BONTANG – Tingginya kebutuhan hunian sewa yang terjangkau di Kota Bontang, membuat permintaan terhadap Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) terus meningkat. Kondisi ini berdampak pada membludaknya daftar tunggu calon penghuni, terutama di Rusunawa Api-Api dan Rusunawa Loktuan yang saat ini sudah terisi penuh.
Masyarakat yang mendaftar untuk menempati kedua Rusunawa tersebut, tidak lagi bisa langsung memperoleh unit yang diinginkan. Mereka harus masuk dalam daftar antrean dan menunggu hingga ada kamar yang kosong.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) Kota Bontang, Usman, mengatakan bahwa untuk antrean bagi calon penghuni di Rusunawa Api-Api dan Loktuan, saat ini tergolong mengalami daftar yang cukup panjang.
“Rusunawa Api-Api dan Loktuan daftar antrean penghuninya terbilang cukup panjang. Tidak bisa apabila daftar langsung dapat unit,” ujar Usman, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap kedua Rusunawa tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Selain berada di lokasi yang strategis, akses menuju kawasan tersebut juga dinilai lebih mudah.
Ditambah lagi, untuk tarif sewa yang ditawarkan relatif terjangkau, sehingga menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak dengan biaya yang lebih ringan.
Usman menjelaskan, hampir seluruh unit yang tersedia di Rusunawa Api-Api dan Loktuan saat ini telah ditempati penghuni. Tingkat keterisian yang mencapai hampir 100 persen membuat calon penyewa, harus bersabar menunggu giliran.
“Semuanya di kedua Rusunawa itu termasuk penuh atau full. Jadi kalau mau menempati unit tidak bisa langsung dapat,” katanya.
Di tengah tingginya permintaan tersebut, Perkim Bontang juga menghadapi tantangan lain berupa sejumlah unit yang belum bisa dimanfaatkan, karena mengalami kerusakan. Unit-unit tersebut masih menunggu proses perbaikan, sehingga belum dapat ditempati oleh calon penghuni yang sudah masuk dalam daftar tunggu.
“Tetapi ada juga beberapa unit yang rusak dan belum kami perbaiki. Jadi selain penuh, ada sebagian yang masih rusak,” tambahnya.
Kondisi berbeda terjadi di Rusunawa Guntung. Tingkat permintaan hunian di kawasan tersebut masih lebih rendah dibandingkan Rusunawa Api-Api dan Loktuan. Akibatnya, antrean calon penghuni di Rusunawa Guntung tidak sebanyak dua lokasi lainnya.
Usman menilai salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya minat masyarakat terhadap Rusunawa Guntung adalah, letaknya yang dianggap cukup jauh dari pusat aktivitas warga. Faktor kedekatan dengan tempat kerja, fasilitas umum, serta akses transportasi menjadi pertimbangan utama masyarakat saat memilih hunian sewa.
Melihat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian vertikal, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus melakukan pemantauan terhadap tingkat keterisian Rusunawa, sekaligus mengevaluasi kebutuhan penambahan unit di masa mendatang.
Selain itu, perbaikan terhadap unit-unit yang mengalami kerusakan juga menjadi salah satu langkah yang diharapkan dapat membantu mengurangi panjangnya daftar tunggu calon penghuni.
Dengan kondisi saat ini, Rusunawa masih menjadi solusi hunian favorit bagi masyarakat Bontang, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah yang membutuhkan tempat tinggal dengan biaya sewa yang terjangkau dan fasilitas yang memadai.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




