Mengapa Harus Jauh?

ADA satu pertanyaan yang belakangan ini sering muncul di kepala saya. Mengapa harus jauh?

Mengapa harus terbang ke luar negeri untuk mencari pantai yang indah? Mengapa harus ke kota lain untuk menikmati festival, mencoba kuliner, atau menginap di hotel yang nyaman? Padahal, banyak jawabannya justru ada di Kalimantan Timur (Kaltim).

Mungkin karena kita terlalu dekat. Terlalu sering melihatnya, sehingga lupa bahwa banyak orang dari luar justru ingin datang ke sini.

Lewat edisi perdana Weekend ini, kami ingin mengajak pembaca melihat Kaltim dari sudut yang berbeda. Bukan dari berita politik dan bukan pula dari angka-angka investasi. Tetapi dari tempat-tempat yang bisa dinikmati bersama keluarga, sahabat, maupun orang-orang terdekat.

Di halaman-halaman berikutnya, ada Wedding Festival Week yang memperlihatkan geliat industri kreatif. Ada Pulau Segajah di Bontang yang muncul dan menghilang mengikuti pasang surut air laut. Ada Batoq Tenevang di Mahakam Ulu yang menyimpan perpaduan alam dan budaya Dayak. Ada sensasi menikmati Sungai Mahakam dengan jetski listrik. Ada pula cerita tentang industri perhotelan yang terus berbenah menyambut semakin banyaknya kunjungan ke Kaltim.

Baca Juga:  CNN, Istana, dan Kebebasan Pers yang Terancam

Semuanya menunjukkan bahwa Kaltim punya banyak hal menarik untuk dinikmati.

Pariwisata hari ini bukan lagi sekadar soal destinasi. Hotel, restoran, kafe, pelaku UMKM, fotografer, event organizer, transportasi, hingga komunitas kreatif saling terhubung. Ketika wisatawan datang, bukan hanya tempat wisata yang mendapat manfaat. Banyak usaha lain ikut bergerak.

Karena itu, Weekend kami hadirkan untuk menceritakan sisi lain Kaltim. Cerita tentang wisata, kuliner, hotel, event, industri kreatif, dan banyak hal menarik lainnya yang mungkin selama ini belum banyak kita ketahui.

Saya ingin Weekend juga membuat kita lebih tertarik menikmati akhir pekan di daerah sendiri. Datang ke destinasi lokal. Mencoba kulinernya. Menginap di hotelnya. Menghadiri event yang digelar. Ujungnya, perputaran ekonomi juga kembali ke masyarakat.

Kaltim punya banyak tempat menarik untuk dikunjungi dan banyak cerita untuk dinikmati.

Jadi, mengapa harus jauh?

Oleh:
Agus Susanto

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.