Beranda blog Halaman 935

Kenapa Jatah Kuota Solar Subsidi Tahun 2022 Tidak Habis? Begini Jawaban Pertamina!

0
Kenapa Jatah Kuota Solar Subsidi Tahun 2022 Tidak Habis? Begini Jawaban Pertamina!
Pengisian solar di SPBU Kopkar PKT. (Syakurah)

BONTANG – Pernyataan BPH Migas bahwa Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar Bontang di Tahun 2022 lalu tidak mampu dihabiskan SPBU di Kota Taman, menjadi pertanyaan Anggota DPRD Bontang.

Hal itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pimpinan dan Anggota DPRD Bontang bersama Kapolres Kota Bontang, Sales Branch Manager III Kalimantan Timur-Utara (Kaltimut) PT Pertamina, Pimpinan SPBU Tanjung Laut, terkait ‘Kebijakan Pemerintah Kota Bontang yang melarang kendaraan besar untuk mengisi BBM bersubsidi jenis solar di SPBU Tanjung Laut,” Senin (20/3/2023) kemarin di Gedung DPRD Bontang.

Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam menceritakan, bahwa Pemkot dan DPRD Bontang telah datang ke BPH Migas. Hal ini sebagai aksi nyata dalam mewujudkan keinginan naiknya kuota solar subsidi.

“Kami bersama Pemkot Bontang sudah menemui BPH Migas,” ujar Rustam.

Terdapat pertanyaan besar dari hasil pertemuan itu. Rustam menceritakan, jika BPH Migas masih melakukan evaluasi. BPH Migas belum bisa menambah kuota, lantaran menurut mereka kuota tahun 2022 yang diberikan tidak mampu dihabiskan.

“Kata BPH Migas kuota tahun 2022 saja masih sisa, bagaimana mau ditambah lagi,” bebernya.

Hal itulah yang menjadi tanda tanya bagi Rustam dan anggota DPRD yang lain. Mengapa jatah 17.771 kiloliter masih bisa tersisa, padahal antrian selalu panjang?

“Ada yang salah dengan hal ini. Masa antrian selalu panjang tapi kuota gak habis. Baru antri 2 jam sudah teriak solar habis,” imbuh Anggota Komisi I DPRD Bontang, Raking menimpali pernyataan Rustam.

Menjawab pertanyaan tersebut, Robi Kurniawan, Sales Branch Manager III Kalimantan Timur-Utara (Kaltimut) PT Pertamina mengatakan ada kesalahpahaman dalam masalah ini.

Diketahui, realisasi penyaluran solar berdasarkan Diskop-UKMP tahun lalu mencapai 17.200 kiloliter dari total 17.771 kiloliter. Sehingga, masih tersisia 57 kiloliter.

Permasalahannya ada pada perubahan jatah kuota yang terjadi di akhir-akhir tahun.

Dikatakannya, bagi SPBU waktu tersebut terlalu mepet. Sementara jumlah SPBU di Bontang hanya 4 yang aktif, sedangkan 1 SPBU lagi kondisinya kembang kempis. Ditambah lagi kapasitas tanki yang dimiliki SPBU terbatas. Hal ini yang menyebabkan SPBU tidak mampu menghabiskan jatah kuota solar subsidi tahun 2022 lalu.

“Beda lagi kalau misalkan perubahan kuota itu terjadi di awal-awal tahun. Tentu kita akan mudah membaginya dan menghabiskannya,” beber Robi.

“Saya juga heran kenapa BPH Migas bisa mengatakan hal itu,” imbunya.

Karena itu, pihaknya juga masih menunggu hasil evaluasi dari BPH migas.

“Harapan kita bersama dengan Pemkot dan DPRD Bontang, paling tidak kuota solar subsidi tahun 2023 ini sama dengan tahun lalu. Itu harapan kita,” harapnya.

Diketahui, BPH Migas memberikan kuota BBM bersubsidi jenis solar di Bontang tahun 2022 kemarin sebanyak 17.771 kiloliter. Namun di tahun 2023 ini, kuota solar turun menjadi 15.789 kiloliter. Artinya, ada pengurangan hingga 1.468 kiloliter atau 12 persen. (al)

Pemkot–DPRD Perjuangkan Naiknya Kuota Solar Subsidi, Begini Upayanya!

0
Pemkot–DPRD Perjuangkan Naiknya Kuota Solar Subsidi, Begini Upayanya!
RDP Pimpinan dan Anggota DPRD Bontang bersama Kapolres Kota Bontang, Sales Branch Manager III Kalimantan Timur-Utara (Kaltimut) PT Pertamina, dan Pimpinan SPBU Tanjung Laut. (Yusva Alam)

BONTANG – Pemkot dan DPRD Kota Bontang saat ini tengah memperjuangkan kenaikkan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersusbsidi jenis solar di Kota Bontang. Lantaran di tahun 2023 ini jatah kuota solar bersubsidi Bontang mengalami penurunan.

Hal itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pimpinan dan Anggota DPRD Bontang bersama Kapolres Kota Bontang, Sales Branch Manager III Kalimantan Timur-Utara (Kaltimut) PT Pertamina, Pimpinan SPBU Tanjung Laut, terkait ‘Kebijakan Pemerintah Kota Bontang yang melarang kendaraan besar untuk mengisi BBM bersubsidi jenis solar di SPBU Tanjung Laut,” Senin (20/3/2023) kemarin di Gedung DPRD Bontang.

Diketahui, BPH Migas memberikan kuota BBM bersubsidi jenis solar di Bontang tahun 2022 kemarin sebanyak 17.771 kiloliter. Namun di tahun 2023 ini, kuota solar turun menjadi 15.789 kiloliter. Artinya, ada pengurangan hingga 1.468 kiloliter atau 12 persen.

Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam menceritakan, bahwa aksi nyata yang telah dilakukan Pemkot dan DPRD Bontang dalam mewujudkan naiknya kuota solar subsidi, adalah dengan menemui BPH Migas. Hal itu sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

“Kami bersama Pemkot Bontang sudah menemui BPH Migas,” ujar Rustam.

Hasil dari pertemuan tersebut dirinya menceritakan, jika BPH Migas masih melakukan evaluasi. BPH Migas belum bisa menambah kuota, lantaran menurut mereka kuota tahun 2022 yang diberikan tidak mampu dihabiskan.

“Kata BPH Migas kuota tahun 2022 saja masih sisa, bagaimana mau ditambah lagi,” bebernya.

Hal itulah yang menjadi tanda tanya bagi Rustam dan anggota DPRD yang lain. Mengapa jatah 17.771 kiloliter masih bisa tersisa, padahal antrian selalu panjang?

“Ada yang salah dengan hal ini. Masa antrian selalu panjang tapi kuota gak habis. Baru antri 2 jam sudah teriak solar habis,” imbuh Anggota Komisi I DPRD Bontang, Raking menimpali pernyataan Rustam.

Sementara itu, Robi Kurniawan, Sales Branch Manager III Kalimantan Timur-Utara (Kaltimut) PT Pertamina mengapresiasi langkah Pemkot dan DPRD Bontang dalam menemui BPH Migas untuk mengatasi persoalan kuota solar subsidi ini.

Dikatakannya, dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim baru Berau dan Bontang yang datang ke BPH Migas. Guna mengatasi turunnya jatah kuota solar subsidi yang juga dialami beberapa daerah lain di Kaltim. Seperti di Kutim, Tenggarong, dan Samarinda.

“Tidak sia-sia karena keluhan ini akan dinotice. Kami akan tindaklanjuti hasil dari pertemuan itu,” ujarnya menjawab pertanyaan tersebut. (al)

237 Kasus TBC Anak di Tahun 2022, Meroket Dibanding Sebelumnya

0
237 Kasus TBC Anak di Tahun 2022, Meroket Dibanding Sebelumnya
Seminar Pencegahan TBC 2023. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Dalam rangka menyambut hari Tuberkulosis (TBC) se-dunia tanggal 24 Maret, Dinkes Bontang mengadakan seminar bertema ‘Ayo bersama akhiri TBC, Indonesia bisa.’ Seminar pencegahan TBC pada anak diadakan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin (20/3/23).

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui udara. Kemenkes RI menunjukkan bahwa angka pasien TB anak sebanyak 63.111 kasus, untuk Kota Bontang sendiri kasus TB anak pada tahun 2021 sebanyak 81 anak dan tahun 2022 naik menjadi sekitar 237 kasus anak.

Indonesia berada di peringkat kedua dengan kasus TBC terbanyak di dunia, dengan peringkat pertama adalah India.

“Di awal tahun 2023 ini di bulan Januari sampai Februari tercatat 24 kasus TB anak yang ditemukan dan diobati,” ungkap Muhammad Ramsi, Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Bontang.

Walaupun TBC mudah menular dan menyebabkan kematian, namun penyakit ini dapat disembuhkan dengan meminum obat secara teratur sampai benar-benar dinyatakan sembuh oleh dokter, sehingga bisa memutus rantai penularan TBC.

Jika tidak teratur minum obat, penderita TBC akan sulit sembuh. Resiko menularkan dan bisa menjadi resisten terhadap obat, sehingga pengobatan akan menjadi lebih lama.

“Kalau sudah tidak teratur, pengobatan bisa sekitar 18 sampai 24 bulan. Dibanding dengan TBC yang resisten obat, lama pengobatan sekitar 6 sampai 9 bulan,” jelas Dokter Arlita Putri, narasumber dari RSUD Tamam Husada.

Selain paru-paru, TBC dapat mengenai organ tubuh lainnya, seperti otak, kulit, tulang, jantung, usus, ginjal dan hati. Sehingga, vaksin Bacillus Calmette Guerin atau BCG adalah vaksin yang memberikan perlindungan terhadap infeksi TBC. Baik diberikan pada anak saat masih bayi.

“Vaksinasi 80 persen dapat mencegah TBC berat pada anak,” imbuh Arlita.

Dilanjutkan, jika anak terkena TBC, ada baiknya orang tua juga harus melakukan pemeriksaan kemungkinan TBC, sehingga rantai penularan dapat terputus. (sya)

Asisten II: Perangi TBC Laiknya Covid-19!

0
Asisten II: Perangi TBC Laiknya Covid-19!
Seminar memperingati hari TBC se-dunia di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang melaksanakan seminar bertema ‘Ayo bersama akhiri TBC, Indonesia bisa.’ Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Tuberkulosis (TBC) se-dunia, Senin (20/3/23) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Wali Kota Bontang, Basri Rase diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Lukman menyampaikan bahwa TBC merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui udara.

“TB pada anak biasanya tertular dari kontak erat orang dewasa dengan pemeriksaan dahal positif,” jelasnya.

Adapun faktor resiko yang berperan penting dalam penularan TB yaitu, status gizi dan status imunisasi BCG yang biasanya diberikan saat masih bayi. Sumber penularan baik dalam atau sekitar rumah juga lingkungan terdekat lainnya, misalnya taman bermain, dan sekolah.

Dijelaskan lebih lanjut, menurut WHO (2020) dalam global tuberkulosis pada anak dapat menyebabkan terjadinya gangguan tumbuh kembang dan berisiko stunting, karena status gizi yang buruk, bahkan sampai pada kematian.

Melakukan investigasi kontak adalah salah satu cara menemukan pasien TB secara aktif, termasuk TB pada anak. Upaya ini dilakukan berbasis keluarga dan masyarakat, melalui kegiatan investigasi kontak pada anak yang kontak erat dengan pasien TB.

“Jadi sistem penularan ini sama seperti covid kemarin. Penyebaran virus melalui udara. Karena kita sudah berhasil melawan covid, kita harus memerangi TBC sama seperti covid ini, agar tidak ada lagi korban meninggal karena TBC,” harapnya.

Siapa saja dapat terserang TBC, tidak peduli laki-laki atau perempuan, tua atau muda bahkan anak-anak dapat terinfeksi. Untuk terhindar dari TBC, dianjurkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta makanan bergizi, etika batuk yang benar dan tetap menggunakan masker jika batuk.

“Untuk penanganan penderita positif TBC, pemerintah memberikan obat secara gratis yang bisa didapat di puskesmas terdekat,” bebernya. (adv/sya)

Harga Komoditas di Pasar Tradisional Melonjak Jelang Ramadan

0
Harga Komoditas di Pasar Tradisional Melonjak Jelang Ramadan
Monitoring komoditas di Pasar Taman Rawa Indah (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) bersama DPRD Bontang mulai melaksanakan monitoring harga di Pasar Taman Rawa Indah, Senin (20/3/23).

Hal ini disebabkan naiknya harga komoditas di beberapa pasar tradisional. Harga melonjak karena tingginya permintaan masyarakat menjelang Bulan Ramadan.

Kepala Bidang Koperasi Diskop UKMP Bontang, Nur Hidayah mengatakan, untuk solusi sementara adalah dengan menggelar pasar murah. Rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan Ramadan, bersama-sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3).

“Nanti, dengan menggelar pasar murah pastinya akan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, untuk stok makanan di Kota Bontang tetap akan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Adapun harga komoditas yang mengalami kenaikan, yaitu cabai keriting merah satu kilonya seharga Rp 60 ribu dari harga awal Rp 40 ribu, kemudian cabai rawit Rp 90 ribu dari harga awal Rp 50 ribu, Sedangkan cabai rawit biasa dijual dengan harga Rp 80 ribu, dua kali lipat dari harga normal Rp 40 ribu.

Bahan komoditas yang mengalami kenaikan lainnya, yaitu satu ekor ayam ukuran kecil dijual dengan harga Rp 50 ribu, ukuran sedang Rp 55 ribu, dan ayam berukuran besar Rp 60 ribu.

“Harga beras belum turun, justru semakin naik. Untuk satu kilo beras biasa Rp 12 ribu, beras kualitas medium Rp 13 ribu, dan kualitas premium Rp 16 ribu,” beber Andi salah satu pedagang di Pasar Taman Rawa Indah. (sya)

Polsek Bontang Selatan Peringatkan Toko Emas, Ini Isi Pesannya!

0
Polsek Bontang Selatan Peringatkan Toko Emas, Ini Isi Pesannya!
Kapolsek Bontang Selatan, AKP Abdul Khoiri saat sosialisasi ke toko-toko emas. (ist)

BONTANG – Pasca kejadian pencurian di Toko Emas Bahagia, Jumat (17/3/2023) lalu, pihak Kepolisian Bontang Selatan langsung melakukan tindakan pencegahan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Dengan melaksanakan sosialisasi kepada toko-toko emas yang berada di wilayah hukum Polsek Bontang Selatan.

Kapolsek Bontang Selatan, AKP Abdul Khoiri menjelaskan, pihaknya langsung turun ke lapangan untuk mengimbau para pemilik toko-toko emas. Mulai dari sekitar Plaza Andhika di Berbas Tengah sampai ke wilayah Pasar Rawa Indah.

“Baru sebagian yang kami imbau,” ujarnya saat ditemui Mediakaltim,com, Senin (20/3/2023) kemarin.

Pihaknya mendatangi satu persatu toko-toko emas tersebut. Lalu mengimbau agar tidak menjual sendirian. Minimal 2 orang yang berjaga saat toko beoperasi.

“Saat kejadian di Toko Emas Bahagia, pemilik berjaga sendirian. Mungkin karena dibuat bingung oleh ketiganya, terjadilah pencurian itu,” ujarnya.

Lalu juga mengingatkan agar memasang CCTV. Lantaran masih ada toko-toko emas yang disambanginya belum memasang CCTV.

“Masih ada salahsatu toko emas di Pasar Rawa Indah yang belum memasang CCTV,” ungkapnya.

Dikatakannya, sosialisasi ini juga dilakukan lantaran saat ini waktu mendekati bulan puasa. Pihaknya mengingatkan agar lebih meningkatkan kewaspadaan. (al)

Toko Emas Bahagia Disatroni Pencuri, Emas Senilai Rp 58 Juta Raib

0
Toko Emas Bahagia Disatroni Pencuri, Emas Senilai Rp 58 Juta Raib
Toko Emas Bahagia jadi sasaran pencuri Jumat kemarin. (ist)

BONTANG – Kawanan pencuri kembali beraksi di Kota Taman, sebutan Kota Bontang, Jumat (17/3/2023) lalu. Kali ini korbannya Toko Emas Bahagia di Jalan Sultan Hasanuddin RT 12 Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastya melalui Kapolsek Bontang Selatan, AKP Abdul Khoiri menjelaskan kronologis kejadian.

Pada hari Jumat kemarin menjelang waktu Salat Jumat atau tepatnya pukul 11.30 wita, Toko Emas Bahagia didatangi 3 orang yang bermaksud membeli emas.

“Pemilik toko diminta untuk mengeluarkan kalung emas dari etalase sesuai yang ditunjuk oleh pembeli tersebut,” ujar AKP Khoiri.

Pemilik toko telah banyak mengeluarkan emas sesuai permintaan ketiga orang tersebut. Dengan permintaan tersebut, pemilik toko merasa curiga, lalu karena merasa takut menghubungi anaknya. Meminta untuk menemaninya.

Ketiga orang yang bermaksud untuk membeli emas tersebut pergi setelah dijelaskan, bahwa toko akan tutup karena masuk waktu Jumatan.

“Orang-orang itu mengatakan akan kembali lagi, sekira pukul 16.00 wita,” imbuhnya.

Kemudian ketiganya pergi dari toko. Usai ketiganya pergi, pemilik toko beserta anaknya merapikan dan menyusun emas di etalase. Keduanya mendapati 6 buah kalung emas dengan total berat 64 gram telah raib.

“Pelapor mengalami kerugian Rp 58.880 juta. Atas kejadian tersebut pelapor merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut di Polsek Bontang Selatan,” ungkapnya.

Saat ini laporan tersebut sedang tahap penyelidikan. Pihak kepolisian berencana untuk meminta keterangan dari saksi-saksi, untuk dapat mengetahui identitas dan keberadaan pelaku. (al)

Sambut Ramadan, Babinsa Berbas Pantai Bersama Warga Bersihkan Lingkungan Masjid

0
Sambut Ramadan, Babinsa Berbas Pantai Bersama Warga Bersihkan Lingkungan Masjid
Serma Firman ikut membersihkan lingkungan masjid bersama warga. (ist)

BONTANG – Babinsa Kelurahan Berbas Pantai, Serma Firman beserta  masyarakat binaan melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan masjid. Kegiatan ini dalam rangka menyambut kedatangan Bulan Suci Ramadan 1444 Hijjriyah 2023, bertempat di Mesjid Assalam RT 22, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Minggu (19/03/2023).

Serma Firman mengatakan, dengan menanamkan semangat gotong royong, pelaksanaan kerja bakti pembersihan masjid ini sebagai bentuk kedekatan TNI kepada masyarakat.

Ia menuturkan, menjelang bulan suci Ramadan ini masjid-masjid harus benar-benar disiapkan terutama kebersihannya, karena demi kelancaran ibadah. Mengingat di bulan tersebut kegiatan ibadah akan lebih sering dilakukan.

“Kapan saja dan dimana saja, kami TNI khususnya babinsa selalu siap membantu rakyat. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat, untuk menyambut bulan yang penuh mulia yaitu bulan suci Ramadan,” ungkap Serma Firman.

Ia menambahkan, kegiatan bersih – bersih rumah ibadah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, selain itu juga untuk memupuk semangat gotong royong, mempererat silaturahmi di masyarakat. (pendim Btg)

Pendidikan Sekuler, Bom Waktu Hancurnya Peradaban

0
Pendidikan Sekuler, Bom Waktu Hancurnya Peradaban
Asna Abdullah

Oleh : Asna Abdullah

“Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.’’ Ir Soekarno.

Ungkapan di atas memang benar adanya, karena pemuda adalah generasi agen perubahan, penerus peradaban, di pundak generasi lah berlangsung estafet kepemimpinan menuju kesuksesan sebuah peradaban yang mampu mengguncang dunia.

Namun apa yang terjadi ke depannya jika generasi hari ini mengalami dekadensi moral, rusak cara berfikirnya, rusak adabnya, bermental illness? Maka bisa dipastikan rusak dan hancur pulalah sebuah peradaban.

Kriminalitas remaja (yang awalnya berupa kenakalan remaja) sudah menjadi peristiwa yang hampir setiap hari disuguhkan oleh media, mulai dari tawuran, kasus narkoba, bullying perundungan, sex bebas di kalangan remaja, melawan orangtua dan guru, sampai perlakuan kekerasan dan perlakuan tak hormat. Beberapa bulan ini berita tentang kekerasan anak dan remaja massif diberitakan.

Seorang remaja berinisial MA, usia 20 tahun melakukan aksi penganiayaan terhadap temannya karena dendam pernah dikeroyok beberapa waktu lalu. Aksi MA dilakukan di Lapangan Voli Kampung Baru, Kelurahan Berebas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, Bontang – Kaltim, Jumat (25/11/2022) sekira pukul 01.30 Wita.

Menurut keterangan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya, melalui Kasat Reskrim Iptu Bonar Hutapea, dugaan sementara motif penganiayaan tersebut karena balas dendam tersangka karena dikeroyok oleh korban dan teman-temannya. (KITAMUDAMEDIA, Bontang).

Di Berau Kalimantan Timur Sebanyak 6 remaja pembobol sekolah ditangkap polisi. Mereka membobol dua sekolah berbeda dan menggasak laptop hingga uang tunai senilai Rp. 135 juta. Keenam pelaku masing-masing berinisial DW 18 tahun, NB 16 tahun, DN 17 tahun, FS 21 tahun, ME 15 tahun, dan NT 15 tahun. (detik.com/sulsel/).

Di lembaga pendidikan yang berbeda di Samarinda, usai pelajaran olahraga seorang pelajar remaja ngamuk dengan membawa parang panjang ke sekolahnya, berkeliling sekolah sambil teriak memanggil nama guru olahraganya. (toraja.tribunnews.com)

Yang lebih menyedihkan dan membuat kita mengelus dada adalah kejadian di lembaga pendidikan yang lain di samarinda, seorang santri meregang nyawa usai dihajar seniornya hanya karena uang Rp 200 ribu. (www.niaga.asia.com)

Ada apa ini, mengapa kriminalitas remaja kian hari kian marak terjadi, adakah ini menandakan bahwa di dunia pendidikan dan lingkungan sosial remaja telah terjadi permasalahan besar?

Kekerasan Remaja Buah Pendidikan Sekuler

Maraknya kasus kriminalitas remaja yang tidak berujung ini seolah menjadi bom waktu yang mengkhawatirkan bagi kelanjutan kehidupan akan datang.  Menyikapi ini maka pemerintah mengambil langkah untuk menjadikan pendidikan karakter sebagai program prioritas, harapannya agar anak bangsa mempunyai karakter pancasila, yakni jadi anak yang religius, nasionalis, integritas, mandiri, gotong royong.

Namun program ini menemui kebuntuannya, karena pada prakteknya jauh panggang dari api, bagaimana mungkin mencetak anak yang religius jika di sekolah pelajaran agama sangat minim hanya diberi porsi 10%. Menjauhkan pelajaran agama dari pendidikan nasional juga nampak dalam Peta Jalan Pendidikan 2020-2035, di sana kata agama dihilangkan.

Aroma kapitalistik di dunia pendidikan saat ini sangat begitu nyata. Output pendidikan bukan lagi demi membentuk kepribadian Islam tapi hanya berorientasi pada prestasi akademik dan lapangan kerja.

Kurikulumnya memang didesain untuk mempersiapkan generasi masuk dunia kerja, walhasil fokusnya hanya mencari materi semata, tidak perduli halal haram.

Belum lagi kemiskinan sistemik menjadikan generasi menghadapi tekanan hidup yang luar biasa, kurang kasih sayang dari orangtua yang terpaksa harus bekerja keras demi meraih pundi pundi rupiah untuk bertahan hidup, tak jarang ibupun turut andil untuk membantu perekonomian keluarga, pada akhirnya ini berujung pada generasi yang sibuk memenuhi kebutuhannya sendiri atau untuk mencari bahagianya sendiri dengan mengalihkan ke narkoba, miras, tawuran dan yang lain.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem mengungkapkan “kita akan membuat terobosan yang signifikan dalam pengembangan SDM, SDM siap kerja, siap berusaha, yang link dan matched antara pendidikan dan industri (kumparan.com, 23/10/2019).

Ungkapan Nadiem Makariem tersebut seakan mempertegas bahwa arah pendidikan hari ini bertujuan hanya untuk kepentingan materi, dan tidak untuk menghasilkan generasi cemerlang dan mulia.

Harus disadari oleh semua pihak bahwa banyaknya kasus kekerasan di kalangan remaja adalah karena dijauhkannya agama Islam dari kehidupan mereka. Masyarakat terus ditakut-takuti dengan isu ‘Islam radikal’ di kalangan remaja. Padahal banyak pelajar yang mereka tuding terpapar radikalisme adalah mereka yang taat beribadah dan berakhlak mulia, bahkan banyak yang berprestasi.

Sementara itu, sebagian remaja yang lain terbiasa dengan kata-kata umpatan dan kasar, melawan orang tua dan guru, serta melakukan perundungan.

Sekularisme juga semakin masif di dunia pendidikan. Sistem pendidikan hanya mementingkan prestasi akademik dan berorientasi pada lapangan kerja, bukan demi membentuk kepribadian Islam. Pelajaran agama di sekolah dan di kampus amat minim. Itu pun hanya diajarkan dalam bentuk hafalan untuk mengejar target kurikulum dan ujian kenaikan kelas.

Sistem Pendidikan Islam

Berbeda dengan sistem pendidikan Islam yang menjadikan akidah Islam/keimanan sebagai dasar pendidikan. Dalam sistem pendidikan Islam, kepada para pelajar ditanamkan keimanan kepada Allah Swt. dan ketaatan pada ajaran Islam. Dengan begitu, setiap ilmu yang dipelajari menjadikan mereka semakin beriman dan bertakwa.

Membentuk kepribadian Islam (syakhshiyyah islamiah) adalah tujuan pendidikan. Remaja diarahkan menjadi pribadi yang memiliki kecerdasan beragam untuk berkontribusi bagi umat.

Remaja dibentuk pola pikir dan pola sikapnya agar senantiasa selaras dengan Islam. Untuk itu, pengajaran Islam diberikan kepada mereka agar menjadi petunjuk kehidupan yang praktis.

Negara, Penjamin Utama agar Remaja Aman dari Perilaku Kekerasan

Tidak hanya sistem pendidikan yang harus dibenahi oleh negara. Namun, juga segala informasi yang beredar di masyarakat tidak boleh ada yang mempertontonkan perilaku kekerasan sebagai perbuatan biasa.

Negara harus berani memblokir media yang menyajikan berbagai tayangan yang tidak mendidik dan tidak mencerdaskan masyarakat, apalagi sampai menjadi jalan bagi semua perilaku maksiat. Sebab tidak ada kebaikan sedikit pun pada setiap perbuatan yang melanggar syariat.

Begitu pula dalam sistem pergaulan, interaksi antar anggota masyarakat harus dijaga agar tidak ada perbuatan yang dapat membahayakan mereka. Juga sistem ekonomi, harus dapat menjamin terpenuhinya seluruh kebutuhan orang per orang dengan cara yang mudah dan makruf. Hal ini akan menutup celah bagi orang untuk berpikir pendek dengan melakukan tindakan kekerasan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Selanjutnya adalah sistem sanksi yang tegas sehingga membuat orang berpikir seribu kali jika melakukan tindak kekerasan yang sama serta benar-benar membuat jera pelakunya.

Semua ini hanya ada pada negara yang menerapkan Islam di seluruh sistem kehidupan, tidak pada negara demokrasi yang justru menjauhkan Islam dari kehidupan manusia. Dan negara yang seperti ini hanya negara Khilafah Islamiah yang akan tegak kembali sesuai dengan janji Allah Swt..

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Akan tetapi, barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS An-Nur : 55). [MNews/Rgl]. (*)

Sering Dipinjamkan, Pria Ini Malah Bawa Kabur Motor Temannya

0
Sering Dipinjami, Pria Ini Malah Bawa Kabur Motor Temannya
Barang bukti diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG –  Team Rajawali Sat Reskrim Bontang bersama Unit Opsnal Polsek Muara Badak berhasil mengamankan seseorang yang melakukan tindak pidana penggelapan. Pria berinisial A (24) ditangkap pihak kepolisian Minggu (19/3/2023) sekira pukul 10.30 Wita, lantaran membawa kabur sepeda motor temannya.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya melalui Kasat Reskrim Iptu Bonar Hutapea mengatakan, penggelapan tersebut terjadi karena rekan pelaku terlanjur menaruh kepercayaan kepada pelaku. Namun pelaku tidak amanah pada kepercayaan yang diberikan, justru membawa kabur sepeda motor milik rekannya.

Dijelaskan kronologis kejadian. Awalnya A sering meminjam sepeda motor kepada pelapor. Karena A sering meminjam dan menggunakan motor tersebut, maka pelapor sudah menaruh kepercayaan. Meminjamkan 1 unit sepeda motor dengan KT-2896-QG merk Honda GENIO Type C1M02N42L0 A/T tahun 2021, warna hitam.

Setelah meminjam selama beberapa hari warga Kelurahan Gunung Telihan itu tidak mengembalikan sepeda motor itu. Bahkan tidak dapat di hubungi.

“Pelapor melaporkan kejadian itu ke Mako Polres Bontang. Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian materil Rp 21 juta,” ujarnya.

Pelaku berhasil diamankan oleh team di Desa Badak Mekar RT 02 Kecamatan Muara Badak. Pelaku pada saat diamankan tidak melakukan perlawanan.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Mako Polres Bontang. Dia dijerat pasal 374 KUHPidana tentang penggelapan. “Ancaman lima tahun penjara,” pungkasnya. (al)