Beranda blog Halaman 991

Sajikan Aktivitas Politik hingga Kegiatan RT di Kota Bontang

0
Abduh Kuddu, Pemimpin Redaksi Radarbontang.com

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Puji syukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat-Nya RADARBONTANG.com bisa hadir di tengah masyarakat bertepatan dengan Dirgahayu Kota bontang HUT Ke-12 Kota Bontang, 12 Oktober 2021.

Kehadiran RADARBONTANG.com, yang merupakan jaringan Mediakaltim.com, berperan sebagai media massa yang menyajikan beragam informasi yang dapat dijangkau masyarakat Kota Taman secara luas. Mulai aktivitas politik hingga kegiatan di tingkat RT.

Kota Bontang adalah kota maju dan berkembang, memiliki peranan lebih luas sebagai pusat pemukiman pendududuk yang heterogen dengan berbagai macam status sosial, sebagai pusat kegiatan ekonomi, sosial budaya, juga kegiatan politik administrasi.

Radar Bontang akan menyerap aspirasi dalam berbagai tingkatan masyarakat, lalu menyajikan informasi ini kepada khalayak dan pemerintah kota, sehingga bisa terjalin sinergi dalam menciptakan harmonisasi dan keselarasan di dalam kehidupan masyarakat Kota Bontang.

Selamat menikmati sajian portal berita RADARBONTANG.com dan ikuti terus update berita-beritanya. Kami juga terbuka atas masukan dan kritik. Bisa disampaikan melalui email: redaksi@radarbontang.com. Akhir kata, Wabillahi Taufiq Wal Hidayah, Wassalamualikum Wr Wb. (**)

Oleh: Abduh Kuddu
Pemimpin Redaksi Radarbontang.com

 

Pernah Dipenjara karena Membunuh, Perampok Mama Anjas selalu Gunakan Sajam

0
Kapolres Bontang beserta jajaran menunjukan sejumlah barang bukti hasil perampokan SK. (ist)

BONTANG – SK (52), pelaku  perampokan di toko Mama Anjas ternyata tak hanya melakukan aksinya di satu tempat, tapi di beberapa lokasi lain. Berdasarkan penuturan Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi, selain merampok uang Rp 15 juta di toko Mama anjas, SK yang tercatat merupakan warga Marang Kayu itu sempat melakukan aksi serupa di tiga lokasi berbeda.

Di antaranya pencurian sepeda motor (curanmor) satu unit Honda Scoopy di kawasan Kelurahan Tanjung Laut Indah pada Minggu (19/9/2021) lalu pukul 15.00 Wita. Selain itu, curanmor lain juga dia lakukan di Jalan RA Kartini, Kelurahan Bontang Baru pada Kamis (30/9/2021) pukul 14.00 Wita. Satu unit motor Honda Scoopy milik warga Perumahan Bontang Permai, Kelurahan Api-Api menjadi sasarannya.

Terakhir sebelum ditangkap, pria yang sehari-harinya bekerja serabutan itu juga mencuri satu unit HP dan uang tunai Rp 6 juta di dalam mobil yang sedang parkir di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Tanjung Laut pada Kamis (7/10/2021) pukul 12.46 Wita. Aksinya dia lakukan saat korban sedang lengah. “Setiap melakukan aksinya, pelaku selalu membawa senjata tajam (sajam) untuk mengancam korban,” terang Kapolres saat menggelar konferensi pers, Senin (11/10/2021).

Diketahui pula, SK merupakan residivis. Dia pernah dipenjara di Makasar akibat kasus pembunuhan. Kemudian setelah bebas dari jeruji besi pada 2014, dia merantau ke Bontang. “Motif pelaku mencuri karena faktor ekonomi. Hasil curiannya dipakai memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi pelaku juga sudah berkeluarga,” beber Kapolres.

Kini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres Bontang untuk pengembangan lebih lanjut. SK terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun. (bms)

Berusaha Kabur, Buron Perampok Toko Mama Anjas Dilumpuhkan dengan Timah Panas

0
Pelaku perampokan di toko Mama Anjas di Kota Bontang, diringkus Polres Bontang, Sabtu (9/10/2021). Foto: Bambang

BONTANG – Pelaku perampokan di toko Mama Anjas yang berlokasi di Jalan KS Tubun Pasar Rawa Indah diringkus Polres Bontang, Sabtu (9/10/2021). Pelaku berinisial SK (52)  ditangkap jajaran Satreskrim Polres Bontang di kawasan simpang Yabis setelah enam bulan ditetapkan buronan.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi mengatakan, saat diringkus, pelaku melawan dan berusaha kabur. Alhasil kedua betis pelaku dihadiahi timah panas, dan ditampilkan saat jumpa pers dengan menggunakan kursi roda. Pelaku pernah pekerja di toko Mama Anjas,” ujarnya.

Kepada awak media, warga Marang Kayu itu membenarkan pernah bekerja di toko yang berjualan telur dan beras tersebut selama dua bulan. Namun dia memutuskan keluar lantaran tersinggung dengan perkataan  majikannya. “Saya sakit hati dengan ucapannya yang kasar,” beber SK.

Atas perbuatannya, SK dijerat Pasal 363, 365, dan 362 KUHPidana dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Seperti diketahui,  toko kelontong Mama Anjas dirampok Senin (19/4/2021) selepas azan magrib. Pelaku melakukan aksinya seorang diri dan berhasil membawa lari uang sekitar Rp 15 juta. Saat masuk ke dalam toko, pelaku bertingkah seperti pembeli pada umumnya. Tak lama pelaku mengancam korban memakai badik, lalu membawa kabur uang curian. (bms)

Sempat Vakum 2 Tahun, Urang Kutai di Kampung Adat Guntung Kembali Gelar Ritual Besawai dan Bapelas

0

BONTANG – Bumi Kalimantan Timur memiliki keanekaragaman warisan budaya di dalamnya.  Salah satunya adalah ritual Besawai dan Bapelas, yang terus dilestarikan sebagai warisan budaya ritual Suku Kutai atau dikenal urang Kutai. Setelah sempat vakum 2 tahun karena pandemi, ritual budaya Besawai dan Bapelas Guntung 2021 kembali digelar oleh Dewan Adat Kutai Bontang pada Minggu (10/10/2021).

Ketua Dewan Adat Kutai Bontang, Abdul Hamid menuturkan, Besawai dan Bepelas sesungguhnya merupakan bagian dari Kegiatan Erau yang sejatinya setiap tahun digelar.

Namun 2 tahun terakhir ini tidak diadakan karena kondisi pandemi Covid-19. “Sudah 2 tahun kegiatan serupa terhenti, sekarang dilaksanakan, tapi dengan pembatasan kegiatan dan lebih sederhana,” ujarnya usai mengikuti ritual Besawai dan Bepelas di Kampung Adat Kutai, Guntung, Bontang Utara.

Hamid menjelaskan, Besawai adalah bentuk penghargaan serta interaksi kepada leluhur Suku Kutai. Ini merupakan ritual interaksi dengan mengucapkan mantra yang tidak bisa didengarkan oleh orang lain, serta hanya boleh dilakukan orang tertentu. “Artinya orang yang Besawai saja yang mengerti dengan yang disawainya,” ujar Hamid.

Menurut Hamid, yang perlu dipahami dalam kegiatan Besawai ini bukanlah bermaksud melakukan kesyirikan, namun kegiatan ini merupakan kebudayaan turun temurun dari Suku Kutai, sehingga wajib untuk terus dilestarikan. “Kalau kita komunikasi dengan orang yang tidak kelihatan, kalau di agama kita dituding syirik, tidak boleh, kalau saya tidak ke sana tapi ini kebudayaan,” katanya.

Sementara ritual Bepelas diartikan menyucikan, membersihkan secara menyeluruh, mulai dari fisiknya, rohaninya, sampai ke kampung halamannya. “Jadi budaya ini ritual yang lekat dengan mensucikan, umumnya dilakukan secara benua atau satu kota dengan berkeliling, namun karena Covid-19, kita lakukan dengan skala kecil (wilayah Guntung) saja,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Basri Rase mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini, sembari menekankan masyarakat yang terlibat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Pemkot mengapresiasi dan dukungan kegiatan ini. Yang harus diperhatikan setiap kegiatan harus mengedepankan protokol kesehatan,” ucapnya. Basri berharap seluruh kegiatan budaya di Bontang wajib menjelaskan napak tilas sejarah Kota Bontang. “Kita kaya akan budaya yang harus dilestarikan dan didedikasikan untuk anak cucu dimasa yang akan datang,” katanya.

Wakil Wali Kota Bontang Najirah juga mengapresiasi perhelatan budaya Besawai dan Bepelas Guntung 2021. Menurutnya kegiatan ini mesti dilestarikan, dan harus dihelat lebih meriah bila kelak pandemi Covid-19 berakhir.

“Artinya kegiatan ini jangan sampai hilang, harus dilaksanakan tiap tahun. Kami maunya lebih besar, cuma karena Covid-19, jadi belum bisa,” kata Najirah usai seremoni pembukaan Besawai dan Bepelas Guntung, Minggu (10/10/2021).

Selain mendorong pemberdayaan UMKM lokal, kegiatan ini dipastikan masuk dalam kalender event, yang diproyeksi dapat menarik banyak wisatawan. “Kalau bisa juga undang tamu dari luar negeri. Kegiatan ini bisa makin luas dikenal, bahkan jadi agenda even nasional. Harapannya, makin banyak wisatawan datang ke Bontang,” ujarnya. (ahr/red)

Lima Ribu Dosis Vaksin untuk Warga Tanjung Laut dan Loktuan

0
Vaksinasi dalam rangka sasaran non fisik TMMD ke-112 Kodim 0908/BTG. (ist)

BONTANG – Serbuan vaksinasi Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112 yang ditargetkan mencapai 5.000 dosis terus digencarkan. Kodim 0908/BTG kembali menggelar penyuntikan vaksin dosis pertama di Makodim dan Auditorium Taman Tiga Dimensi, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (2/10/2021).

Vaksinasi dilaksanakan dengan mekanisme undangan ke warga yang bersangkutan untuk menghindari kerumunan akibat banyaknya massa. Vaksinasi berjalan tertib dan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Warga tampak memakai masker, saling menjaga jarak, dan tersedia tempat cuci tangan.

Pasi Teritorial Kodim 0908/BTG, Kapten Inf Niko mengatakan, kali ini vaksin yang disuntikkan sebanyak 1.200 dosis yang dibagi di dua lokasi. Masing-masing mendapat jatah 600 dosis jenis Sinovac. “Sasarannya untuk warga Kelurahan Loktuan di Makodim, dan warga Kelurahan Tanjung Laut di gedung auditorium,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Niko salah satu sasaran non-fisik TMMD ini, melibatkan Dinas kesehatan (Dinkes) Bontang. Dijadwalkan, penyuntikan selanjutnya berlangsung Kamis (7/10/2021) di auditorium untuk warga Kelurahan Guntung. Niko mengingatkan, vaksinasi sebagai salah satu upaya melindungi diri dari penularan Corona serta meningkatkan imunitas tubuh. Untuk itu dia meminta warga agar tidak perlu ragu divaksin, karena aman dan halal. “Meski sudah divaksin, tetap jalankan prokes. Sebab sudah divaksin belum tentu terbebas dari paparan Covid-19,” pungkasnya.

Berdasar infografis capaian vaksinasi Covid-19 yang dirilis Dinkes Bontang per Kamis (30/9/2021) lalu, dari total sasaran sebanyak 134.666 orang, saat ini yang sudah disuntik dosis pertama mencapai 76.660 orang atau 56,9%. Adapun dosis kedua sebanyak 46.868 orang atau 34,8%. Kategori sasarannya mencakup Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), pelayanan publik, lansia usia di atas 60 tahun, masyarakat umum dan rentan, hingga remaja usia 12-17 tahun. (bms)

Satlantas Polres Bontang Bagikan Sembako dan Masker

0
Satlantas Polres Bontang Bagikan Sembako dan Masker

BONTANG – Satlantas Polres Bontang menggelar bakti sosial (baksos) dalam rangka Operasi Patuh Mahakam, Kamis (30/9/2021).  Mereka membagikan paket sembako dan masker gratis kepada warga kurang mampu dan terdampak Covid-19.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasatlantas AKP Edy Haruna mengatakan, baksos  dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Penyerahan baksos dilakukan dengan cara berpatroli mengelilingi kota sembari mendatangi warga yang disasar. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak wabah, khususnya mereka yang tergantung kepada pekerjaan harian untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari,” ujar AKP Edy.

Tak lupa, personel Satlantas juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes), sekaligus selalu tertib dalam berlalu lintas. Tujuannya menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas). “Operasi Patuh Mahakam kali ini lebih berorientasi pada kegiatan simpatik. Berupa penyuluhan, penerangan, membagikan masker, sembako, dan kegiatan sosial lainnya,” pungkasnya. (hms)

Diskominfo Jamin Kelancaran Koneksi Internet Selama Tes CASN 2021

0
Tes SKD CASN 2021 Bontang. (ist)

BONTANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang mendukung penuh koneksi internet pada seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) 2021. Hal ini harus dilakukan karena berbagai tahapan seleksi dilakukan secara online.

“Kami bekerjasama dengan PT Telkom berkomitmen menjaga kelancaran koneksi internet. Di lokasi seleksi, kami tempatkan dua petugas untuk memantau jika ada kendala teknis,” ujar Taufiqurrahman, Kabid Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Bontang, (29/9/2021).

Tahun ini, seleksi penerimaan CASN Bontang diselenggarakan di lantai tiga Gedung Graha Taman Praja Bontang Lestari. Selain di lokasi utama, kata Taufiq, Diskominfo juga memasang jaringan internet di beberapa titik lain di sekitar lokasi seleksi.

Seperti di lantai dasar gedung untuk proses administrasi dan penunjukkan  bukti negatif Covid-19 melalui aplikasi, hingga di ruang alternatif bagi peserta yang suhu tubuhnya tinggi. “Kalau itu memang permintaan dari panitia CASN,” bebernya.

Taufiq menambahkan, jika gangguan koneksi internet terjadi di tengah proses seleksi, maka bisa segera ditangani petugas yang berjaga.

Namun bila permasalahan  disebabkan hal di luar teknis, semisal karena kerusakan kabel laut milik Telkom dan Telkomsel seperti beberapa waktu lalu, hal tersebut diluar  kendali Diskominfo. “Harapan kami semoga prose seleksi berjalan lancar dan tidak ada kendala,” pungkas Taufiq. (bms/adv)

Masuk Enam Besar Lomba GAGAS, Ini Harapan Diskominfo Bontang

0
Kepala Diskominfo Bontang, Dasuki. (ist)

BONTANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang masuk 6 besar lomba Good Archival Governance Awards (GAGAS) tahun 2021. Lomba  diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) yang juga merupakan Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Bontang.

Kepala Diskominfo Bontang, Dasuki, mengucapkan terima kasih kepada DPK yang telah memberikan kesempatan pihaknya masuk dalam enam besar lomba Gagas 2021. Dasuki menilai, lewat lomba ini, DPK berupaya membuat OPD di Bontang lebih bisa menghargai arsip yang sifatnya penting.

“Alhamdulilah saya bersyukur Diskominfo bisa masuk enam besar. Kepada tim penilai, saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya. Semoga Diskominfo bisa lebih baik lagi dalam mengelola arsip,” harap Dasuki di sela-sela kunjungan DPK saat melakukan verifikasi ke Kantor Diskominfo, Rabu (1/9/2021).

Terpisah, Kepala Bidang Kearsipan DPK Bontang, Nurbaena, mengapresiasi Diskominfo telah masuk dalam enam besar lomba yang rutin diselenggarakan setiap tahun tersebut. Nurbaena menilai, Diskominfo mengalami peningkatan di tahun ini. Sebab di tahun sebelumnya, OPD pimpinan Dasuki itu tidak masuk dalam enam besar. “Kami meminta agar kepala dinas beserta tim pengelola kearsipan tetap konsisten dalam mengelola arsip yang ada,” jelasnya.

Nurbaena berharap, Diskominfo bisa lebih maksimal lagi dalam tata kelola kearsipannya, lantaran mereka memiliki tenaga arsiparis. Selain itu, juga mendapat dukungan dari Kepala OPD. Nurbaena beranggapan, Diskominfo berpotensi besar dalam memperbaiki tata kelola arsipnya. Sebab usia OPD masih 5 tahun. Hal itu tentunya lebih mudah dikelola dibandingkan OPD yang usianya sudah lebih dari 10 tahun. “Artinya arsip yang mereka ciptakan, tidak sebanyak dinas yang lama. Cukup besar potensi agar lebih baik (pengelolaannya) ke depan,” kata Nurbaena. (bms/adv)

Sudah Ada Anggaran, Gedung Uji Kir Harus Segera Diwujudkan

0
Gedung uji kir lama di kawasan Loktuan. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Hingga kini Bontang belum memiliki tempat uji kelayakan kendaraan (kir). Fakta ini membuat berbagai kalangan, diantaranya pengusaha dan anggota DPRD mendesak Pemkot Bontang untuk segera membangun tempat kir, agar PAD tetap masuk ke kas daerah.

Kahar Kalam, pimpinan PT Graha Mandala Sakti (GMS) yang merupakan salah satu perusahaan lokal Bontang, mendesak Pemkot Bontang segera menyediakan layanan uji kir. Sebab dengan adanya fasilitas itu, akan memudahkan masyarakat sehingga tak perlu lagi mengurus ke luar daerah seperti Sangatta dan Samarinda. Selain itu, tempat uji kir akan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kendaraan beroperasi di Bontang, yang mendapatkan hasilnya justru Sangata dan Samarinda,” sesal Kahar.

Dorongan percepatan fasilitas uji kir juga diungkapkan para wakil rakyat Bontang. Ketua DPRD Bontang, Andi faizal Sofyan Hasdam mengatakan, pihaknya sudah menyetujui anggaran pembelian peralatan uji kir senilai Rp 5,6 miliar. Hal itu dilakukan saat penetapan anggaran pergeseran mendahului perubahan beberapa waktu lalu.

Harapannnya, ketika alat tersebut datang, Dinas Perhubungan (Dishub) bisa langsung melakukan pengujian sementara di gedung uji kir yang ada di Loktuan saat ini. Sehingga, dapat mempercepat pelayanan bagi masyarakat. “Untuk pembangunan gedung permanennya, baru dilakukan di 2022 mendatang di kawasan Bontang Lestari dengan anggaran Rp 11 miliar,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (31/8/2021).

Namun yang menjadi persoalan saat ini, sambung Andi Faiz,  Dishub Bontang lambat dalam menyerap anggaran tersebut. Padahal anggaran pembelian alat, kata dia, sudah disetujui saat pergeseran mendahului perubahan lalu, namun hingga kini belum direalisasikan. “Ketika lambat dikerjakan, berpotensi kerjaan itu terburu-buru dan hasilnya kurang maksimal. Bahkan kemungkinan terburuk pengadaannya gagal karena waktu yang sempit. Padahal ini hanya pengadaan, bukan pembangunan fisik,” terang politisi Golkar ini.

Hal senada dikatakan anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal. Politisi Nasdem itu juga mendesak Dishub Bontang agar merealisasikan anggaran Rp 5,6 miliar untuk pembelian alat uji kir. Dengan begitu, kata dia, akan mempermudah masyarakat. Termasuk para pengusaha lokal saat beraktivitas keluar masuk di kawasan perusahaan. Apalagi kata Faisal, PAD Bontang juga banyak bersumber dari pengusaha di Kota Taman. “Kami minta Dishub untuk segera merealisasikan sambil menunggu pembangunan uji kir yang permanen,” tandasnya.

MASIH TAHAP LELANG
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dishub Bontang, Kamilan mengatakan, saat ini pengadaan alat uji kir sedang dalam proses lelang. Untuk mempercepat proses tersebut, hingga kini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bontang.

Di sisi lain, sambung Kamilan, Dishub juga akan bersurat ke Kementerian Perhubungan (Dishub) untuk meminta izin menyelenggarakan pelayanan uji kir sementara di tahun ini, meski belum memiliki gedung yang terakreditasi. “Kalau tidak diizinkan maka tidak bisa dilaksanakan. Sebab yang mengeluarkan elektronik BLUe (kartu bukti lulus uji elektronik adalah mereka (Kemenhub RI). Pelayanannya sekarang sudah canggih. Jadi hasil uji kirnya tidak bisa direkayasa,” pungkasnya. (bms)

Wujud Paham Literasi, Siswa SD Negeri 005 Teluk Pandan Luncurkan Buku

0
Launching Buku Antologi "Laskar Kaki Gunung" Karya Siswa Kelas 5 SD Negeri 005 Teluk Pandan, Senin (30/08/2021)

KUTIM – Siswa kelas 5 SD Negeri 005 Teluk Pandan menyelesaikan buku antologi puisi dan cerita anak berjudul “Laskar Kaki Gunung”. Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, dan juga para siswa. Kepala Sekolah SD Negeri 005 Teluk Pandan Andi Muhammad Ilyas mengaku bangga dengan pencapaian ini, mengingat usia para penulis yang masih belia.

“Saya mengapresiasi karya dari siswa kelas 5 ini, dan harapanya bisa menjadi salah satu langkah tergeraknya literasi,” ungkapnya, ditemuai saat peluncuran buku pada Senin (30/08/2021) di SD Negeri 005 Teluk Pandan.

Dengan melibatkan 24 siswa yang rata-rata orang tuanya berprofesi sebagai petani dan pekebun, akhirnya buku tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 2 minggu.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Zulvina Agus Setyaningrum yang merupakan Guru Kelas 5 SD Negeri 005 Teluk Pandan yang sebelumnya telah berhasil menerbitkan 18 judul novel dan 10 buku antologi tunggal yang terbit di beberapa penerbit Indie di Indonesia.

Zulvina mengaku tidak mudah membuat karya ini ditengah kondisi pandemi seperti sekarang. Namun hal itu tak menghalanginya untuk tetap membimbing siswa dalam proses penulisan.

“Mungkin jika guru yang menerbitkan sebuah buku itu adalah hal yang biasa, tapi disini saya membuktikan bahwa anak-anak pinggiran juga mampu menerbitkan buku dalam memperingati HUT ke-76 RI. Saya pun terus membimbing mereka dalam menulis puisi dan juga cerita pendek, dan setelah itu saya satukan menjadi sebuah buku antologi,” ucap Zulvina.

Karya siswa tersebut, lanjut Zulvina, dijadikan ajang perlombaan untuk memacu semangat para siswa untuk saling menunjukkan hasil karyanya. “Jadi tidak hanya disatukan dalam sebuah buku, namun karya mereka juga dilombakan dan yang menjadi juara mendapatkan reward berupa piagam dan kuota belajar gratis,” jelasnya.

Zulvina berharap, hal ini dapat meningkatkan litetasi para siswa sekaligus menjadi gambaran bahwa anak-anak pinggiran bisa menghasilkan sebuah karya yang membanggakan. “Harapannya dari buku ini rasa haus akan literasi akan meningkat, dan juga membuktikan kepada masyarakat bahwa siswa kami memiliki karya yang membanggakan,” pungkasnya.

Buku antologi “Laskar Kaki Gunung” diterbitkan Penerbit Bumi Pena dan didedikasikan untuk anak pinggiran demi tergeraknya literasi sejak dini. (ahr/adv)