BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berupaya untuk menghapus praktik titipan atau “orang dalam” (ordal) dalam proses rekrutmen tenaga kerja melalui aplikasi Teman Naker.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris memastikan, seluruh kebutuhan tenaga kerja perusahaan akan dipublikasikan secara terbuka melalui sistem tersebut.
“Tidak ada lagi cerita titipan. Semua kita buka. Kebutuhan perusahaan akan kita tampilkan di aplikasi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sejak November tahun lalu pemerintah telah meminta seluruh perusahaan di Bontang untuk menyerahkan rencana kebutuhan tenaga kerja mereka untuk tahun berjalan. Data tersebut kemudian akan ditampilkan secara transparan di platform digital.
Langkah ini diambil untuk menjawab keresahan masyarakat yang selama ini menilai proses rekrutmen kerap tidak terbuka.
Agus bahkan mengaku telah menghentikan praktik membantu secara personal, dalam memasukkan tenaga kerja ke perusahaan.
Menurutnya, transparansi ini sekaligus menjadi dorongan bagi pencari kerja untuk meningkatkan kemampuan diri, karena persaingan akan berlangsung secara terbuka dan berbasis kompetensi.
“Kalau sudah terbuka, berarti yang dibutuhkan adalah skill. Ini jadi tanggung jawab pemerintah juga untuk menyiapkan pelatihan,” tambahnya.
penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




