Beranda blog Halaman 937

Ketua DPRD Harap Pj Gubernur Kaltim Perhatikan Kabupaten/Kota Secara Adil

0
Ketua DPRD Harap Pj Gubernur Kaltim Perhatikan Kabupaten/Kota Secara Adil
Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam mengapresiasi ditunjuknya Akmal Malik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) menggantikan Isran Noor yang menjabat sebelumnya.

Dengan dipilihnya Akmal, dirinya meminta agar Pj Gubernur Kaltim tersebut dapat menjalankan program-program yang ada dengan baik.

Ia juga meminta agar dapat memperhatikan kabupaten/kota di seluruh wilayah Kaltim dengan adil. Sehingga perhatian tersebut dapat merata di seluruh wilayah.

“Keadilan itu terutama pada bantuan-bantuan seperti keuangan dan lain sebagainya,” ujarnya singkat.

Dirinya juga mengharapkan agar ada sinergi yang baik antara Pemerintah Provinsi dengan kabupaten/kota. Sehingga dengan sinergi tersebut dapat mempercepat kemajuan pembangunan di daerah-daerah.

Saat ditanya mengenai kompetensi Akmal, Andi Faiz sapaan akrabnya menyebut kompetensi Akmal sudah sangat mumpuni untuk memimpin Kaltim. Lantaran Akmal memiliki segudang pengalaman yang mumpuni di bidang pemerintahan. Akmal adalah seorang birokrat sarat pengalaman yang bertugas di bawah Kementerian DalamNegeri.

“Kompetensinya tidak perlu diragukan lagi,” imbuhnya.

Diketahui, Karir Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik  terbilang cukup cemerlang semenjak ia memulai karirnya di Kemendagri pada 1996 yang lalu.

Akmal Malik pernah bertugas di Kanwil Kemendagri Provinsi Aceh sebagai Kabag Tata Usaha dan kepegawaian pada 2005 – 2008, dan dilanjutkan pada 2008 – 2012 menjabat sebagai Sekda Kabupaten Aceh Singkil.

Karirnya terus melejit hingga akhirnya pada 2019 ia menjabat Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri.

Pada 13 Mei 2022 Akmal Malik ditunjuk sebagai Pj Gubernur Sulawesi barat oleh Mendagri Tito Karnavian menggantikan Gubernur Muhammad Ali Baal Masdar yang habis masa jabatannya.

Dengan bekal pengalaman itulah ia dipercaya untuk menggantikan jabatan Isran Noor sebagai Gubernur Kaltim  saat ini. (al/adv)

Bontang Dinobatkan Jadi Kota Pancasila Pertama di Indonesia

0
Bontang Dinobatkan Jadi Kota Pancasila Pertama di Indonesia
Penandatanganan MoU Pemkot dan BPIP. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Bontang dinobatkan menjadi daerah pertama sebagai Kota Pancasila di Indonesia. Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) Pemkot Bontang bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rabu (11/10/2023).

MoU Pemkot Bontang dengan BPIP sebagai tanda kolaborasi dalam penguatan dan pembinaan ideologi bagi ASN di Kota Bontang.

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengapresiasi hal tersebut, karena Kota Bontang merupakan satu-satunya daerah pertama melakukan MOU bersama BPIP, dalam rangka pembinaan ideologi di pemerintah.

Kepala Dinas Kesbangpol, Sigit Alfian mengungkapkan, Kota Bontang dipilih sebagai Kota Pancasila, karena Bontang dinilai menjadi kota yang kondusif, memiliki latar belakang suku, budaya, dan agama yang berbeda, namun tetap hidup berdampingan dengan tentram.

“Ini suatu kebanggaan untuk kita, karena Bontang daerah pertama di Indonesia yang dinobatkan sebagai Kota Pancasila,” kata Sigit.

Setelah dilakukan penandatanganan MoU, pemerintah akan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) sebagai landasan membumikan Pancasila. Penguatan dan pembinaan ideologi bagi aparatur sipil negara di Kota Bontang

“Saat ini untuk Perdanya sedang kami bahas, nanti implementasinya pada Peraturan Wali kota (Perwali),” jelasnya.

Setelah itu dilakukan pembacaan Deklarasi Kota Pancasila yang dipimpin oleh Wali Kota Bontang, dan diikuti bersama-sama oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Pemkot Tak Komitmen Soal Bonus Pelatih, Andi Faiz: Jangan Jadi Pemicu Pelatih Prestasi Lari ke Daerah Lain

0
Pemkot Tak Komitmen Soal Bonus Pelatih, Andi Faiz: Jangan Jadi Pemicu Pelatih Prestasi Lari ke Daerah Lain
Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam menyayangkan ketidaksesuaian komitmen Pemkot Bontang antara di awal dan saat pembagian bonus bagi atlit, pelatih, manajer, dan official Porprov VII di Berau beberapa waktu lalu.

Dikatakan Andi Faiz sapaan akrabnya, dirinya mengaku kaget dengan ramainya berita penolakan para pelatih, manajer, dan official menandatangani penyerahan bonus prestasi di Porprov Berau.

Padahal menurutnya, selama ini DPRD tidak pernah menghalangi anggaran yang diajukan pemerintah. Bahkan pihaknya menanyakan apakah anggaran-anggaran itu sudah mencakup bonus-bonus bagi para atlit, pelatih, dan official?

“Kata pemkot saat itu sudah mencakup semua. Jadi kami kaget kok tidak sesuai komitmen di awal,” ungkapnya.

Politisi Partai Golkar itu meminta agar Pemkot memperhatikan kesejahteraan bukan hanya atlit, namun juga para pelatih. Karena kita juga sedang berusaha untuk meningkatkan prestasi dunia olahraga Bontang.

Katanya, kita butuh pelatih berpengalaman dan berprestasi untuk mencetak bibit atlit.

“Jangan sampai gara-gara tidak komitmen, menjadi pemicu para pelatih prestasi lari ke daerah lain,” tegasnya. (al/adv)

Jelang Penentuan Juara, Berikut 7 Nominator Lomba Video Pendek Dinas PUPRK!

0
Jelang Penentuan Juara, Berikut 7 Nominator Lomba Video Pendek Dinas PUPRK!
Iklan lomba video pendek Dinas PUPRK. (ist)

BONTANG – Lomba video pendek garapan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang memasuki tahap detik-detik penentuan juara. Sebanyak 7 nominator berhasil lolos ke babak akhir, untuk dipilih karya yang akan menjadi pemenangnya.

Dijelaskan Kepala Dinas PUPRK, Usman melalui Sekretaris, Iskandar selama lomba berlangsung terdapat 25 tim yang mengikuti lomba yang dimulai sejak tanggal 30 September 2023 tersebut. Dari 25 tim tersebut yang telah menyerahkan karya video untuk dinilai tim juri sebanyak 16 karya video.

“Usai penilaian dari tim juri, ke-25 tim tersebut mengerucut menjadi 7 tim yang berhasil masuk nominasi,” jelasnya.

 7 nominator tersebut di antaranya:

  1. Asli Bontang
  2. Visit Bontang

3 V Project

  1. Penden
  2. Fantastic Four
  3. LNG
  4. DIBOND

“Tanggal 12 Oktober 2023 pukul 20.00 wita pengumuman pemenang secara live dibacakan di acara gala dinner HUT Kota Bontang ke-24 di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang,” beber Iskandar.

Diberitakan sebelumnya Dinas PUPR Bontang mengadakan lomba video pendek. Event ini diadakan dalam rangka menyambut HUT Kota Bontang ke-24, dan mensukseskan Bontang Festival 77 event.

Lomba ini hadir sebagai upaya Dinas PUPR turut berpartisipasi dalam membangun dan mengembangkan infrastruktur destinasi wisata di Kota Bontang, untuk memenuhi nilai-nilai Sapta Pesona (Aman, Tertib, Sejuk, Indah, Ramah Kenangan).

“Dinas PUPR Kota Bontang mengadakan lomba video ini dengan semangat “energy of Bontang,” tegasnya.

Kegiatan inti berlangsung pada tanggal 30 September  2023. Para peserta diajak spot hunting di 3 lokasi mulai pukul 06.00 Wita. Spot hunting di antaranya:

Karang Pasilan (Snorkling), Kampung Malahing, Pulau Beras Basah, dan Pulau Segajah (additional).

Penulis/Editor: Yusva Alam

Rem Blong, Truk Box Hantam 1 Mobil dan Motor di Pertigaan Jalan Tembus

0
Rem Blong, Truk Box Hantam 1 Mobil dan Motor di Pertigaan Jalan Tembus
Kondisi terkini di lokasi TKP. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Terjadi kecelakaan di Pertigaan Lampu Merah Jalan Tembus yang melibatkan 1 kendaraan roda 4, 1 sepeda motor, dan satu truk box pengangkut barang retail, Rabu (11/10/23) sekira pukul 08.50 wita.

Menurut Abdullah saksi mata menjelaskan, bahwa truk retail tersebut gagal menaiki tanjakan lampu merah, sehingga saat truk tersebut mundur  menghantam satu mobil roda 4 milik salah satu perusahaan, dan menyeret satu motor.

“Pengendara motor pas liat kejadian itu langsung lari ninggalin motornya, jadi motor ikut keseret truk, sampai masuk parit,” bebernya.

Rem Blong, Truk Box Hantam 1 Mobil dan Motor di Pertigaan Jalan Tembus
Kondisi terkini di lokasi TKP. (Syakurah/Radarbontang)

Salahsatu anggota Satpolantas Bontang, Bambang menjelaskan hal yang sama.  Menurut penjelasan supir truk, truk yang dikendarainya tersebut mengalami rem blong, dan menghantam kendaraan lain.

“Sopir mengatakan kalau dia bawa truk temannya, jadi dia tidak tahu kalau ada rem blong,” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, langkah selanjutnya supir akan dibawa ke Mako Polres Bontang untuk dilakukan pemeriksaan.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Rustam Sebut Hadirnya BCM Berdampak Meningkatnya Perekonomian Bontang

0
Rustam Sebut Hadirnya BCM Berdampak Meningkatnya Perekonomian Bontang
Bioskop XXI salahsatu yang telah buka di BCM beberapa waktu terakhir. (Yusva Alam)

BONTANG – Keberadaan Bontang City Mal (BCM) dinilai berdampak sangat besar untuk perekonomian Bontang. Hal itu dibuktikan dengan semakin meningkatnya pengunjung hotel, terutama saat akhir pekan.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam beberapa waktu lalu.

“Mulai dari warga Bengalon, Wahau, Sangatta ramai berkunjung sejak ada BCM. Biasanya Jumat sampai Minggu sepi, tapi sekarang hunian hotel semakin ramai,” ungkapnya saat diwawancarai, Senin (09/10/2023).

Rustam bilang, hal ini merupakan sebuah kemajuan yang patut disyukuri. Pasalnya, secara tidak langsung akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Pendapatan pelaku usaha akan semakin meningkat, terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Sekarang Mal tidak hanya sebagai tempat berbelanja, tapi juga sebagai tempat wisata, seperti kuliner salah satunya,” ujarnya. (al/adv)

Keponakan dan Tante Terlibat Peredar Narkotika

0
Keponakan dan Tante Terlibat Peredar Narkotika
3 pengedar narkotika berhasil dibekuk polisi. (ist)

BONTANG – Jaringan peredaran gelap narkotika kembali dibongkar kepolisian. Sebanyak 3 pengedar narkotika dibekuk, Senin 9 Oktober 2023.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Resnarkoba Iptu M Yazid mengatakan, bahwa ketiganya merupakan pengedar.

Pertama kali polisi menangkap seorang Warga Loktuan berinisial MKA 23 tahun pada Senin (9/10/2023) pukul 14.00.

Setelah digeledah ditemukan satu bungkus rokok berisi 1 poket sabu, dan 1 poket di dalam mouse komputer yang terletak di dalam kamar.

“Katanya dapat sabu dari seorang wanita,” jelas mengutip dari Polresbontang.com.

Sabu itu diambil dengan sistem jejak. Tersangka baru akan mendapat upah, setelah sabu tersebut laku terjual.

Sebelum menangkap wanita tersebut, polisi terlebih dulu meringkus pria berinisial ACP (21) Warga Jalan KS Tubun, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara.

Dia ditangkap saat baru pulang mengantar EPS membesuk suaminya di Lapas Bontang. EPS merupakan tante tersangka ACP, yang juga pemasok sabu bagi MKA.

Dia ditangkap saat duduk di atas motor. Ditemukan 1 poket sabu seberat 0,53 gram di kantong celana sebelah kanan dan uang hasil penjualan sabu Rp 150 ribu.

“Sabunya ya dari tantenya, perempuan itu,” katanya.

Di hari yang sama polisi akhirnya berhasil menangkap wanita berinisial EPS (40) Warga Loktuan yang berdomisili di Kelurahan Satimpo, Bontang Selatan.

Saat digeledah ditemukan 5 poket sabu seberat 3,66 gram di dalam kamarnya. Beserta alat hisap, timbangan digital, dan sedotan runcing.

Mereka dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Editor: Yusva Alam

Pedagang Keluhkan Mahalnya Biaya Take Over Lapak di Pasar

0
Pedagang Keluhkan Mahalnya Biaya Take Over Lapak di Pasar
Ilustrasi lapak pasar. (ist)

BONTANG – Para pedagang di pasar tradisional mengeluhkan soal mahalnya biaya balik nama (take over) lapak di dalam pasar. Alhasil banyak pedagang yang memilih berjualan di pinggir jalan.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Bontang, Sumaryono beberapa waktu lalu. Dirinya kerap mendapat keluhan dari pedagang terkait take over lapak.

“Kata pedagang harga balik nama lapak kosong yang mau ditempati pedagang lain, biayanya terlalu tinggi. Sampai-sampai ada yang Rp 10 juta,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Disperindagkop-UKM Kota Bontang, Kamilan menjelaskan, bahwa lapak atau kios yang ada di pasar itu sifatnya adalah hak guna. Bukan atas nama pribadi sehingga tidak bisa diperjualbelikan, sesuai dengan regulasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Bontang yang berlaku.

Adapun para pedagang yang bertempat di pasar seperti di Taman Rawa Indah hanya membayar retribusi sewa ruang sebulan sekali, dengan tarif sewa ruang berkisar Rp 6.750 – Rp 54.000 tergantung luas lapak pedagang.

“Tarif lapak-lapak di pasar itu sudah diatur sesuai Raperda,” terangnya.

Meski demikian Kamilan berjanji akan menindaklanjuti dan mengevaluasi persoalan tersebut, untuk mengantisipasi adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab memperjualbelikan lapak tersebut.

“Saya tidak tahu kalau itu ada oknum. Makanya kami akan lihat dan evaluasi lagi. Kalau melanggar Perda akan segera kami tindaklanjuti,” tegasnya. (al/adv)

Atlet Prestasi Kurang Diperhatikan, Pemkot Diminta Buka Peluang Kerja

0
Atlet Prestasi Kurang Diperhatikan, Pemkot Diminta Buka Peluang Kerja
Ilustrasi Atlet prestasi Bontang. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta Pemkot Bontang memperhatikan dunia olahraga di Bontang. Lantaran banyak atlet berprestasi masih kurang mendapat perhatian serius.

Diungkapkan Faiz, banyaknya pencapaian yang diraih para atlet berprestasi di Bontang sering luput dari perhatian pemerintah daerah.

Salah satunya dicontohkan cabang olahraga (Cabor) pencak silat yang bahkan bisa mewakili dan mengharumkan nama Kota Bontang juga Kalimantan Timur di tingkat nasional. Namun mereka justru kesulitan saat mencari kerja di kotanya (Bontang) sendiri.

“Harusnya para atlet-atlet berprestasi ini bisa mendapat peluang kerja Misalnya, diangkat menjadi pegawai TKD dilingkup Pemkot Bontang, atau diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui jalur atlet berprestasi,” ujarnya.

Tidak hanya bonus, pemberian peluang kerja ini juga diperlukan sebagai jaminan  masa depan para atlet. Maka itu diperlukan perhatian pemerintah dalam menjalin komunikasi yang baik utamanya bagi semua cabor.

“Hal ini memang perlu disuarakan, agar para atlet juga merasa diperhatikan sama pemerintah. Tak hanya sekedar bonus prestasi, tapi ada jaminan bagi mereka (atlet) ini di masa depannya,” timpalnya.

Politikus Partai Golkar ini pun ke depan berencana bakal memanggil para atlet berprestasi di Kota Bontang, untuk mendengar apa yang menjadi keinginan mereka kepada pemerintah

“Kami (DPRD) akan mengakomodir hal-hal yang disampaikan para atlet-atlet berprestasi ini,” pungkasnya. (al/adv)

Warga Guntung Temukan Ikan-Ikan Mati, Diduga Tercemar Limbah

0
Warga Guntung Temukan Ikan-Ikan Mati, Diduga Tercemar Limbah
Temuan Ikan mati. (ist)

BONTANG – Warga di Kelurahan Guntung mendapati banyaknya temuan ikan mati di perairan sekitar wilayah Guntung pada Senin (9/10/23) malam.

Saat dikonfirmasi, Lurah Guntung, Denny Febrian menjelaskan, bahwa ikan-ikan tersebut tidak hanya didapat di Sungai Guntung, melainkan sepanjang muara hingga ke Pelabuban Kelurahan Loktuan.

“Didapatnya mulai dari muara di Sungai Guntung sampai ke pelabuhan sana, dan lumayan banyak yang mati, kami mendapatkan laporan tersebut juga dari warga,” jelasnya saat dihubungi Selasa (10/10/23) oleh Redaksi Radarbontang.com.

Lebih lanjut, pihak kelurahan telah melakukan koordinasi dengan OPD terkait, agar dilakukan pengambilan sample air dan sample ikan yang ditemukan sudah mengambang di atas air.

“Kami koordinasi dengan dinas lingkungan hidup, dan baru akan dilakukan penelitian terkait penyebab kematian ikan tersebut,” ujarnya.

Sampai saat ini belum dapat dijelaskan penyebabnya. Namun Denny sempat berdiskusi dengan seseorang yang bekerja di bidang perikanan. Dijelaskannya, terdapat dua kemungkinan penyebab kematian ikan tersebut, yakni perubahan cuaca ektrim ataupun pencemaran oleh limbah.

“Kami belum tau penyebab pastinya, tapi pengambilan sample akan dilakukan sesegera mungkin, karena tidak mungkin untuk dibiarkan berlama-lama. Untuk limbah sebenarnya belum pernah terjadi,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam