BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mempercepat realisasi pembangunan Sekolah Rakyat, sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat dari kelompok Desil 1 dan 2. Proyek strategis ini ditargetkan rampung, sehingga dapat mulai beroperasi tepatnya di tahun ajaran baru mendatang.
Pemkot Bontang telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih delapan hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Sehingga dari luas itu, ada sekitar 1,5 hektare yang masih memerlukan pekerjaan perataan tanah, sebelum memasuki tahap konstruksi.
“Untuk mempercepat prosesnya, kami akan menggandeng sektor swasta melalui dukungan alat berat beserta operatornya. Sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan, perusahaan mitra meminta kelengkapan peta lokasi dan data topografi yang akurat,” ucapnya saat peninjauan, Senin (27/7/2026).
Selain itu, Agus Haris juga menegaskan bahwa pemerintah daerah siap bergerak cepat, selama tahapan pekerjaan dan persyaratannya harus dipenuhi secara jelas.
“Pastinya kami memerlukan kejelasan dari tahapan dan alurnya. Kalau kami tahu langkah demi langkah yang harus dipenuhi seperti apa, kami bisa langsung bergerak dan mempercepat pembangunannya,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Bontang, Suratmi, menjelaskan bahwa Detail Engineering Design (DED) beserta standar harga, telah diserahkan kepada pemerintah pusat. Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) resmi dari kementerian terkait sebagai dasar pelaksanaan tahapan berikutnya.
“Untuk persiapan lelang kami sudah ditargetkan bakal dimulai minggu kedua di Agustus ini. Selanjutnya, proses lelang terbuka dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang,” ungkapnya.
Adapun pembangunan fisik Sekolah Rakyat diproyeksikan berlangsung selama delapan bulan. Untuk memastikan target tersebut tercapai, Pemkot Bontang akan segera mengirimkan surat resmi kepada perusahaan mitra serta menggelar rapat koordinasi lanjutan.
“Gunanya untuk bisa memastikan seluruh persyaratan administrasi maupun teknis terpenuhi, sehingga proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




