Beranda blog Halaman 934

Bontang Sabet Juara Umum Gebyar TIK 2022

0
Juara 1 Lomba Desain Poster Nurlaila Mutiara Ningsih bersama Guru Pendamping Apris Triatmiko.

BONTANG – Kota Bontang berhasil menjadi juara umum dalam lomba Gebyar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 2022 yang diselenggarakan oleh UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Tekkom dan Infodik) Kaltim.  Juara 1 diraih siswi SMK Negeri 1 Bontang, Nurlaila Mutiara Ningsih dalam bidang Desain Poster.

Gebyar TIK 2022 melombakan 4 bidang yakni Animasi, Desain Poster, Desain Kemasan Produk, dan E-Borneo (Mobile Legend). Awalnya, para peserta mengirimkan karya secara daring dan diseleksi untuk mendapatkan terbaik 1 mewakili masing-masing cabang dinas. Bontang dan Sangatta termasuk dalam cabang dinas wilayah 2.

“Yang terbaik dari masing-masing cabang dinas ini ada 6 orang dan 1 orang dari Samarinda dan yang berhak masuk grand final di Balikpapan,” ungkap Guru Seni SMKN 1 Bontang Apris Triatmiko kepada mediakaltim.com, Senin (30/5/2022).

Yang lolos, lanjut Apris, hanya 3 bidang lomba dari 4 bidang lomba yang ada, yaitu lomba animasi diwakili oleh SMA Vidatra, desain poster diwakili oleh SMKN 1 Bontang, dan desain kemasan produk diwakili oleh SMA Negeri 3 Bontang.

“Jadi dari 4 lomba, kita lolos untuk 3 bidang lomba, dan alhamdulillah semuanya berasal dari Kota Bontang,” jelasnya.

Grand Final Gebyar TIK 2022 berlangsung selama 4 hari di Hotel Horizon Sagita Balikpapan pada 23-26 Mei 2022. Persiapan penuh dilakukan oleh seluruh peserta yang berhasil lolos ke grand final.

“Seluruh peserta latihan dengan optimal dan untuk desain poster tentunya latihan penggunaan software yang digunakan untuk mendesain serta konsep dari poster tersebut,” ujarnya.

Sebagai Guru Pendamping, Apris juga terus mendukung penuh Nurlaila dalam segala persiapan lomba, mulai dari kesiapan mental sampai kebutuhan perlengkapan pendukung Nurlaila dalam mengikuti lomba.

“Kebetulan peserta lomba desain poster ini anggota lukis saya di sekolah. Jadi selain sudah terbiasa latihan. Tinggal menjaga kondisi kesehatan, tetap fokus dan tenang agar tidak nervous saat lomba. Latihan software pendukung dan menyiapkan sarana yang dibutuhkan seperti laptop yang spesifikasinya mampu untuk kebutuhan desain grafis, “paparnya.

Prestasi yang diraih kali ini, membawa Kota Bontang mendapatkan 2 emas dan 1 perunggu, di antaranya Juara 1 Desain Poster oleh SMKN 1 Bontang, Juara 1 Animasi oleh SMA Vidatra Bontang, dan Juara 3 Desain Kemasan Produk oleh SMA Negeri 3 Bontang.

“Semoga prestasi ini memotivasi siswa lain dan terus memberikan semangat untuk berkarya dan membawa nama baik sekolah dan Bontang kedepannya, sekaligus  memberikan pengalaman positif untuk peserta yang telah mengikuti lomba,” harap dia. (ahr)

Wakil Kaltim di Paskibraka Nasional Punya Cita-Cita Bertemu Presiden

0
Fulgentia Marianne, saat menjalankan proses seleksi paskibraka tingkat Provinsi Kaltim.

BONTANG – Sejak kecil Fulgentia Marianne bercita-cita ingin bertemu Presiden Republik Indonesia. Gadis yang kerap disapa Dency ini menunjukkan tekadnya untuk menggapai cita-cita tersebut. Alhasil, dia berhasil lolos mewakili Kaltim sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional.

Kepada mediakaltim.com Senin (30/5/2022), dia bercerita saat kecil seringkali bertanya dengan ibunya, apakah dia bisa bertemu dengan presiden, dan ibunya selalu menjawab dan menyemangati bahwa suatu saat dirinya bisa bertemu dengan presiden.

“Berawal dari melihat anak kecil yang bisa salaman sama presiden, lalu saya bertanya ke mama saya ‘mah,gimana caranya Dency bisa salim (mencium tangan) sama presiden?’ Mama saya menjawab bisa kalo kamu ikut paskibraka nanti saat SMA,” jelasnya.

Dia mengaku, saat bergabung dengan paskibraka membuatnya lebih mandiri, disiplin, dan terlatih fisik serta mental untuk menjadi lebih kuat. “Bagi saya ikut paskibraka itu suatu hal yang keren, fisik dan mental dilatih supaya kuat,” ujarnya.

Gadis kelahiran Malang, 3 Januari 2006 ini, telah mengikuti serangkaian proses seleksi sejak Februari 2022. Diawali dengan audisi awal tingkat kota dan provinsi dengan mendatangkan tim dari provinsi ke Bontang. Setelah dilakukan seleksi dan MCU (Medical Check Up) pada April, akhirnya terpilih 5 orang untuk tingkat provinsi, terdiri dari 2 perempuan dan 3 laki-laki.

Setelah terpilih menjadi perwakilan paskibraka tingkat provinsi, pada 22 Mei 2022, didampingi tim Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang berangkat ke Samarinda untuk mengikuti seleksi tingkat nasional yang diadakan di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim. Sebanyak 42 Paskibraka Provinsi yang siap mengikuti seleksi calon paskibraka tingkat nasional.

“Kami mengikuti seleksi selama 3 hari dari tanggal 23-25 Mei 2022. Ada beberapa tes yang saya ikuti yaitu tes psikotes (tertulis dan lisan), tes Pancasila, Peraturan Baris Berbaris (PBB), tes kesehatan, wawancara, juga minat dan bakat. Di sini saya memainkan lagu Leleng menggunakan alat musik Sampek,” terangnya.

Dency pun tak pernah menyangka akan berada di posisi ini. Ia mengatakan, keberhasilan ini berkat dukungan dari keluarga, teman, dan juga guru di sekolah. “Saya bersyukur, ini atas support dari keluarga terutama mama, dan teman-teman juga guru di SMA Vidatra,” ucapnya.

Dency merasa sangat bahagia. Akhirnya, cita-citanya bertemu dengan Presiden RI akan segera terwujud. Ia berpesan kepada teman-teman sebayanya agar bisa terus bermimpi dan memiliki cita-cita, dan ketika kita bisa meraihnya, itu akan menjadi kebanggaan tersendiri untuk kita.

“Satu hal yang bisa saya katakan, kuatkan tekad untuk menggapai sesuatu, dan perlu keseriusan dalam melewati prosesnya. Pengalaman saya mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara nanti, akan menjadi kenangan yang tak bisa dilupakan,” tandasnya. (ahr)

Walikota Sampaikan LKPD 2021, Realisasi Belanja 87,76%

0

BONTANG – DPRD Kota Bontang menggelar Rapat Paripurna Ke-6 Masa Sidang III, dengan agenda Penyampaian Nota Penjelasan Walikota Atas Raperda Kota Bontang, tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021, Senin (30/05/2022) di Ruang Rapat DPRD.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam didampingi Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris dan Junaidi. Hadir Wali Kota Bontang Basri Rase.

Di awal laporannya, Walikota menyampaikan, bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah 2021 telah mendapatkan penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). “Pemkot Bontang telah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2021 pada Rabu 18 Mei 2022. Adapun hasil pemeriksaan atas LKPD, Pemkot Bontang mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian yang Ke-8 secara berturut-turut dari tahun anggaran 2014 sampai dengan 2021,” bebernya.

Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi kepada jajaran pemerintah dan DPRD Kota Bontang, atas kerjasamanya mengelola keuangan daerah. Selanjutnya, Basri Rase memaparkan data terkait dengan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021.

Dijelaskan, Pemerintah bersama dengan DPRD Kota Bontang telah menetapkan APBD 2021 sebesar Rp 1,54 triliun. Dirincikannya, realisasi pendapatan daerah pada Tahun 2021 dari sumber-sumber pendapatan daerah dengan target Rp 1,28 triliun lebih, dapat direalisasi sebesar 1,20 triliun lebih, atau dengan persentase capaian 93.76%.

Sedangkan untuk belanja daerah, melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 17 Tahun 2021, dana alokasi umum sebesar 8% diarahkan untuk bidang kesehatan, terutama dalam intensifikasi vaksinasi guna mencapai herd immunity.

Sedangkan dana transfer umum paling sedikit 25% untuk mendukung program pemulihan daerah, terkait dengan percepatan penyediaan sarana prasarana layanan publik dan ekonomi.

Pada Tahun Anggaran 2021, prioritas belanja daerah dialokasikan untuk penanganan Covid-19 di bidang kesehatan serta penanganan ekonomi sosial yang diakibatkan oleh pandemi.

Belanja daerah yang diungkapkan dalam laporan keuangan Pemerintah Daerah Kota Bontang meliputi belanja operasi, belanja modal dan belanja tak terduga yang anggarannya dialokasikan dalam APBD 2021, ditetapkan sebesar Rp 1.54 triliun lebih dapat direalisasikan sebesar Rp 1,36 triliun atau dengan persentase capaian realisasi sebesar 87,76%.

Pada akhir laporan yang disampaikan oleh Basri Rase, gambaran umum Neraca Pemerintah Kota Bontang per 31 Desember 2021 menunjukkan, aset Pemkot Bontang 2021 sebesar Rp 4,69 triliun lebih mengalami penurunan sebesar 4,18% dari jumlah aset 2020 yang dicatat sebesar Rp 4,9 triliun lebih.

Sedangkan kewajiban yang diperhitungkan dan dicatat hanya kewajiban jangka pendek 2021 sebesar Rp 34.13 miliar lebih, mengalami penurunan dibandingkan dengan kewajiban pada tahun 2020 sebesar Rp 45,88 miliar lebih.

Sementara ekuitas dana berdasarkan hasil kalkulasi sebesar R 4,69 triliun lebih terdiri dari kewajiban sebesar Rp 34,13 miliar lebih, dan ekuitas sebesar Rp 4,66 triliun lebih. Jumlah ekuitas tercatat balance antara neraca dan laporan perubahan ekuitas.

Penjelasan secara lengkap dijabarkan dalam Buku Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021, dan Buku Rancangan Peraturan Walikota tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun Anggaran 2021. Buku tersebut diberikan secara simbolis oleh Walikota Bontang Basri rase kepada Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam. (kmf/mk)

Optimalkan Potensi Produk Lokal, PKT Gelar Workshop Digital Marketing bagi Pelaku UMK Bontang

0

BONTANG – Tingkatkan potensi pelaku usaha dari sektor ekonomi kreatif, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) bekali pelaku UMK Bontang teknik optimalisasi penjualan dan promosi produk secara digital. Kegiatan bertajuk ‘Bisnis Laris Manis Modal Eksis di Google Bisnis’ ini bekerjasama dengan marketplace binaan PKT Borneos.co, di Gedung Kopkar PKT, Minggu (29/5/2022).

VP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PKT Anggono Wijaya, mengungkapkan kegiatan ini sebagai salah satu upaya peningkatan daya saing produk mitra binaan dan pelaku UMK lokal, dengan memanfaatkan ekosistem digital sebagai sarana promosi dan penjualan agar makin dikenal oleh publik. Dari upaya ini, pelaku UMK Bontang mampu memanfaatkan fitur digital untuk menjangkau pasar dengan lebih luas, sekaligus meningkatkan potensi penjualan secara signifikan.

Marketplace Borneos.co yang saat ini telah mewadahi ratusan pelaku usaha kecil di Bontang, juga wujud kontribusi PKT mendukung visi misi Pemkot Bontang dalam mewujudkan UMK tangguh di bidang ekonomi, pemasaran dan SDM.

Hal ini mengingat borneos.co tak hanya sekadar wadah bagi UMK untuk penjualan dan promosi, tapi juga meningkatkan kapasitas pelaku usaha dengan berbagai pembinaan serta pendampingan untuk kemampuan digital marketing hingga promosi dan finance management.

“Digitalisasi produk lokal yang difasilitasi melalui Borneos.co, bagian dari komitmen PKT dalam menumbuhkan UMK tangguh pasca pandemi, dengan mengoptimalkan peluang untuk promosi dan pemasaran produk melalui media daring,” ujar Anggono.

Melalui pelatihan ini, PKT senantiasa mengajak pelaku UMK Bontang untuk Go Digital dan menjangkau pasar yang lebih luas, melalui adopsi teknologi secara berkelanjutan serta memudahkan masyarakat untuk mengenal berbagai produk yang dihadirkan.

Kesinambungan langkah pembinaan dan peningkatan kapasitas pelaku UMK untuk memanfaatkan peluang usaha secara berkelanjutan, akan terus digencarkan PKT sebagai wujud implementasi amanat Kementerian BUMN terkait TJSL yang berfokus pada 3 program prioritas, yakni pendidikan, lingkungan dan pengembangan UMK di berbagai bidang.

“Kami harap UMK Bontang semakin eksis dengan omzet yang terus meningkat. PKT berkomitmen selalu mendukung UMK agar lebih berdaya saing serta mampu mengembangkan kapasitas usaha dengan lebih luas,” tambah Anggono.

Pemateri sekaligus Founder Borneos.co Kahar Muzakkir, menjelaskan bekal pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan pelaku UMK dalam memanfaatkan fitur digital yang tersedia, guna memaksimalkan promosi produk agar lebih dikenal publik.

Hal ini melihat masih banyak pelaku usaha yang kesulitan untuk melakukan promosi dan penjualan produk secara digital, sehingga butuh pengenalan dan pendampingan lebih dalam.

“Terlebih dengan adanya fitur bisnis pada platform Google, bisa menjadi sarana utama agar produk UMK lebih dikenal. Peluang ini bisa dimaksimalkan, karena kecenderungan masyarakat yang ingin mengetahui suatu produk akan merujuk pada hasil mesin pencari tersebut,” papar Kahar.

Hal lain yang bisa dimanfaatkan dari Google Bisnis, para pelaku usaha bisa melakukan evaluasi perkembangan hasil pencarian produk yang telah didaftarkan, sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk meningkatkan potensi penjualan dan menarik minat pelanggan.

“Jadi penting bagi pelaku UMK agar bisnisnya muncul di mesin pencari Google, agar nantinya bisa dikelola dengan lebih baik serta mendatangkan pelanggan seiring makin dikenalnya produk yang dihasilkan,” terang Kahar.

Chici, salah satu pelaku UMK Bontang yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku sangat terbantu, untuk optimasi sekaligus memahami tata cara pengenalan produk melalui platform digital. Menurut dia kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha kecil untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, dengan mengenalkan usaha yang dirintis secara luas di masyarakat.

Apalagi pemanfaatan media digital saat ini makin masif sebagai rujukan masyarakat untuk beragam informasi yang dibutuhkan, sehingga kecenderungan ini menjadi potensi agar produk lebih dikenal dalam menarik minat pelanggan.

“Kegiatan ini sangat membantu kami para pelaku usaha yang masih merintis, sehingga bisa melakukan promosi maupun penjualan secara digital. Kami harap pendampingan serupa bisa terus dilaksanakan, agar kedepan UMK Bontang lebih berdaya saing,” harap Chici. (adv)

Sampai Studi Banding ke Bali, Perubahan Perda Penyelenggaraan Ketenagalistrikan Disetujui

0
Plt Sekdaprov Kaltim Riza Indra Riadi saat menyampaikan tanggapan Gubernur terkait perubahan perda tentang penyelenggaraan ketenagalistrikan.

SAMARINDA – DPRD Kaltim menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Perda 4/2016 tentang Penyelenggaran Ketenagalistrikan dalam rapat paripurna ke-17 DPRD Kaltim, Senin (30/5/2022).

Ketua Pansus Pembahas Ranperda perubahan Perda Nomor 4 tahun 2016, Sapto Setyo Pramono, mengatakan, pembahasan Ranperda hingga menjadi Perda telah melalui proses dan beberapa rapat paripurna.

Tepatnya kegiatan rapat internal sebanyak lima kali, rapat dengar pendapat (RDP) sebanyak tiga kali, studi banding di Bali melihat pemanfaatan energi baru terbarukan menjadi listrik, serta rapat koordinasi.

“Setelah mendapat persetujuan DPRD, maka diserahkan sepenuhnya kepada Pemprov Kaltim untuk kemudian dibuatkan peraturan turunannya, berupa peraturan gubernur (pergub),” kata Sapto.

Sementara Plt Sekprov Riza Indra Riadi, mengungkapkan kebutuhan energi khususnya tenaga listrik, sangat penting dan strategis dalam menunjang aktivitas perekonomian, terutama untuk menarik minat investor di Benua Etam. Untuk itu, pemenuhan energi ketenagalistrikan diharapkan bisa dilakukan baik oleh pemerintah maupun swasta.

Dengan ketersediaan listrik PLN terutama daerah yang dilewati memberikan kemudahan industri mendapat suplai yang memadai. Namun pada saatnya PLN mengalami gangguan dan menghambat operasional. Untuk itu, Perda ini salah satunya menjamin kesinambungan dan penyediaan listrik dengan melakukan usaha listrik umum.

Sistem usaha ketenagalistrikan juga mencakup usaha penunjang maupun usaha industri penunjang, diantaranya usaha instalasi listik pengecekan listrik dan konsultasi di ketenagalistrikan.

Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah wajib melakukan pengaturan pembinaan dan pengawasan yang dilaksanakan sesuai undang-undang. “Dengan ditetapkannya perda ini, diharapkan nantinya memberikan kepastian hukum di sektor ketenagalistrikan. Sekaligus memberi jaminan dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku,” terang Riza.

Sementara pimpinan paripurna, Wakil Ketua DPRD Kaltim M Samsun mengatakan, kesepakatan ini menjadi gambaran DPRD Kaltim dalam menjalankan tugasnya sebagai pembuat regulasi. Politisi PDI Perjuangan ini meminta Pemprov Kaltim untuk terus menyosialisasikan perda agar segera dipahami dan diterapkan.

“Sehingga sinergi ketika perda diterbitkan, segera diatur aturan teknisnya berupa pergub. Karena beberapa perda belum bisa dijalankan karena belum ada pergubnya,” pungkas Samsun. (eky/adv)

Andi Faisal Pahamkan Penggunaan Perda Bantuan Hukum Kaltim di Tanah Grogot

0

PASER – Anggota DPRD Kaltim Andi Faisal Assegaf kembali menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 5/2019 tentang Penyelenggaraan Bantuan Hukum bagi masyarakat kurang mampu. Dalam acara yang digelar di Gedung PWRI Tanah Grogot, Kecamatan Tanah Grogot, Paser, Sabtu (26/5/2022), ia berpesan soal pemahaman perlindungan hukum adalah hak semua orang.

Anggota Komisi I DPRD Kaltim ini mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk menjamin pemenuhan hak penerima bantuan hukum untuk memperoleh akses keadilan. Selain itu untuk mewujudkan hak konstitusional warga negara sesuai prinsip persamaan kedudukan di dalam hukum.

“Tujuan diadakan sosialisasi ini agar masyarakat dapat memahami tata cara mendapatkan bantuan hukum, ketika suatu waktu menghadapi masalah hukum,” jelasnya.

Lewat kegiatan ini pula, Andi Faisal memastikan dan menjamin bahwa bantuan hukum dapat dimanfaatkan secara merata oleh seluruh masyarakat. Hal itu demi mewujudkan peradilan yang efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya menekankan, semua Warga Negara Indonesia (WNI) berhak mendapatkan bantuan hukum. Karena hukum itu bukan milik para elite, tapi untuk semua,” lanjutnya.

Sosper yang dipandu oleh Jufri Kadir dan dihadiri narasumber Ketua Lembaga Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Paralegal Institut (LBH KUMHAM PI) Cabang Penajam Paser Utara (PPU) Hendri Sutrisno, S.Sos, SH, dan Ketua Yayasan Kajian dan Bantuan Hukum (YKBH) Rusmansyah, SH, MH.

Dipaparkan oleh pemateri, Perda Nomor 5/2019 mengakomodasi semua kalangan masyarakat untuk bisa mendapatkan bantuan hukum. Di dalamnya diatur bagaimana cara masyarakat meminta bantuan hukum secara gratis, mulai dari tingkat penyelidikan hingga putusan untuk perkara litigasi, baik perkara perdata maupun pidana.

“Langkah strategis menanamkan kesadaran hukum kepada masyarakat desa adalah pendidikan hukum praktis. Dengan demikian, masyarakat akan mudah memahami bagaimana prosedur penyelesaian perkara hukum,” tutup Andi Faisal. (sbk/adv)

SDN 003 Bontang Utara Gelar Lepas Kenang

0

BONTANG –  Khidmat dan meriah. Itulah gambaran Lepas Kenang Siswa Siswi Kelas VI SDN 003 Bontang Utara (BU) yang dilaksanakan di Gedung Auditorium 3 dimensi Kota Bontang, Sabtu (28/5/2022) pagi. Hadir komite sekolah, dewan guru, seluruh siswa kelas 6, serta para orangtua siswa

Lepas kenang ini ditandai pengalungan medali kepada 135 siswa siswi oleh Kepala Sekolah dan Dewan Guru SDN 003. Acara ini juga dihibur dengan penampilan para siswa, seperti pembacaan puisi dan tari-tarian.

Kepala SDN 003 BU Abdillah S.Pd, mengucapkan selamat kepada seluruj siswa yang telah lulus dan akan meninggalkan sekolah.

“Saya hanya berpesan, para siswa menjaga nama baik sekolah. Caranya dengan menjadi siswa berprestasi di SMP nanti. Tentu bukan hanya membanggakan orangtua tapi juga asal sekolah,” ucapnya. (mk)

Awasi Pemilu 2024, Bawaslu Bontang Gandeng Wartawan

0

BONTANG – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bontang Aldy Artrian berharap dukungan para wartawan, agar bersama-sama mencerdaskan, mengedukasi, dan menumbuhkan optimisme masyarakat terhadap setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang.

Aldy juga berharap para kuli tinta bersama-sama Bawaslu ikut mengawal pesta demokrasi di Kota Bontang yang tahapannya akan dimulai akhir tahun 2022 hingga Februari 2024 mendatang. Salahsatunya, memberitakan secara berimbang bila nanti menemukan terjadinya kecurangan atau pelanggaran yang dilakukan para peserta Pemilu.

“Kami pun siap membuka diri, berkomitmen dan terbuka semua informasi kepada wartawan. Ini bisa kami sampaikan secara formal, maupun nonformal. Silakan diskusi kapan pun di kantor kami,” ungkap Aldy yang menjadi salah satu narasumber pada kegiatan ‘Pengelolaan Kehumasan dan Informasi Publik’ garapan Bawaslu Bontang di Hotel Sintuk, Jumat (27/5/2022).

Aldy juga meminta, agar para juru warta Bontang tak segan memberikan kritik dan saran kepada Bawaslu, sehingga kinerjanya semakin baik. “Kami sangat komitmen bekerjasama dengan kawan-kawan media,” sebutnya.

Acara yang dihadiri tak kurang dari 31 jurnalis se-Kota Bontang ini juga menghadirkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang, Suriadi Said sebagai narasumber. Hadir juga Kordiv Pengawasan, Humas, Hubal Bawaslu Kota Bontang Agus Susanto.

Dalam kesempatan ini, Isur –sapaan akrab Suriadi Said–, turut mengingatkan kode etik dan cara kerja jurnalistik kepada sesama rekan seprofesi. Kata dia, kerja jurnalistik berbeda dengan kerja kehumasan yang lebih mengedepankan citra baik dari instansi atau lembaga yang dinaunginya.

“Kerja jurnalistik juga memerlukan kroscek kepada narasumber terkait. Inilah bedanya dengan media sosial (medsos),” jelas Isur.

Dia berharap sinergi Bawaslu dengan pewarta di Bontang bisa terjaga. Artinya, pewarta bisa mengkritisi kinerja Bawaslu. Pun sebaliknya, saling mengkritisi agar bisa jalan beriringan.

Ketua PWI Bontang Suriadi Said juga memberikan masukan kepada Bawaslu, tidak hanya memproduksi pers rilis, karena yang diberikan akan membatasi wartawan dalam mengembangkan berita.

“Saya sarankan agar Bawaslu lebih sering menggelar konferensi pers. Kalaupun pakai pers rilis, harus bersedia untuk dikonfirmasi kembali,” ucapnya.

Disampaikan Isur, cara itu menjadi penting agar informasi yang diproduksi oleh wartawan tidak memberikan informasi tak utuh ke publik.

Menjelang akhir acara, para wartawan yang hadir juga mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan saran ke Bawaslu Bontang. Secara keseluruhan tawaran yang diberikan rata-rata diterima dan siap dijalankan Bawaslu Bontang dalam kerjasama dengan awak media. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan santap siang. (mk)