Beranda blog Halaman 936

DPRD Kaltim Segera Bentuk Pansus Bahas CSR Perusahaan

0
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Ahkmed Reza Fachlevi

SAMARINDA – Komisi III dan Komisi IV DPRD Kaltim memanggil Bayan Group untuk mengklarifikasi soal penyaluran CSR ke sejumlah perguruan tinggi di Jawa, Selasa (17/5/2022).

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Ahkmed Reza Fachlevi mengatakan, Bayan Group mengklarifikasi bahwa dana yang mengalir ke sejumlah kampus di Jawa merupakan dana pribadi. Dalam rapat tersebut, Bayan Group juga memaparkan realisasi CSR dan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) di Kaltim.

“Kalau dana pribadi, kita di Kaltim juga meminta hak masyararakat. Karena perusahaan tersebut beroperasi di Kaltim. Supaya ada sumbangsihnya bagi daerah kita jangan yang ditinggalkan luka saja,” tegasnya usai rapat.

Reza menambahkan, DPRD Kaltim berinisasi untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menindaklanjuti persoalan CSR di Kaltim. Termasuk melakukan revisi Perda 3/2013 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

Diketahui dalam perda tersebut termuat besaran CSR pertambangan yang wajib disalurkan sebesar 3 persen, dari laba bersih perusahaan per tahun.

“Perlu pembaharuan sesuai dengan aturan di pusat yang berubah, turunannya diubah juga. Akan dibahas secara teknis dalam perda nanti temasuk perhitungan dan lainnya,” terangnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry

Sementara Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry, mengatakan, besaran angka CSR dari Bayan Group belum disampaikan. Yang dilaporkan hanya program PPM Bayan Group di sejumlah bidang seperti pendidikan, kesehatan dan infrastrukur senilai Rp 30 miliar.

“Kami perlu tahu bahwa perusahaan bersangkutan telah menjalankan CSR. Perusahaan tambang lain juga harus menyampaikan. Kedepan kita akan panggil 11 PKP2B dan juga IUP,” tegasnya. (eky/adv)

398,6 Kg Sampah Terkumpul di Pulau Beras Basah

0

BONTANG – Pasca libur panjang  Hari Raya Idul Fitri, aksi bersih-bersih dilakukan di Pulau Beras Basah, pada Minggu (15/5/) hingga Senin (16/5). Yang cukup mencengangkan, dari gerakan pungut sampah yang diinisasi Komunitas Peduli Sampah Kota Bontang ini, berhasil mengumpulkan 398 kg sampah.

Adapun rincian sampah yang dikumpulkan yakni sampah duplex (kotak makan/snack, kotak ciki, kotak susu, dan lainnya) sebanyak 1 kg, kardus 4,2 kg, botol plastik 8,3 kg, gelas plastik 23,5 kg, kaleng seng 2,7 kg, plastik kemasan/kresek 16,6 kg, sedotan plastik 2,31 kg, botol kaca 31,43 kg, serta sampah residu berupa hasil pembakaran, styrofoam, terpal, banner, dan lainnya sebanyak 308,56 kg.

Dalam aksi gerakan pungut sampah ini, Komunitas Peduli Sampah Kota Bontang melibatkan 87 relawan yang berasal dari berbagai organisasi. Di antaranya Komunitas I Care, Ruang Kita, MOCB Pokdarwis Bontang Baru, Duta Peduli Sampah, Anak Rantau Kutai Timur, MTMA Kutai Timur, Bosan adventure, Salimah Bontang, Bontang Adventurer Community, #HetifahChangeMakerGrant dan Bontang Rimba Batara serta beberapa aktivis lingkungan lainnya.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk memberikan edukasi kepada para pengunjung agar dapat membuang sampah pada tempatnya dan membawa pulang sampah kembali ke daratan,” kata Muhammad Saipul, ketua Komunitas Peduli Sampah kepada Media Kaltim.

“Tidak hanya sampah yang menjadi perhatian kami, tetapi juga sedotan plastik. Kami sudah lakukan pengukuran dan menghasilkan sekitar 16.308,8 cm atau 163,088 meter atau setara luas lapangan sepakbola,” tambahnya.

Menurutnya, sampah yang dihasilkan ini tentu akan sangat membahayakan biota laut. Apabila sampah sedotan plastik yang berada di lautan. “Karena itulah kami menghimbau untuk melakukan pengurangan pemakaian sedotan plastik,” tegasnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi perhatian pemerintah agar dapat bersinergi dan berkolabori bersama komunitas. “Kegiatan ini swadaya dari relawan dan beberapa donatur. Terima kasih untuk para relawan dan donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan gerakan pungut sampah laut. Kedepan, kita harapkan kegiatan ini bisa menjadi perhatian pemerintah,” pungkasnya. (rin/mk)

Salimah Bontang Ikut Bersih-Bersih Pulau Beras Basah

0

BONTANG – Sebagai bentuk rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap lingkungan, Ormas Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Bontang  ikut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih di pantai Pulau Beras Basah, Kota Bontang, Minggu, (15/5)

Ketua Salimah Bontang Mutmainah mengatakan, di pantai beras basah seringkali dijumpai kondisinya banyak sampah. Sampah tersebut merupakan sampah yang terbawa aliran ombak.

Selain itu juga terdapat sampah-sampah yang dibawa dan ditinggalkan oleh pengunjung pantai. Sebagai daerah tujuan wisata, pengelolaan sampah  sangat penting, selain dari aspek estetika tentu juga dari sisi kesehatan.

Sampah yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi sarana perkembangbiakan hewan yang berpotensi menjadi vektor penularan penyakit. Selain itu sampah yang lepas ke  lingkungan juga  bisa membahayakan biota laut.

“Salimah melalui Program Komunitas Perempuan Salimah Peduli Lingkungan (KPSPL) ikut terpanggil dan mendukung penuh kegiatan ini, kita semua memiliki kewajiban untuk menjaga dan merawat pantai beras basah ini,” ujarnya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Peduli Sampah ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada para pengunjung agar dapat membuang sampah pada tempatnya dan membawa pulang sampah kembali ke daratan. Dalam kegiatan ini juga dilakukan deklarasi Laut Bukan Tempat Sampah bersama beberapa komunitas yang hadir. (rin/mk)

Program Pramuka Diharapkan Dukung Bontang Makin Hebat dan Beradab

0

BONTANG – Musyawarah Cabang (Muscab) Pramuka Kota Bontang digelar Senin (16/5/2022) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. Dalam kegiatan itu hadir Wali Kota Bontang Basri Rase, Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kota Bontang serta seluruh peserta pramuka dan tamu undangan.

Basri Rase dalam kesempatan tersebut berharap semangat Pramuka yang dimiliki seluruh peserta dapat mendukung Kota Bontang semakin hebat dan beradab sesuai visi misi Kota Bontang.

“Setiap program dan kegiatan yang disusun saya harap dapat selaras dengan visi misi Kota Bontang sambil memperhatikan situasi dan kondisi yang ada saat ini,” ucap Basri.

Ia juga berpesan agar pengurus Pramuka dapat memanfaatkan penggunaan teknologi dan komunikasi untuk meminimalisasi terjadinya kerumunan.

“Saya percaya seluruh pengurus yang terpilih dalam Muscab ini adalah orang-orang yang berkompeten sehingga dapat membentuk inovasi dan terobosan baru,” sambungnya.

Menutup sambutannya, ia kembali berpesan agar pengurus Muscab dapat mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab dan amanah.

Sebagai informasi, gerakan Pramuka di Kota Bontang cukup besar karena gerakan Pramuka Kota Bontang telah dikenal menjadi yang terbaik di Kaltim. Hal ini dibuktikan dengan sederet prestasi yang diraih, baik di tingkat provinsi bahkan tingkat nasional. (kmf_lusy)

Saipul:  Laut Bukan Tempat Sampah!

0

Ketua Komunitas Peduli Sampah  Muhammad Saipul menilai penegakan hukum adalah faktor kritis dan penting untuk membangun ekosistem  persampahan di Indonesia lebih baik.

“Karena itulah, kami sepakat mendorong dan mengumpulkan aspirasi publik sebanyak mungkin, sampai terwujudnya pengelolaan sampah yang baik dan benar sesuai amanah hukum dan peraturan persampahan,” bebernya.

Sebagai usaha berkelanjutan, ia berkomitmen menjaga laut tetap bersih dan demi generasi masa depan yang  lebih baik. “Kami dari pegiat peduli sampah dan komunitas yang peduli akan sampah siap untuk bersama-sama mengawalnya. Setop membuang sampah ke laut karena laut bukan tempat sampah,” tegasnya.

Bersama seluruh komunitas peduli sampah, Dalam kegiatan ini juga dilakukan deklarasi ‘Laut Bukan Tempat Sampah’ yang akan disampaikan kepada Pemkot dan DPRD Kota Bontang. Adapun beberapa poin penting dalam deklarasi tersebut, sebagai berikut.

  1. Kami mendorong prinsip Sampahku Tanggung Jawabku (Pengunjung harus membawa kembali pulang sampah yang dihasilkan oleh Pengunjung di Tempat Wisata khususnya di Pulau Beras  Basah)
  2. Kami menghimbau kepada pelaku wisata kuliner yang berada di Pulau Beras Basah agar tidak membuang sampah ke laut dan membawa sampahnya kembali pulang ke daratan.
  3. Kami mendorong Pemerintah Kota Bontang untuk membentuk Pokja Peduli Sampah dengan melibatkan Komunitas dan Organisasi yang peduli terhadap lingkungan untuk menjadi Ranger/Relawan Edukator Sampah di Pulau Beras Basah.
  4. Kami mendorong Pemerintah Kota Bontang untuk memfasilitasi Komunitas / Organisasi/Pemuda untuk melakukan ‘Gerakan Pungut Sampah Laut’ berupa Transportasi Penyeberangan dan Konsumsi Ranger/Relawan Edukator Sampah di Pulau Beras Basah.
  5. Kami menghimbau kepada Pemerintah agar tidak menyediakan Tong Sampah di Pulau Beras Basah apabila tidak menyediakan transportasi Kapal Khusus Pengangkutan Sampah di Pulau Beras Basah.
  6. Kami menghimbau kepada Kapal-kapal pengangkut Pengunjung menuju ke Pulau Beras Basah agar selalu mengingatkan kepada pengunjung agar membawa sampahnya pulang kembali ke daratan. (rin/mk)

Hari Libur, Satuan Polair Lakukan Pengamanan Tempat Wisata

0

BONTANG – Untuk memberikan keamanan, ketertiban, dan keselamatan saat hari libur perayaan Waisak, Satuan Polair Polres Bontang melaksanakan patroli di Objek Wisata Pantai Pulau Beras Basah.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasat Polair Polres Bontang Iptu Edy Mujianto mengatakan, jajaran Satuan Polair Polres Bontang rutin melaksanakan patroli pengamanan objek wisata.

”Pulau Beras Basah kerap dikunjungi wisatawan lokal maupun dari luar Kota Bontang saat hari libur. Untuk itu kami selalu melaksanakan pengamanan di objek wisata ini,” kata Iptu Mujianto

Selain melaksanakan patroli dan pengamanan objek wisata Pulau Beras Basah, personel Satuan Polair Polres Bontang juga memberikan himbauan kepada pengunjung  untuk selalu menjaga keselamatan dan mematuhi protokol kesehatan.

”Kami himbau pengunjung untuk menjaga anak-anak agar jangan sampai lepas dari pengawasan orang tua, serta menghimbau agar tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai,” ucapnya.

Selama patroli pengamanan, objek wisata berjalan aman dan tertib . “Kami berharap patroli ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang ingin menikmati indahnya pantai Pulau Beras Basah,” pungkas Mujianto. (hms)

Hasil Survei: Masyarakat Puas pada Kinerja Pemerintah dan Polri Tangani Arus Mudik Lebaran

0

BONTANG – Masyarakat puas atas kinerja Pemerintah Indonesia dan Polri terkait penanganan dan penyelenggaraan arus mudik Lebaran 2022. Hal itu tergambarkan dari hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait peran kepolisian dalam mengatur kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2022.

Dari hasil survei tersebut, sebanyak 19,7 persen masyarakat menyatakan kepolisian memiliki peran sangat besar dalam mengatur kelancaran arus mudik. Sementara, 57,8 persen menyebut cukup besar.

“Mayoritas menilai kepolisian cukup atau sangat berperan dalam mengatur kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi saat merilis hasil survei melalui virtual, Minggu (15/5/2022).

Tak hanya itu, Burhanuddin menyebut, masyarakat juga merasakan kepuasannya dari kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan dan penanganan arus mudik.

Berdasarkan hasil survei, sebanyak 61,2 persen masyarakat menyatakan cukup puas atas penyelenggaraan dan penanganan arus mudik oleh pemerintah. Sementara, 12,6 persen masyarakat lainnya, merasa sangat puas atas hal tersebut.

“Dukungan publik terhadap pelonggaran pembatasan pergerakan sehingga warga bisa mudik mencapai lebih dari 91,3 persen, dan 73,8 persen warga puas terhadap kinerja pemerintah dalam menangani arus mudik Lebaran tahun ini,” ujar Burhanuddin.

Dalam survei rilis ini, Indikator menggunakan metode kontak telepon kepada responden. Target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 83% dari total populasi nasional.

Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak. Dengan teknik RDD sampel sebanyak 1.228 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.

Margin of error survei diperkirakan ± 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih. (hms)

Tiga Film Karya Pelajar Kota Bontang Banjir Apresiasi, Penonton Dibuat Merinding

0
Poster Film karya MTT Production

BONTANG – Karya film pendek pelajar Bontang patut diacungi jempol. Karya mereka bahkan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Padahal pelajar yang rata-rata masih duduk di kelas X ini baru pertama kali membuat film.

Meski film pendek, namun cerita yang ditampilkan sudah dapat menyampaikan pesan moral. Dengan genre horor, penonton diharapkan bisa lebih memahami maksud dari pesan yang disampaikan melalui film pendek ini.

Ada 3 judul film produksi pelajar Kota Bontang, yaitu dua bergenre horor dengan judul Takabur dan Who, serta satu film yang menceritakan kehidupan dengan judul Tears.

Semua kru film mulai dari pemain, wardrobe, sutradara, asisten sutradara, kameramen, makeup artist, hingga penyunting merupakan pelajar. Mereka tergabung dari beberapa sekolah yang didominasi pelajar SMA 2 Bontang dan SMK 1 Bontang.

Saat launching Minggu (16/5/2022) di Amphitheater Lembah Permai itu, dua trailer film horor ditayangkan. Penonton yang hadir merupakan tamu undangan, yakni para orang tua pemain, Wali Kota Bontang Basri Rase, perusahaan, perwakilan Kapolres Bontang, hingga pemilik Lembah Permai Bontang Sonny Lesmana.

Antusias penonton terlihat kala film ditayangkan. Ketegangan juga terasa jelas di wajah para penonton. Film yang diproduseri oleh Saharuddin sebagai Direktur Utama Media Tama Trending (MTT) Production, berhasil menarik perhatian penonton.

Bahkan, beberapa testimoni penonton film mampu menyaingi film berjudul KKN di Desa Penari yang viral dan sedang tayang di bioskop-bioskop.

“Kalau di bioskop lagi viral film KKN di Desa Penari, di Bontang juga tak kalah, karena punya film Takabur dan Who Yang cukup menegangkan, dan ini wajib ditonton serta didukung semua masyarakat Bontang,” ujar salah satu keluarga pemain.

Kepala SMA 2 Bontang Suyanik mengucapkan rasa bangga kepada anak-anak yang bisa berkarya dan film-film ini merupakan karya perdana pelajar Kota Taman.

“Saya lihat akting anak-anak bagus, natural, dengan durasi yang cukup pendek, pesannya sudah tersampaikan dengan baik. Ini sangat bagus, dan perlu diproduksi lebih banyak lagi,” katanya.

Menurutnya, para orang tua bisa menyampaikan pesan dengan lebih cepat melalui film pendek seperti ini. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada tim yang sudah mendidik dan membimbing anak-anak Bontang menjadi lebih produktif.

Wali Kota Bontang Basri Rase mengapresiasi siswa-siswi yang terlibat dalam pembuatan film ini.  “Kalian semua hebat, saya bangga bahwa pelajar di Kota Bontang bisa berprestasi di semua bidang manapun termasuk bidang akting film ini, sekali lagi saya bangga,”jelasnya.

Terpisah, para kru film pendek menceritakan sedikit tentang pengalaman mereka. Salah satu kru bernama Rama mengatakan ini pertama kalinya ia turun ke dunia seni peran.

“Ini pengalaman pertama saya untuk main film. Meskipun ini film pendek ini bisa memotivasi saya untuk terus berkembang dalam dunia perfilman di Kota Bontang,” ucapnya kepada mediakaltim.com, Senin (16/5/2022).

Menurut Rama, ketiga Film tersebut mempunyai pesan khusus masing-masing. “Film yang pertama dengan judul Takabur menceritakan ketika kita berada di luar atau di tempat orang, kita harus menjaga sikap dan menghargai penghuni yang berada di situ,” ujarnya.

Film kedua Who katanya, menceritakan tentang pamali memotong kuku di malam hari. Film ketiga berjudul Tears menceritakan tentang kehidupan seorang anak yang kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya.

Film ini dapat ditonton di Amphitheater Lembah Permai dengan tiket seharga Rp 25.000 sampai Rp 30.000 yang dijual di area Amphitheater. (ahr)

Siapkan SDM Unggul, KAMMI Gelar Talkshow Kehidupan Pasca Kampus

0
Talkshow Pasca Kampus yang diadakan KAMMI Bontang Minggu (15/5/2022).

BONTANG – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pengurus Wilayah Kaltimtara Periode 2021-2023 bersama dengan Pengurus Komisariat KAMMI Bontang menggelar Talkshow Pasca Kampus, Ahad (15/5/2022) di Gedung Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Bontang.

Ketua Panitia Pelaksana Rahmana Mufti mengatakan, agenda yang digelar itu salah satu bagian dari upaya KAMMI dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mempersiapkan kader KAMMI menuju jenjang kehidupan pasca kampus.

“Sebagai kader, kita perlu membekali diri untuk menghadapi kehidupan pasca kampus,” ujarnya.

Dalam talkshow itu, KAMMI Kota Bontang juga mengundang sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi di Kota Bontang, yakni STIT Syamsul Ma’arif Bontang dan Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang.

“Talkshow ini juga memfasilitasi teman-teman mahasiswa untuk menggali ilmu dan menemukan potensi mereka sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan pasca kampus,” tutur Ketua PW KAMMI Kaltimtara, Imam Syamsudin.

Talkshow bertema Lejitkan Potensimu, Siapkan Masa Depanmu itu, menghadirkan narasumber dr Suhardi Sp.JP FIHA (direktur RSUD Taman Husada), Harun Al Rasyid, SH., Al Hafidz (anggota DPRD Kaltim) dan Isro Umarghani, S.IP., M.M (Direktur Yayasan Asy-Syaamil). Sementara moderator Efan Alfarizy

Talkshow diisi materi motivasi terkait potensi dan tips menghadapi dunia pasca kampus serta tanya jawab dari para peserta. Sekitar 60 peserta berdiskusi dan berbagi kecemasan yang dihadapi menuju kehidupan pasca kampus. (ahr)

Berhasil Tangani Bencana, Bontang Bakal Dapat Penghargaan dari PBB

0
Wawali Najirah saat meninjau lokasi banjir di Kelurahan Telihan.

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang akan menerima penghargaan atas keberhasilan menangani bencana, baik banjir maupun pandemi Covid-19 dari Pemerintah Pusat yang berkolaborasi dengan PBB, di Bali, 23 Mei 2022.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Basri Rase saat memberi sambutan dalam halal bihalal bersama kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Rumah Besar PKB, di Perumahan Halal Square, Bontang Utara, Minggu (15/5/2022).

Menurutnya, penghargaan itu adalah pengakuan negara untuk Bontang karena sudah berhasil menangani bencana.  “Tapi kritik adalah penyemangat dan kita tidak boleh alergi terhadap kritikan, walaupun ada tendensi secara pribadi,” kata Basri.

Basri mengaku heran, sejak ia menjabat Wali Kota, banjir tak pernah terjadi jika dirinya ada dalam kota.  “Aku juga heran setiap keluar kota, banjir Bontang. Jadi saya juga nggak tahu, apakah banjirnya nggak berani atau saya yang nggak berani,” candanya.

Menurutnya, setiap banjir datang Wakil Wali Kota Najirah saja yang selalu ada. Karena itu, Basri menyampaikan terima kasih kepada Wakil Wali Kota yang selalu ada di lapangan saat banjir. “Ketika saya tidak ada, beliau yang melaksanakan tugas secara baik,” tandasnya.

BANTAH CUTI, BASRI SILATURAHMI KEPADA ORANG TUA

Wali Kota Bontang Basri Rase membantah dirinya cuti setelah  Idul Fitri 1443 Hijriah lalu. Dikatakannya, dirinya berangkat ke Sulawesi Selatan (Sulsel) bersilaturahmi kepada orang tua dan mertua selama 8 hari.

Karena selama pandemi Covid 19 dua tahun terakhir, belum bisa mudik untuk mengunjungi orangtua. “Cuti itu diajukan saat Pilkada. Saya tidak cuti pribadi. Saya pergi mendatangi keluarga di Sulsel. Mulai dari tanggal (5/5) kemarin. Nah, kalau pulang kampung tidak cukup lima hari karena jarak yang harus ditempuh jauh dan banyak keluarga yang harus didatangin,” ungkap Basri saat sambutan di Silaturahmi di DPC PKB, Minggu (15/5/2022).

Menurutnya, kritik yang dilayangkan kepada dirinya dianggap Basri hal yang biasa. “Kritik hal yang biasa. Yang terpenting kita buktikan dengan kerja-kerja nyata,” tegasnya. (ahr)