Lurah Loktuan Dorong Pemanfaatan Lahan Eks Kelsri untuk Relokasi Pedagang

BONTANG – Kelurahan Loktuan tengah mengupayakan pemanfaatan lahan eks Kelsri, agar bisa menjadi lokasi relokasi pedagang yang saat ini berjualan di tepi jalan.

Lurah Loktuan, Supriadi, menyebut lahan tersebut sudah lama tidak terawat dan sempat mengalami kebakaran pada Ramadan lalu.

“Lahan eks Kelsri ini kondisinya memang tidak terawat, bahkan sempat terbakar saat Ramadan kemarin. Karena itu kami sudah bersurat ke pihak Maybank selaku pemilik aset, untuk meminjamkan lahan tersebut. Harapannya, pedagang bisa dipindahkan ke sana agar lebih tertata,” ungkap Supriadi.

Menurutnya, jika lahan itu bisa dimanfaatkan, maka pengelolaan kebersihan akan diserahkan kepada para pedagang. Selain untuk relokasi, lahan tersebut juga berpotensi dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau alun-alun kecil yang tetap bisa dipakai pedagang pada pagi hingga siang hari.

“Warga kita sudah ada yang mengusulkan, agar lahan ini difungsikan sebagai alun-alun. Jadi, selain jadi tempat relokasi pedagang, juga bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang terbuka. Apalagi pagi hari kawasan itu cukup padat oleh aktivitas warga yang berangkat kerja,” jelasnya.

Baca Juga:  Futsal Antar Kelurahan Resmi Dibuka, Wawali Tekankan Pentingnya Semangat Berolahraga

Supriadi menambahkan, pihaknya juga telah membawa Anggota DPRD Bontang Komisi III meninjau langsung lokasi tersebut setelah Ramadan lalu. Namun hingga kini, pihak Maybank belum memberikan jawaban resmi terkait permohonan peminjaman lahan.

“Saya sudah telepon kembali minggu lalu, katanya masih dievaluasi pimpinan mereka. Saya minta apapun keputusannya segera dibalas, supaya kami bisa menentukan langkah berikutnya. Kalau ditolak, tentu kami akan lanjutkan proses penertiban pedagang dengan SP2,” tegasnya.

Ia menekankan, jika penataan pedagang tidak segera dilakukan, dikhawatirkan jumlahnya semakin menjamur.

“Sekarang saja sebagian sudah mengurangi bangunan permanen jadi bongkar pasang. Tapi kalau terus dibiarkan, kondisinya bisa seperti di KS Tubun, makin padat dan sulit ditertibkan,” pungkasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.