JAKARTA – Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki tahap akhir persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.
Sebanyak 57 peserta menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) terakhir selama satu bulan dengan target besar mempertahankan gelar juara umum.
Para peserta mulai diasramakan di Wisma Pamentas, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, sejak 8 Agustus hingga 9 September 2026. TC kali ini menjadi pemusatan latihan terakhir yang dilaksanakan secara tatap muka sebelum kafilah Kaltim bertolak ke Semarang.

Koordinator pelatih, Hajarul Akbar, meminta seluruh peserta meningkatkan disiplin dan kesungguhan selama mengikuti TC. Menurutnya, seluruh kafilah dari berbagai provinsi juga melakukan persiapan maksimal menghadapi MTQ Nasional.
Selama pelatihan, peserta wajib mengikuti delapan kali try-out atau uji coba yang dilaksanakan setiap Rabu dan Sabtu.
Try-out setiap Rabu dilaksanakan di Wisma Pamentas dengan menghadirkan pelajar dan santri dari sekitar wisma. Sedangkan uji coba setiap Sabtu dilakukan di luar wisma. Hari Sabtu dipilih karena kondisi lalu lintas Jakarta dinilai lebih memungkinkan untuk mobilitas peserta.
“Selama pelatihan peserta dibimbing oleh para pelatih nasional. Di samping itu, diberikan pembinaan kedisiplinan dari institusi TNI Angkatan Darat. Selain itu, juga akan dilakukan penguatan motivasi bagi para peserta agar mereka bisa meraih prestasi maksimal,” kata Hajarul.

57 PESERTA DARI DELAPAN DAERAH
Wakil Ketua II LPTQ Kaltim yang juga Kepala Biro Kesra Kaltim, Dasmiah, menjelaskan 57 peserta TC berasal dari delapan kabupaten dan kota.
Kutai Timur menjadi daerah dengan peserta terbanyak, yakni 13 orang, disusul Samarinda 11 orang, Kutai Kartanegara 10 orang, Bontang enam orang, dan Balikpapan lima orang.
Berau, Paser, dan Penajam Paser Utara masing-masing mengirim empat peserta. Sedangkan Kutai Barat dan Mahakam Ulu tidak mengirimkan peserta.
Wakil Sekretaris I LPTQ Kaltim, Hamsani, mengatakan setelah TC ditutup pada 9 September, seluruh peserta akan langsung diberangkatkan menuju Semarang menggunakan dua bus.
“Usai penutupan pelatihan pada tanggal 9 September 2026, para peserta pelatihan langsung diberangkatkan ke Semarang dengan memakai dua kendaraan bus untuk menghadapi MTQ Tingkat Nasional Tahun 2026,” jelas Hamsani.
BEBAN PERTAHANKAN JUARA UMUM
Sekda Kaltim sekaligus Ketua LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, saat membuka TC mengingatkan bahwa tantangan mempertahankan gelar jauh lebih berat dibandingkan mengejar gelar juara.

Kaltim datang ke MTQ Nasional XXXI dengan catatan prestasi kuat. Pada MTQ Nasional XXX Tahun 2024 di Samarinda, Kaltim keluar sebagai juara umum. Prestasi kembali diraih pada Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tingkat Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan kembali menjadi juara umum.
“Kaltim pernah meraih juara umum berturut-turut. Pada MTQ Nasional XXX Tahun 2024 di Samarinda, Kaltim meraih juara umum. Selanjutnya pada Tahun 2025, lagi-lagi Kaltim meraih juara umum pada Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tingkat Nasional XXVIII di Kendari, Sulawesi Tenggara,” kata Sri Wahyuni.
Capaian tersebut membuat target pada MTQ Nasional XXXI di Semarang semakin berat. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung 11–20 September 2026.
“Beban mempertahankan juara itu lebih berat dibandingkan baru berusaha meraih juara, karena untuk meraih juara itu tidak ada beban,” ujarnya.
Usai membuka TC, Sri Wahyuni meninjau ruang pelatihan berbagai cabang dan golongan serta asrama peserta. Ia menilai fasilitas yang disiapkan cukup representatif dan bersih untuk mendukung pemusatan latihan.
Wakil Ketua LPTQ Kaltim Jauhar Efendi melaporkan, pembukaan TC juga dihadiri Kakanwil Kementerian Agama Kaltim sekaligus Wakil Ketua I LPTQ Kaltim Abdul Kholiq, Sekretaris LPTQ Kaltim Rudi Kartono, Wakil Sekretaris I LPTQ Kaltim Hamsani, Prof. Dr. Bambang Iswanto, perwakilan pelatih, serta staf Sekretariat LPTQ Kaltim. (MJE)
Editor: Agus S.




