SANGATTA – Setelah sempat vakum, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersiap bangkit. Organisasi yang menjadi wadah pelaku industri perhotelan dan restoran ini resmi membuka pendaftaran calon ketua untuk periode 2026–2031.
Langkah awal kebangkitan tersebut ditandai melalui pertemuan pelaku usaha hotel dan restoran yang digelar pada Senin, 13 April 2026, di Hotel Royal Victoria Sangatta. Sebanyak 25 peserta hadir, terdiri dari pemilik, pengelola, dan perwakilan dari 15 usaha hotel dan restoran di Sangatta.
Mewakili Dinas Pariwisata Kutim, Pejabat Fungsional Bidang Pemasaran, Aji Nurhidayat, membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa PHRI memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.
“PHRI Kutai Timur merupakan wadah strategis untuk memajukan industri perhotelan dan restoran serta menjadi mitra pemerintah daerah dalam pembangunan sektor pariwisata,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan PHRI akan memperluas jaringan pelaku usaha sekaligus membuka peluang baru bagi perkembangan industri pariwisata di Kutim.
Dalam pertemuan tersebut, peserta juga menetapkan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC). Selain itu, disampaikan kembali mekanisme pendaftaran keanggotaan serta rencana pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PHRI Kutim yang akan digelar dalam waktu dekat.
Askhar Muzakkar, yang mewakili Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kutim sekaligus Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Kutai Timur, menegaskan bahwa PHRI merupakan salah satu pilar utama dalam pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Hotel dan restoran di Kutai Timur harus kembali bangkit dan bersinergi dengan pemerintah untuk memajukan daerah,” katanya.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Cing Cing Wahyuni selaku General Manager Hotel Royal Victoria. Selain menjadi forum konsolidasi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum untuk mengaktifkan kembali PHRI Kutim yang sempat vakum.
Sebagai informasi, pada periode sebelumnya PHRI BPC Kutim dipimpin oleh almarhumah Suarni, General Manager Hotel Royal Victoria, dengan masa jabatan yang berakhir pada Desember 2024.
Muscab mendatang diharapkan melahirkan nahkoda baru yang mampu memperkuat sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah. Kebangkitan PHRI Kutim pun diharapkan menjadi angin segar bagi geliat pariwisata dan pertumbuhan ekonomi di Kutim.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




