Mengulik Kisah Nasir, Jamaah Umrah Bontang di Tengah Perang AS-Israel Vs Iran: Belum Bisa Pulang, Harga Tiket Tembus Rp 40 Juta

BONTANG – Perang antara Amerika – Israel versus Iran membuat situasi di Timur Tengah kian memanas. Kondisi ini memaksa sejumlah bandara ditutup dan penerbangan ke/dari Timur Tengah dibatalkan, akibatnya ribuan jamaah umrah asal Indonesia pun terancam tak bisa pulang ke Tanah Air.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) yang dikutip dari CNBCIndonesia.com, saat ini tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.

Tak ayal, jamaah umrah asal Bontang pun ikut terdampak dalam situasi ini. Salahsatunya Muhammad Nasir. Nasir sapaan akrabnya menceritakan kondisi terkini di tanah suci Makkah kepada pewarta RadarBontang.com, Senin (2/3/2026).

Dijelaskan Nasir, dia dan keluarga yang beranggotakan 6 orang sedang melaksanakan umrah jalur mandiri. Rencana awal berangkat tanggal 17 Februari 2026 dan kembali ke Indonesia tanggal 03 Maret 2026.

Namun karena situasi memanas ini ia dan keluarga harus mengurungkan jadwal kepulangan, lantaran maskapai penerbangan yang sudah dibooking sejak awal untuk kepulangan membatalkan penerbangan. “Sabtu (28/2/2026) bada subuh kami sudah dengar info perang itu, tapi kami anggap biasa. Mendekati zuhur kami dapat info pembatalan dari pihak Singapore Airlines,” ujarnya.

Baca Juga:  BKPSDM Gelar Pemusnahan Arsip Tahap II 2025

Dengan eskalasi yang memanas itu, menurutnya situasi di tanah suci aman-aman saja. Warga sekitar pun tidak terlihat kepanikan. Tidak juga terlihat rudal-rudal beterbangan seperti yang berseliweran di media sosial. Kepanikan justru tampak dari jamaah umrah asal Indonesia. Beberapa jamaah asal Indonesia yang ditemui Nasir gelisah lantaran kepulangan harus tertunda. “Ada 2 keluarga saya temui, walaupun penerbangan dibatalkan tapi tetap berangkat ke bandara di Jeddah. Tapi saya gak tau bagaimana infonya sekarang,” ungkapnya.

Usai pembatalan itu karyawan PT Pupuk Kaltim ini berupaya untuk merefund tiket, lantaran tak ada kejelasan dari pihak maskapai sampai kapan. Ia sekeluarga kemudian melakukan war tiket, karena masih ada beberapa maskapai yang tetap terbang ke Indonesia seperti Saudi airlines, Garuda Indonesia dan Lion Air Group, dan penerbangan transit, Oman Air. “Setelah mendapatkan info cancelled, kami war tiket. Harga mulai naik, yang awalnya Jeddah-Jakarta dikisaran Rp 4.7 juta jadi naik ke Rp 28 juta. Terakhir ada kami liat di OTA mencapai Rp 40 jutaan,” keluhnya.

Baca Juga:  Usai Beras Giliran Harga Minyak Ikut Merangkak Naik

Tak menyerah, ia terus mencari. Sekali dapat tiket harga normal di tanggal 10 Maret via Garuda Airlines, namun ia belum berani langsung issued karena masih takut terkena canceled lagi. “Qadarullah pas kami mau issued harga sudah naik 2 kali lipatnya dari harga awal,” katanya.

Upaya itu membuahkan hasil. Tiket kepulangan berhasil digenggam tepat di tanggal 13 Maret dengan harga normal. Namun hal itu belum menenangkan dirinya. Lantaran tanggal 3 Maret mereka harus cek out dari hotel. “Sambil menunggu tanggal pulang, kami masih bingung ini nyari penginapan, karena kami harus cek out tanggal 3. Sementara harga hotel yang dekat-dekat masjidil haram mendekati akhir Ramadan juga naik dari harga normal biasanya,” bebernya.

Bahkan hingga tulisan ini dinaikkan, Nasir sekeluarga belum dapat kepastian tempat menginap. “Ada kami dapat info teman, cuman jaraknya jauh dari Masjidil Haram, dan ada tersedia 1 kamar, sementara kami butuh 2 kamar (kami rombongan keluarga ber 6),” pungkasnya.

Seperti diketahui, saling serang antara Amerika-Israel melawan Iran pada Sabtu (28/2) masih berlangsung hingga kini. Bahkan dikabarkan hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei. Iran balas menyerang, tak hanya ke Israel tapi juga negara-negara yang menampung pangkalan militer AS, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar.

Baca Juga:  Setujui Hibah Lahan Pembangunan Gudang Bulog, Ketua DPRD: Tak Hanya Beras, Semua Bahan Pokok Siap Ditampung

Situasi mencekam akibat saling serang di Timur Tengah membuat sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke wilayah tersebut.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.