Pengurus PWI Bontang 2026–2029 Resmi Dilantik

BONTANG – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang masa bakti 2026–2029, resmi dilantik di Auditorium Taman Tiga Dimensi, Sabtu (2/5/2026).

Mengusung tema “Wartawan Profesional, Pers Berintegritas,” kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda.

Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari Konferensi PWI Bontang yang berlangsung pada 12 Februari 2026 lalu, sekaligus merujuk pada Surat Keputusan PWI Provinsi Kalimantan Timur Nomor 49/PWI-KT/KEP/III/2026 tentang pengesahan kepengurusan baru.

Muhammad Kusnadi, Ketua PWI Bontang, menggantikan Suriadi Said yang telah menuntaskan dua periode kepemimpinannya. Dalam menjalankan roda organisasi, Kusnadi didampingi Sekretaris Qadile Fachruddin S dan Bendahara Dahlia, serta jajaran pengurus bidang lainnya.

Kusnadi menegaskan pentingnya peran wartawan, sebagai penjaga kebenaran di tengah derasnya arus informasi yang tidak terverifikasi atau hoaks. Ia menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sumber daya insan pers, melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan berbagai program pelatihan berkelanjutan.

“PWI harus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga independensi dan kepercayaan publik. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus akurat dan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.

Baca Juga:  Hingga September 2025, Bea Cukai Bontang Catat Penerimaan 273 Persen dari Target Rp 124.7 Miliar

Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Timur, Abdurrahman Amin, yang secara langsung melantik kepengurusan baru, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kebenaran fakta dan etika dalam pemberitaan. Ia menilai pers memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pembangunan melalui karya jurnalistik yang konstruktif dan mencerahkan.

“Tidak hanya mengejar fakta, tetapi juga menjunjung tinggi kebijaksanaan agar berita yang dihasilkan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Neni Moerniaeni turut menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya kepada kepengurusan baru PWI Bontang. Ia menekankan bahwa pers merupakan mitra strategis pemerintah, sekaligus pilar penting dalam menjaga demokrasi yang sehat.

“Pers berperan besar dalam menyampaikan informasi yang akurat, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta mengawal jalannya pembangunan daerah,” ucapnya.

Lebih lanjut, Neni mendorong seluruh insan pers untuk memiliki sertifikasi UKW, guna menjamin profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik. Ia juga mengajak wartawan untuk menjaga stabilitas daerah, terutama dalam menghadapi berbagai isu sensitif dan dinamika politik yang berkembang.

“Bangun sinergi yang sehat. Kritik harus tetap konstruktif dan informasi yang disampaikan harus memberi nilai edukatif. Jangan sampai hoaks atau sensasi merusak kepercayaan publik. Pers harus menjadi penuntun opini yang bijaksana bagi masyarakat Bontang,” pesannya.

Baca Juga:  Wali Kota Bontang Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Jalan KS Tubun

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran pers di Kota Bontang dalam menjaga integritas, profesionalisme, serta kepercayaan publik di tengah dinamika informasi yang terus berkembang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.