BONTANG — Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat pengawasan lingkungan berbasis teknologi. Melalui program “Mata Bontang”, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) akan menambah puluhan kamera pengawas di berbagai titik strategis guna meningkatkan rasa aman sekaligus mendukung ketertiban lingkungan.
Kepala Diskominfo Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pihaknya akan memasang 55 unit CCTV tambahan. Pemasangan tersebut ditargetkan rampung pada April hingga Mei 2026.
“Sebelumnya kami sudah memasang 11 CCTV. Tahun ini ditambah 55 unit lagi, sehingga total seluruhnya menjadi 66 CCTV yang terpasang di sejumlah titik,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, kamera pengawas tersebut ditempatkan di wilayah-wilayah yang dinilai rawan dan strategis, seperti kawasan kelurahan maupun lingkungan RT. Keberadaan CCTV diharapkan dapat membantu pemerintah memantau kondisi lingkungan secara real time serta menjadi sarana pencegahan berbagai potensi gangguan keamanan.
“Dengan CCTV ini, kami bisa memantau langsung kondisi di lapangan, baik terkait keamanan maupun aktivitas masyarakat di lingkungan sekitar,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa pemasangan CCTV merupakan langkah penting untuk mempercepat respons pemerintah terhadap berbagai kejadian di lapangan.
Menurutnya, kamera pengawas tidak hanya berfungsi untuk mendeteksi tindak kriminal, tetapi juga mendukung penegakan aturan daerah, termasuk pengawasan kebersihan lingkungan.
“Lewat CCTV, kita bisa segera mengetahui jika ada aktivitas mencurigakan atau pelanggaran. Termasuk memantau apakah masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Jika terbukti, tentu bisa dikenakan sanksi,” tegasnya.
Ia menambahkan, efektivitas CCTV telah terbukti dalam beberapa kasus sebelumnya, salah satunya insiden hilangnya besi penutup parit yang berhasil teridentifikasi melalui rekaman kamera pengawas.
“Beberapa kejadian kemarin, termasuk hilangnya besi parit, itu terekam jelas oleh CCTV. Ini membuktikan pengawasan berbasis teknologi sangat membantu,” pungkasnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Agus S




