spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pengukuran Keberhasilan Program Wolbachia 2 Tahun Mendatang

BONTANG – Hasil pengukuran keberhasilan Program Nyamuk Wolbachia akan dilakukan sekira 2 tahun mendatang. Pasca launching tanggal 5 September 2023 lalu, saat ini program wolbachia masih dalam proses pengaplikasian.

Hal itu diungkapkan oleh Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Adi Permana beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, program ini nantinya akan seperti di wilayah Jogja yang sudah berhasil menerapkan wolbachia. Saat ini di Jogja populasi nyamuk wolbachia hampir 100 persen. Karenanya kasus DBD di daerah isitimewa tersebut menurun drastis.

Nantinya di Bontang, setelah dievaluasi jika nyamuk wolbachia sudah sekira 60 persen, maka program ini akan berjalan dengan sendirinya. Nyamuk Wolbachia yang ada akan terus beranak pinak.

“Nanti kita ukur sekira 2 tahunan lagi. Berhasil atau tidaknya program ini di Bontang. Kalau bisa di angka 100 persen, maka tidak ada lagi yang menularkan Demam Berdarah Dengue (DBD),” ungkapnya.

Ditambahkannya. Kalau populasi Nyamuk Wolbachia bisa menyentuh angka 100 persen, maka populasi Nyamuk Aedes Aegpty akan habis. Lantaran nyamuk-nyamuk wolbachia ini akan mengawani nyamuk aedes aegpty, dan anak keturunan yang dihasilkan adalah nyamuk wolbachia yang tidak bisa menularkan DBD.

Baca Juga:   Penyusunan Rencana Tenaga Kerja, Inovasi Pemecahan Masalah Pengangguran di Bontang

“Tidak akan ada lagi DBD di Bontang. Kecuali kalau ada orang dari luar Bontang datang. Tapi itu pun hanya yang bersangkutan yang akan sakit, tidak dapat menularkan ke orang lain, karena nyamuk aedes aegpty sudah tidak ada lagi,” pungkasnya. (al)

Most Popular