Beranda blog Halaman 934

Cegah Stunting dengan Islam, Begini Caranya!

0
Cegah Stunting dengan Islam, Begini Caranya!
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Hampir tujuh juta anak dan 180 ribu di antaranya terancam meninggal akibat stunting. Angka stunting masih berada persentase 24,4%. Oleh karenanya, PKK Kota Bontang launching program gerakan makan ikan untuk cegah stunting.

Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah Basri Rase mengapresiasi inovasi PKK Kelurahan Gunung Elai, yang membuat brownis berbahan dasar tepung ikan lele. Hal itu disampaikan saat menghadiri launching program gerakan makan ikan untuk cegah stunting. Diadakan oleh Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Gunung Elai di Balai Pertemuan Umum (BPU) RT 9, Senin (6/3/23). (radarbontang.com)

Warga Bontang sangat kreatif dalam membuat makanan maupun cemilan berbahan dasar ikan. Dengan brownis tersebut harapannya anak-anak tidak bosan dengan makanan yang itu-itu saja, meski patut dipertanyakan, apakah memanfaatkan ikan yang diolah menjadi berbagai makanan bisa mencegah stunting?

SDA Melimpah, Tetapi Banyak Anak Kurang Gizi

Paradoks problem anak stunting dan kurang gizi terjadi di negeri berlimpah kekayaan sumber pangan dan energi. Negeri ini memang kaya SDA, tetapi miskin pemimpin amanah yang bertanggung jawab menyejahterakan rakyatnya. Terbukti, angka stunting terus meningkat akibat penerapan kapitalisme saat ini.

Guru Besar Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Purwiyatno Haryadi, M.Sc. pernah mengatakan, “Dari sisi kesehatan, bagaimana bisa mengatasi stunting melalui bidang keamanan pangan, seperti kurangnya infrastruktur air bersih? Produksi pangan yang tidak sesuai kaidah cara produksi pangan yang baik (CPBB) menjadi tantangan keamanan pangan di Indonesia.” (Republika).

Pemerintah tidak memastikan perlindungan kesehatan publik dengan membenahi standar keamanan pangan nasional. Butuh merevitalisasi posyandu dan penyuluhan untuk pemberian makanan pada ibu hamil agar terpenuhi nutrisinya.

Dan memastikan terpenuhinya makanan setiap individu rakyat. Mustahil stunting bisa teratasi bila terus melakukan penyuluhan untuk mengonsumsi makanan sehat, sedangkan ketersediaan makanannya tidak mencukupi.

SDA negeri ini menjadi bancakan negara-negara penjajah tanpa meninggalkan apa pun untuk rakyat. Yang tersisa hanya penderitaan dan kemiskinan.

Kemiskinan

Ada banyak hal yang menjadi penyebab stunting di Indonesia.  Namun, kemiskinanlah yang menjadi penyebab paling utama. Kemiskinan erat kaitannya dengan kemampuan menyediakan bahan makanan bergizi yang berhubungan langsung dengan kecukupan pemenuhan gizi.

Kemiskinan berpengaruh terhadap akses terhadap layanan pendidikan, yang terkait dengan pola asuh dan pola pemberian makanan yang tepat. Dengan demikian langkah paling tepat untuk mengatasi stunting adalah pengentasan kemiskinan. Atau dengan kata lain, jaminan kesejahteraan adalah kunci penanganan dan pencegahan stunting.

Islam sebagai Solusi

Penyebab stunting adalah karena minimnya kesejahteraan rakyat. Dalam sistem Islam, kesejahteraan rakyat akan dijamin melalui beberapa mekanisme.

Pertama, ditetapkan setiap muslim laki-laki, khususnya kepala rumah tangga, bertanggung jawab bekerja untuk menafkahi keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini akan didukung dengan lapangan pekerjaan memadai yang disediakan negara, sehingga masing-masing keluarga sejahtera, sehingga tercukupi kebutuhan pokok keluarga, anak-anak terpenuhi nutrisinya dan terhindar dari stunting.

Kedua, mendorong masyarakat untuk saling tolong-menolong jika terjadi kesulitan atau kemiskinan yang menimpa individu masyarakat. Keluarga dan tetangga membantu mereka yang berada dalam kondisi kekurangan, yaitu dengan aturan Islam seperti zakat, sedekah, dan lainnya.

Ketiga, Islam menerapkan sistem ekonomi Islam. Dalam hal kepemilikan, baik individu, umum, dan negara, semua diatur untuk kemakmuran rakyat. Negara menjamin kehidupan setiap individu masyarakat untuk mendapatkan sandang, pangan, dan papan yang layak.

Islam mengupayakan agar pertanian dapat ditingkatkan untuk memproduksi kebutuhan pangan. Tidak ada impor pangan yang akan mematikan harga jual masyarakat. Kebijakan pemimpin Islam dalam ketahanan pangan negara dipastikan untuk memenuhi gizi dan nutrisi masyarakat.

Kebijakan Islam adalah politik untuk melayani rakyat, bukan kapitalisasi kepentingan atau keberpihakan pada korporasi. Pemimpin Islam adalah pengurus yang bertanggung jawab atas rakyatnya sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Imam (Khalifah) raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab terhadap rakyatnya.” (HR Ahmad dan Bukhari)

Solusi masalah stunting membutuhkan upaya terstruktur/sistemis yang membutuhkan peranan negara dengan memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan dasar, juga pendidikan dan kesehatan yang gratis juga berkualitas.

Stunting bukan hanya dipandang sebatas kurangnya pengetahuan terhadap pemenuhan gizi, tapi karena kondisi kemiskinan yang memaksa warga ada pada kondisi serba kurang (miskin). Maka, kondisi stunting akan terus ada selama permasalahan miskin ini tidak diatasi.

Semua ini hanya bisa diwujudkan dan diatasi secara tuntas ketika Islam diterapkan secara kaffah (menyeluruh) oleh negara sekaligus dijadikan aturan bagi seluruh bidang kehidupan.

Wallahualam.

Bikin Bingung, Modus Operasi Pelaku Pencurian di Toko Emas Bahagia!

0
Bikin Bingung, Modus Operasi Pelaku Pencurian di Toko Emas Bahagia!
Kondisi display pasca pencurian. Terlihat kotak display kosong dan wadah plastik yang digunakan sebagai modus operasi. (ist)

BONTANG – Modus operasi pelaku pencurian kalung emas di Toko Emas bahagia adalah dengan membuat bingung pemilik toko. Hal itu diungkapkan Rusni, Pemilik Toko Emas Bahagia di Jalan Sultan Hasanuddin RT 12, Berbas Tengah.

Diceritakan Rusni, saat itu ketiga pelaku datang ke tokonya menjelang waktu Salat Jumat. Saat itu masih ada 2 orang pembeli lainnya. Sebelum melayani ketiganya, Rusni diberi isyarat oleh pelaku untuk melayani 2 orang pembeli itu terlebih dahulu.

Ketika mulai melayani ketiga pelaku, Rusni mengaku dibuat bingung. Lantaran ketiganya tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Hanya satu pria yang bisa namun itupun terbata-bata. Sementara 1 pria dan 1 wanita yang lain menggunakan bahasa isyarat.

“Si wanita nunjuk-nunjuk lehernya kasih tau kalau mau lihat kalung,” kata Rusni.

Kemudian si wanita minta keluarkan semua kalung emas yang ada di kotak display yang dia tunjuk. Tambah lagi yang pria menyuruh Rusni mengambilkan kotak plastik. Agar digunakan sebagai wadah menaruh kalung-kalung yang ditunjuk, untuk ditaruh di wadah plastik itu.

“Kotak plastik itu memang saya ambil dan saya pegang kuat-kuat. Semua kalung yang dia tunjuk saya keluarkan dan taruh di kotak plastik itu,” bebernya.

Dirinya juga mengaku bingung kenapa kok mau mengeluarkan semua kalung yang ditunjuk. Padahal selama berjualan tidak pernah seperti itu. Mengeluarkan kalung satu per satu saja jika ada pembeli yang ingin melihat.

“Bingung saya kok bisa saya keluarkan semua kalung yang ada di 3 kotak display itu. 20 tahun saya jualan tidak pernah seperti itu,” ungkapnya.

Saat kejadian memang dirinya benar-benar dibuat bingung. Si wanita berusaha mengaduk-ngaduk kalung di dalam kotak plastik. Diangkat satu persatu lalu dikembalikan lagi ke wadahnya. Sedangkan pria di sebelahnya terus mengajak berbicara.

“Mungkin karena dibuat bingung itu saya gak sadar kalau ternyata 6 kalung emas itu raib dibawa mereka,” sesalnya.

Modus operasi pelaku yang diceritakannya itu ternyata sama yang dilakukan pelaku di kota-kota lainnya. Berdasarkan rekaman CCTV dan informasi dari kerabat dan keluarga-keluarganya di daerah lain, Rusni meyakini aksi pelaku sama persis yang dilakukan di tokonya.

“Saya lihat CCTV aksi mereka sama persis dengan di toko saya kemarin. Pakaiannya pun sama persis,” pungkasnya. (al)

Diduga WNA Timur Tengah, Pelaku Pencurian di Toko Emas Bahagia

0
Diduga WNA Timur Tengah, Pelaku Pencurian di Toko Emas Bahagia
Toko Emas Bahagia sudah mulai berjualan usai kejadian pencurian Jumat lalu. (Yusva Alam)

BONTANG – Pemilik Toko Emas Bahagia, Rusni menduga ketiga kawanan pencuri kalung emas di tokonya Jumat (17/3/2023) lalu merupakan Warga Negara Asing (WNA). Diduga berasal dari wilayah Timur Tengah.

Dugaan Rusni berdasarkan pada pengamatannya selama kejadian pencurian. Selama kejadian dari awal sampai akhir Rusni memperhatikan cara bicara dan logat pelaku.

Dikatakannya, tiga pelaku tersebut terdiri dari 1 wanita dan 2 pria. Ketiganya tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Hanya satu pria yang paling tinggi di antara mereka, yang bisa berbicara bahasa Indonesia namun itu juga dengan terbata-bata.

“Dari suaranya kedengaran kalau logat-logat Arab yang dipakai,” ujar Rusni saat diwawancara media ini.

Sementara itu seorang pria dan wanita yang lainnya tidak banyak berbicara. Namun hanya menggunakan bahasa isyarat selama kejadian. Seperti menunjuk lehernya untuk menyatakan ingin melihat kalung, dan sebagainya.

“Walaupun pakai isyarat tapi nada suara mereka juga terdengar khas Timur Tengah,” imbuhnya.

Dikatakannya, dirinya juga memiliki rekaman CCTV dari toko sembako di dekat tokonya. Saat itu seorang pria dari ketiga pelaku yang bisa bahasa Indonesia terbata-bata itu, membeli minuman di toko tersebut. Percakapannya dengan kasir toko terekam CCTV. Terdengar logatnya merupakan logat khas Timur Tengah.

“Ada saya punya rekamannya pas dia lama menunggu 2 temannya, trus beli minuman di toko sebelah,” pungkasnya. (al)

Beraksi di Kota Lain, Pelaku Pencurian di Toko Emas Bahagia

0
Beraksi di Kota Lain, Pelaku Pencurian di Toko Emas Bahagia
Screenshoot rekaman CCTV saat pelaku melancarkan aksinya di salahsatu toko emas di Balikpapan. (Yusva Alam)

BONTANG – Pemilik Toko Emas Bahagia, Rusni meyakini ketiga pencuri emas di tokonya, Jumat (17/3/2023) lalu juga melancarkan aksinya di beberapa daerah di Kaltim. Seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bengalon.

Setelah kejadian itu, dirinya mendapatkan rekaman video CCTV dari keluarganya yang juga penjual emas di Berbas Tengah. Video itu menampilkan tayangan 1 pria dan 1 wanita sedang mencoba membeli emas di sebuah toko di Balikpapan.

“Saya yakin ini orang yang sama dengan pencuri di toko saya. Dari info keluarga saya mereka beraksi di Balikpapan,” ujarnya dengan tegas.

Keyakinan itu lantaran pakaian yang dikenakan pria dan wanita di video tersebut, sama persis dengan pakaian pelaku pencurian di tokonya. Jaket, topi, dan maskernya sama persis menurut Rusni.

Ditambah lagi modus operasinya juga sama. Pelaku menyuruh pemilik toko untuk mengambil kotak plastik. Lalu meminta kalung-kalung emas yang telah dipilih pelaku untuk dimasukkan semua di dalam kotak plastik tersebut.

“Saat kalung sudah dimasukkan kotak, yang perempuan coba mengaduk-aduk kalung seakan-akan memilih yang disukai. Mereka membuat bingung pemilik toko. Saya juga diperlakukan sama,” bebernya menjelaskan modus pelaku.

Saleha, keluarga Rusni yang menemani saat kejadian juga menambahkan, kalau dirinya mendapat info dari saudaranya di Samarinda yang juga penjual emas. Bahwa pelaku tersebut berhasil melancarkan aksinya di daerah Lambung Mangkurat, Samarinda.

“Di Bengalon juga mereka beraksi. Info dari keluarga saya,” ujar Saleha saat mendampingi Rusni ketika diwawancara media ini.

Keduanya menyesalkan kenapa informasi tersebut baru mereka terima pasca kejadian. Jikalau info tersebut diterima sebelum kejadian, kemungkinan mereka bisa mencegahnya.

Saat ini video CCTV dan informasi terkait pelaku sudah disebarkan ke semua kerabat dan keluarga pemilik toko emas. (al)

Diduga Ingin Sasar Tempat Lain Sebelum ke Toko Emas Bahagia

0
Diduga Ingin Sasar Tempat Lain Sebelum ke Toko Emas Bahagia
Screenshoot rekaman CCTV sebelum kejadian pencurian emas di Toko Bahagia. (Yusva Alam)

BONTANG – Sebuah rekaman CCTV menampilkan tayangan detik-detik sebelum kawanan pencuri melancarkan aksinya di Toko Emas Bahagia, Jalan Sultan Hasanuddin RT 12, Kelurahan Berbas Tengah, Jumat (17/3/2023) lalu.

Rekaman video itu diperoleh Rusni, Pemilik Toko Emas Bahagia dari kerabatnya yang juga pemilik Toko Emas H Dona.

Video tersebut diperolehnya lantaran 3 pelaku pencurian emas di tokonya, diduga ingin melancarkan aksinya di Toko Emas H Dona yang posisinya di seberang Toko Emas Bahagia.

Dari rekaman video terlihat, ketiga kawanan yang terdiri dari 1 wanita dan 2 pria bertopi itu hendak masuk ke Toko Emas H Dona.

Saat itu posisi pintu toko terlihat tutup sebagian. Namun ketiganya tetap mencoba masuk ke dalam toko.

Ketiganya berdialog dengan pemilik toko. Namun pemilik toko tetap melarangnya untuk masuk, dan terlihat menyuruh ketiganya pergi ke toko yang lain.

“Memang waktu itu menjelang Salat Jumat jadi banyak toko-toko yang tutup. Toko saya belum tutup karena masih ada orang beli,” ujar Rusni.

Kemungkinan setelah gagal beraksi di Toko Emas H Dona, ketiganya mengarahkan operasinya ke Toko Emas Bahagia. (al)

Mayat Pria Tak Beridentitas Ditemukan Mengambang di Sekitar Pantai Jodoh

0
Mayat Pria Tak Beridentitas Ditemukan Mengambang di Sekitar Pantai Jodoh
Proses evakuasi oleh kepolisian dibantu masyarakat sekitar. (ist)

BONTANG – Sosok mayat pria ditemukan mengapung di Kampung Jawi-Jawi, sekitar Pantai Jodoh, Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Senin (21/3/2023). Mayat yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan seorang nelayan yang akan berangkat melaut.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastye melalui Humas Iptu Mandiyono menjelaskan kronologis kejadian.

Tepat Senin pagi kemarin sekira pukul 07.00 wita, saksi pertama W (38) hendak berangkat melaut mencari ikan. Kondisi saat itu perairan sedang surut.

Di perjalanan, warga Jalan Dermaga Baru, Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak itu tiba – tiba melihat sesosok tubuh mengambang dalam keadaan tengkurap di atas laut di daerah Jawi – Jawi Pantai Jodoh.

“Saksi mendekati mayat dan menunggu kapal nelayan lainnya yang melintas, untuk meminta bantuan agar dapat menarik mayat tersebut ke pinggir dermaga,” ujar Iptu Mandiyono.

Kemudian saksi 2 HU (40) tiba di TKP. Membantu W untuk mengikat korban. Kemudian HU kembali melakukan kegiatan ke empang. Sedangkan W membawa mayat tersebut ke Dermaga Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak.

“Sesampainya di dermaga, masyarakat menginformasikan kejadian tersebut kepada Ketua RT untuk kemudian dilaporkan ke Polsek Muara Badak,” imbuhnya.

Selanjutnya mayat dibawa ke Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda untuk divisum

“Hingga saat ini tidak ada warga setempat yang merasa kehilangan keluarganya, baik saat memancing atau pergi kerja nelayan,” pungkas Mandiyono. (al)

Makan Badan Jalan, Penjual Bunga Tabur Makam Ditertibkan

0
Makan Badan Jalan, Penjual Bunga Tabur Makam Ditertibkan
Penertiban penjual bunga tabur makam di daerah Pisangan. (ist)

BONTANG – Keberadaan para penjual bunga tabur makan di Jalan Kamboja, Kelurahan Satimpo dianggap mulai mengganggu arus lalu lintas. Lantaran posisi lapak jualan memakan badan jalan.

Hal itu menjadi perhatian Kelurahan Satimpo. Karenanya pihak Kelurahan Satimpo melaksanakan penertiban kepada para penjual bunga tabur makam, Selasa (21/3/2023).

Kegiatan itu dibantu Bhabinkamtibmas Kelurahan Satimpo, Aiptu Darliawan N.F, serta babinsa, FKPM dan Ketua RT 24.

Penertiban penjual bunga tabur makam yang menggunakan media jalan sangat penting, agar tercipta ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut.

Para penjual bunga diimbau kembali ke tempat yang telah disediakan, lantaran mengganggu arus lalu lintas dan pengguna jalan lainnya.

“Kami imbau para penjual bunga untuk kembali ke tempat yang sudah disediakan di samping Masjid Al Muchtar,” ujar Aiptu Darliawan.

Dirinya juga berpesan tidak melarang berjualan, tapi perhatikan juga kepentingan pengguna jalan lainnya.

“Jangan mengganggu arus lalu lintas, karena sudah beberapa kali penertiban dilakukan. Jangan bandel lah!” pungkasnya. (Humas Polres Bontang)

Belum Berubah, Banjir dan Air Bersih Masih Prioritas di Musrenbang RKPD

0
Belum Berubah, Banjir dan Air Bersih Masih Prioritas di Musrenbang RKPD
Wali Kota Bontang, Basri Rase (Syakurah)

BONTANG – Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2024 dilaksanakan Selasa (21/3/23) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Musrenbang RKPD masih memprioritaskan penanganan banjir juga air bersih, yang merupakan masalah menahun di Kota Bontang.

Pemkot Bontang telah merencanakan pembangunan polder di Kelurahan Gunung Telihan. Hal itu disebabkan banjir di Bontang seringkali bukan hanya karena air pasang, tetapi juga karena adanya kiriman air.

Pembangunan waduk di Kelurahan Kanaan juga merupakan salah satu upaya mengurangi banjir kiriman. Sehingga, nantinya waduk dan polder dapat mengurangi kiriman air ke Kota Bontang.

Selain itu, pembangunan bendali di Desa Suka Rahmat turut mengendalikan banjir hingga 40 persen.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa debit air di Kota Bontang masih kurang sebanyak 180 liter per detik. Oleh sebab itu diharapkan, provinsi segera menyelesaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional di Marangkayu.

“Saya harap dengan itu, bisa menjadi solusi kelangkaan sumber air di Bontang,” harap Wali Kota Bontang, Basri Rase.

Basri juga mengatakan, komitmen keseriusannya untuk pemkot yang didukung bantuan dari provinsi, sehingga rencana ini dapat dilaksanakan semaksimal mungkin.

“Pemkot Bontang berkomitmen untuk lebih serius mengatasi masalah banjir dan persediaan air di Kota Bontang,” tutupnya. (adv/sya)

Sempat Ditunda, Puskesmas Perbantuan di Guntung dan Bontang Kuala Kembali Diusulkan

0
Sempat Ditunda, Puskesmas Perbantuan di Guntung dan Bontang Kuala Kembali Diusulkan
Sekertaris Dinkes Bontang, Jainuddin. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Pembangunan puskesmas pembantu kembali diusulkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang. Wilayah yang disarankan adalah di Kelurahan Guntung dan Bontang Kuala pada APBD Tahun 2024.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Dinkes Bontang, Jainuddin pada awak media saat ditemui di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (20/3/2023).

Dikatakan, langkah ini dilakukan untuk memudahkan warga daerah pesisir yang sakit atau dalam keadaan darurat, “Kalau di Guntung itu kan dekat dari Pulau Gusung, jadi mereka bisa berobat di situ sama halnya dengan Bontang Kuala warga Malahing juga dekat,” jelasnya.

Sebelumnya, rencana itu batal karena dianggap waktu yang terlalu singkat untuk serapan anggaran, padahal rencana pembangunan itu sudah  masuk dalam tahap perencanaan dan telah dianggarkan.

Rencana tersebut telah diajukan pada APBD perubahan tahun 2022 lalu, dengan anggaran Rp 2,5 miliar, sedangkan Bontang Kuala senilai Rp 1,7 miliar.

“Kita sudah ajukan kemarin, namun karena ada recofusing anggaran akhirnya mundur ke September 2022. Jadi kami memilih untuk tidak merealisasikan, karena waktunya terlalu mepet takut tidak terkejar kalau tetap dipaksa pengerjaannya,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika puskesmas perbantuan di Guntung pihaknya telah mengajukan bantuan kepada PT Pupuk Kaltim.

“Kami berharap puskesmas yang di Guntung itu bisa dibantu dari PKT. Tapi pengajuannya masih belum jelas, terakhir katanya masih di manajemen,” ungkap Jainuddin. (sya)

Pimpin Upacara Bendera di SDN 001 Bonsel, Babinsa Tanjung Laut Beri Pesan Begini ke Siswa!

0
Pimpin Upacara Bendera di SDN 001 Bonsel, Babinsa Tanjung Laut Beri Pesan Begini ke Siswa!
BabinsaTanjung Laut, Serka Dwi Siswanto saat menjadi irup. (ist)

BONTANG  – BabinsaTanjung Laut, Serka Dwi Siswanto menjadi instruktur upacara (irup) pada upacara pengibaran bendera merah putih di SDN 001 Bontang Selatan (Bonsel), Kelurahan Tanjung Laut, Senin (20/3/2023).

Ada pemandangan tak biasa saat upacara bendera di SDN 001 Bonsel. Upacara yang biasa dipimpin oleh guru ataupun kepala sekolah, namun saat itu dipimpin tentara.

Serka Dwi Siswanto dipercaya menjadi irup. Bahkan kehadiran babinsa tersebut memantik semangat maupun motivasi para guru serta pelajar. Semakin antusias mengikuti upacara pengibaran bendera.

Dalam amanatnya, Serka Dwi Siswanto mengimbau para pelajar agar lebih meningkatkan kedisiplinan dan menjaga kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan. Tidak mengesampingkan sikap patuh serta taat terhadap aturan sekolah, hingga nasihat–nasihat para guru.

“Sebagai pelajar fokuslah belajar lebih rajin dan giat lagi, demi menggapai cita–cita. Perjalanan adik–adik masih panjang, raihlah hasrat setinggi mungkin, agar jadi kebanggaan orang tua. Patuhilah guru dan hargai sesama teman, agar lingkungan sekolah menjadi nyaman,” imbaunya.

Tidak luput pula menyematkan pesan ataupun penekanan, agar para siswa–siswi menghilangkan sikap arogansi. Menghindari kenakalan lainnya yang dapat merugikan diri sendiri bahkan mencoreng citra nama sekolah.

“Bapak berharap semua untuk tidak berkelahi, melawan guru, apalagi coba–coba menggunakan narkoba. Sekali coba akan sulit lepas. Muaranya akan merusak masa depan, bahkan bisa berujung kematian. Kurangi bermain game online, agar jadi generasi yang bersih dan sukses,” pungkasnya. (Pendim Btg)