BONTANG – Komisi A DPRD Kota Bontang akan menindaklanjuti berbagai persoalan sarana dan prasarana asrama mahasiswa di luar daerah, dengan membentuk tim kajian bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Langkah itu menjadi salah satu hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB).
Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto mengatakan tim tersebut akan melakukan kajian sekaligus survei terhadap kondisi asrama, termasuk menilai kelayakan fasilitas maupun lokasi asrama yang digunakan mahasiswa.
“HMB dan Kesra menunjuk tim kajian atau survei terkait masalah asrama ini, termasuk peletakannya. Silakan dikoordinasikan secara teknis dengan Kesra, supaya tidak ada lagi miskomunikasi,” ujarnya.
Selain itu, DPRD juga mendorong HMB Pusat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam penyampaian informasi beasiswa kepada mahasiswa Bontang. HMB juga diminta menjadi leading sector komunikasi terkait pelaksanaan magang maupun Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan Disnaker dan perusahaan di Kota Bontang.
Menurutnya, DPRD juga akan mengawal usulan terkait pemenuhan sarana prasarana asrama, termasuk mekanisme hibah serta kemungkinan penyusunan regulasi yang dapat membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa, untuk memperoleh akses magang di perusahaan.
Ia meminta mahasiswa aktif menjalin komunikasi dengan OPD, bukan hanya melalui telepon, tetapi datang langsung untuk berdiskusi agar setiap persoalan dapat dicarikan solusi bersama, meski pemerintah sedang menghadapi keterbatasan fiskal.
Dalam RDP tersebut, berbagai aspirasi juga disampaikan mahasiswa. Mereka mengeluhkan kualitas sejumlah fasilitas asrama yang dinilai kurang baik, seperti kipas angin yang rusak meski belum digunakan, hingga kondisi lemari yang sudah tidak layak pakai.
Mahasiswa juga meminta pemerintah lebih mengutamakan kualitas barang saat pengadaan, melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap kondisi asrama, serta menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan asrama, agar seluruh asrama mahasiswa Bontang memiliki standar pelayanan yang sama. (Sya/adv)
Editor: Yusva Alam




