Beranda blog Halaman 940

Draft Ranperda Kelistrikkan Capai 95 Persen

0

BALIKPAPAN – Sapto Setyo Pramono, Ketua Pansus pembahas Perubahan Peraturan Daerah (Ranperda) atas Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Penyelenggaran Ketenagalistrikkan, menyebut bahwa Rapat Koordinasi (Rakor) yang baru-baru ini digelar dan mengundang sejumlah mitra pansus berjalan dengan baik. “Alhamdulillah hampir semua hadir, baik virtual maupun offline. Artinya dari hasil pembahasan secara keseluruhan sudah bagus,” kata Sapto usai rakor, (27/4) di Balikpapan.

Rakor yang terselenggara di Hotel Blue Sky, dihadiri oleh Anggota Pansus Kelistrikkan, Kepala Dinas ESMD Kaltim Christianus Benny, Biro Hukum, GM PLN Kaltimtara, Perusda Kelistrikkan Kaltim dan Perwakilan masing-masing wilayah PLN se-Kaltim.

Selain itu Direktur Produk Hukum Daerah Kementerian Dalam Negeri, Kementerian ESDM , Dirjen EBTKE dan sejumlah stakeholder lain. Ia menjelaskan beberapa muatan yang masuk dalam pembahasan yaitu menambahkan dan merevisi sejumlah isi dari pasal dan ayat.
“penambahan dan revisi dilakukan sebagai upaya penyempurnaan perda yang ada. Dalam waktu dekat kita juga akan lakukan finalisasi akhir dan fasilitasi penyelesaian pansus Perda ini,” urai politisi muda ini.

Sapto kembali menerangkan bahwa pada prinsipnya tingginya presentasi kehadiran stake holder juga memberi presentasi berbanding lurus dengan progres pembahasan perda yang diperkirakan telah mencapai 95%. “Yang jelas sejumlah pasal yang kita usulkan salah satunya memaksimalkan Energi Bersih, terkait energi bersih ini telah diterapkan di provinsi Bali hasil kunjungan pansus kedaerah tersebut beberapa waktu lalu,” sebutnya.

Dikatakan oleh ketua pansus, bahwa ada beberapa ayat yang memberikan anjuran agar bangunan baru dengan ukuran diatas 500 meter persegi harus menggunakan energi PLTS. “Sehingga Energi Baru Terbarukan ini bisa berjalan, baik dari sisi pemerintah, swasta maupun masyarakat bisa mendaftarkan bangunannya sesuai peraturan yang ada,” kata Sapto.

Tak hanya itu, keterlibatan pihak ketiga termasuk Perusda juga perlu dimaksimalkan mengambil peran pembaharuan dibidang EBT di Kaltim. “Sehingga bisa bagi pihak yang ingin berinvestasi bisa kita masukkan didalam point perda untuk mendukung kebijakan yang pro dengan rakyat Kalimantan Timur. Untuk finalisasi usai lebaran (minggu kedua bulan mei,red) draft akan konsultasi akhir di Kemendagri,” tutup Sapto. (adv)

Arus Balik Lebaran, Pelabuhan Loktuan Dipadati Pemudik

0

BONTANG – Hari keenam Lebaran Idulfitri 1443 Hijriah, Minggu (8/5/2022) mulai dipadati kepulangan para pemudik. Baik melalui jalur darat maupun jalur laut. Di jalur darat, terlihat iring-iringan kendaraan yang cukup padat di poros Samarinda-Bontang maupun poros Sangatta-Bontang.

Sementara untuk jalur laut, pantauan Media Kaltim di lapangan, arus balik terlihat di Pelabuhan Loktuan. KM Binaiya sandar di pelabuhan sekitar pukul 12.00 Wita dengan membawa 957 penumpang.

Penumpang ini berasal dari Bima, Labuhan Bajo dan Makasar sebanyak 218 orang serta penumpang dari Pelabuhan Awarange Kabupaten Barru sebanyak 739 orang.

Kepala PT Pelni Cabang Samarinda, Syarif Hidayat, mengatakan, dibandingkan arus mudik pada dua tahun lalu sebelum pandemi Covid 19, jumlah penumpang menurun. “Tapi kami bersyukur aturan pemerintah, jumlah penumpang sudah bisa mencapai 100 persen,” katanya.

Dijadwalkan KM Binaiya berlayar Minggu (8/5) pukul 16.00 Wita dengan jumlah penumpang 1.006 jiwa, terdiri 970 dewasa dan 36 bayi/balita. Rutenya Bontang-Awerange-Labuan Bajo-Batu Licin-Surabaya.

Sementara kedatangan kapal berikutnya adalah kapal KM Egon yang sandar 13 Mei 2022 mendatang. Kapal ini sebelumnya berangkat dari Waingapu-Lembar-Surabaya-Batulicin-Parepare dan berakhir di Pelabuhan Loktuan Bontang.

Salah satu penumpang, Muhammad Andi mengaku bersyukur bisa mudik Lebaran tahun ini di kampung halamannya, setelah 2 tahun tak bisa pulang kampung lantaran pandemi Covid 19. “Senang bisa bertemu keluarga lagi di Makassar,” kata pria yang tinggal di Jalan Ahmad Yani, Bontang.

Kali ini, tiba di Bontang, tidak sendirian. Ia membawa keluarganya yang ingin mencari pekerjaan di Bontang. “Kalau nanti tidak dapat pekerjaan di Bontang nanti, ya harapnnya bisa dapat di Samarinda atau Balikpapan,” harapnya.

Terpisah, Wakil Walikota Bontang Najirah berpesan kepada warga yang ingin tinggal lama di Bontang dan mencari pekerjaan segera mengurus administrasi kependudukan.

“Siapapun berkesempatan melamar pekerjaan di Bontang. Tapi kami minta mereka mengurus kelengkapan administrasi,” pungkasnya. (ahr/mk)

Enam Bulan Putra Asli Bontang Magang di PKT

0
Direktur Keuangan dan Umum PKT Qomaruzzaman secara online berbicara dalam program Pupuk Kaltim Apprentice Challenge (PAC) Batch 5 dan PAC Makmur 2021.

BONTANG – Setelah enam bulan pemagangan, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) secara resmi menutup program Pupuk Kaltim Apprentice Challenge (PAC) Batch 5 dan PAC MAKMUR tahun 2021, pada akhir bulan April 2022 .

VP Pengembangan SDM & Organisasi PKT Bondar Priandono, selaku penanggungjawab program mengungkapkan, PAC Batch 5 dan PAC MAKMUR berlangsung selama 6 bulan, dimulai sejak November 2021 dengan total 42 peserta.

PAC Batch 5 diikuti 20 peserta fresh graduate jenjang Diploma 3 dan Strata 1 yang merupakan warga asli Bontang, dengan bidang kompetensi Administrasi Keuangan, Pengelolaan SDM, Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa, serta Manajemen Pengetahuan dan Pelayanan Produk.

“Seleksi PAC Batch 5 bekerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang, dengan penempatan di berbagai unit kerja perusahaan,” kata Bondar.

Sedangkan PAC Makmur diikuti 22 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian di wilayah Kalimantan, Jawa dan Sulawesi, dengan sistem pemagangan berupa pendampingan langsung Program MAKMUR PKT di lapangan.

Program pemagangan PAC MAKMUR merupakan tindak lanjut kerja sama PKT dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, guna menciptakan SDM unggul dengan kompetensi mumpuni dan berdaya saing global melalui pemagangan.

Di samping program pendampingan, dalam PAC MAKMUR ini para peserta juga mengikuti kompetisi PACMAN (PAC Makmur Idea Exploration), yang bertujuan untuk menjaring ide-ide terbaik dari para peserta magang untuk memajukan Program MAKMUR PKT.

“Sesuai tema yang diangkat, kami mendorong peserta magang untuk menyampaikan berbagai ide segar selama berjalannya PAC MAKMUR untuk meningkatkan value dan efektivitas program MAKMUR PKT, sehingga bisa lebih dikembangkan kedepannya,” terang Bondar.

Direktur Keuangan dan Umum PKT Qomaruzzaman, mengatakan PAC Batch 5 merupakan program yang dikembangkan PKT untuk meningkatkan kompetensi SDM lokal melalui tataran profesional, sehingga dapat mengasah kemampuan dan etika untuk bekal menghadapi dunia kerja. Dari program ini, SDM lokal Bontang didorong memiliki kecakapan serta kompetensi yang mampu bersaing dalam dunia kerja.

Sementara PAC Makmur merupakan kesinambungan dukungan PKT terhadap Program MAKMUR dalam mendorong produktivitas sektor pertanian dan kesejahteraan petani di Indonesia. Peserta PAC Makmur dibimbing langsung tim PKT untuk mendampingi petani di seluruh wilayah binaan, sehingga ilmu yang dimiliki bisa membantu petani mencapai optimalisasi hasil pertanian dan kesejahteraan.

“Melalui dua program ini, kapasitas SDM dan kompetensi masyarakat sesuai bidang ilmu yang dimiliki dapat lebih ditingkatkan, sehingga memiliki nilai manfaat dalam mendorong sektor pertanian dalam negeri,” kata Qomaruzzaman.

Dirinya berharap dua program tersebut mampu menjawab tantangan dunia kerja dan pertanian Indonesia, karena seluruh peserta telah melalui pendampingan pada tataran teknis untuk peningkatan daya saing dan kompetensi diri.

“Semoga pengetahuan dan pengalaman yang didapat selama PAC dapat meningkatkan daya kreasi, serta teraplikasi pada dunia kerja sesungguhnya sesuai bidang ilmu yang dimiliki,” harap Qomaruzzaman.

Anggun Maharani, salah satu peserta PAC Batch 5 mengungkapkan program ini sangat bermanfaat baginya untuk pengembangan kompetensi diri, dengan keterampilan yang memadai sesuai bidang ilmu yang dimiliki.

Beragam pengetahuan pada tataran praktis mampu diasah dengan baik, berkat pendampingan intensif para pembimbing dari karyawan PKT. Dirinya pun merasa beruntung menjadi bagian program ini, sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja masa kini.

“Terima kasih kepada PKT yang telah memberi kesempatan magang melalui program ini, karena banyak hal baru yang kami dapat untuk bekal menghadapi dunia kerja. Semoga PAC terus berlanjut ke depannya, guna menciptakan SDM andal dan berdaya saing di Kota Bontang,” tutur Anggun. (rls)

Waspada Hepatitis Akut, Dinkes Bontang Terapkan Skenario Covid-19

0
drg Toetoek Pribadi Ekowati

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang telah melakukan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan rumah sakit (fasyankes) di Bontang, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) sebagai bentuk antisipasi jika menemukan hepatitis akut di Kota Bontang.

“Sehingga bisa saling koordinasi bila ditemukannya adanya kejadian ke Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dan mudah terpantau,” sebut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati, Sabtu (7/5/2022).

Langkah ini juga sebagai tindak lanjut instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) yang mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology).

Secara umum gejala awal penyakit hepatitis akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Selanjutnya, pada sekitar sklera mata mengalami kekuningan, air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, warga  diminta segera memeriksakan anaknya ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal. Sekadar diketahui, sklera adalah bagian berwarna putih dan keras pada bola mata.

“Kalau ada tanda-tanda menyerupai seperti yang saya sebut tadi agar segera mendatangi fasyankes terdekat agar bisa diketahui apakah hanya suspek atau terdiagnosa hepatitis akut,” jelasnya.

Untuk lokasi isolasi bagi warga terkonfirmasi hepatitis akut, Dinkes telah menyiapkan tempat apabila infeksi virus baru itu ditemukan di Bontang. “Tempat kami siap, skenario Covid-19 bisa diterapkan untuk penyakit infeksi,” tuturnya.

Pada umumnya hepatitis akut menyerang anak-anak usia 10 tahun kebawah. Toetoek mengimbau kepada warga Bontang agar tidak panik dan bisa menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama waspada dengan cara tidak jajan sembarangan. Sebab penyakit infeksi pada umumnya menyebar lewat makanan.

Toetoek juga berharap penyakit misterius itu tidak sampai ada di Kota Taman. “Sebaiknya terapkan PHBS dan tetap jaga protokol kesehatan. Semoga tidak sampai ke sini (Bontang, Red.) penyebarannya,” tandasnya. (ahr)

Cegah Lonjakan Covid-19 Pasca Lebaran, Polsek Bontang Selatan Patroli Prokes

0

BONTANG – Mencegah gangguan kamtibmas dan penyebaran Covid-19  paska Idul Fitri personel Polsek  Bontang Selatan Jajaran Polres Bontang melaksanakan patroli rutin edukasi protokol kesehatan (prokes) dan pembagian masker kepada warga, Sabtu  (07/05/2022).

Kegiatan patroli dan pembagian masker ini dilaksanakan dengan menyambangi, Pasar Malam Berbas, PKL, Pasar Rawa Indah, masyarakat yang beraktivitas, serta tempat keramaian lainnya di wilayah Polsek Bontang Selatan.

Dalam kegiatan tersebut selain memberikan imbauan kamtibmas dan edukasi prokes kepada pedagang dan pengunjung, personel Polsek Muara Badak juga memberikan masker bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi S.H.,S.I.K.,M.H melalui Kapolsek Bontang Selatan Iptu Abdul Khoiri mengatakan, kegiatan patroli dilakukan di tengah masyarakat sebagai upaya preventif Polsek Bontang Selatan untuk mencegah adanya gangguan kamtibmas menjelang Pasca libur idul Fitri.

Harapannya warga di wilayah hukum Polsek Bontang Selatan dalam keadaan aman, dan kondusif . Petugas juga menyampaikan kepada warga terkait edukasi protokol kesehatan dan harkamtibmas.

“Kami tidak akan bosan-bosan untuk selalu mengimbau masyarakat betapa pentingnya mentaati protokol kesehatan, agar tidak ada lonjakan Covid-19 di wilayah hukum Polsek Bontang Selatan,” tegasnya.

Iptu Abdul Khoiri berharap, kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan tidak kendor pasca Lebaran. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Mari bersama-sama mengikuti imbauan yang telah disampaikan pemerintah terkait protokol kesehatan, seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, selalu menggunakan masker, jaga jarak dan jangan berkerumun,” pungkasnya. (hms)

Najirah Pastikan Lauk Program Rantang Kasih Layak untuk Lansia

0
Wawali Najirah saat sidak ke Pokmas Sehat Sejahtera untuk pastikan lauk layak untuk lansia.

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah mendadak mendatangi Kelompok Masyarakat (Pokmas) Sehat Sejahtera yang bermukim di Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, Sabtu (7/4/2022) sore. Pokmas itu salah satu penyalur makanan bagi lanjut usia (Lansia) dalam program unggulan Basri Rase-Najirah, Program Rantang Kasih.

Kedatangan Wawali tersebut  terkait sorotan Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Hasdam terhadap Program Rantang Kasih beberapa waktu lalu. “Tujuannya untuk memastikan menu yang disalurkan untuk para lansia bergizi dan layak disajikan dan sebagai bahan evaluasi, jangan sampai ada lagi keluhan,” tegas Najirah.

Najirah kembali menegaskan kepada Pokmas yang dipercaya menyalurkan makanan bagi Lansia agar suportif dan tidak gegabah saat menyajikan makanan. Menurut Najirah, program ini akan terus menjadi sorotan kedepannya bila ada menu makanan yang dinilai kurang ideal.

“Dinkes (Dinas Kesehatan, Red.), Dissos-PM (Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Red.), dan tim teknis pelaksana program ini untuk dilakukan evaluasi,” terangnya.

Dikonfirmasi tempat yang sama, Pokmas  Sehat Sejahtera, Faridah Jumaidah mengklaim menu yang disuguhkan sudah melewati kontrol Dissos-PM dan Dinkes.  Setiap makanan katanya, layak dan bisa dimakan oleh para lansia. Dia menyebutkan, pada Mei 2022 menu lauk ada ayam 18 kali, daging  sapi 10 kali, ikan 16 kali, dan telur 18 kali.

“Kami cuma memasak saja, jadi menu itu dari Dissos-PM dan juga dari Dinkes,” pungkasnya. (ahr)

Libur Pekan Terakhir Lebaran, Pulau Beras Basah Dikunjungi Ribuan Wisatawan

0

BONTANG – Memasuki pekan terakhir libur Lebaran, Pantai Beras Basah diserbu wisataran. Bahkan dalam dua hari terakhir, jumlah pengunjung mencapai 5.653 orang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Zainuddin mengatakan, dari data yang dihimpun instansinya, pada Sabtu (7/5) jumlah wisatawan mencapai 3.127 orang. Dari jumlah itu, 2.839 orang diantaranya wisatawan lokal. Sementara wisatawan luar daerah mencapai 288 orang.

Sementara pada Minggu (8/5) siang, jumlah wisatawan mencapai 2.562 orang. “Sebagian besar warga Bontang, jumlahnya 2.119 orang. Sedangkan, warga luar Bontang mencapai 407 orang,” katanya.

Data ini dihimpun sejak pukul 07.00 hingga 12.00 Wita siang. “Kemungkinan masih bisa bertambah sampai sore,” kata Zainuddin, Minggu (8/5/2022) siang.

Tim BPBD Bontang melakukan pemantauan di lapangan dengan menerjunkan 12 personil dan 2 unit speed boot. Patroli ini sebagai upaya pengawasan dan pemberian arahan mengenai penerapan protokol kesehatan terhadap wisatawan.

Tim patroli BPBD juga melakukan penyelamatan dan pertolongan kepada setiap wisatawan jadi terjadi sesuatu hal yang mengancam. “Kami juga turunkan tim medis untuk mengantisipasi setiap kejadian,” tuturnya. (ahr/mk)

Libur Lebaran, Polsek Marang Kayu Tingkatkan Pengamanan Pantai Kersik

0

BONTANG – Mencegah gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, Polsek Marang Kayu melaksanakan pengamanan Obyek Wisata Pantai Biru Desa Kersik Kecamatan Marang Kayu, Minggu (08/05/2022)

Kegiatan Pengamanan di obyek wisata tersebut melibatkan petugas gabungan dari Polsek Marang Kayu bersama Pos Koramil Marang Kayu dan anggota Linmas

Kapolsek Marang Kayu AKP Slamet Riyadi mengatakan, Polsek Murang Kayu sengaja memperketat pengamanan obyek wisata  Pantai Biru Kersik  pada liburan Lebaran 1443 H bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas dan penyebaran Covid-19 di obyek wisata.

”Kami  bersinergi dalam melaksanakan pengamanan dengan  melibatkan personel Polsek Marang Kayu, Pos Koramil Marang Kayu dan anggota Linmas,” ungkap AKP Slamet Riyadi

Kapolsek menambahkan, selain melaksanakan pengamanan tersebut juga mengantisipasi agar tidak terjadi kemacetan dengan melakukan rekayasa lalu lintas. ”Kami mengimbau pengunjung wisata agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak serta mengikuti program vaksinasi baik dosis 1, 2 dan dosis 3 (booster),” pungkasnya. (hms)

Harga Rp 30 Ribu Termasuk Honor Pengantar Makanan, Klarifikasi Kepala Dinsos-PM Soal Program Rantang Kasih

0
Pemberian simbolis program rantang kasih kepada lansia beberapa waktu lalu.

BONTANG – Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Bontang, Bakhtiar Mabe mengklarifikasi soal program ‘Rantang Kasih’ Basri-Najirah yang sempat disorot Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. Andi Faiz sempat menyebut menu rantang kasih  kurang layak bagi lansia dengan kisaran harga Rp 30 ribu per porsi untuk satu orang. Padahal, menurut Andi Faiz, pembiayaan program rantang kasih mencapai Rp 2 miliar.

Bakhtiar Mabe menjelaskan, menu rantang kasih seharga Rp 30 ribu, bukanlah harga dari keseluruhan menu makanan yang disediakan bagi lansia. Melainkan, harga Rp 30 ribu itu, sudah termasuk biaya pengantaran dan honor dari pengantar makanan atau rantang kasih.

Disebutkan, Dinsos-PM mempercayakan kepada kelompok masyarakat (Pokmas) dari tiga kecamatan di Bontang untuk mengelola program itu.

“Jadi ini yang perlu diluruskan, Rp 30 ribu itu bukanlah harga utuh untuk menu makan. Jadi terbagi menjadi beberapa item. Harga makanan kisaran  Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu satu porsi. Dan Rp 10 ribu untuk biaya operasional, pembelian ATK buat laporan dan honor pokmas. Pokmas tidak boleh untung di menu makanan,” paparnya saat dikonfirmasi Jumat (6/5/2022).

Lansia penerima rantang kasih, mendapat jatah makan dua kali dalam satu hari, dan makanan  diantar langsung oleh masing-masing Pokmas di tiap wilayah.

Kemudian terkait pemilihan menu dalam rantang, Pokmas hanya melaksanakan saran dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang. Dimana, Dinkes yang menentukan standar gizi makanan yang diperlukan lansia, seperti memenuhi unsur hewani, nabati dan lainnya. “Setiap hari itu jenis menu makanannya juga berbeda-beda, tidak itu-itu terus,” jelasnya.

Bakhtiar Mabe mengaku sudah melakukan konfirmasi terhadap Pokmas yang dimaksud oleh Ketua DPRD Bontang, sewaktu menunjukkan foto menu rantang kasih yang hanya berisikan telur mata sapi, satu iris buah, satu tempe dan seporsi tumis kacang panjang beserta nasi. Tetapi jawaban dari yang bersangkutan menyatakan itu tidak benar. “Sudah saya tanya tapi tidak ada yang mengaku, tapi nanti saya cari tahu lagi karena ada fotonya ‘kan,” ucapnya.

Bakhtiar Mabe menegaskan jika itu benar maka pihaknya tidak segan memberikan teguran hingga sanksi. Rencananya pekan depan bakal melakukan evaluasi sambil menunggu jadwal kesiapan jadwal Wali Kota Bontang. “Pastinya dirapatkan dulu, kalau tidak bisa mengubah (standar yang ditentukan) ya akan kami ganti (Pokmas). Tapi ‘kan ada yang namanya teguran pertama, kedua dan ketiga,” tutupnya.(ahr)

Habiskan Anggaran Rp 2 Miliar, Menu Rantang Kasih Cuma Nasi, Telur, Tempe, dan Tumis

0
Ini dia penampakan Lauk pauk rantang kasih yang disorot dewan.

BONTANG – Program Rantang Kasih yang digaungkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase dan Hj Najirah kembali disorot DPRD Bontang.

Kali ini datang dari Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam. Ia menyayangkan menu makanan untuk warga lanjut usia (lansia) yang dinilai sangat sederhana.

Pria yang akrab disapa Andi Faiz memperlihatkan menu makanan Program Rantang Kasih hanya berisi nasi putih, telur mata sapi, tempe goreng, tumis kacang panjang dan seiris pepaya.

Menu makanan itu disalurkan di Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, Kamis (5/5/2022). “Alhamdulillah menu spesial di hari yang fitri, Rantang Kasih perlu perbaikan ke depannya. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda evaluasi buat perbaikan pelaksanaan rantang kasih,” sindir Andi Faiz digrup WhatsApp, Kamis (5/5/2022).

Politikus Partai Golkar itu tidak hanya sekali mengkritisi menu dari program rantang kasih. Di awal April 2022 lalu, ia juga mengeluarkan kritikan serupa.

Dia menilai menu makanan dengan anggaran Rp 2 miliar itu tidak sesuai dengan yang diperkirakan. Dengan harga paket makanan senilai Rp 30 ribu per porsi seharusnya penerima manfaat ini bisa mendapatkan makanan yang layak.

“Menu makanan seperti ini buat lansia sangat tidak layak. Buang-buang anggaran dengan biaya besar tapi tidak maksimal,” tandasnya.(ahr)