Beranda blog Halaman 938

Sudah Gratis Malah Buang Sembarangan, Tumpukan Sampah Kotori Pulau Beras Basah

0
Tumpukan sampah yang berserakan di Pulau Beras Basah pasca dikunjungi wisatawan

BONTANG– Libur Lebaran 2022 diharapkan menjadi titik balik bangkitnya sektor pariwisata di Bontang. Tak terkecuali Pulau Beras Basah, yang menjadi destinasi wisata paling ramai dikunjungi pasca Idulfitri 1443 H.

Data BPBD Kota Bontang, selama periode libur Lebaran 2022, jumlah wisatawan terbanyak yang mengunjungi Pulau Beras Basah terjadi pada Sabtu (7/5/2022), dengan jumlah pelancong mencapai 3.127 orang.

Sayangnya, peningkatan ini tak dibarengi kesadaran membuang sampah. Buktinya banyak tumpukan sampah ditinggalkan begitu saja oleh para wisatawan.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Pariwisata Ramli Mansurina  menyayangkan tindakan yang dilakukan wisatawan Pulau Beras Basah.

Ia mengatakan, ini merupakan bukti  wisatawan sama sekali tidak bisa menjaga kebersihan dan keasrian destinasi wisata favorit Kota Bontang itu.

“Sangat disayangkan, kenapa para wisatawan tega menumpuk dan meninggalkan sampah di sana, padahal masuk sana kami gak pungut biaya. Apa susahnya bawa sampah pulang,” ungkapnya saat dikonfirmasi mediakaltim.com, Rabu(11/5/2022).

Ramli mengatakan, imbauan menjaga kebersihan sudah dilakukan kepada wisatawan maupun pemilik kapal. Mereka diminta saling mengingatkan agar  membawa sampah kembali dan diangkut ke kapal.

“Para pemilik kapal sudah kami kasih tahu, biar wisatawan itu diminta bawa sampahnya masing-masing saat kembali dari Beras Basah, dan nanti dibuang di pelabuhan,” jelasnya.

Sementara untuk pembersihan sampah yang ada sekarang, Ramli menyebut akan mendiskusikannya dengan Dinas Lingkungan Hidup(DLH).

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Penyuluh Lingkungan Hidup Syakhrudin, mengatakan,  pembersihan objek wisata  bukanlah tanggung jawab DLH. Pihaknya hanya bertanggung jawab mengangkut sampah ketika sudah sampai di pelabuhan.

“Kalo untuk membersihkan pulaunya bukan ranah kami. Kami hanya bertugas menyediakan truk untuk mengangkut sampah dan membawanya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” tandasnya. (ahr)

Dua Pria Desa Badak Baru Muara Badak Berkelahi di Tepi Jalan

0

MUARA BADAK – Hanya gara-gara saling pandang, dua pria di Desa Badak Baru Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara  bertikai, Senin (9/5/2022) sekitar pukul 17.00 Wita di tepi Jalan S Hasanuddin RT 16 Desa Badak Baru. Karena saling serang, keduanya pun mengalami luka-luka.

Menurut keterangan Polsek Muara Badak, kejadian bermula ketika Kali (58) sedang duduk di sepeda motor dan mengobrol dengan saksi berinisial  K (17). Tiba tiba pria berinisial S (39) datang menghampiri Kali dan berkata, “apa kamu lihat-lihat?”

Selanjutnya, terjadi cekcok dan S memukul Kali sebanyak dua kali di bagian pipi kiri dan hidung. Agar tidak terus dipukul, Kali memegang tangan S. Namun S masih berusaha melakukan pemukulan. Untuk membela diri Kali kemudian mengambil senjata tajam berupa taji dari dalam jok motornya.

Sementara S mengambil balok kayu di pinggir jalan. Keduanya kemudian saling serang. Kali mengalami luka di kepala dan bagian tangan kiri akibat pukulan kayu S. Sementara S mengalami luka di bagian perut, paha kiri, dan kaki kirinya akibat sabetan benda tajam dari Kali.

Kali kemudian menjalani perawatan di Klinik BOHC Muara Badak sementara S dirawat di Klinik Qica Muara Badak dan saat ini telah dirujuk ke RSUD AW Sjahranie Samarinda.

Kasi Humas Polres Bontang Iptu Mandiyono membenarkan kejadian tersebut. Pelapor atau korban (Kali) katanya, telah mengadukan S ke Polsek Muara Badak dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. S dijerat pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan. (mk)

Dandim 0908/Bontang Halal Bihalal Bersama Personel TNI dan PNS

0

BONTANG – Komandan Kodim 0908/Bontang Letkol Arh Choirul Huda melaksanakan halal bihalal Idulfitri 1443 Hijriah bersama anggota Kodim 0908/Bontang, di lapangan apel Makodim 0908/Bontang Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, kecamatan Bontang Utara, Rabu (11/5/2022)

Acara halal bihalal dilaksanakan setelah apel pengecekan cuti Lebaran 1443 Hijriah Gelombang Satu dan Cuti Gelombang Dua dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan cara menerapkan social distancing dan menggunakan masker.

Dandim 0908/Bontang Letkol Arh Choirul Huda dalam sambutannya menyampaikan, selamat Lebaran 1443 Hijriah kepada anggota Kodim 0908/Bontang. “Semoga kita dengan melaksanakan halal bihalal ini kita saling mengikhlaskan dan saling memaafkan mudah-mudahan masing-masing kita menjadi Fitri kembali,” ujarnya.

Dandim juga memberi apresiasi kepada seluruh anggota Kodim 0908/Bontang yang telah melaksanakan cuti Lebaran dengan baik tanpa ada pelanggaran disiplin dan kerugian materil akibat kecelakaan.

Usai pengarahan Dandim, kegiatan dilanjutkan dengan acara bersalaman bagi seluruh anggota Kodim 0908/Bontang, sehingga membuat suasana kekeluargaan semakin terasa. (Pendim Btg)

Satuan Samapta Polres Bontang Lakukan Patroli di Lokasi Banjir

0

BONTANG – Satuan Samapta Polres Bontang melakukan patroli di dalam Kota Bontang untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, Selasa (10/5/2022). Patroli meninjau lokasi pemungkiman warga yang terdampak banjir, seperti di Jalan Jenderal A Yani, Jalan Patimura, dan kawasan pendidikan Bethlehem.

Selain itu patroli anggota Satuan Samapta yang dipimpin Bripka Bambang PI, juga melakukan pengecekan debit air Sungai Bontang untuk mengantisipasi terjadinya banjir kembali.

Kapolres Bontang  AKBP Hamam Wahyudi S.H.,S.IK.,M.H melalui Kasat Samapta AKP Widodo S.H mengatakan, personel Satuan Samapta melakukan patroli di lokasi banjir dan menghimbau masyarakat  untuk tetap waspada dengan kemungkinan terjadinya banjir akibat intensitas hujan yang tinggi

”Kami himbau masyarakat yang membutuhkan bantuan polisi agar menghubungi call center polres Bontang 110/112,” Kata Kasat Samapta AKP Widodo.

“Di tengah curah hujan yang sangat tinggi dan rawan banjir, kehadiran anggota polisi di tengah masyarakat sangatlah penting dan dibutuhkan untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas dan juga membantu masyarakat di lokasi banjir,“ ungkap AKP Widodo. (hms)

Ratusan Miliar untuk Perguruan Tinggi di Luar Kaltim, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Kecewa

0
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim H Akhmed Reza Fachlevi S.Sos

SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kaltim H Akhmed Reza Fachlevi S.Sos mengaku sangat kecewa dan menyesalkan penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan tambang batu bara di Kaltim, disalurkan ke perguruan tinggi di Jakarta.

“Ini menjadi bukti bahwa selama ini Kaltim memang tidak pernah dianggap oleh para pengusaha tambang batu bara yang ada. Mereka hanya mengeruk kekayaan Kaltim, tapi manfaatnya diberikan ke daerah lain,” beber Reza, Rabu (11/5).

Sebelumnya dikabarkan, Pemerintah Provinsi menyebutkan dana CSR perusahaan tambang di Kaltim sebesar ratusan miliar dikucurkan ke perguruan tinggi di luar Kaltim. Yakni Rp 100 miliar untuk Institut Teknologi Bandung (ITB), Rp 50 miliar untuk Universitas Gajah Mada (UGM), dan Rp 50 miliar untuk Universitas Indonesia.

Disebutkan Reza, Kaltim selama ini sudah kenyang menerima bencana alam serta kerusakan lingkungan. Belum lagi sarana infrastruktur yang rusak akibat tambang batu bara.

“Makanya, miris dan menyedihkan jika kemudian dana sosial perusahaan justru diberikan ke universitas yang ada di Jawa. Seolah-olah di Kaltim ini tidak butuh pendidikan. Ada banyak perguruan tinggi di Kaltim. Belum lagi sekolah, madrasah dan pondok pesantren,” beber pria yang juga ketua Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kutai Kartanegara ini.

Politisi Gerindra yang juga ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kaltim ini menegaskan, Kaltim selama ini sudah menjadi anak manis. Tidak pernah menuntut banyak. “Tapi melihat ada fakta dana yang mengalir begitu besar dari perusahaan tambang, ini tidak bisa lagi dibiarkan,” sambungnya.

Ia mencontohkan, meski Pemprov Kaltim sudah menggelontarkan dana untuk beasiswa, nyatanya belum bisa membantu para mahasiswa dan siswa yang membutuhkan. Dengan dukungan perusahaan tambang yang ada di Kaltim, semestinya akan sangat membantu.
“Kalau kondisinya selalu seperti ini, Kaltim tinggal menunggu waktu. Batu bara habis, semua habis,” tegasnya.

Reza menyampaikan, selama menjabat sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara, sudah berkeliling di hampir semua kecamatan. “Di desa-desa itu ada sekolah yang mau rubuh. Bangunannya tidak layak. Akses jalan rusak. Semestinya itu yang diberikan dukungan perusahaan,” tuturnya.

Belum lagi guru mengaji yang juga ikut mencerdaskan anak bangsa, juga bisa didukung melalui dana tanggung jawab sosial tersebut. “Guru yang melanjutkan pendidikan di Kaltim juga perlu dukungan beasiswa,” imbuhnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat Reza akan melakukan rapat dengar pendapat dengan berbagai pihak membahas persoalan ini. Agar kepedulian pihak perusahaan lebih diprioritaskan di lingkungan lingkar tambang dan daerah penghasil tambang. (adv)

18 Jam Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh

0

BONTANG – Banjir yang melanda Kota Bontang sejak Selasa (10/5) dini hari dan baru mulai surut Selasa (10/5) pukul 22.00 Wita benar-benar membuat aktivitas warga lumpuh.

Banjir yang meredam sejumlah kawasan langganan banjir kali ini terbilang cukup lama dan cukup parah. Bebera akses jalan utama juga tak bisa dilalui dan harus dialihkan akibat tingginya genangan air. “Hampir 18 jam, kami harus menunggu air turun. Air naik mulai subuh pukul 4 dan baru 10 malam tadi mulai turun. Pagi ini, warga masih harus bersih-bersih dari lumpur,” tutur Nurcholis, warga Jalan Tomat Kota Bontang, Rabu (11/5) pagi.

Data dari BPBD Bontang hinggam Selasa (11/5) malam tadi, sebanyak 8 kelurahan terdampak banjir dengan jumlah 53 RT, 1.685 Kepala Keluarga (KK), atau 5.101 jiwa.

Adapun jumlah kelurahan yang terdampak banjir yakni wilayah Kelurahan Guntung sebanyk 9 RT yakni RT 4, 6, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17. Kemudian wilayah Kelurahan Gunung Elai sebanyak 9 RT yakni RT 13, 14, 15, 18, 19, 20, 43, 44, 45.

Di Kelurahan Api-api sebanyak 16 RT yakni RT 8, 11, 12, 13, 14, 21, 23, 29, 30, 32, 33, 34, 35, 39, 40, 41.

Kemudian Kelurahan Tanjung Laut Indah di RT 27, Kelurahan Tanjung Laut RT 35, Kelurahan Gunung Telihan sebanyak 10 RT yakni RT 12, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 24, 29, 30. Untuk Kelurahan Kanaan sebanyak 5 RT yakni RT 1, 2, 8, 9, 11 dan Kelurahan Satimpo RT 21 dan RT 25.

Wakil Wali Kota Bontang Najirah juga turun melakukan peninjauan banjir ke beberapa titik. Ikut mendampingi Sekda Kota Bontang dan kepala OPD terkait. Di sela peninjauan banjir ini, Najirah berharap Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Bontang segera menyiapkan dapur umum di Kelurahan yang terdampak banjir.

“Harus cepat tanggap, ini perusahaan juga sudah membantu, kalau dapur umum nanti DSPM yang akan menggkoordinir,” tutur Najirah.

Sementara itu, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga dikerahkan untuk mengevakuasi korban banjir. Kasi Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Roni Apriansyah mengatakan, petugas telah mengevakuasi warga bernama Kusaeri Ali warga RT 20 Jalan Lombok Kelurahan Api-api.  “Setelah kami datangin kediamannya Pak Kusaeri langsung dievakuasi menggunakan perahu karet,” katanya kepada wartawan.

Selanjutnya, tim langsung mengevakuasi untuk mendapat pertolongan medis dengan membawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Jalan AM Parikesit. “Tadi kondisi fisiknya lemas dan harus segera di evakuasi ke tempat yang layak,” sambungnya.

Banjir kali ini diduga disebabkan air sungai di wilayah kota meluap setelah menerima tumpahan dari hulu sungai Kota Bontang. Ditambah lagi saluran drainase dan sungai juga tidak mampu menahan debit air sehingga banjir tidak bisa turun dengan cepat. Aliran ke laut juga lambat karena dalam kondisi konda. Terus drainase yang kecil dan tidak terpelihara tidak mampu menampung debit air. (ahr/mk)

Polres Bontang Lakukan Pengamanan Unjuk Rasa Damai di Kantor Kecamatan Muara Badak

0

BONTANG – Polres Bontang melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa damai yang digelar puluhan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Muara Badak (Ampera) dalam rangka Peringatan Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional di Simpang 6 Muara Badak dan Kantor Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kertanegara, Senin (9/5/2022).

Kegiatan unjuk rasa diikuti oleh Ikatan Mahasiswa Muara Badak (Imaba), Forum Gerakan Pemuda Masyarakat Pangempang (FGPMP), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Muara Badak, Persatuan Pemuda Muara Badak (PPMB), dan Pemuda Desa Tanjung Limau Kecamatan Muara Badak.

Mereka mengawali aksi dengan berkumpul  di depan Kantor Desa Gas Alam Badak 1 pada pukul 14.00 Wita. Kemudaian massa dengan jumlah sekitar 35 orang bergeser menuju bundaran Simpang 6 dengan menggunakan kendaraan roda 2 sekitar 10 Unit dan roda 4 sebanyak 2 unit.

Di Simpang 6, massa memulai orasi dengan menggunakan pengeras suara dan spanduk. Selanjutnya pada pukul 15.00 Wita massa menuju Kantor Kecamatan Muara Badak. Tuntutan pengunjuk rasa yaitu mendesak Pemerintah Kecamatan untuk merealisasikan Asrama Mahasiswa Muara Badak, menuntut perusahaan lokal untuk membuka beasiswa bagi mahasiswa Muara Badak yang kurang mampu.

Kemudian mereka meminta memprioritaskan mahasiswa Muara Badak dalam praktek kerja lapangan (PKL) atau magang di perusahaan di Muara Badak, memperjelas transparansi dana Corporate Social Responsibility (CSR) setiap perusahaan di Muara Badak dalam bidang pendidikan, memperjelas transparansi rekruitmen tenaga kerja perusahaan di Muara Badak, serta mengusut tuntas proyek pembangunan di Muara Badak yang terbengkalai dan tidak sesuai perencanaan pembangunan.

Dalam kegiatan pengamanan tersebut Polres Bontang menurunkan sebanyak 40 personel terdiri dari 1 pleton Dalmas awal gabungan Polsek Muara Badak dan Polsek Marang Kayu, serta 1 pleton Dalmas Inti Polres Bontang. Kegiatan ini dipimpin Kasat Intel Polres Bontang AKP Sumardi bersama Kapolsek Muara Badak Iptu Yoshimata JS Mangala.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Plt. Kasi Humas Iptu Mandiyono mengatakan Polres Bontang mengawal dan memberikan pengamanan aksi unjuk rasa damai yang dilakukan oleh Ampera sehingga pelaksanaan aksi dapat berjalan aman, damai, tertib, dan lancar.

”Hari ini kita turunkan sebanyak 40 personel sesuai dengan sprin (surat perintah, Red.) untuk menjaga dan dan mengawal unjuk rasa damai gabungan mahasiswa dan pemuda (Ampera) Kecamatan Muara Badak,” kata Mandiyono.

“Kita menurunkan personel bukan karena massa akan melakukan tindakan anarkis tetapi Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan, dan tanggung jawab kepolisian. Selama ini di Muara Badak selalu damai tetapi pengamanan dan pengawalan itu tetap dilaksanakan,” ujarnya.

Mandiyono menyampaikan ucapan terima kasih kepada gabungan Ampera yang telah melakukan aksi unjuk rasa dengan damai, sehingga berjalan dengan dan tertib. (hms)

Bocah RT 45 Gunung Elai Jadikan Banjir Wahana Bermain

0
Potret Anak-anak RT 45 Gunung Elai yang sedang asyik menikmati arus banjir.

BONTANG – Banjir yang mengepung Bontang sejak Selasa(10/5/2022) pagi, tak membuat keceriaan anak-anak di Jalan Brokoli RT 45 Kelurahan Gunung Elai, menghilang.

Titin, salah satu warga Jalan Brokoli 3 mengungkapkan dia sudah pasrah saat air mulai memasuki rumahnya dini hari. Dia akhirnya mengizinkan anak beserta keponakannya bermain di tengah genangan banjir.

“Dari pagi saya sudah pasrah mba, tapi ini banjir makin tinggi. Anak-anak makin senang, tapi tetap dalam pantauan saya, ” ungkapnya saat ditemui mediakaltim.com.

Terlihat sekumpulan anak menggunakan perahu dari styrofoam bermain di tengah banjir, sementara anak lainnya  berlarian melintasi arus banjir.

“Ya begini mba dari tadi anak-anak sudah bermain banjir. Mainnya juga hanya sekitar sini saja, senang sekali mereka. Nggak ada beban,” ucapnya.

Ketua RT 45 Nawawi mengungkapkan, banjir kali ini banjir terparah setelah banjir tahun 2019 lalu. Bahkan, dibanding banjir saat ramadan lalu.

“Ini terparah, karena hujannya semalaman. Dari jam 4 dini hari, air sudah mulai naik dan masuk ke wilayah RT 45,” jelasnya.

Sebagai Ketua RT, Nawawi selalu siap siaga membantu warga dan terus meminta anak-anak yang bermain air banjir untuk tetap berhati-hati.

“Karena arusnya sangat deras di wilayah Jalan Brokoli, anak-anak harus tetap hati-hati ketika sedang bermain,” pungkasnya. (ahr)

Jalan KS Tubun Macet Parah, Banjir Bikin Jalanan Bontang Lumpuh 

0
Jalan KS Tubun yang dipadati kendaraan.

BONTANG– Beberapa ruas jalan di Kota Bontang terpaksa ditutup dan dialihkan sementara akibat banjir. Diantaranya Jalan Ahmad Yani, Jalan Pattimura Kelurahan Api-Api, dan Jalan Imam Bonjol Kelurahan Gunung Elai.

Penutupan dilakukan karena banjir  mulai menggenangi jalan sejak Selasa (10/5/2022) pagi. Untuk menghindari kemacetan, Satlantas Polres Bontang berinisiatif untuk menutup sementara jalan.

“Iya kami tutup. Di Jalan Imam Bonjol, Jalan Pattimura dan Jalan Ahmad Yani. Jadi pengendara diminta mencari jalur alternatif,” kata seorang anggota Satlantas Polres Bontang.

Dari pantauan mediakaltim.com, banjir sudah merendam wilayah Kelurahan Guntung, Kelurahan Api-Api, Kelurahan Gunung Elai, Kelurahan Satimpo, Kelurahan Kanaan, dan Kelurahan Gunung Telihan.

Akibat banjir, semua kendaraan dialihkan melewati Jalan KS Tubun, lalu melewati Pasar Tamrin dan juga Jalan HM Ardans dan tembus ke arah Jalan Simon Tampubolon.

Pengalihan jalan mengakibatkan kemacetan parah di jalur alternatif, bahkan bus perusahaan yang mengantar pulang karyawan harus ikut mengantre di jalan tersebut.

“Situasinya benar-benar padat, ramai, jadi masyarakat diimbau  tidak terburu buru saat melewati jalan alternatif,” tandasnya. (ahr)

Banjir Lagi, Wawali Najirah Minta Perusahaan Bantu Warga Terdampak

0
Wawali Najirah, saat meninjau lokasi banjir di Kelurahan Telihan.

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah meminta perusahaan ikut membantu warga terdampak banjir, dengan cara memberikan bantuan berupa makanan.

Hal tersebut dikatakannya saat mendatangi Kelurahan Gunung Telihan Kecamatan Bontang Barat, didampingi Sekertaris Daerah Aji Erlynawati, Kepala Dinas PUPRK Kota Bontang Usman. “Kita sudah minta perusahaan  membantu korban banjir yang melanda Kota Bontang,” kata Najirah, Selasa (10/5/2022).

Selanjutnya di setiap kelurahan  Najirah meminta untuk mendirikan dapur umum, sehingga bisa mengalokasikan makanan bergizi bagi warga terdampak banjir.

Terdapat 6 kelurahan yang terdampak banjir, Diantaranya Kelurahan Gunung Telihan, Kelurahan Kanaan, Kelurahan Api-api, Kelurahan Gunung Elai, Kelurahan Guntung, dan Kelurahan Satimpo.

“Harus cepat tanggap, beberapa perusahaan juga sudah terlihat membantu membagikan makanan,” pungkasnya. (ahr)