Batik Pewarna Mangrove dari Mentawir Dilirik Otorita IKN

NUSANTARA — Kelurahan Mentawir kini bukan hanya dikenal lewat kopi dan sirup mangrovenya. Warga setempat mulai mengembangkan produk batik berbahan pewarna alami dari buah mangrove yang kini mendapat perhatian langsung dari Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Dalam agenda penyerahan Surat Keputusan Pengakuan Kearifan Lokal di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki bahkan meminta jajaran Otorita IKN menjadikan batik Mentawir sebagai cinderamata resmi dalam berbagai kegiatan jamuan tamu.

Produk batik tersebut diperkenalkan saat penyerahan Surat Keputusan Kepala Otorita IKN Nomor 84 Tahun 2026 tentang Pengakuan dan Pelindungan Kearifan Lokal Masyarakat Adat Paser di Mentawir yang berlangsung di Gedung Kemenko 3 Tower 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Basuki secara langsung meminta agar produk lokal Mentawir digunakan dalam seremoni pertukaran cinderamata resmi Otorita IKN.

“Buat apa itu, e, angsul-angsul dari Otorita. Daripada beli di tempat lain (kain batik), kita ambil dari Mentawir, ya Bu,” ujar Basuki sambil menoleh ke Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Savitri.

Baca Juga:  OIKN Pastikan Belum Ada Penarikan Tarif Sewa Tenant di Kawasan IKN

Batik tersebut diproduksi warga Mentawir yang tergabung dalam kelompok Bawe Regok Mentawir. Kelompok ini mengembangkan berbagai produk kain seperti ecoprint, shibori hingga batik tulis dengan pewarna alami berbahan mangrove.

Sekretaris Kelompok Bawe Regok Mentawir, Dewi, menjelaskan proses produksi kain dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu cukup panjang, terutama untuk batik tulis.

“Kalau untuk ecoprint sekali produksi bisa enam sampai sepuluh kain. Kalau shibori sekitar enam kain. Tapi untuk batik tulis pewarna alami bisa sampai satu minggu pengerjaannya,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Produk-produk tersebut kini mulai dipasarkan dengan harga berkisar Rp300 ribu hingga Rp600 ribu per kain, tergantung jenis dan tingkat kerumitan pengerjaan.

Dalam acara penyerahan SK kearifan lokal tersebut, syal shibori produksi Bawe Regok Mentawir turut diberikan kepada sejumlah tamu dan pejabat yang hadir. Produk tersebut disebut mendapat respons positif sekaligus menjadi simbol penguatan produk lokal masyarakat sekitar IKN.

Kehadiran batik Mentawir di forum resmi Otorita IKN dinilai menjadi peluang besar bagi pengembangan UMKM lokal sekaligus penguatan identitas budaya masyarakat adat di kawasan penyangga ibu kota baru. (MK)

Baca Juga:  Banjir Kepung Sepaku, 60 Rumah di Suka Raja Terisolir, Warga Desak Normalisasi Sungai

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.