Beranda blog Halaman 585

Indeks Demokrasi Kaltim Turun Drastis, dari Peringkat 5 ke 14 Nasional

0
Kotak Suara pada Pemilu 2024 lalu, terjadinya PSU di beberapa daerah pada Pilkada 2024 lalu memicu turunnya Peringkat Indeks Demokrasi Kaltim. (Istimewa)

SAMARINDA – Tingkat demokrasi di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami penurunan signifikan pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), posisi Kaltim dalam Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) merosot tajam dari peringkat 5 nasional menjadi peringkat 14.

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim, Ahmad Firdaus Kurniawan, menjelaskan bahwa selain penurunan peringkat, skor IDI Kaltim juga turun dari 82,23 menjadi 80,69. “Secara angka memang hanya turun sekitar dua poin, tapi dampaknya besar pada peringkat kita di level nasional,” ujarnya di Samarinda.

Firdaus mengungkapkan bahwa IDI diukur berdasarkan tiga aspek utama: kebebasan, kesetaraan, dan kapasitas lembaga demokrasi. Dari ketiganya, aspek kebebasan menjadi indikator yang paling merosot. Penurunan paling terlihat pada aspek penyampaian pendapat di muka umum dan terbatasnya ruang demokrasi publik.

“Tahun 2024 masih ada sejumlah aksi masyarakat yang responsnya belum optimal sehingga memengaruhi penilaian. Kalau aspirasi diterima dengan baik, nilainya naik. Tapi jika dianggap kurang terbuka, penilaiannya turun,” paparnya.

Selain faktor kebebasan sipil, penurunan juga dipengaruhi oleh lemahnya partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan kebijakan di DPRD, serta persoalan dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 di Kaltim, termasuk adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa daerah. “Dari indikator penyelenggara pemilu juga ada penurunan karena PSU di beberapa kabupaten kota di Kaltim menjadi catatan,” jelasnya.

Firdaus menegaskan bahwa IDI berfungsi seperti alat ukur kesehatan demokrasi di daerah. Karena itu, hasil ini akan menjadi bahan evaluasi besar bagi pemerintah provinsi dan seluruh pemangku kepentingan. Kesbangpol Kaltim, kata dia, akan memprioritaskan peningkatan partisipasi publik, memperluas ruang kebebasan sipil, serta memperkuat peran masyarakat sipil dalam pengawasan kebijakan publik.

“Ini menjadi bahan evaluasi. Pemerintah akan fokus pada indikator-indikator yang turun untuk memperbaiki posisi Kaltim ke depan,” tegasnya.

Kesbangpol Kaltim juga berencana memperkuat pendidikan politik bagi pemuda, perempuan, dan organisasi masyarakat, termasuk penguatan wawasan kebangsaan serta deteksi dini terhadap potensi kerawanan sosial.

Firdaus berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dapat mengembalikan kualitas demokrasi di Bumi Etam. “Target kita, tahun mendatang indeks bisa naik lagi dan peringkat Kaltim kembali ke papan atas,” tutupnya optimistis. (MK)

Editor: Agus S

Setda Bontang Siapkan Peremajaan Armada, Bus Lama Pemkot Segera Diganti

0
Ilustrasi. (istimewa)

BONTANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai mempersiapkan langkah peremajaan kendaraan dinas. Salah satu yang menjadi fokus dalam anggaran perubahan tahun 2025 adalah pengadaan bus baru, untuk menunjang mobilitas kegiatan pemerintahan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati, mengatakan bahwa bus lama yang selama ini digunakan pemkot sudah tidak lagi layak operasional. Kondisi tersebut sering kali memaksa pihaknya untuk meminjam kendaraan dari perusahaan, ketika ada kegiatan resmi di luar kota.

“Sudah sering kami pinjam bus dari pihak luar karena yang ada sekarang sudah tua,” terang Aji

Data dari laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP menunjukkan, pengadaan bus senilai sekitar Rp1,1 miliar telah masuk dalam daftar rencana belanja Setda Bontang, bersamaan dengan rencana pengadaan mobil dinas senilai kurang lebih Rp 600 juta.

Namun, Aji menegaskan, pengadaan mobil dinas tersebut bukan untuk kebutuhan internal Sekretariat Daerah. “Untuk mobil dinas itu diperuntukkan pihak luar, bukan Setda,” katanya.

Bus baru yang akan diadakan bukan jenis listrik, melainkan bus konvensional berbahan bakar diesel dengan kapasitas penumpang lebih banyak.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

“Kemilau Kreativitas Bontang-ku” Jadi Tema Bontang City Carnival 2025

0
BCC Kota Bontang tahun 2024. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kembali menggelar ajang spektakuler Bontang City Carnival (BCC) dan Pawai Budaya 2025 sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-26 Kota Bontang.

Kegiatan ini akan berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober 2025 mulai pukul 19.00 WITA hingga selesai, mengambil rute sepanjang Jalan Ahmad Yani, Bontang.

Dengan mengusung tema “Kemilau Kreativitas Bontang-ku, Warna-Warni Budaya Nusantara Baru,” kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar, komunitas, serta organisasi perangkat daerah untuk menampilkan hasil karya seni dan kekayaan budaya daerah masing-masing.

Dalam petunjuk teknis yang dirilis panitia, rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, sambutan pembukaan, dan dilanjutkan dengan defile karnaval serta pawai budaya.

Peserta akan menampilkan beragam busana dan atraksi khas daerah. Untuk kategori Carnival, penilaian akan mempertimbangkan kreativitas, keunikan, keserasian, dan kesesuaian tema dengan kostum tampilan. Sedangkan untuk kategori Pawai Budaya, penilaian difokuskan pada kekompakan, kerapian, atraksi, serta orisinalitas budaya daerah.

Pemenang akan dibagi dalam dua kategori, yakni:
Kategori Carnival: Juara 1, 2, 3 serta Juara Harapan 1, 2, dan 3.
Kategori Pawai Budaya: 10 peserta favorit.

Setiap pemenang berhak mendapatkan trophy, piagam penghargaan, dan hadiah pembinaan. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Untuk peserta Carnival, penampilan wajib menonjolkan kreativitas seni dengan iringan musik live dari panitia. Sedangkan peserta Pawai Budaya diwajibkan menampilkan kostum adat, melakukan perform di depan panggung kehormatan maksimal dua menit, serta menyerahkan sinopsis dan musik pengiring dalam format digital.

Abdu Safa Muha, Kepala Disdikbud Bontang menambahkan pihaknya optimistis akan berlangsung khidmat, namun ia khawatir di cuaca yang tidak menentu ini, hujan bisa turun kapan saja.

“Doakan saja malam Minggu tidak hujan, dan dapat menjadi hiburan bagi masyarakat Bontang,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tak Masuk 8 Besar, Tamada FC RSUD Cukur Dishub 6-0 di Pertandingan Terakhir

0
Tim sepak bola Tamada FC RSUD. (Ist).

BONTANG – Tim sepak bola Tamada FC RSUD berhasil menang besar atas lawannya Dinas Perhubungan (Dishub) dengan skor telak 6-0 di Turnamen Operda Cup I di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang). Namun begitu, Tamada FC tetap tak mampu lolos ke babak 8 besar.

Walaupun Tamada FC tak masuk di 8 besar, tidak membuat mereka berkecil hati. Sebab bagi para pemain, mereka telah menunjukkan semangat yang tinggi, dan berupaya memberikan yang terbaik di turnamen tersebut.

“Teman-teman sudah bermain sangat lepas dan tanpa beban. Target wajib menang kita capai, walaupun tidak berhasil lolos ke 8 besar,” ucap Leader Official RSUD Taman Husada Bontang, Rendy Azhar, Rabu (22/10/2028).

Kemenangan tersebut belum cukup untuk membawa mereka melangkah ke babak 8 besar. RSUD Taman Husada finish di posisi ketiga klasemen grup dengan 3 poin.

“Kami dari pengurus bola Tamada FC mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pemain, serta manajemen RSUD yang sudah memberikan dukungan penuh untuk tim kami. Semangat dan perjuangan para pemain sangat kami apresiasi,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Bontang Raih Penghargaan Nasional Bidang Kearsipan dari ANRI

0

BONTANG – Prestasi membanggakan kembali diraih Pemerintah Kota Bontang. Kali ini, Bontang mendapat penghargaan nasional dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) atas keberhasilan dalam pengelolaan kearsipan daerah.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala ANRI kepada perwakilan Pemkot Bontang dalam acara penganugerahan arsip nasional di Jakarta. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Pemkot Bontang dalam menjaga tata kelola administrasi dan dokumentasi pemerintahan yang tertib, transparan, dan akuntabel.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
📱 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Jelang Purna Tugas, Ini Pesan Mendalam Sekda Aji Erlynawati untuk ASN Bontang

0
Sekda Bontang, Aji Erlynawati. (ist)

BONTANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati menyampaikan pesan mendalam sekaligus berpamitan kepada jajaran ASN Bontang, kala menghadiri pembukaan Pelatihan ASN Corporate University (CORPU) Tahun 2025 di Ruang Rapat Grand Equator Hotel, beberapa waktu lalu.

Aji Erlynawati yang akan memasuki masa pensiun per 1 November 2025, menekankan pentingnya pengembangan diri yang berkelanjutan bagi setiap aparatur. Ia berpesan bahwa semangat belajar tidak boleh padam, bahkan menjelang masa pensiun sekalipun.
“Pengembangan diri dimulai dari langkah kecil, tetapi dilakukan secara berkelanjutan. Kompetensi bisa dipelajari, tapi integritas tidak bisa diajarkan kalau tidak berasal dari hati,” ujar Aji.

Ia mengajak ASN untuk selalu adaptif terhadap perubahan, menanamkan sikap positif, serta bekerja sesuai prosedur untuk membangun sistem yang tangguh di tengah ketidakpastian global.
“Jaga semangat, kebersamaan, dan dedikasi untuk membangun Kota Bontang yang lebih maju,” pesannya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

SDM Relawan Diperkuat, Cara BPBD Bontang Mitigasi Bencana

0
Penyematan topi sebagai tanda dibukanya pelatihan Penanggulangan Bencana bagi Relawan Tangguh Bencana Kota Bontang di Ballroom Hotel Bintang Sintuk. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengupayakan mitigasi bencana. Salahsatunya dengan peningkatan kemampuan SDM relawan mitigasi bencana.

Karena itu digelar Pelatihan Penanggulangan Bencana bagi Relawan Tangguh Bencana Kota Bontang di Ballroom Hotel Bintang Sintuk, Kamis (23/10). Pelatihan ini bertema “Strategi Percepatan Informasi Kebencanaan Melalui Relawan Kelurahan Tangguh Bencana”.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sony Suwito Adi Cahyono, mewakili Wali Kota Bontang menyampaikan, kegiatan ini merupakan langkah penting untuk membangun Bontang sebagai kota tangguh bencana.
“Kami menyambut baik pelatihan ini. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan, responsivitas, dan wawasan para relawan terkait peran mereka dalam kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi serta kerawanan bencana,” ujar Sony.

Ia menambahkan, relawan diharapkan mampu melaksanakan mitigasi dan penanganan bencana dengan kompetensi adaptif dan inklusif, serta berkoordinasi secara cepat dan terpadu.
“Relawan tangguh bencana memiliki tugas mulia. Mari bersama menjaga kelestarian lingkungan, mendukung program GESIT, sekaligus mencegah terjadinya bencana,” imbuhnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Lomba Roket Air, Ajangnya Tumbuhkan Minat Sains, Teknologi, dan Kreativitas Pelajar

0
Para pelajar se-Kota Bontang siap mengikuti Water Rocket Competition (WRC) di Lapangan Yon Arhanud 7/ABC. (ist)

BONTANG — Event Water Rocket Competition (WRC) Tingkat SMP dan SMA se-Kota Bontang Tahun 2025 dibuka Kamis (23/10/2025) di Lapangan Yon Arhanud 7/ABC. Lomba yang diinisiasi oleh SMA Bahrul Ulum ini berlangsung selama dua hari, dan diikuti oleh 26 tim peserta dari berbagai sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK se-Kota Bontang.

Kepala SMA Bahrul Ulum, Andi Suharman, menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi wadah peningkatan kemampuan serta pembelajaran bagi para siswa.
“Kami berharap Water Rocket Competition ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana bagi pelajar Bontang untuk mengasah keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan bekerja sama dalam tim,” ujarnya.

Water Rocket Competition 2025 diharapkan menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan minat pelajar terhadap sains, teknologi, dan kreativitas di Kota Bontang.
Kompetisi ini menjadi ajang unjuk kreativitas dan kemampuan siswa dalam merancang serta meluncurkan roket berbasis air, sekaligus melatih kerja sama dan daya inovasi generasi muda.

“WRC adalah ajang untuk mengasah kreativitas generasi muda. Dalam merancang roket, kalian didorong untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan bekerja sama dalam tim. Inilah keterampilan abad ke-21 yang sangat kita butuhkan untuk menjadikan Bontang sebagai kota cerdas dan berkelanjutan,” ucap Lukman Staf Ahli mewakili Wali Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Terjebak Banjir Samarinda: Sembilan Jam Perjalanan Menuju Balikpapan

0
Kendaraan dan warga melintas hati-hati di jalan poros Samarinda–Bontang yang terendam banjir, Rabu (23/10/2025). Foto: Agus S

Hujan deras sejak siang membuat perjalanan saya dari Bontang ke Balikpapan, Rabu (23/10), menjadi ujian kesabaran. Jalan licin, jarak pandang pendek, dan angin kencang memaksa saya melaju perlahan di tengah guyuran hujan. Di sepanjang jalan, genangan air mulai terlihat mengisyaratkan banjir juga mulai meluas hingga Samarinda.

Saya menghubungi Dimas, wartawan Media Kaltim di Samarinda. Saat itu ia mengatakan situasinya belum hujan. “Masih mendung, Pak,” katanya. Namun tak sampai setengah jam kemudian, tepat pukul 12.38 Wita, ia mengirim video ke grup redaksi dari depan rumahnya. “Ini Pak, baru hujan. Deras sekali, anginnya juga kencang,” ujarnya dalam video yang memperlihatkan dirinya keluar rumah sambil menatap langit yang mulai gelap.

Tak lama berselang, kabar datang beruntun: longsor di Air Hitam, rumah roboh, dan kawasan Sempaja hingga Jalan Mugirejo mulai terendam air.

Saat memasuki wilayah Tanah Datar, air sudah setinggi lutut. Mobil kecil berhenti, pengendara motor banyak yang mogok. Warga membantu mengatur arus lalu lintas. Saya menunggu beberapa menit sebelum akhirnya memutuskan menerobos perlahan.

Sebelum simpang Muara Badak, genangan masih bisa dilalui meski arus air cukup kuat. Begitu masuk Lempake, tepat setelah Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS), kendaraan mulai merayap. Waktu menunjukkan pukul 17.00 Wita. Saya kembali menghubungi Dimas untuk memastikan kondisi di Jalan DI Panjaitan. “Macet panjang, Pak. Mugirejo sepinggang airnya. Bisa sampai malam kalau lewat situ,” jawabnya.

Saya sempat mencoba jalur alternatif lewat dalam Lempake, tapi justru lebih parah. Akhirnya saya kembali ke arah Jalan DI Panjaitan dan ikut antrean panjang kendaraan. Di sisi lain, mobil BPBD Samarinda terlihat melawan arus menuju lokasi evakuasi. Petugas meminta pengendara memberi jalan agar mereka bisa cepat ke titik banjir.

Sekitar pukul 19.00 Wita saya akhirnya keluar dari kemacetan. Melalui jalur Damanhuri–Gerilya–Sambutan menuju Mahkota II, jalanan mulai lancar meski masih ada beberapa titik genangan. Mobil kembali bisa melaju normal, dan saya tiba di Balikpapan pukul 21.00 Wita. Sembilan jam perjalanan untuk jarak yang biasanya hanya lima jam.

Banjir besar yang melanda Samarinda Rabu (23/10) tidak hanya disebabkan curah hujan tinggi, tetapi juga karena sistem drainase dan pengendalian air yang belum berfungsi optimal. Berdasarkan data Info Taruna Samarinda (ITS) dan BPBD, sedikitnya 27 kawasan terendam dengan ketinggian air antara 30–70 sentimeter.

Genangan terjadi di sejumlah titik seperti Jalan Juanda, Suryanata, Kadrie Oening, Mugirejo, Damanhuri, Pramuka, Lempake, hingga Loa Bakung. Beberapa fasilitas umum juga terdampak, termasuk RSUD Abdul Wahab Sjahranie dan SMP Negeri 24 Samarinda. Pohon tumbang dilaporkan di Jalan Ir. Sutami dan Antasari 2, sementara tanggul jebol terjadi di RT 8 Kelurahan Sempaja Selatan, kawasan Villa Tamara. Di Jalan Wiratama, Air Hitam, satu korban sempat tertimbun longsor namun berhasil diselamatkan.

BMKG Kaltim mencatat hujan deras disertai angin kencang dan petir berlangsung antara pukul 12.30–14.30 Wita. Fenomena La Niña disebut turut meningkatkan curah hujan di wilayah Kaltim. Namun persoalan banjir tidak semata karena cuaca ekstrem. Penumpukan sedimen di drainase, penyempitan aliran sungai, serta minimnya daerah resapan memperparah genangan di berbagai kawasan.

Saya yang sering melintasi jalur Bontang–Samarinda–Balikpapan melihat sendiri, hujan dengan intensitas sedang saja sudah cukup membuat akses utama terputus. Ini pertanda kapasitas kota dalam menampung air sudah sangat terbatas.

Banjir di Samarinda bukan hanya akibat hujan deras, tetapi juga karena penanganan yang belum sepenuhnya tuntas. Pemot Samarinda telah melakukan berbagai langkah. Pembangunan kolam retensi, pengerukan drainase, hingga normalisasi sungai. Namun pekerjaan ini memang belum selesai.

Upaya yang sudah dilakukan perlu diteruskan secara konsisten dan melibatkan masyarakat. Tanpa kedisiplinan bersama menjaga kebersihan saluran dan ruang air, banjir akan tetap datang kembali, meski arah kebijakan pemerintah sudah berada di jalur yang benar. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Tuntas Mengabdi, Sekda Aji Erlynawati Pamit dengan Doa dan Rasa Syukur

0
Sekda Aji Erlynawati memotong tumpeng didampingi Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, dalam acara syukuran ulang tahun dan perpisahan. (Prokopim Bontang)

BONTANG – Suasana haru menyelimuti Auditorium Kantor Wali Kota Bontang, Rabu (22/10/2025), saat jajaran Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bontang menggelar acara syukuran dan perpisahan untuk Sekretaris Daerah, Aji Erlynawati.

Kegiatan yang berlangsung sederhana ini dirangkai dalam dua momen sekaligus. Yakni perayaan ulang tahun ke-60 dan pelepasan masa tugas menjelang pensiun pada 1 November 2025 mendatang.

Momen kebersamaan Sekda Aji Erlynawati bersama Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, dan jajaran Setda pada acara syukuran di Auditorium Kantor Wali Kota. (Prokopim Bontang)

Acara dihadiri Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, para pejabat, staf, dan keluarga besar ASN di lingkungan Setda. Dalam sambutannya, Agus Haris menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian panjang Aji Erlynawati selama memimpin jajaran sekretariat daerah.

“Selama bekerja bersama beliau, saya melihat Ibu Sekda adalah sosok profesional, disiplin, dan mampu menjaga komunikasi yang baik antarunsur pemerintahan. Keteladanan beliau akan terus menjadi contoh bagi kita semua,” ujar Wawali.

Sementara itu, Staf Ahli Setda, Lukman, menyebut Aji Erlynawati sebagai sosok pemimpin yang tegas dan teliti, namun tetap mengayomi bawahan.

“Beliau tidak hanya pemimpin, tapi juga panutan. Selama lebih dari dua puluh tahun, beliau menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab yang luar biasa,” katanya.

Sementara, Aji Erlynawati mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkot Bontang yang telah menjadi bagian dari perjalanan kariernya selama 24 tahun. Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para ASN agar terus menjaga profesionalisme dan kebersamaan dalam bekerja.

“Saya berpesan kepada seluruh ASN agar terus meningkatkan kompetensi dan koordinasi, bekerja dengan ikhlas, dan berpikiran positif. Terima kasih atas kebersamaan dan dukungan yang luar biasa selama ini,” ucapnya. Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan sesi foto bersama.

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S