataan untuk Keindahan Kota

0
Ajak Masyarakat Kembali Belanja di Gedung Pasar, Lukman: Penertiban Sekaligus Penataan untuk Keindahan Kota
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Bontang, Lukman. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Sebagian penjual yang berada di dalam Gedung Pasar Rawa Indah, mengeluh akan sepinya pembeli. Maka Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Bontang, Lukman, mengajak seluruh masyarakat agar bisa kembali berbelanja ke dalam gedung Pasar Rawa Indah.

Dirinya mengatakan, bahwa pasar yang berada di dalam gedung akan ramai, jika tidak adanya penjual yang berjualan di luar atau pinggir jalan. Secara otomatis, pembeli pasti bakal masuk ke dalam gedung untuk berbelanja, memenuhi kebutuhannya.

“Kalau yang jualan semuanya di dalam gedung, pasti pembeli bakal naik. Tapi kalau seperti ini yang kita lihat, dari pinggiran saja semua sudah ada, seperti ayam, tomat, beras, ikan, sayur, semua serba ada, makanya di atas sepi. Kita harus kembalikan pedagang kembali ke tempat jualan yang seharusnya,” jelasnya saat ditemui, Rabu (20/8/2025).

Diketahui, ini bukan untuk pertama kalinya Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan penertiban pada pedagang yang nakal, yang dimana telah membangun lapak di pinggir jalan dan di atas trotoar.

“Di tahun lalu kita juga sudah lakukan penertiban, ini masih ada bekas dan sisa potongan gergajinya. Jadi, ini bukan yang pertama kali untuk penertiban. Kita juga akan berikan imbauan, jika mau melakukan penertiban,” ungkapnya.

Sehingga, Lukman menyatakan jika penertiban ini adalah sekaligus dari bagian penataan keindahan kota, dimana kalaupun ada lokasi yang berada di pinggir jalan, bisa dijadikan tempat parkir. Agar tidak mengganggu arus jalan

“Mari bantu untuk membuat warga sadar, lahan di pinggir jalan bisa dijadikan tempat parkiran, dan yang berjualan bisa lebih masuk lagi, tidak pas di pinggir jalan ataupun di trotoar. Penertiban ini dilakukan, juga sebagai penataan agar kota menjadi indah,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Petugas Gabungan Bongkar Lapak Pedagang di Sekitar Pasar Rawa Indah yang Masih Bandel

0
Sejumlah lapak pedagang di pinggiran Pasar Rawa Indah ditertibkan oleh petugas gabungan. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) beserta petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan juga Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, melakukan penertiban lapak di sekitar Pasar Rawa Indah, Rabu (20/8/2025).

Penertiban dan pembongkaran lapak tersebut dilakukan, guna memperingatkan para pedagang yang masih saja tidak memiliki efek jera, dimana mereka berjualan dan membangun lapak dagangannya di pinggir jalan dan di atas trotoar.

“Seharusnya mereka jangan berjualan di atas trotoar dan parit, sebelumnya juga sudah kami beri himbauan ke mereka. Jadi kami melakukan pembongkaran tidak secara tiba-tiba,” ucap Asisten II Pemkot Bontang, Lukman.

Lukman menambahkan, bahwa kondisi di gedung pasar yang tersedia terlihat sangat sepi, lantaran seluruh masyarakat berbelanja di pinggiran pasar, tanpa harus bersusah payah masuk ke gedung pasar hanya untuk berbelanja.

“Iya itu tadi, akibat banyak pedagang yang berjualan di pinggiran, jadinya yang di dalam gedung sepi. Maka kita coba tertibkan, sekalian penataan ruang biar enak dipandang,” tambahnya.

Kesempatan yang sama, Kepala UPT Pasar, Nurfaidah turut menyatakan bahwa, untuk pedagang yang berjualan dan membangun lapak di pinggir jalan, maupun trotoar adalah orang lokal semua. Terlebih lagi, mereka adalah orang-orang pedagang lama.

Bahkan, ada pula pedagang yang mempunyai kios di dalam gedung pasar, dan juga membangun lapaknya lagi di pinggir jalan di luar pasar.

“Selama rapi dan tertib, untuk pedagang yang jualan masih masuk di pagar gedung pasar tidak masalah. Akan tetapi, untuk pedagang yang berjualan di pinggir, dan di luar dari gedung pasar, harus benar-benar kita tertibkan. Sebab, sebelumnya sudah kita beri imbauan sampai tiga kali,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

PKL Rawa Indah Ditertibkan, Camat Bontang Selatan Sebut Dilakukan Secara Humanis

0
PKL Rawa Indah Ditertibkan, Camat Bontang Selatan Sebut Dilakukan Secara Humanis
Kegiatan penertiban Pasar Rawa Indah. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui tim gabungan menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Taman Rawa Indah, Rabu (20/8/2025) pagi.

Camat Bontang Selatan, Kamsal, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan setelah serangkaian upaya persuasif yang telah ditempuh sejak tahun lalu dengan memberikan surat edaran, serta peringatan sebanyak tiga kali.

“Sejak tahun lalu sudah ditegur. Tapi karena ada pergantian pemimpin, eksekusi sempat tertunda,” ujarnya.

Kamsal menegaskan, bahwa penertiban dilakukan dengan pendekatan humanis. Para pedagang lebih dulu diberikan pilihan untuk membongkar lapak secara mandiri atau ditertibkan oleh petugas.

“Kalau pedagang bersedia bongkar sendiri, kita beri kesempatan. Tapi kalau tidak, maka tim yang melakukan eksekusi,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan pagi tadi, sebagian pedagang memilih untuk membongkar sendiri, sementara sebagian lainnya ditertibkan langsung oleh tim. Meski begitu, situasi di lapangan berlangsung kondusif, meskipun beberapa pedagang ada yang berdebat.

“Ada yang minta waktu karena suaminya tidak ada atau lapaknya permanen. Kita kasih kelonggaran sampai sore. Tapi kalau sampai sore belum, maka tim yang akan eksekusi,” kata Kamsal.

Menurutnya, batas akhir yang diberikan adalah hingga besok. Seluruh lapak yang menyalahi aturan harus sudah bersih. “Targetnya zero pelanggaran. Kita sudah sampaikan ke pedagang, ini bagian dari penataan demi ketertiban bersama,” tambahnya.

Penertiban ini melibatkan Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), DKUMPP, pihak kecamatan, kelurahan, serta aparat TNI-Polri. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Bangunan dan Pedagang di Depan Masjid Terapung Loktuan Bakal Ditata Ulang

0
Bangunan dan Pedagang di Depan Masjid Terapung Loktuan Bakal Ditata Ulang
Suasana perdagangan dan bangunan di depan Masjid Terapung Loktuan saat di sidak oleh wali kota. (Syakurah)

BONTANG – Kelurahan Loktuan akan menata ulang kawasan di depan Masjid Terapung Al-Muhajirin, termasuk bangunan lama dan pedagang yang berada di sekitar area tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Lurah Loktuan, Supriadi.

Menurutnya, terdapat bangunan bekas gedung KIR yang sempat difungsikan sebagai sekolah. Gedung itu dahulu digunakan sementara oleh sekolah yang masih berproses pembangunan di lokasi lama.

“Gedung KIR itu sebenarnya cukup layak. Daripada tidak terpakai, sempat difungsikan untuk sekolah. Namun kondisinya tidak terawat lagi, jadi pemerintah akan melakukan penataan agar tidak menjadi aset terbengkalai,” jelasnya, Selasa (19/8/2025).

Lebih lanjut, ia mengatakan kawasan depan Masjid Terapung juga akan dilakukan peningkatan, termasuk pembangunan taman, area parkir, serta pemindahan fasilitas umum seperti toilet.

“Rencananya kawasan depan masjid akan dibuat lebih terbuka. Dari arah Jalan Selambai hingga masjid bisa langsung terlihat jelas,” tambahnya.

Terkait keberadaan pedagang di sekitar lokasi, Supriadi memastikan akan ada sosialisasi sebelum dilakukan penataan. Ia menegaskan para pedagang tidak serta-merta dipindahkan tanpa solusi.

Pemerintah Kelurahan Loktuan bersama pengurus masjid akan merumuskan konsep tata ruang yang sesuai, termasuk rencana penyediaan tempat bagi pedagang agar tetap mendukung aktivitas wisata religi.

“Pasti tetap butuh pedagang disana, karena jauh juga kalau mereka harus beli jajanan keluar, karena kawasan ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata religi,” katanya.

Ia juga menambahkan, adanya jembatan penghubung menuju kawasan Selambai ke masjid, sehingga semakin memudahkan akses masyarakat yang ingin lanjut ke pujasera yang ada disana.

Sementara untuk pembangunan maupun pembongkaran fasilitas di pintu masuk pelabuhan dan area depan masjid, Supriadi menyebut sudah diajukan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Untuk teknis pembangunan memang sudah diusulkan melalui PU. Kami masih menunggu tindak lanjut lebih lanjut,” pungkasnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Polres Bontang Usulkan Pemindahan Lokasi Car Free Night ke Jalan Awang Long

0
Polres Bontang Usulkan Pemindahan Lokasi Car Free Night ke Jalan Awang Long
Jalan A. Yani, lokasi yang tidak diusulkan berdasarkan kajian Polres Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Rencana penyelenggaraan Car Free Night (CFN) di Kota Bontang yang awalnya akan dilaksanakan di Jalan Ahmad Yani kini dikaji ulang.

Polres Bontang bersama Pemerintah Kota serta stakeholder terkait menilai, sejumlah pertimbangan keamanan, ketertiban, hingga dampak sosial-ekonomi perlu diperhatikan secara matang sebelum kegiatan tersebut direalisasikan.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano melalui Kasi Humas Iptu Dani menyampaikan, dari hasil pemetaan dan evaluasi, Jalan Ahmad Yani dinilai kurang representatif untuk dijadikan lokasi Car Free Night.

“Jalan Ahmad Yani merupakan jalur utama yang padat aktivitas lalu lintas. Jika ditutup pada malam hari, dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan dan menghambat mobilitas, termasuk kendaraan darurat,” ujarnya.

Selain faktor keamanan dan ketertiban, Polres juga menyoroti potensi dampak sosial dan ekonomi. Menurutnya, penutupan jalan utama tersebut bisa mengganggu aktivitas warga, terutama pelaku usaha yang menggantungkan akses jalan tersebut untuk kegiatan ekonomi.

“Kami juga menemukan minimnya kantong parkir di sekitar Jalan Ahmad Yani. Hal ini bisa memicu masalah baru seperti parkir liar dan ketidakteraturan lalu lintas,” tambahnya.

Berdasarkan hasil kajian itu, Polres Bontang mengusulkan agar Car Free Night dipindahkan ke Jalan Awang Long, mulai dari depan Rumah Jabatan Wali Kota hingga Kantor KPU. Lokasi tersebut dinilai lebih ideal karena memiliki ruang parkir yang lebih luas, tidak mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat, serta lebih ramah bagi pelaku UMKM.

“Harapannya, ini dapat tetap berjalan lancar dan memberikan manfaat tanpa menimbulkan persoalan baru,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Buka Perlombaan di Lingkungan Setda, Meriahkan HUT RI ke-80

0
Wali Kota Buka Perlombaan di Lingkungan Setda, Meriahkan HUT RI ke-80
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat membuka perlombaan di lingkungan Setda. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni resmi membuka rangkaian perlombaan di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda), dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-80, Selasa (19/8/2025). Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Bontang.

Kegiatan tahunan ini digelar merupakan bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada seluruh pegawai Setda, atas dedikasinya dalam mendukung program pemerintah, serta tugas-tugas pimpinan daerah.

“Saya harap di momentum perayaan 17 Agustus ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan saja, tetapi juga menumbuhkan rasa nasionalisme yang kuat,” ucap Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat sambutan.

Kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, M Nurrizan Hakim menyampaikan bahwa untuk kegiatan perlombaan tersebut tepat di tahun ini, merupakan perlombaan yang berjalan keempat kalinya diselenggarakan di Setda Bontang.

“Dengan adanya perlombaan seperti ini di tiap tahunnya, agar mempererat tali silaturahmi antar sesama, dan juga meningkatkan semangat pengabdian para aparatur di lingkungan Pemkot Bontang,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

RT 17 Juara Turnamen Mini Soccer antar RT se-Kelurahan Tanjung Laut, Wawali: Bukan Sekedar Kompetisi, Tapi Jadi Wadah Perkuat Persatuan

0
RT 17 Juara Turnamen Mini Soccer antar RT se-Kelurahan Tanjung Laut, Wawali: Bukan Sekedar Kompetisi, Tapi Jadi Wadah Perkuat Persatuan
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris di penutupan Turnamen Minisoccer, Tanjung Laut Indah. (Ist).

BONTANG – Turnamen Minisoccer antar RT se-Kelurahan Tanjung Laut Indah 2025, secara resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, Senin (18/8/2025) sore, di Lapangan Mini Soccer Hartoyo.

Wawali menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, dan juga pihak yang telah mendukung dalam suksesnya turnamen ini. Terlebih lagi, Agus Haris mengatakan bahwa di turnamen ini merupakan olahraga antar warga, untuk saling mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.

“Di tengah perayaan HUT RI ke-80 ini, turnamen ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi saja, tetapi juga sebagai wadah memperkuat persatuan,” ucapnya saat sambutan.

Diketahui dalam turnamen Minisoccer antar RT se-Kelurahan Tanjung Laut Indah 2025 ini, untuk RT.17 dinyatakan sebagai juara pertama, kemudian disusul dengan RT.14 sebagai juara kedua.

“Untuk tim yang telah mendapatkan juara, tetaplah rendah hati. Sementara yang belum berhasil mendapatkan juara, agar tidak berkecil hati dan tetap terus berlatih,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Ketua DPRD Bontang Dukung CFN Pindah ke Jalan Awang Long

0
Ketua DPRD Bontang Dukung CFN Pindah ke Jalan Awang Long
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mendukung rencana pemindahan lokasi Car Free Night (CFN) ke Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara.

Menurutnya lokasi di Jalan Awang Long, terkesan lebih luas dan juga strategis. Adapun untuk jalur kendaraan, tidak terlalu padat seperti di Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari.

“Kalau menurut saya, bisa CFN ini dipindahkan saja ke sepanjang Jalan Awang Long. Karena untuk kondisi jalannya juga terbilang luas,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Terlebih lagi, jika nantinya lokasi CFN ini berlangsung di Jalan Awang Long, kemungkinan besar juga untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pun bisa bertambah lebih banyak.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) telah merencanakan CFN akan digelar di Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, di Sabtu (23/8/2025) mendatang.

Akan tetapi pihaknya sampai saat ini belum juga mendapatkan rekomendasi dari Polres Bontang, terkait rekayasa lalu lintas. Sehingga CFN tersebut, tertunda kembali sampai lokasi dan waktunya dipastikan lebih matang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Sampaikan Nota Keuangan Perubahan APBD 2025 di Paripurna DPRD Bontang

0
Rapat Paripurna menyampaikan Nota Keuangan dan Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang resmi menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD, Selasa (19/8/2025).

Rapat Paripurna ke-15 Masa Sidang III DPRD Kota Bontang ini dipimpin langsung Ketua DPRD, Andi Faizal Sofyan Hasdam, didampingi Wakil Ketua Maming, serta dihadiri 18 dari 25 anggota DPRD sehingga memenuhi kuorum. Turut hadir Wali Kota Neni Moerniaeni, Wakil Wali Kota Agus Haris, jajaran Forkopimda, Sekda Aji Erlynawati, kepala OPD, camat, lurah, tokoh masyarakat, dan perwakilan dunia usaha.

Dalam penyampaiannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan bahwa perubahan APBD 2025 dilakukan untuk menyesuaikan hasil evaluasi semester I, efisiensi belanja sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, serta penyelarasan dengan visi-misi kepala daerah periode 2025–2030. Perubahan ini juga merupakan tindak lanjut Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS yang ditandatangani pada 7 Agustus 2025.

“Tujuan utama perubahan APBD 2025 adalah menyinkronkan APBD Kota Bontang dengan APBN 2025 dan APBD Provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya.

Wali Kota menyebutkan enam program prioritas pembangunan daerah, yakni Bontang Pintar, Bontang Sehat, Menata Bontang, Pelayanan Publik yang Prima, Komitmen Bontang, dan Inovasi Bontang.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengaitkan momentum paripurna dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI bertema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Neni mengajak seluruh pihak mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata demi kemajuan Bontang.

“Semoga APBD Perubahan 2025 dapat dikelola secara efektif, efisien, dan akuntabel demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam