BONTANG — Tangga yang biasanya berfungsi untuk naik ke lantai teratas Gedung Depo Arsip, Minggu (26/6/2026) beralih fungsi. Tangga dari baja yang berada tepat di sisi luar gedung dan bersebelahan dengan Gedung Perpustakaan Daerah (perpusda) Bontang itu, dipakai untuk berlatih bekerja di ketinggian.
Sekira pukul 10.30 wita, di tengah teriknya matahari di area bawah tangga tampak berjejer Alat Pelindung Diri (APD), body harness, dan beragam alat keselamatan diri. Tali-temali bergelantungan. Satu per satu pria-pria dewasa itu terlihat belajar mengenakan full body harness, helm keselamatan dengan dibimbing instruktur sebelum mulai menaiki tali.

Sebagian lainnya terlihat bergelantungan. Naik ke atas lalu turun lagi. Sembari mencoba-coba berlatih menggunakan alat-alat keselamatan yang telah terpasang lengkap di badan mereka.
Para pria itu rupanya mengikuti pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ketinggian dengan skema Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK), yang diadakan Prosyd Akademi bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Bontang. Diikuti 31 peserta yang seluruhnya berasal dari Kota Bontang.
Kegiatan ini berlangsung selama 8 hari. Rinciannya, 7 hari untuk materi teori dan praktik, serta 1 hari untuk ujian atau asesmen yang dilaksanakan langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Perwakilan Prosyd Kota Bontang, Syahril, mengatakan pelatihan ini bertujuan mencetak tenaga kerja lokal yang memiliki keahlian khusus dan lisensi untuk bekerja di tempat tinggi dengan sistem akses tali.
“Selama ini setiap ada pekerjaan di ketinggian, kebanyakan pekerjanya didatangkan dari luar Bontang. Di Bontang sendiri masih jarang tenaga kerja yang memiliki kompetensi ini dan memiliki sertifikasi kompetensinya,” ujar Syahril.
Menurutnya, ketersediaan tenaga kerja bersertifikat TKPK sangat dibutuhkan untuk mendukung proyek-proyek di Bontang yang berkaitan dengan pekerjaan di ketinggian.
“Target kami semua peserta memiliki skill dan kompetensi di bidang TKPK. Sehingga nanti ketika ada pekerjaan di Bontang yang membutuhkan skill di ketinggian, kita sudah punya tenaga kerja yang memiliki skill itu dan bersertifikasi,” jelasnya.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, peserta akan mendapatkan pengetahuan teknis K3 ketinggian serta 2 sertifikat. Sertifikat pertama berupa sertifikat pembinaan dari Prosyd Akademi, dan sertifikat kedua adalah sertifikat kompetensi dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Dengan adanya 31 tenaga kerja baru bersertifikat ini, diharapkan ketergantungan terhadap tenaga kerja luar untuk pekerjaan di ketinggian di Bontang dapat berkurang, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat lokal.
Penulis/editor: Yusva Alam




