SANGATTA – Upaya pencarian terhadap Rifki (22), karyawan PT DSN Group yang dilaporkan hanyut di Sungai Melenyu 2, Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim), masih terus dilakukan. Memasuki hari ketiga pencarian, Selasa (2/6/2026), tim gabungan memperluas area penyisiran hingga ke bagian hilir sungai.
Langkah tersebut dilakukan setelah korban belum berhasil ditemukan selama dua hari operasi pencarian sebelumnya. Tim gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, keamanan perusahaan, penyelam tradisional, dan warga setempat terus menyisir aliran sungai serta memantau sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.
Kapolsek Muara Wahau Iptu Sumartono mengatakan, pencarian pada hari pertama dan kedua telah dilakukan secara maksimal sejak pagi hingga sore hari. Namun derasnya arus sungai menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.
“Pencarian kemarin dilakukan hingga pukul 18.00 WITA. Karena korban belum ditemukan, hari ini tim gabungan kembali melanjutkan penyisiran dengan memperluas area pencarian ke arah hilir sungai,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Dalam operasi tersebut, sebanyak lima personel Polsek Muara Wahau diterjunkan bersama 15 personel keamanan PT DSN Group, empat penyelam tradisional, serta sekitar 10 warga yang turut membantu pencarian.
Selain menggunakan perahu untuk menyusuri aliran sungai, tim juga melakukan pemantauan dari tepian sungai dan memeriksa sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat korban tersangkut akibat terbawa arus.
“Seluruh unsur yang terlibat terus berkoordinasi untuk memaksimalkan pencarian. Namun kami tetap mengedepankan faktor keselamatan personel mengingat kondisi arus sungai yang cukup deras,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Saat itu Rifki bersama tiga rekannya, Arman, Darman, dan Januar, pergi ke Sungai Melenyu 2 untuk berekreasi.
Mereka menghabiskan waktu di lokasi tersebut sambil beristirahat dan menikmati bekal yang dibawa. Menjelang sore sekitar pukul 16.40 WITA, keempatnya berenang menyeberangi sungai menuju daratan di seberang.
Setelah berhasil mencapai seberang, mereka sempat beristirahat karena kelelahan akibat kuatnya arus sungai. Namun sekitar pukul 17.00 WITA, Rifki bersama dua rekannya kembali berenang menuju lokasi tenda yang berada di sisi awal sungai.
Saat berada di tengah sungai, Rifki diduga mulai kehabisan tenaga dan tidak mampu melawan derasnya arus. Korban kemudian terbawa aliran sungai hingga hilang dari pandangan.
Rekan-rekannya yang juga dalam kondisi lelah tidak dapat memberikan pertolongan. Mereka sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Laporan kemudian disampaikan kepada pihak berwenang dan operasi pencarian segera dilakukan. Hingga hari ketiga, tim gabungan masih terus berupaya menemukan korban.
Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, istri korban, Musdalifah, bersama sejumlah anggota keluarga diketahui tetap bertahan di sekitar posko pencarian. Mereka menunggu kabar terbaru sambil berharap Rifki segera ditemukan.
“Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga korban segera ditemukan. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika berenang atau beraktivitas di sungai yang memiliki arus deras,” pungkas Sumartono.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




