BONTANG – Ketua Komisi A DPRD Bontang Heri Keswanto mendorong penyaluran insentif sekolah swasta berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Ia menyebut tidak semua sekolah swasta sama. Sebagian sudah mampu berdiri sendiri, sebagian lain “setengah mati” bertahan karena keterbatasan anggaran.
Dengan dihapuskannya status sekolah unggulan, Heri meminta pemerintah tidak lagi menyamaratakan bantuan. Prioritas harus diberikan kepada sekolah yang benar-benar membutuhkan.
“Kita harus adil. Bantuan diprioritaskan ke sekolah yang kurang mampu, supaya layanan pendidikan tetap jalan dan kualitasnya merata,” jelasnya.
Komisi A berharap pemetaan segera dilakukan agar tidak ada sekolah yang tertinggal. (Sya/adv)
Editor: Yusva Alam




