BONTANG – Polres Bontang mengungkap penyebab keributan yang terjadi pasca kasus dugaan pencurian mangga hingga pelaku meninggal, di Jalan KS Tubun, Gang Bersama 7, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.
Polisi menyebutkan, kesalahpahaman dipicu oleh cerita yang disampaikan dari MT, rekan almarhum saat berniat mencuri mangga, kepada pihak keluarga.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Bontang, Ipda Markus Sihotang mengatakan, bahwa keterangan yang disampaikan MT, dinilai sangat berlebihan sehingga memancing emosi keluarga almarhum. Dampaknya, terjadi aksi perusakan di halaman rumah pemilik pohon mangga, hingga penebangan pohon yang menjadi lokasi kejadian.
“Jadi dia menyampaikan cerita agak berlebihan, sehingga keluarga korban merasa keberatan. Untuk penebangan pohon, mereka sudah termakan omongan rekannya ini, maka mereka datang dengan tujuan melakukan penebangan pohon,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi memastikan tidak ada aksi kekerasan terhadap almarhum yang terjatuh dari pohon mangga. Almarhum murni jatuh sendiri dan sempat dibantu warga sekitar, untuk dibawa ke rumah sakit.
Namun di sisi lain, insiden lanjutan justru menimpa pemilik CCTV yang menjadi korban pengeroyokan. Polisi menyebut, korban pemilik CCTV mengalami luka cukup serius, dimana retak tulang rusuk serta luka di bagian wajah dan kepala. Saat ini korban masih menjalani rawat jalan.
“Pemilik pohon tidak mengalami kekerasan. Tapi pemilik CCTV mengalami retak tulang rusuk dan luka di bagian wajah serta kepalanya,” jelasnya.
Terkait proses hukum, Iptu Markus menyampaikan hasil pemeriksaan medis masih menunggu penyelesaian dari dua dokter yang berbeda, meliputi satu dokter dari RS Amalia dan satu dokter lagi dari RSUD Taman Husada Bontang.
“Satunya sudah selesai penyelidikan, tinggal satu dokter lagi yang tinggal kita mau lakukan pemeriksaan. Setelah itu dua laporan ini akan kami selesaikan, maka nantinya kami akan lakukan press rilis,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




