Pemkot Bontang Tegaskan Investigasi Masih Berjalan Selidiki Kasus 24 Siswa Sakit Usai MBG

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meminta masyarakat tidak khawatir menyusul laporan 24 siswa dari tiga sekolah mengalami mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, Pemerintah Kota Bontang bersama pihak terkait telah bergerak cepat melakukan penanganan serta investigasi.

Ia menjelaskan begitu laporan diterima, Dinas Kesehatan bersama Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) langsung melakukan uji terhadap sampel makanan yang telah disimpan oleh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Sesuai prosedur, setiap menu MBG yang didistribusikan selalu disisihkan satu porsi sebagai sampel,” pungkasnya.

Meski demikian, ia memastikan seluruh siswa yang sempat mengalami keluhan kini telah membaik dan tidak ada yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Yang jelas semuanya sudah sehat, tidak sampai ada yang dirawat inap,” katanya.

Pengelolaan SPPG juga telah menjalankan prosedur operasional sesuai ketentuan. Mulai dari penggunaan alat pelindung diri, pengolahan makanan oleh tenaga ahli gizi, hingga pengaturan distribusi makanan telah dilakukan mengikuti standar yang ditetapkan.

Baca Juga:  Pemkot Diminta Segera Ambil Tindakan Cegah Perundungan

Karena itu, menurutnya, masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab insiden tersebut. Ia tidak menutup kemungkinan terdapat faktor lain, termasuk kondisi kesehatan masing-masing penerima makanan.

“Mungkin saja ada kontaminasi yang tidak kita inginkan, atau bisa juga kondisi fisik penerima memang sedang tidak fit. Faktornya bisa banyak, jadi kita tunggu hasil pemeriksaannya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, setiap kali terjadi insiden, pemerintah langsung menerjunkan tim surveilans dari Dinas Kesehatan untuk melakukan penelusuran dan pengawasan di lapangan.

“Saya harap masyarakat tidak khawatir. Pemerintah akan terus hadir mendampingi para mitra dan pelaksana MBG.Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, terdapat laporan siswa SDN 012 Bontang Selatan dan sejumlah sekolah lainnya mengalami mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu (5/8/2026). Total siswa terdampak sekitar 24 siswa.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.