Beranda blog Halaman 585

Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Puskesmas Go To School Resmi Diluncurkan

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat melakukan pemeriksaan siswa-siswi di SDN 009 BU, Loktuan. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni secara resmi meluncurkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Puskesmas Go To School, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 009 Bontang Utara (BU), Kelurahan Loktuan, Rabu (13/8/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Puskesmas Go To School, yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta PT Pupuk Kaltim.

Saat kegiatan berlangsung, Neni ikut memeriksa kebersihan kuku siswa-siswi sekaligus menyapa anak-anak yang berada di sekolah. Serta memberikan imunisasi dan memeriksanya secara langsung, kepada beberapa perwakilan siswa.

“Ini adalah sebagai bentuk rasa perhatian kita ke anak-anak, terutama bagi kesehatan mereka,” ucapnya.

Neni juga menekankan pentingnya peran guru sebagai orang tua kedua di sekolah. Sehingga dirinya meminta kepada seluruh guru, agar senantiasa bisa memantau dan memperhatikan perkembangan anak-anak, termasuk dengan memastikan asupan gizi yang cukup.

“Guru tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran saja, namun juga tetap bisa mengontrol emosi anak-anak. Jadi, tidak mencetak kecerdasan spiritual saja, tetapi juga mampu meredam emosional anak,” ungkapnya.

Terlebih lagi, Neni berpesan agar guru dapat memberikan edukasi dan kasih sayang penuh ke para siswa-siswanya, serta menghindari membentak atau memarahi anak. Untuk menjaga harga diri, dan psikologis anak. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Kelurahan Satimpo Tuan Rumah MTQ Tingkat Kecamatan Bontang Selatan

0
Lurah Satimpo, Maryono. (Syakurah)

BONTANG – Kelurahan Satimpo menjadi tuan rumah untuk MTQ tingkat kecamatan Bontang Selatan, yang akan dilaksanakan tanggal 24 Agustus mendatang.

Lurah Satimpo Maryono, mengatakan bahwa kegiatan MTQ nanti akan dilangsungkan di BPU Kecamatan Bontang Selatan, lantaran jika ingin melaksanakan kegiatan tersebut di wilayah Satimpo sedang dalam masa pembangunan.

“Lapangan HOP lagi ada pembangunan, perbaikan drainase, jadi agak sulit kalau melaksanakan di wilayah Satimpo, kalau BPU kan ada atap antisipasi hujan,” terangnya

Terdapat sekitar 150 peserta akan mengikuti lomba MTQ tersebut, Satimpo sendiri akan mengirim sekitar 27 kafilah. Ia mengungkapkan saat ini masing-masing kelurahan sedang melakukan persiapan bagi calon peserta.

Kelurahan Satimpo akan menjadi panitia bersama dengan Kecamatan Bontang Selatan. Tempat lomba utama akan berada di BPU, namun beberapa jenis lomba akan dilakukan di tempat berbeda.

Lurah Satimpo berharap kafilahnya dapat memberikan penampilan yang maksimal, ia juga ingin peserta dari wilayahnya dapat mendapatkan juara.

“Karena kita tuan rumah kita harap dengan hasil terbaik dapat juara umum,” tuturnya.(Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Antusias Tinggi, Sudah 366 UMKM Daftar Ikut Car Free Night

0
Jalan A. Yani yang akan menjadi lokasi CFN. (Syakurah)

BONTANG – Antusias pelaku usaha untuk terlibat dalam Car Free Night (CFN) di Jalan Ahmad Yani Bontang terus meningkat. Hingga Rabu (13/08/2025) ini, tercatat sudah 366 UMKM yang mendaftar secara online melalui tautan resmi yang disediakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang.

Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro DKUMPP Kota Bontang, Takwin, menyebutkan pembukaan pendaftaran telah berjalan sejak Selasa (12/8/2025) kemarin.

“Pendaftaran masih dibuka hingga Sabtu 16 Agustus, jadi kemungkinan jumlah pendaftar akan terus bertambah,” ujarnya.

DKUMPP akan melakukan seleksi untuk memastikan peserta memenuhi kriteria, seperti memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), produk yang aman dan higienis, kemasan menarik, reputasi penjual baik, serta keunikan pada produk nonmakanan atau fashion. Peserta yang lolos akan diundang untuk mengikuti technical meeting sebelum pelaksanaan.

“Seperti rencana awal, UMKM yang dilibatkan tetap 246 saja,” tuturnya.

Lokasi CFN bergeser, mulai dari putaran Monamas hingga putaran Dealer Honda Ahmad Yani, dengan waktu pelaksanaan setiap Sabtu malam pukul 19.00–23.00 WITA.

Selain menghadirkan kuliner dan produk unggulan UMKM lokal, CFN juga akan menjadi pusat hiburan malam yang meramaikan akhir pekan warga Bontang.

Pendaftaran dibuka mulai 12 hingga 16 Agustus 2025 melalui tautan bit.ly/daftarcarfreenight.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kurangi Angka Kekerasan Terhadap Anak, Pemkot Rencanakan Survei dan Sosialisasi ke Sekolah

0
Kurangi Angka Kekerasan Terhadap Anak, Pemkot Rencanakan Survei dan Sosialisasi ke Sekolah
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat ditemui. (Dwi).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah merencanakan akan melakukan survei dan soaialisasi ke sekolah-sekolah, untuk mengedukasi para pelajar, agar nantinya dapat mengurangi angka kekerasan terhadap anak.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menjelaskan, pihaknya dalam perencanaan akan melakukan survei tersebut tepatnya saat anggaran perubahan, mengingat program-program yang akan dijalankan memerlukan dana dan perencanaan yang matang.

“Tetap kita berupaya untuk mengurangi angka kekerasan terhadap anak, nantinya kita akan sosialisasikan itu ke sekolah-sekolah,” ucapnya saat ditemui, Selasa (12/8/2025).

Mengingat beberapa waktu lalu dari Januari hingga Juli 2025, kasus kekerasan, pelecehan, bahkan persetubuhan telah melibatkan anak di bawah umur sebagai korbannya, ada tercatat sebanyak 33 kasus yang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang di rilis Polres Bontang.

“Itu sebabnya, dan maaf sebelumnya kalau kemiskinan itu identik dengan kekufuran, yang tinggal beramai-ramai dan berkumpul dalam satu rumah menjadi peluang besar untuk tindakan yang tak diinginkan,” jelasnya.

Sehingga, Neni berharap dengan diadakannya kegiatan survei tersebut, nantinya angka kekerasan di tengah masyarakat bisa berkurang, mengingat Bontang termasuk kota yang kecil.

“Bontang ini kota yang kecil aja, apapun itu kasusnya pasti langsung terekspos. Kemungkinan di daerah lain ada hal seperti ini, tetapi tidak terekspos. Jadi, mari kita jaga bersama-sama hal yang tidak diinginkan seperti ini, tidak terulang kembali,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Jelang 17 Agustus, Wali Kota Beri Pesan Ini ke Capaska

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat pemberian materi ke calon anggota Paskibraka Bontang. (Dwi).

BONTANG – Mendekati hari kemerdekaan tepat di 17 Agustus mendatang, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memberikan pesan ke Calon Paskibraka (Capaska), saat kegiatan Pusdiklat berlangsung, di Hotel Grand Mutiara, Selasa (12/8/2025).

Neni menegaskan, bahwa tugas mereka belum terselesaikan dengan sempurna, yang dimana nantinya mereka diharuskan untuk bisa mengibarkan bendera sang Merah Putih dengan baik dan sempurna saat upacara berlangsung.

“Mereka ditempa selama satu bulan. Harapan saya di 17 Agustus nantinya bisa mengibarkan bendera dengan sempurna, sebab melakukan hal tersebut tidaklah gampang,” ucapnya.

Terlebih lagi dalam kegiatan pelatihan yang lalu, Neni ingin setiap Capaska ini dapat terbentuknya karakter kepribadian yang tangguh, kokoh, serta menambah penguatan fisik dan mental bagi mereka.

“Saya rasa pengibaran bendera nantinya bisa berjalan dengan baik, sebab mereka telah ditempatkan di hotel, dengan makanan yang terjamin, karena tugasnya memang berat. Jadi, berharapnya nanti bisa mengibarkan bendera dengan sempurna,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Pelabuhan Loktuan Kumuh, Neni Minta Segera Dibenahi

0
Neni Moerniaeni melakukan peninjauan ke Pelabuhan Loktuan. (Syakurah)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni melakukan peninjauan ke Pelabuhan Loktuan, Rabu (13/8/2025).

Ia menyoroti bangunan pelabuhan yang terlihat kurang terawat, apalagi didapati masing banyak plafon-plafon yang terbengkang, cat yang luntur, serta beberapa area yang berlumut.

“Sayang bangunannya, tidak terawat,” pungkasnya.

Ia ingin ruangan yang ada di bangunan tersebut dapat dimaksimalkan untuk fasilitas umum, seperti penyediaan musala.

Ditambah, beberapa fender yang berfungsi untuk menyangga kapal berbenturan dengan pelabuhan, juga perlu diperbaiki lantaran sudah mulai tidak layak, “Lama sekali pelabuhan ini tidak ada perbaikan,” tambahnya.

Direktur PT Laut Bontang Bersinar (LBB), Hariadi mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan kalkulasi berapa anggaran yang akan dimasukkan dalam perencanaan anggaran.

“Nanti kita bicarakan dengan pemkot, karena fender sendiri ada 12 titik yang harus diganti,” katanya.

Namun, untuk kerusakan seperti plafon ia diminta untuk dapat diperbaiki lebih cepat, “Bunda minta setelah 17 Agustus sudah baik,” terangnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Wawali Resmi Tutup Turnamen Voli Bubuhan Guntung Cup 2025

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat penutupan turnamen bola voli di Guntung. (Ist).

BONTANG – Turnamen Bola Voli Bubuhan Guntung Cup IV 2025, secara resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, Selasa (12/8/2025) malam, yang berlokasi di Lapangan Voli Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara.

Saat sambutan berlangsung, Agus Haris menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pemain, sponsor serta pihak yang telah berkontribusi dalam mengupayakan kesuksesan kegiatan tersebut.

Terlebih lagi dirinya berpesan kepada seluruh pemain yang telah mengikuti turnamen ini, bahwa bukan hanya sekedar ajang kompetisi olahraga saja, melainkan untuk bisa menjadikan pembentukan generasi yang tangguh, dan berprestasi di Bontang.

“Jadikan turnamen ini sebagai pemersatu untuk kita semua, pembinaan karakter, dan juga mempererat tali silaturahmi dengan yang lain,” ucapnya.

Selain itu, Agus Haris juga mengatakan bahwa untuk kualitas pemain dan semangat yang dimiliki para pemain adalah bukti nyata, jika pembinaan olahraga di Bontang terus berkembang. Turnamen ini juga membantu dalam pembinaan mental, fisik, dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Saya harap turnamen seperti ini dapat terlaksana secara berkelanjutan, sehingga nantinya mampu mencetak bibit-bibit unggul yang mampu membawa Bontang ke tingkat provinsi, nasional, hingga internasional,” jelasnya.

Adapun Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang akan terus mendukung dalam kegiatan positif ini, sebagai bagian dari komitmen pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat dan berkarakter. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Wali Kota Dibikin Bingung, Persoalan Sidrap Tapi Warga Wilayah Lain yang Sampaikan Aspirasi

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat diwawancarai. (Dwi).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni sempat merasa bingung terkait lokasi kegiatan mediasi yang digelar, Senin (11/8/2025) kemarin, dimana banyak masyarakat yang menyampaikan aspirasinya dari wilayah Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

“Ini persoalan Kampung Sidrap, bukan Desa Martadinata atau yang lain-lainnya. Rata-rata tadi warga yang menyampaikan masukannya dari warga Desa Martadinata, Teluk Pandan, Kandolo, kami tidak berbicara sampai di wilayah sana,” jelasnya.

Sehingga Neni dibuat merasa sedikit kebingungan dengan banyaknya masukkan dari warga sekitar, dan berbicara langsung terkait dengan kurangnya fasilitas publik di wilayah tersebut.

Walaupun ada juga beberapa dari warga sekitar yang turut mendukung di wilayah itu, untuk bisa masuk dari bagian Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, terkait dengan segala fasilitas yang didapatnya.

“Yang maju semuanya mewakili dari Desa Martadinata, tidak ada yang dari Sidrap. Walaupun tadi ada yang mengatakan sebagian warga, ingin masuk ke Bontang karena fasilitas dan segala macam. Tapi kembali lagi, kita berbicara terkait Sidrap yang 7 RT,” tambahnya.

Maka Neni sempat mengatakan jika wilayah yang masuk di Kutim, pastinya tidak bisa dibantu dalam hal perbaikan untuk fasilitas yang kurang dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang.

“Kalau berbicara soal Desa Martadinata kan luas, ini kita kembali berbicara dan yang kita inginkan adalah Kelurahan Guntung, dengan 7 RT yang luasnya 164 hektar untuk bisa masuk ke Bontang, demi pelayanan publik yang maksimal,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Ingin 7 RT di Kampung Sidrap Kembali Masuk Bontang, Neni Sebut Bukan Persoalan Menang dan Kalah Tetapi Demi Pelayanan Masyarakat

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Dwi).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa pihaknya ingin 7 RT yang berada di wilayah Kampung Sidrap bisa masuk kembali ke Kota Bontang.

Mengingat di awal mula wilayah tersebut dulunya sudah masuk ke Bontang, akan tetapi tepat pada 2005 lalu dengan adanya perbatasan wilayah berdasarkan hukum, akhirnya masuk ke wilayah Kutai Timur (Kutim).

“Maka dari itu kami memohon untuk ke-7 RT ini bisa kembali lagi masuk ke Bontang, demi pelayanan masyarakat yang maksimal. Ini bukan persoalan menang dan kalah ya,” ucapnya.

Terlebih lagi saat mediasi berlangsung, banyak sekali warga di Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, yang menyampaikan aspirasinya, terkait dengan kurangnya fasilitas pelayanan publik yang mereka terima.

Bahkan warga setempat sempat menyatakan, jika selama ini tidak ada sama sekali pembangunan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, yang masuk di wilayah mereka.

“Kita berbicara soal Kampung Sidrap, bukan yang lain. Kalau berbicara terkait Desa Martadinata, pastinya wilayah itu sangat luas, tetapi kembali lagi yang kita bicarakan hanya 7 RT ini, dengan luasan 164 hektar,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Wali Kota Upayakan Ketersediaan Cold Storage untuk Nelayan

0
Wali Kota Bontang dampingi Komisi IV DPR RI di PPI Tanjung Limau. (Syakurah)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni bersama rombongan Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tanjung Limau, Selasa (12/8/2025).

Kegiatan ini merupakan dialog bersama nelayan, terkait apa saja yang dibutuhkan nelayan dari Kota Bontang.

Salah satu yang sedang diusahakan dari aspirasi nelayan adalah cold storage, berupa penyimpanan berpendingin yang dirancang untuk menjaga kualitas dan kesegaran hasil tangkapan ikan.

Neni Moerniaeni mengatakan, bahwa ia telah membicarakan hal tersebut dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sehingga Pemkot Bontang bisa melakukan pengajuan proposal.

“Kita sudah dibantu, tinggal kita ajukan proposal untuk cold storage ini,” ujarnya.

Selain itu, perwakilan nelayan juga mempertanyakan terkait pembatasan mesin kapal, prosedur perizinan, serta evaluasi aturan PMS bagi kapal di bawah 30 GT, lantaran adanya pembayaran pajak yang bisa tidak berimbang dan dapat memberatkan nelayan, jika hasil tangkapan menurun.

Ditambah perlunya pembangunan tempat istirahat atau tempat singgah di area PPI bagi nelayan, perbaikan alur, dan usulan adanya beasiswa untuk anak-anak nelayan. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam